Cara Membuat Bumbu Kacang Sate Daging Sapi

Anda tentu tidak asing dengan sajian sate daging sapi dengan bumbu nya yang lezat bukan? Masakan sate yang umum banyak dijual para pedagang kaki lima dan restoran ini memang memiliki cita rasa gurih yang begitu sedap dan cara membuat sate daging sapi pun tidak cukup susah.

Nah, bagi anda yang suka belajar sendiri bagaimana membuat sajian hidangan ini dirumah agar bisa disajikan untuk keluarga. Kali ini kami akan berbagi resep cara membuat sate daging sapi manis yang empuk, gurih dan sederhana. Inilah dia resepnya.Cara Membuat Bumbu Kacang Sate Daging Sapi tidak sulit.

Daging Sapi

Cara Membuat Bumbu Kacang Sate Daging Sapi

Mangsud dari sebuah daging ini  adalah bagian yang kenyal pada hewan yang terbungkusi kulit dan melekat pada tulang yang besar sendiri yang menjadi bahan baku suatu makanan.

Tersusun sebagian besar dari jaringan otot-otot itu tersebut, ditambah lagi dengan bagian lemak yang melekat pada, urat, serta tulang rawan.

Daging sapi adalah daging yang berasal dari sapi biasanya digunakan untuk keperluan makanan. Sapi ialah produk peternakan yang sangat banyak di indonesia.

Daging sapi  mempunyai kandungan gizi  cukup tinggi dan lengkap oleh sebab itu  sangat bermanfaat sekali bagi pertumbuhan dan kesehatan pada manusia.

Daging sapi yang sudah ditrimming atau dihilangkan lemaknya mengandung banyak zat gizi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita.

Serta merupakan sumber protein yang sangat baik  mempunyai nilai biologis tinggi, high digestible 94%), sumber kandungan omega-3 rantai panjang (DHA, EPA and DPA).

lemak tak jenuh, vitamin B12, niasin, vitamin B6, vitamin B5, vitamin D, riboflavin, zat besi Yang terserap dengan cepat dan baik.

Dibandingkan zat besi dari pangan nabat), seng, fosforus, selenium, mempunyai kadar lemak yang cukup rendah, serta mempunyai kadar komposisi kolesterol yang pas untuk tubuh.

Cara Membuat Bumbu Kacang Sate Daging Sapi

Bahan-bahan:
500 gram daging sapi tanpa lemak
Tusuk sate
2 helai daun pepaya

 

Bumbu sate yang di haluskan:
3 siung bawang putih
1/2 sdt lada
1/2 sdt ketumbar
5 sdm kecap manis
Garam secukupnya

Bumbu kacang:
200 gram kacang tanah
2 siung bawang putih
5 buah bawang merah iris halus
2 buang cabe merah besar
5 cabe rawit atau sesuai selera
1 cm kencur
1 sdm kecap asin
5 sdm kecap manis atau sesuai selera
1 gelas air
Garam secukupnya
Minyak untuk menggoreng

Cara membuat sate daging sapi spesial enak:

Cara Membuat Bumbu Kacang Sate Daging Sapi

Dading sapi di potong dadu, bungkus daging yang telah dipotong-potong ke dalam daun pepaya, agar dagingnya lunak, biarkan selama kurang lebih setengah jam.

Lalu tusuk daging dengan tusuk sate isi dengan 5 potongan daging, lakukan sampai semua bahan habis.

Haluskan bumbu sate (bawang putih, lada, ketumbar) tambahkan garam secukupnya, campur dengan 5 sdm kecap manis. Aduk rata.

Celupkan tusukan sate ke dalam bumbu biarkan 10 menit terendam bumbu, dan bakar sate hingga setengah matang. Angkat dan celupkan lagi ke dalam bumbu. Dan bakar lagi satenya hingga matang.

Cara membuat bumbu kacang sate daging sapi:

Kacang tanah di goreng, lalu di haluskan

Cabe merah besar di buang bijinya, kencur dan bawang putih di gerus halus, lalu di tumis dengan sedikit minyak.

Larutkan kacang goreng yang telah di haluskan dengan 1 gelas air. Campurkan dengan bumbu tumis tadi, aduk sampai rata. Bubuhi irisan bawang merah. Tambahkan kecap manis dan kecap asin, tambahkan irisan cabe rawit dan irisan jeruk nipis.

Kemudian sate yang telah dibakar, diatur dalam piring lalu siram dengan bumbu kacang. Hidangkan sate daging sapi selagi hangat.

Jadi seperti itulah tadi macam macam resep bumbu kacang sate sapi yang lezat dan mudah untuk di tiru dirumah bersama keluarga.

Jangan lupa pelajari juga artikel tentang resep samyang kuah Sekian dan terimakasih. Selamat mencoba..

 

Cara Menggemukan Sapi yang Simple Bagi Pemula

Pada Artikel kali ini saya akan menjelaskan tentang cara menggemukan sapi yang mudah bagi pemula. Yuk! Cari tahu informasinya dibawah ini.

Kebutuhan daging sapi dari tahun ke tahun semakin meningkat. Hal ini dipicu oleh adanya pertumbuhan ekonomi yang meningkat dan pertumbuhan penduduk sehingga daya beli masyarakat akan semakin tinggi.

Sementara, hingga kini, untuk memenuhi kebutuhan daging di pasar lokal, pemerintah melakukan impor daging sapi dan daging lainnya.

Melihat kondisi tersebut, mengembangkan usaha peternakan sapi menjadi peluang yang besar dan menguntungkan.

Berbeda dengan peternak luar negeri yang memiliki ratusan ekor sapi oleh satu orang peternak, Indonesia hanya memiliki 1-3 ekor sapi oleh satu orang peternak yang rata – rata dijadikan sebagai pekerjaan sampingan.

Beternak sapi memang sangat menguntungkan dan menggiurkan jika dibandingkan dengan komoditi lainnya.

Bayangkan jika harga satu ekor sapi dewasa ukuran konsumsi dibanderol dengan harga 15-20 juta.

Dengan memiliki 10 ekor sapi saja, sudah bisa diramalkan berapa penghasilan yang akan didapatkan.

Maka dari itu, peternak sapi atau orang yang ingin membuka usaha ternak sapi harus mengetahui cara menggemukkan sapi yang berkualitas tinggi dengan cepat.

Cara pemeliharaan dan pemberian pakan yang efisien, hemat, dan cepat tentu dapat mendukung perkembangan dari ternak sapi.

Nah, berikut ini adalah 5 tips yang ampuh dan cepat dalam menggemukkan sapi, hanya dalam waktu 3 bulan.

Kebersihan kandang Cara Menggemukan Sapi

Meskipun peternakan sapi terkesan kotor dan kumuh, Anda harus tetap menjaga kebersihan kandang dari kotoran sapi itu sendiri atau kotoran lainnya yang meliputi lantai kandang, lingkungan, dan sistem pembuangan kotoran sapi.

Usahakan tidak ada bau yang menyengat karena akan mempengaruhi pertumbuhan dan daya tarik sapi terhadap makanan.

Kesehatan sapi

cara-menggemukan-sapi

Pastikan sapi tidak mengalami gangguan kesehatan seperti menderita cacing, mencret, diare, dan lain sebagainya.

Jika sapi mengalami gangguan kesehatan, segeralah ditangani agar penyakit tidak menular ke sapi yang lain.

Gunakan obat alami seperti daun pepaya atau daun jambu biji untuk makanan pokoknya.

Obat alami tersebut terbukti lebih manjur dan ampuh dibandingkan dengan obat herbal dan produk kemasan lainnya.

Pemberian minum

Pemberian minum dilakukan sebanyak 3 kali sehari, pada pagi, siang, dan sore hari.

Untuk pemberian minum pada pagi dan sore hari, air dicampur dengan tetes hasil gilingan tebu dan kebi. Kebi adalah limbah hasil gilingan padi berwarna putih yang menyerupai tepung beras.

Tidak ada takaran khusus untuk pemberian tetes. Hanya saja, campurkan tetes ke dalam air sampai berubah warna menjadi hitam sedikit kental.

Sedangkan untuk pemberian kebi sendiri, dari 1 liter air dibutuhkan 10 sendok makan kebi.

Perbandingan tetes dan kebi yang diberikan yaitu 1:2. Misalnya, jika tetes diberikan 2 kali maka kebi diberikan 1 kali minum saja.

Pemberian tetes berguna untuk pengembangan dan pengomposan daging, sedangkan kebi berguna untuk memadatkan daging.

Pemberian pakan

cara-menggemukan-sapi

Pakan alternatif sangat tidak disarankan untuk makanan pokok sapi sehari – hari.

Jenis pakan yang baik untuk dikonsumsi sapi adalah rumput benggala, rumput gajah, rumput raja, tanaman lamtoro, gamal, kaliandra, dan centro.

Pergerakan Sapi Cara Menggemukan Sapi

Untuk menggemukkan sapi dan membuat dagingnya lebih padat, siapkan lahan kosong atau kandang yang cukup untuk sapi berlari.

Daging sapi akan padat dan mudah berkembang apabila sistem peredaran darah sapi mengalir lancar dan otot pada bagian tubuh sapi berkembang.

Jika sapi dibiarkan diam dan bermalas-malasan, tentunya akan menjadi sumber datangnya penyakit akibat peredaran darah sapi kurang lancar.

Itulah 5 tips yang perlu dilakukan oleh peternak jika ingin menggemukkan sapi dalam waktu yang singkat atau 3 bulan.

Kebersihan kandang, kesehatan sapi, pemberian pakan dan minum, serta pergerakan sapi adalah hal-hal yang harus diperhatikan dalam menjaga kesehatan dan kualitas ternak sapi.

Demikian Artikel kali ini tentang cara menggemukan sapi yang mudah untuk pemula,semoga bermanfaat untuk Anda. Sekian dan terima kasih.

Jenis Pakan Sapi Perah Untuk Menjaga Kualitas Susu Sapi

Pada Artikel kali ini saya akan akan menjelaskan dan membahas tentang jenis pakan sapi perah yang perlu Anda ketahui. Yuk! Cari tahu informasinya dibawah.

Pemberian pakan sapi haruslah dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan,sehingga sapi mendapatkan nutrisi yang seimbang dan meningkatkan kualitas susu sapi.

Pakan sapi perah dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai makanan pokok (hijau-hijauan, kacang-kacangan), sebagai makanan pelengkap (konsentrat), serta sebagai makanan ekstra nutrisi.

Untuk mendapatkan hasil produksi susu yang maksimal, berikut ini akan dijelaskan bagaimana komposisi pembuatan pakan sapi perah yang tepat,benar dan berkualitas. Berikut dibawah ini penjabarannya taupun uraiannya.

Pakan Hijauan Sapi

jenis-pakan-sapi-perah

Dalam beternak sapi perah, pakan hijauan bisa dikatakan sebagai pakan pokok (macro). Jadi, sumber utama untuk kelangsungan hidup sapi berasal dari sini.

Umumnya, pakan hijauan menggunakan rumput-rumputan berkualitas sedang seperti rumput raja, rumput gajah, rumput alam, rumput lapangan, rumput benggala, dan rumput setaria.

Sementara, hijauan berkualitas seperti kacang-kacangan leguminosa (gliricidia, lamtoro, kaliandra) dan bangsa umbi-umbian bisa jadi pilihan utama.

Penggunaan pakan hijauan sifatnya wajib paling tidak sekitar 60—70% harus ada di dalam pakan ternak sapi perah di samping pakan tambahan.

Pakan hijauan diberikan pada siang hari setelah pemerahan sebanyak kurang lebih 30—50 kg.

Atau kurang lebih sekitar 10% berat badan sapi per ekor setiap harinya setelah sapi diperah agar susu hasil perahan tidak berbau.

Bagi sapi yang menyusui, bisa diberikan pakan 25% lebih banyak agar gizinya selama menyusui juga tercukupi.

Tetapi tetap harus diperhatikan, jika pemberian hijauan terlalu banyak bisa mengganggu pencernaan yang bisa berdampak pada badan sapi.

Kegemukan atau obesitas yang akan mengurangi efisiensi produksi susu sapi.

Bahkan bisa menyebabkan usia sapi tersebut tidak akan lama serta menjadikan sapi menjadi pasif. Bahkan, bisa menyebabkan kematian karena displace abomasum.

Pakan Konsentrat Sapi Perah Atau Sapi Potong

jenis-pakan-sapi-perah

Disamping penggunaan makanan pokok, perlu juga ditambahkan pakan tambahan sebagai sumber nutrisi ekstra (mikro).

Pakan sandingan (tambahan) yang banyak berpengaruh dan digunakan agar hasil susu meningkat drastis.

Adalah pakan konsentrat yang juga diaplikasikan pada jenis sapi lain seperti sapi pedaging dan pekerja.

Pakan sapi perah jenis konsentrat tentunya memiliki komposisi yang berbeda dari komposisi untuk sapi pedaging.
Yang dimana konsentrat diberikan lebih banyak ke sapi potong karena untuk proses penggemukan.
Dedak padi (bisa diganti dengan pollard) 25%, tepung jagung 25%, bungkil kelapa 25%, bungkil kedelai/bungkil kacang tanah/bungkil biji kapuk 20%, sisanya ampas tahu, garam dapur, kapur, tepung tulang masing-masing kurang lebih 1%.
Berdasarkan persentase itu, kebutuhan bahan kering sudah dibilang tercukupi.
Yang akan membantu menyeimbangkan nutrisi pada pakan sapi perah maupun sapi jenis lainnya.

Pemberiannya dilakukan saat pagi dan sore hari setengah jam sebelum sapi diperah agar kualitas susu tidak turun.

Jangan lupa sapi harus selalu diberi minum cukup agar produksi susunya banyak, paling tidak 4 liter air minum untuk 1 liter susu yang dihasilkan atau 10% dari berat badan setiap harinya.

Demikian Artikel kali ini tentang jenis pakan sapi perah yang perlu Anda ketahui dan berikan kepada sapi perah Anda,supaya dapat meningkatkan kualitas produk susu yang dihasilkan oleh sapi.

Semoga Artikel kali ini bermanfaat untuk Anda dalam menjalankan bisnis ternak atau budidaya sapi tersebut. Mohon maaf jika ada tutur kata yang salah atau kurang berkenan dihati Anda. Sekian dan terima kasih banyak.

Pakan Fermentasi Sapi untuk Membantu Proses Penggemukan

Pada Artikel kali ini saya akan membahas tentang pakan fermentasi sapi untuk membantu proses penggemukan. Yuk! Simak pembahasannya dibawah ini.

Dalam hal ini meroketnya harga daging sapi di pasaran domestik setidaknya tidak hanya memberikan masalah.

Ini adalah petunjuk lain bahwa kebutuhan daging sapi dalam negeri masih jauh dari cukup. Memang sudah ada isu bahwa impor sapi ialah masalah tahunan yang membuat pasar daging sapi di Indonesia bermasalah.

Namun masalah ini bukan alasan untuk tidak mulai bergerak dalam ternak sapi. Dengan pengelolahan yang baik, bukan hal yang mustahil jika di suatu saat Indonesia tidak lagi membutuhkan impor daging sapi.

Agar keinginan ini tidak terdengar terlalu muluk, setidaknya kalian harus siap dengan masalah-masalah yang mungkin muncul ketika kalian memilih sapi sebagai bagian dari usaha kalian.

Inovasi Pakan Sapi

pakan-fermentasi-sapi

Sebagai makhluk hidup sapi jelas membutuhkan suplai makanan yang cukup untuk mencapai berat ideal yang dibutuhkan pasar.

Pada musim penghujan masalah pakan ini mungkin tidak terlalu memberi masalah. Namun seiring dengan bergantian musim, cadangan hijauan seperti rumput bisa saja menipis.

Untuk mengatasi masalah inilah, setidaknya harus ada inovasi yang dilakukan.

Salah satunya ialah dengan mempelajari aneka pakan fermentasi yang bisa dipilih untuk sapi. Fermentasi ini biasanya berasal dari bermacam-macam limbah pertanian.

Bahan Limbah Untuk Fermentasi

Salah satu bahan limbah pertanian yang bisa dipilih dalam pakan fermentasi ialah tangkai jagung kering.

Memang jika dibandingkan dengan jagung, tangkai jagung ini secara praktis hanya bagian dari sisa panen jagung. Namun jika insting bisnis kalian kuat, maka limbah semacam ini bisa memiliki nilai lebih.

Membuat pakan murah dari limbah semacam ini adalah sebuah pilihan cerdas. Tentu saja tangkai jagung bukan hanya satu-satunya yang bisa difermentasi.

Tongkol jagung juga layak dipakai untuk bahan pakan ternak. Ini tidak lepas dari kenyataan bahwa tongkol jagung sebenarnya punya kandungan serat dan protein yang dibutuhkan sapi.

Untuk hasil terbaik fermentasi tongkol jagung sebaiknya berupa batang yang dipecahkan bukan yang sudah menjadi tepung.

Komposisi Teknis Fermentasi

pakan-fermentasi-sapi

Meskipun fermentasi pakan sapi bisa dilakukan pada berbagai limbah pertanian cara fermentasi secara teknik harus kalian kuasai.

Salah satunya ialah terkait dengan komposisi dalam proses fermentasi itu sendiri.

Misalnya jika kalian ingin menerapkan fermentasi pada limbah jerami cara membuat yang benar akan memberikan hasil yang sesuai dengan harapan.

Jerami kering dicampur dengan polar dengan perbandingan 10 banding 2 lalu air ditambahkan secukupnya.

Campuran ini kemudian diletakkan di dalam tabung fermentasi sekitar 1 minggu. Tanda bahwa fermentasi jerami kering berhasil ialah aroma harus dan tekstur jerami yang tidak berubah dari sebelumnya.

Manfaat Pakan Fermentasi Bagi Sapi

Keunggulan pakan organik alternatif yang diperoleh dari fermentasi tidak hanya terkait dengan soal biaya.

Secara alami sapi sebenarnya melakukan proses fermentasi dalam proses pencernaannya. Dengan adanya pakan yang sudah difermentasikan ini setidaknya tubuh sapi bisa langsung menyerap sari makanan.

Meskipun demikian perlu juga dicatat bahwa jumlah total pakan yang harus diberikan pasa sapi setidaknya mencapai 10% dari total berat sapi.

Pemberian pakan yang kurang hanya akan mengambat kesehatan reproduksi sapi.

Pakan Alternatif Konvensional

Selain pakan alternatif inovatif seperti aneka hasil fermentasi ini pakan alternatif konvensional seperti dedak sebenarnya juga masih banyak digunakan.

Hal ini tidak lepas dari cara pembuatan yang sudah dikenal selama bertahun-tahun.

Bahkan penggunaan dedak juga diarahkan untuk pembuatan pelet ikan. Pakan jenis ini biasanya dipakai pada kolam ikan lele.

Jika dibandingkan dengan aneka pakan fermentasi proses membuat pakan lele sendiri relatif lebih mudah.

Demikian Artikel kali ini tentang pakan fermentasi sapi yang berfungsi membantu proses penggemukan,semoga bermanfaat untuk Anda. Sekian dan Terima kasih.

Pakan Sapi Per Hari yang Perlu di Perhatikan Peternak

Pada Artikel kali ini saya akan membahas tentang pakan sapi per hari yang perlu Anda ketahui. Yuk! Simak pembahasannya dibawah ini.

Produktivitas ternak dipenga­ruhi oleh faktor lingkungan sampai 70% dan faktor genetik hanya sekitar 30%.Diantara faktor lingkungan tersebut, aspek pakan mempunyai pengaruh paling besar yaitu sekitar 60%.

Hal ini menunjukkan bahwa walaupun potensi genetik ternak tinggi, namun apabila pemberian pakan tidak memenuhi persyaratan kuantitas dan kualitas, maka produksi yang tinggi tidak akan tercapai.

Disamping pengaruhnya yang besar terhadap produksi ternak, faktor pakan juga merupakan biaya produksi yang terbesar dalam usaha peternakan. Biaya pakan ini dapat mencapai 60 – 80% dari keseluruhan biaya produksi.

Tujuan pemberian pakan dalam suatu usaha penggemukan sapi potong adalah untuk memperoleh pertambahan bobot badan secara maksimal.

Dengan demikian diperlukan pemberian pakan yang sesuai dengan kebutuhan ternak baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya.

Syarat Pakan Sapi Per Hari

– Hendaknya cukup mengandung zat tinggi yang diperlukan tubuh yaitu : protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral.

– Disukai ternak (palatabilitas tinggi)

– Bersih dan tidak tercemari kotoran atau bibit penyakit.

– Tidak boleh dalam keadaan rusak (busuk,bercendawan)

–  Sebaiknya tidak mengandung benda-benda yang bersuhu rendah (misalnya embun pagi hari yang dapat menyebabkan sakit kembung/kejang perut pada ternak.

Jenis Pakan Sapi Per Hari Pakan Hijauan

pakan-sapi-per-hari

Bahan pakan utama ternak sapi penggemukan adalah dalam bentuk hijauan yaitu berasal dari rumput unggul, rumput lokal dan leguminosa.

Beberapa contoh hijauan pakan unggul berupa rumput yang dapat dibudidayakan adalah rumput gajah, rumput raja, rumput setaria, rumput meksiko dan lain-lainnya.

Sedangkan hijauan pakan unggul berupa daun-daunan adalah leguminosa  (kacang-kacangan seperti centro, siratro,, lamtoro/petai cina dan gamal).

Hasil sampingan tanam­an pertaniann yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak sapi adalah brangkasan kacang tanah, kacang kedele, pucuk jagung muda dan lain-lain. Hijauan pakan unggul berupa rumput potong :

–   Umumnya berumur panjang, tum­buh mem­bentuk rumpun setinggi 60 -150 cm bahkan lebih.

–   Berdaun lebat dan sistem per­akarannya luas sehingga relatif tahan kering.

–   Tumbuh baik pada dataran tinggi sampai rendah.

–   Dapat diperbanyak dengan biji, pols (sobekan rumput) dan stek batang dengan jarak 40 -60 cm, sebaiknya ditanam pada awal musim hujan.

–   Panen (pemotongan/defoliasi) pertama dilakukan saat ber­umur kurang lebih 2 bulan. Pemotongan berikutnya dilaku­kan setiap 1,5 bulan dengan tinggi pemotongan 10 – 15 cm dari permukaan tanah.

–   Pemupukan awal pada saat pengolahan tanah dengan dosis 10 ton pupuk kandang 50 kg KCL dan 50 kg TSP per hektar. Pemupukan selanjutnya dilakukan setelah 3 kali pemotongan  dengan takaran yang sama. Sedangkan urea diberikan pada saat tanaman berumur 2 minggu sebanyak 50 kg/ha.

Pakan Konsentrat 

pakan-sapi-per-hari

Konsetrat adalah campuran dari beberapa bahan pakan untuk me­lengkappi kekurangangizi dari hijauan pakan ternak.

Bahan pakan kosentrat yang dapat diberikan pada ternak sapi antara lain : dedak  padi, bungkil kelapa, jagung giling, bungkil kacang tanah, ampas tahu, ampas kecap dan lain-lain.

Campuran bahan pakan kon­sentrat yang diberikan pada ternak tergantung kepada harga  dan ketersediaan akan pakan di sekitar lokasi usaha peng­­gemukan ternak sapi.

 Dari berbagai hasil penelitian beberapa formulasi pakan  kon­sentrat yang dapat diberikan pada penggemukan ternak sapi potong diantaranya adalah:

Cam­puran 70 % dedak padi dan 30% bungkil kelapa, kemudian ditambahkan dengan 0,5 % tepung tulang dan 1 % garam dapur.

Campuran 2 bagian dedak + 1 bagian bungkil kelapa + 1 bagian jagung. Selanjutnya ditambahkan tepung tulang dan garam dapur sebanyak 1 – 2 % kedalam  campuran pakan  tersebut.

Cam­puran 70 % dedak padi + 25 % bungkil kelapa + 5% jagung giling kemudian ditambahkan 1% tepung tulang dan garam dapur.

Pemberian Pakan Sapi Per Hari

Pakan sapi per hari yang diberikan pada ternak sapi penggemukan di­arah­kan untuk mencapai per­t­umbuhan bobot badan yang setinggi–setingginya adalah wak­tu relatif singkat.

Untuk itu pem­berian  disesuaikan dengan kebutuhan ternak baik dari segi kuantitas maupun nilai gizinya. Pakan hijauan diberikan pada sapi sebanyak 10 – 12 % dan pakan konsentrat 1 – 2 %an dari bobot badan ternak.

Pemberian  hijauan dapat dilakukan 3 kali sehari yakni pada pukul 08.00 pagi, 12.00 siang dan pukul 17.00 sore hari, sedangkan pakan kosentrat diberikan pagi hari sebe­lum pemberian hijauan.

Keter­sediaan air minum untuk ternak sapi adalah hal yang tidak kalah penting diperhatikan.

Kebutuhan air minum bagi sapi sebanyak 20 – 40 liter/ekor/hari, namun sebaiknya diberikan secara ad libitum (tidak terbatas).

Cara penyajian pakan hijauan pada ternak sebaiknya dicincangpendek-pendek agar lebih mudah dikon­sumsi.

Kemudian hasil cincangan rumput dibagi menjadi 6  bagian (untuk pagi 1 bagian, siang 2 bagian dan sore sebanyak 3 bagian.

Demikian Artikel kali ini tentang pakan sapi per hari,semoga bermanfaat untuk Anda. Sekian dan terima kasih.

Cara Ternak Sapi Bali yang Mudah Bagi Anda Untuk Sukses

Pada Artikel kali ini saya akan memberitahu dan menjelaskan cara ternak sapi bali yang wajib Anda ketahui. Yuk! Cari tahu informasinya dibawah ini.

Sapi bali adalah jenis sapi yang unggul asli dari Bali Indonesia, sapi ini hasil domestikasi dari banteng atau bibos banteng.

Jenis sapi ini sudah cukup banyak populasinya dan dikembangbiakkan oleh warga bali sendiri sejak lama.

Sapi bali saat ini banyak dijadikan komoditi usaha penggemukan sapi bali oleh banyak masyarakat Indonesia khususnya.

Sapi Bali Adalah . . .

cara-ternak-sapi-bali

Sejarah dari sapi bali adalah berasal dari banteng yang telah dijinakkan berabad-abad lalu, dan pada abad ke-18 sapi bali mulai menyebar ke Lombok kemudian di wilayah-wilayah lain di Indonesia.

Penyebaran sapi Bali tidak hanya di Indonesia namun juga sudah menyebar sampai ke Australia, Filipina, dan Malaysia.

Dulunya sapi bali adalah banteng yang mengalami beberapa perubahan karena cara hidupnya, dan bukan karena perkawinan silang dengan sapi jenis lainnya.

Perubahan yang sangat nampak yaitu adanya perubahan ukuran yang sedikit lebih kecil dibandingkan dengan banteng, tinggi badan, dan terutama pada bobotnya.

Kebanyakan masyarakat pulau dewata beternak sapi bali tidak hanya untuk dikonsumsi, namun juga dimanfaatkan untuk membajak sawah.

Sapi bali juga dikenal dimanfaatkan sebagai atraksi agrowisata dan juga dimanfaatkan dalam upacara keagamaan Hindu.

Biasanya oleh agama Islam sapi bali digunakan sebagai hewan kurban pada saat hari raya Idul Adha, sehingga pemerintah perlu memperhatikan keberadaannya agar terus berkembang.

Sapi Bali Betina

Untuk reproduksi sapi bali sendiri dikenal sangat baik karena sapi bali betina sudah dapat dikawinkan pada usia 2 hingga 2,5 tahun, dengan jarak melahirkan antara 12 hingga 14 bulan.

Walaupun mengalami perubahan pada ukuran dan bobot secara keseluruhan, ciri-ciri sapi bali masih sama dengan banteng sebagai moyangnya.

Anak sapi bali berwarna sawo matang merah mengkilap dengan garis hitam di punggunnya yang terlihat jelas.

Pada saat dewasa sapi betina tetap berwarna sawo matang kemerahan, dan sedangkan pada sapi jantan akan berubah warna menjadi hitam.

Namun jika dicermati sapi bali jantan memiliki bulu berwarna sawo matang kemerahan seperti pada sapi betina.

Sapi Bali Jantan

Sapi bali jantan yang sudah tua akan muncul warna putih pada dahinya dan diantara dasar-dasar tanduknya.

Pada sapi bali memiliki dada yang dalam dan juga tubuh yang padat, tanduk pada sapi bali jantan pun tumbuh melebar ke arah luar kepala.

Dan tanduk pada sapi bali betina cenderung mengarah ke dalam. Sapi bali memiliki ciri khas yaitu tidak berpunuk dan berkaki ramping.

Penggemukan Cara Ternak Sapi Bali

cara-ternak-sapi-bali

Untuk dapat menjadi pengusaha sapi bali maka yang perlu diperhatikan adalah :

  1. Menentukan Bibit Cara Ternak Sapi Bali

Untuk dapat menentukan kesuksesan dalam cara ternak sapi bali, maka perlu di perhatikan beberapa tips.

Cara memilih bakalan atau bibit sapi bali sebaiknya dari sapi bali betina atau jantan tidak produktif.

Dan pastikan juga bentuk fisik sempurna dari kepala, badan, hingga kaki harus sehat dengan ciri-ciri kulit bersih mengkilat, hidung sedikit basah atau lembab dan juga mata yang cerah bersih.

Perhatikan juga pertautan kulit yang longgar dengan tingkat nafsu makan yang baik.

  1. Penyiapan Kandang Cara Ternak Sapi Bali

Dalam penyiapan kandang sapi perlu adanya kriteria kandang bagi sapi yang harus disediakan untuk penggemukan sapi bali :

Kandang yang sesuai harus memiliki penutup atap yang dapat melindungi sapi dari terik matahari dan hujan, namun hewan sapi juga harus tetap mendapatkan cukup sinar matahari.

Dan aliran udara yang lancer. Kandang juga harus dijaga kebersihannya, hal ini sangat penting, karena kebersihan dapat menjaga hewan ternak dari penyakit. Sehingga hewan sapi tetap terjaga kesehatannya.

Buatlah saluran pembuangan limbah kotoran yang lancer serta tempat penampungan limbah kotoran sapi yang cukup untuk menampung jumlah kotoran.

Usahakan kandang memiliki lantai yang datar dan keras dengan dilengkapi parit yang sejajar dengan arah menghadap sapi untuk tempat pakan.

Buatlah kandang sapi dengan menggunakan bahan yang kuat, ini agar tidak melukai sapi dan juga dapat tahan lama. Pada kandang sapi dewasa dibutuhkan 2×1, 5×2 meter.

  1. Penyediaan pakan

Pakan untuk sapi bali sebaiknya mencukupi agar dapat sukses dalam hasil penggemukan sapi bali.

Berilah konsentrat dedak jagung, biji-bijian, dan padi sebagai asupan makan tambahan selain makanan pokoknya berupa dedaunan segar berupa hijauan rumput.

Demikian Artikel kali ini tentang cara ternak sapi bali,semoga bermanfaat untuk Anda. Sekian dan terima kasih.