Cara Membuat Keripik Usus Pepaya

Cara membuat keripik usus pepaya – untuk memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi buah pepaya diolah menjadi keripik usus. Saya  berikan cara membuat keripik usus pepaya sebagai berikut.

Cara membuat keripik usus pepaya

cara membuat keripik usus pepaya

Persiapan Bahan:

  1. Pepaya dikupas kemudian dicuci bersih.
  2. Kemudian dipotong memanjang dengan alat khusus agar ukuran tetep sama.
  3. Setelah itu pepaya yang telah dipotong dicuci dengan air dingin selama 3 menit agaraktivitas enzim terlarut tidak rusak.
  4. Selanjutnya air limbah ditampung dengan air cucian sebelumnya untuk pengisolasian lebih lanjut.
  5. Selanjutnya pepaya direbus dengan air mendidih selama 1 menit dan ditiriskan.
  6. Kemudian dijemur hingga kering, selama 4-5 hari. Alas yang dipakai adalah nonlogam misalnya alas berbahan kain atau plastik. Hasil dari tahap pengeringan ini adalah bahan keripik setengah jadi (kerecek ) dengan bentuk lebih keriting dan bisa disimpan lebih lama untuk produk jangka panjang.

Cara Membuat Keripik Usus Pepaya:

  1. Krecek pepaya direndam dengan air selama 10 menit kemidian ditiriskan.
  2. Kemudian keripik pepaya diaduk menggunakan mesin aduk, dengan ditambah tepung berbumbu.
  3. Setelah proses pengadukan selesai kemudian digoreng hingga kering. Hasilnya akan menyerupai keripuk usus yang menanjang sehingga disebut “keripik pepaya” .
  4. Kemudian didinginkan. Bila keripik pepaya anda ingin diberi aneka rasa tingal ditaburi srbuk aneka rasa menggunakan ayakan dan diadauk rata.
  5. Hasilnya yang adalah keripik usus pepaya aneka rasa antara lain rasa balado, sate ayam bawang, barbeque, dan lain – lain sesuai selera.

Manfaat Pepaya Kecantikan

Tapi sebenarnya ada beragam manfaat pepaya bagi kesehatan dan kecantikan yang perlu Anda ketahui:

  • Menyehatkan mata. Pepaya mengandung vitamin A yang baik untuk mata. Vitamin A dibutuhkan untuk kesehatan kornea dan menghasilkan kelembapan yang cukup agar mata selalu terlumasi dengan baik.
  • Menyehatkan rambut dan kuku. Pepaya kaya akan vitamin dan mineral yang membantu meningkatkan pertumbuhan rambut dan kuku. Buah berwarna oranye ini bahkan bisa dijadikan masker rambut untuk menyuburkan rambut.

Manfaat Pepaya Kesehatan

  • Menyembuhkan kulit yang terbakar sinar matahari. Pepaya mengandung zat yang bernama likopen. Menurut penelitian, mengonsumsi likopen dapat memelihara kesehatan kulit karena aktivitas antioksidan dari zat ini berperan dalam menangkal kerusakan sel akibat radikal bebas.
  • Memperlancar pencernaan. Tahukah Anda kenapa pepaya terkenal dapat melancarkan pencernaan? Hal ini karena pepaya mengandung enzim papain yang membuat protein lebih mudah dicerna. Menurut penelitian, mengonsumsi pepaya selama 40 hari diduga dapat menyembuhkan konstipasi dan perut kembung.
  • Kesehatan jantung. Pepaya yang mengandung vitamin C dan likopen bisa menjadi salah satu makanan yang membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Selain itu, antioksidan dalam pepaya juga dapat meningkatkan efek kolesterol baik (HDL) yang ada di dalam tubuh.
  • Mengurangi risiko kanker. Pepaya mengandung antioksidan likopen yang mampu mengurangi radikal bebas penyebab kanker.
  • Antipenuaan. Berbagai nutrisi dalam pepaya mampu membuat kulit tetap sehat dan terlihat muda. Misalnya enzim papain yang membantu melembutkan dan merevitalisasi kulit, serta vitamin A dan C yang membantu mengurangi kerutan dan memudarkan bintik-bintik hitam. Tak hanya itu, vitamin C juga berguna membantu tubuh memproduksi kolagen yang dapat mengurangi keriput.
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Vitamin A, C, dan E dalam pepaya bisa membantu menguatkan sistem kekebalan tubuh. Hasilnya, kita pun terhindar dari penyakit infeksi, seperti pilek dan flu.
  • Baik untuk penyakit demam dengue. Papaya diduga memiliki dampak baik terhadap penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang dapat menekan jumlah trombosit. Penelitian menunjukkan penderita infeksi dengue yang mendapatkan ekstrak daun papaya memiliki peningkatan trombosit lebih cepat dibandingkan mereka yang mendapatkan pengobatan biasa. Akan tetapi efek ini masih perlu diteliti secara klinis lebih lanjut.