Kelinci Pedaging yang Sering di Jadikan Bisnis Menguntungkan

Pada Artikel kali ini saya akan membahas tentang kelinci pedaging yang sering diternak dan dijadikan bisnis. Yuk! Cari tahu pembahasannya dibawah ini.

Budidaya kelinci pedaging memang masih kalah populer dibanding dengan, budidaya ayam pedaging, budidaya bebek pedaging, budidaya kambing pedaging, atau yang lainnya.

Tapi bukan berarti tidak mempunyai peluang pasar, buktinya saat ini dibeberapa daerah sudah mulai berdiri rumah makan atau restoran yang menyediakan olahan daging kelinci.

Kelinci adalah binatang yang memiliki bulu-bulu halus, dan kelinci lebih dikenal dekat dengan manusia, Sebagai binatang peliharaan yang lucu dan menggemaskan.

Selain menjadi binatang peliharaan, kelinci juga dapat di ternak untuk dimanfaatkan dagingnya.

Sekarang ini olahan masakan daging kelinci sudah mulai populer di masyarakat, Seperti sate kelinci, yang lezat serta menpunyai kandungan gizi yang cukup tinggi.

Kelinci diternak bukan hanya untuk dimanfaatkan dagingnya, tapi bisa juga untuk menyalurkan hobi.

Serta bisa dijual sebagai kelinci hias, jadi bagi anda yang ingin budidaya kelinci tidak perlu khawatir untuk pemasaran hasil ternak kelinci.

Cara Ternak Kelinci Pedaging Modern

kelinci-pedaging

1.  Persiapan Kandang Kelinci

Kandang adalah syarat utama dalam dunia usaha peternakan, Sebelum kita membuat kandang kelinci, Hal utama yang perlu diperhatikan adalah lokasi,

Lokasi tempat pembuatan kandang harus jauh dari keramaian, Bebas dari asap atau polusi udara.

Memiliki sirkulasi udara lancar, serta terkena sinar matahari secara langsung, Sedangkan suhu udara yang ideal untuk ternak kelinci sekitar 21 derajat celcius.

Untuk ukuran kandang bisa disesuaikan dengan padatnya bibit, Misalnya untuk ukuran 200 x 70 x 70 cm, cukup untuk diisi 12 ekor kelinci betina, Atau 10 ekor untuk kelinci jantan,

Kandang bisa dibuat menggunakan material seprti bambu,kayu, kawat atau besi. Penempatan kandang harus terhindar dari binatang predator lain, Seperti tikus, kucing atau anjing.

2. Pemilihan Bibit

Setelah kandang selesai kita siapkan, langkah selanjutnya adalah mencari bibit, Bibit yang sering dibudidaya untuk kelinci potong adalah jenis kelinci flemish giant, kelinci new zealand, dan kelinci Rex.

Ciri-Ciri Bibit yang Mempunyai Kualitas Bagus

kelinci-pedaging

– Bibit tidak cacat fisik
– Tidak nervous dan bulunya halus
– Warna tidak kusam
– Lincah dan aktif bergerak
– Serta mata bersih dan terawat.

Setelah mengetahui ciri-ciri bibit yang bagus, Sekarang tinggal memilih bibit jantan dan betina (perpasang),

Cara Membedakan Kelinci Pedaging Jantan dan Betina

Kelinci jantan;
Mencari tahu kelinci jantan tidaklah sulit. Kelinci jantan biasanya memiliki tanda dibawah ekor dan tepat diatas anus terdapat tabung kecil tertutup bulu, Itu adalah merupakan alat kelamin kelinci jantan.

Masa produksi kelinci jantan yaitu sekitar umur 6-8 bulan. Postur tubuh kelinci jantan biasanya lebih kecil dibanding kelinci betina, Kelinci jantan lebih aktif bergerak dan lebih akrab dengan manusia.

Kelinci betina;
Untuk mencari tahu kelinci betina hampir sama dengan mencari tahu kelinci jantan.

Bedanya adalah kelinci betina memiliki gundukan dengan celah memanjang yang terdapat dibawah ekor tepat diatas anus, Itu adalah alat kelamin kelinci betina.

Kelinci betina memiliki postur tubuh lebih besar dibanding kelinci jantan, Masa produksi kelinci betina yaitu sekitar umur 4-6 bulan.

Dan saya sarankan untuk pemula belilah bibit 2-5 pasang terlebih dahulu, Untuk memudahkan perawatan serta pemasaran.

3. Pemberian Pakan Kelinci Pedaging

Pakan kelinci di habitat aslinya berupa rerumputan serta sayur-sayuran seperti; Wortel, kangkung, atau sayuran hijau lainya, Tapi jika kita budidaya kelinci bisa kita berikan makanan campuran berupa pellet khusus kelinci.

Pemberian pakan berupa pelet bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan, dan pembetukan daging.

Makanan bisa diberikan 2 kali sehari pagi dan sore, Dengan cara pagi kita berikan pellet, dan sore harinya kita berikan sayuran, atau sebaliknya, Jangan lupa selalu sediakan air minumnya.

Demikian Artikel kali ini tentang kelinci pedaging,semoga bermanfaat untuk Anda. Sekian dan terima kasih.

Rumput Pakan Kelinci, Harus di Ketahui mana yang Sehat Bagi Kelinci

Pada Artikel kali ini saya akan membahas tentang rumput pakan kelinci,agar Anda tahu mana rumput yang bisa dimakan kelinci mana yang tidak. Yuk! Cari tahu.

Mengapa demikian? Sebab kelinci sendiri merupakan binatang herbivora pemakan tumbuh-tumbuhan. Sehingga di habitat aslinya, kelinci tidak memakan makanan seperti pelet atau buatan.

Melainkan memakan rumput-rumputan, buah-buahan, sayur-sayuran atau tumbuhan lainnya yang alami.

Selain itu rumput juga mengandung protein dan mineral yang penting untuk kesehatan tulang.

Sehingga cocok buat kelinci hamil dan anak kelinci. Ditambah sumber pasokan serat yang sangat bagus buat memperlancar pencernaan kelinci sehingga kelinci tumbuh dengan sehat.

Sebaliknya apabila kelinci kekurangan serat, dia akan mudah terkena penyakit dan gangguan pencernaan.

Walaupun demikian ternyata tidak semua jenis rumput boleh dijadikan bahan pakan kelinci.

Karena ada sebagian peternak yang beranggapan kalau seluruh hewan herbivora memakan jenis rumput yang sama.

Contohnya, sapi dan kambing memakan jenis rumput yang sama atau sapi dan kerbau. Padahal pendapat tersebut tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Perlu Anda ketahui bahwa kambing sapi maupun kerbau memiliki sistem pencernaan yang tidak sama alias berbeda dengan kelinci.

Dilihat dari postur tubuhnya saja sudah beda, kelinci lebih kecil dibandingkan sapi. Masa, jenis makanannya mau disamakan?

Jenis Rumput Makanan Kelinci yang Bagus

Rumput makanan kelinci yang bagus adalah yang bertekstur lembut, bergizi dan bernutrisi tinggi.

So, pastikan teman teman yang sedang memelihara kelinci memilih jenis rumput yang tepat agar cepat besar dan cepat panen. Di bawah ini rumput-rumput yang kami rekomendasikan untuk anda:

1. Rumput Odot untuk Pakan Kelinci

rumput-pakan-kelinci

Jenis pertama adalah rumput odot. Di Amerika rumput jenis ini sangat terkenal dan sudah lama digunakan untuk makanan domba atau kambing.

Karena memang di dalamnya terkandung protein yang cukup baik hingga 12-14%. Sekarang rumput odot sudah banyak ditemukan di Indonesia dan banyak pula yang menanamnya.

Ciri-cirinya tinggi maksimal hanya 1 meter, batangnya tetap pendek meskipun sudah besar.

Lalu jarak antara ruas cuma 2 sampai 4 cm. Ada bulunya tapi halus, jadi seperti tidak berbulu. Lihat gambar di atas, biar lebih jelas.

2. Pakan Rumput Timothy untuk Kelinci

rumput-pakan-kelinci

Kata orang-orang rumput Timothy merupakan pakan terbaik bagi kelinci dibandingkan rumput hijau lainnya.

Timothy ini sejenis rumput lapangan yang di bagian atasnya terdapat ekor kucing di saat berbunga.

Keunggulan dari rumput Timothy ialah berserat cukup, protein dan mineral tinggi. Sehingga tidak menimbulkan masalah pada pencernaan kelinci. Selain itu teksturnya juga lembut tidak merusak sistem pencernaannya.

3. Rumput Pakan Kelinci Sintrong

Jenis yang ketiga adalah rumput sintrong. Juga kerap dipakai untuk bahan makanan pokok kelinci, meskipun oleh masyarakat sering dianggap pengganggu.

Padahal sangat bagus buat pekan kelinci. Rumput ini tumbuh liar di wilayah terbuka bersama rumput-rumput lainnya.

Namun jika kalian ingin menjadikan rumput ini sebagai pakan kelinci, sebaiknya dilayukan dahulu karena di dalamnya terkandung kadar air dan getah yang tinggi.

4. Alfalfa Makanan Kelinci

 

Rumput Alfalfa memiliki nama latin Medicago sativa L. Maaf bukan bermaksud SARA, kalau kalian orang Islam tentu kenal dengan tanaman ini. Karena ada di Quran surat an-naba.

Ya, tanaman Ini mengandung protein 18,9% dan zat alkalin yang dapat menetralkan keasaman tubuh.

Tentu saja rumput paling tua di dunia ini bisa dijadikan pakan untuk kelinci. Bahkan kata orang-orang bisa meningkatkan produksi susu induk kelinci.

5. Bandotan/Ageratum conyzoides L

Rumput bandotan juga bisa diberikan pada kelinci. Namun sebagian  kelinci tidak menyukai rumput ini jika diberi terlalu banyak.

Jadi kami sarankan kalian mencampurkan dengan jenis rumput lainnya, entah dengan rumput odot maupun timothy.

Untuk mencarinya cukup mudah, biasanya rumput bandotan tumbuh di sekitar rumah rumah anda.

Memiliki bunga yang kecil-kecil. Kalau orang dahulu memanfaatkan rumput bandotan sebagai herbal.

Demikian Artikel kali ini tentang rumput pakan kelinci,semoga bermanfaat untuk Anda. Sekian dan terima kasih.

Budidaya Kelinci Giant Flemish yang Mudah Bagi Pemula

Pada Artikel kali ini saya kan menjelaskan tentang budidaya kelinci giant flemish bagi pemula. Yuk! Simak penjelasannya dibawah ini.

Pengetahuan Dasar Dalam Memelihara Kelinci

budidaya-kelinci-giant-flemish

Sebelum memulai beternak kelinci anda tentu harus mengetahui pengetahuan dasar mengenai kelinci.

Caranya bisa dengan mencoba  mengamatinya selama beberapa bulan, atau untuk mempersingkat waktu bisa dengan didampingi ahli dan membeli buku panduan memelihara kelinci.

Ini penting sebab tanpa pengetahuan dasar bagaimana mungkin kita bisa memelihara bahkan berternak kelinci. Waktu dan tenaga kita akan habis jika belum memahami tatacara pemeliharaan kelinci.

Apalagi kelinci yang dipelihara adalah kelinci hias seperti kelinci anggora, kelinci lop, dll. Perlu penanganan yang extra lagi untuk kelinci hias.

Menyiapkan Kandang Kelinci

Langkah awal yang harus dipersiapkan untuk memulai usaha ternak kelinci adalah menyiapkan kandang atau tempat budidaya.

Jenis kandang bermacam-macam sesuai dengan fungsinya. Ada kandang tempat pembiakan dan kandang tempat pembesaran. Selain fungsinya, kandang ternak kelinci dibedakan berdasarkan tipenya.

Kandang Terbuka Budidaya Kelinci Giant Flemish

Kandang terbuka atau kandang tipe ranch ini berupa hamparan lahan yang sekelilingnya di beri pagar.

Kelinci dibiarkan bebas berkeliaran dalam area tersebut. Dalam area pagar tersebut disediakan naungan atau rumah bagi kelinci untuk berteduh dan tempat istirahat.

Kandang ini sudah menjadi tipikal usaha ternak kelinci tradisional di Indonesia. Dengan sistem seperti ini, pemeliharaan relatif lebih mudah.

Apalagi kalau hamparannya luas, kelinci dibiarkan mencari makan sendiri jadi kalau sekali-kali telat dalam memberi pakan tidak perlu khawatir.

Kelemahan sistem ini memerlukan lahan yang luas. Hanya layak dilakukan di pedesaan dimana ketersediaan lahan cukup besar.

Memilih Bibit Indukan Budidaya Kelinci Giant Flemish

Memilih bibit atau calon indukan kelinci harus benar-benar diperhatikan. Karena bibit berperan besar menentukan tingkat keberhasilan ternak kelinci.

Indukan kelinci menentukan produktivitas dan kualitas hasil budidaya. Berikut ini beberapa kiat untuk memilih bibit ternak kelinci potong/pedaging:

  1. Cari kelinci yang memiliki riwayat kesehatan yang baik. Keturunan dari kelinci-kelinci yang menghasilkan banyak anak dalam sekali kelahiran.
  2. Bobot tubuh indukan kelinci betina minimal 4-5 kg, jantan 3-5 kg.
  3. Memiliki pinggul yang bulat penuh.
  4. Punggung tidak cekung.
  5. Mata cerah, tidak terlihat lesu dan ngantuk.
  6. Bulu bersih, terutama di sekitar kelamin.

Pakan Budidaya Kelinci Giant Flemish

Di alam bebas kelinci hanya mengkonsumsi pakan hijauan. Untuk usaha ternak kelinci pakan yang bisa diberikan adalah hijauan, konsentrat dan vitamin.

Hijauan yang disenangi kelinci antara lain limbah sayuran, seperti sawi, wortel, lobak dan daun singkong. Juga bisa diberikan jenis rumput-rumputan dan daun-daunan.

Sedangkan konsentrat biasanya berupa pelet buatan pabrik. Pemberian pelet dilakukan untuk memudahkan dan membuat praktis pemberian pakan. Selain itu, pelet biasanya sudah memiliki kandungan nutrisi.

Mengawinkan Kelinci

Secara alamiah, kelinci betina yang siap melahirkan anak akan menujukkan tanda-tanda berahi sebagai berikut:
1.    Terlihat gelisah, perilakunya selalu mencari-cari pejantan.
2.    Suka menggosok-gosokkan dagunya pada benda-benda di sekitarnya atau kelinci lain.
3.    Vulva berwarna kemerahan dan basah.

Sedangkan cara berpasangan dilakukan dengan memasukkan satu betina dan satu jantan dalam satu kandang.

Berikut ini hal-hal umum yang perlu diketahui dalam mengawinkan kelinci:

1.    Kelinci siap untuk dikawinkan setelah berumur 6-12 bulan, tergantung jenis ras.
2.    Masa berahi kelinci berlangsung selama 11-15 hari.
3.    Dari masa berahi satu ke masa berahi selanjutnya berlangsung selama 2 minggu.
4.    Masa kehamilan berlangsung 28-35 hari, tergantung jenis ras.
5.    Secara alami masa menyusui kelinci bisa berlangsung selama 8 minggu.
6.    Kelinci betina bisa dibuahi lagi (subur kembali) setelah 2 minggu.
7.    Dalam satu tahun, kelinci bisa mengalami hingga 5 kali kehamilan.
8.    Jumlah anak dalam satu kali kelahiran 4-12 ekor, tergantung jenis ras.
9.    Masa produktivitas biasanya berlangsung 1-3 tahun.

Usia Panen Kelinci

budidaya-kelinci-giant-flemish

Tidak ada patokan pada umur berapa ternak kelinci bisa dipanen. Pasar kelinci saat ini tidak semasif jenis daging lain seperti unggas, sapi atau kambing.

Kelinci biasanya dijual anakannya sebagai peliharaan. Untuk menjual anakan sebaiknya diatas 2 bulan, setelah masa penyusuan.

Demikianlah ulasan tentang panduan dasar budidaya kelinci giant flemish untuk pemula, semoga memberi manfaat. Salam.

Penyakit Kelinci yang Harus Anda Ketahui Demi Kesehatan Kelinci Anda

Pada Artikel kali ini saya akan membahas tentang penyakit kelinci yang harus Anda waspadai demi kesehatan kelinci Anda. Yuk! Cari tahu informasinya dibawah.

Ternak kelinci merupakan hewan peliharaan yang membutuhkan perawatan dan kedisiplinan dalam pemeliharaannya.

Ketidak disiplinan peternak dalam menjaga kebersihan kandang dapat menimbulkan kerugian akibat matinya ternak karena serangan penyakit.

Kandang dan lingkungan yang kotor akan memicu perkembangan serangga, jamur atau organisme penyebab penyakit pada kelinci.

Selain itu, penyakit pada ternak kelinci juga disebabkan karena kebutuhan nutrisi dan gizi tidak terpenuhi dengan baik.

Jenis Penyakit Kelinci yang Sering Menyerang

penyakit-kelinci

1. Gudig/Kudis (Scabies) Penyakit Kelinci

Penyakit gudig, kudis atau scabies pada ternak kelinci disebabkan oleh tungau (Darcoptes scabies). Bagian tubuh kelinci yang sering diserang penyakit ini adalah tepi telinga.

Gejala Penyakit Gudig/Kudis pada Ternak Kelinci

a). Gejala serangan tungau Darcoptes scabies terlihat dengan timbulnya bintik-bintik coklat pada bagian tepi telinga.
b). Gejala tersebut biasanya akan menjalar ke sekitar mata, hidung dan pangkal kuku jari kaki.
c). Pangkal kuku jari kaki kelinci yang terserang akan membengkak dan berwarna kemerahan,
d). Jika tidak segera diobati, penyakit gudig akan menjalar keseluruh bagian tubuh kelinci.

Pengendalian Gudig/Kudis/Scabies pada Kelinci

a). Menjaga kebersihan kandang kelinci dan lingkungan sekitarnya,
b). Kelinci yang terserang diisolasi agar tidak menular pada kelinci lainnya,
c). Mengolesi bagian yang luka menggunakan salep belerang 2-3 kali sehari,
d). Pemberian obat wormektin dengan menyuntikkan pada bagian bawah kulit kelinci yang sakit (tidak sampai masuk kedalam daging).

2. Sembelit Pada Kelinci

penyakit-kelinci

Sembelit atau susah buang air besar pada ternak kelinci disebabkan oleh pemberian pakan kering yang tidak seimbang dengan kebutuhan air.

Gejala Sembelit pada Kelinci

a). Ternak terlihat gelisah,
b). Air kencing sangat sedikit

Pengendalian Sembelit pada Kelinci

a). Memberi pakan dan minum yang seimbang sesuai dengan kebutuhan kelinci,
b). Memberi jenis makanan kelinci hijauan yang mengandung serat tinggi.

3. Flu Kelinci (Pilek/Influenza)

Penyakit pilek pada kelinci disebabkan oleh virus/bakteri. Meskipun tergolong penyakit ringan dan tidak berbahaya, namun jika tidak segera diobati dapat berakibat fatal.

Lingkungan kandang yang lembab/kurang sinar matahari dapat memicu perkembangbiakan virus/bakteri penyebab flu pada kelinci.

Gejala Pilek/Flu pada Kelinci

a). Nafsu makan ternak kelinci menurun,
b). Kelinci mengalami bersin-bersin dan malas bergerak,
c). Hidung dan lubang hidung kelinci terlihat basah dan kaki kelinci sering menggaruk bagian tersebut,
d). Pada serangan berat dan lama akan menyebabkan peradangan pada rongga hidung dan menyebabkan gangguan pernafasan Sehingga kelinci menjadi lemas dan mati.

Pengendalian Flu/Pilek pada Ternak Kelinci

a). Bagian hidung kelinci penderita diseka menggunakan kain lembut dan air hangat, kemudian dilap hingga kering,
b). Kemudian diolesi salep zinooxida dan ternak kelinci dijemur sebentar,
c). Atau ditetesi menggunakan obat tetes influenza,
d). Kelinci penderita flu/pilek diletakkan pada kandang yang lebih hangat,
d). Usahakan kandang kelinci menghadap ke arah timur agar cukup mendapatkan sinar matahari.

4. Radang Puting Susu pada Kelinci (Susu Membengkak dan Mengeras (Mastitis))

Puting susu atau susu kelinci membengkak dan mengeras biasanya disebabkan oleh tidak keluarnya air susu atau keluar hanya sedikit.

Hal tersebut karena anak kelinci yang lahir hanya sedikit atau anak kelinci tidak mau menyusu induknya.

Bisa juga disebabkan karena penyapihan yang tidak benar, yaitu terlalu cepat melakukan penyapihan/mendadak sebelum waktunya sehingga air susu yang masih diproduksi tidak keluar.

Demikian Artikel kali ini tentang penyakit kelinci yang harus Anda waspadai agar kelinci Anda tetap sehat. Sekian dan terima kasih.

Cara Merawat Kelinci Dutch Rabbit yang Perlu Anda Ketahui

Pada Artikel kali ini saya akan menjelaskan cara merawat kelinci dutch rabbit yang benar dan perlu Anda ketahui. Yuk! Cari informasinya dibawah ini.

Kelinci Dutch adalah salah satu jenis kelinci hias yang cukup populer di indonesia, mereka terlihat lucu karena pola warnanya yang khas.

Jenis kelinci ini biasanya dipelihara sebagai hewan untuk keperluan show dan juga sebagai hewan peliharaan di rumah. Kelinci Dutch adalah salah satu kelinci ras paling populer di seluruh dunia termasuk juga di Indonesia.

Sebagian orang menyebut kelinci jenis ini dengan sebutan kelinci panda, mungkin karena warna pada lingkar kepalanya memiliki pola warna kacamata seperti pada panda.

So, untuk lebih jelas seperti apa ciri-ciri dan cara merawat kelinci dutch ini silahkan teruskan membacanya.

Kelinci Dutch dan Cara Merawat Kelinci Dutch Rabbit

Awalnya, kelinci Dutch berasal dari belanda yang biasa disebut Hollander Rabbit.

Kemudian temukan di inggris pada tahun 1864 dimana jumlah populasinya yang telah meningkat sangat cepat bahkan sudah banyak menyebar ke seluruh dunia.

Kelinci ini termasuk jenis kelinci tertua di eropa, karena merupakan salah satu kelinci lokal yang ada di belanda.

Selain itu, kelinci ini termasuk jenis kelinci mini karena bobot tubuhnya yang mungil tapi terlihat lebih ringkas dan padat.

Seperti Apa Ciri-Ciri dan Warnanya?

Kelinci Dutch sangat mudah untuk dikenali, ciri-cirinya mereka mempunyai pola warna yang sangat khas.

Warna kelinci Dutch ini selalu putih dengan penambahan warna dasar yang lain seperti warna hitam, biru, coklat, abu-abu, dan tortoise.

Dengan kombinasi warna yang unik, kelinci hias ini menjadi lebih lucu dan cocok untuk dijadikan hewan peliharaan. Ukuran tubuhnya cukup kecil, sedikit lebih besar jika dibandingkan dengan jenis kelinci Netherland Dwarf.

Ukuran dewasa hanya memiliki bobot 1 sampai 2kg dengan tubuh yang ringkas dan seimbang.

Memiliki kepala yang bulat, telinganya cukup pendek, kaki pendek, bertubuh kekar dan berbulu tegak. Pada bagian kaki belakang terdapat garis warna putih seperti sedang memakai kaos kaki.

Dibagian kepala mempunyai pola warna putih membentuk huruf “v” terbalik, sekilas kelinci ini seperti sedang memakai topeng.

Selain itu, pada bagian tubuhnya terdapat garis pola yang melingkar sangat rapih seperti memakai sabuk.

Karakter Kelinci Dutch

cara-merawat-kelinci-dutch-rabbit

Jenis kelinci mini ini sangat cocok untuk anak-anak ataupun orang dewasa, mereka memiliki karakter yang lembut, tenang dan santai.

Selain itu mereka cukup pintar juga mempunyai jiwa sosial yang cukup tinggi, sehingga sangat mudah untuk dilatih seperti membuang kotoran pada tempat yang telah disediakan.

Karena kepintaran dan kelembutanya, jenis ini sangat cocok dipelihara sebagai hewan peliharaan di dalam rumah. Bahkan kelinci Dutch mini ini adalah pilihan terbaik bagi pemula untuk memeliharanya.

Mereka akan sangat senang berada diluar kandang bila memungkinkan, mereka akan berjalan berkeliaran dan melompat tinggi ke udara terutama ketika mereka berada di atas rumput yang lembut.

Kelinci juga memiliki rentang hidup yang cukup lama dari 5 sampai 8 tahun atau lebih tergantung bagaimana kita merawatnya.

Cara Merawat Kelinci Dutch Rabbit

Merawat kelinci Dutch bisa dimulai dengan memberinya makanan yang sehat dan aman, serta kandang yang bersih.

Dengan demikian kelinci akan mendapatkan kebutuhannya sehingga mampu berkembang dan hidup dengan baik.

Makanan untuk kelinci Dutch sama saja seperti makanan kelinci anggora ataupun kelinci hias jenis lainnya yaitu rumput kering (hay) seperti rumput timothy atau orchard.

Air bersih dan rumput kering segar adalah dua hal yang selalu harus tersedia dikandangnya.

Hay atau rumput kering sangat penting untuk kelinci karena mengunyah adalah salah satu cara mereka untuk mengasah giginya agar tidak tumbuh panjang.

Karena tidak seperti kebanyakan hewan, gigi kelinci tidak pernah berhenti tumbuh. Selain hay mereka juga bisa diberi campuran pelet, buah-buahan dan sayuran.

Namun terlalu banyak makan buah-buahan dan sayuran dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan mereka.

Kandang kelinci Dutch mini bisa berada di dalam ruangan ataupun di luar ruangan. Ukuran kandangnya pun tidak terlalu besar, kandang dengan ukuran 60cm x 60cm sudah cukup untuk memelihara kelinci hias jenis ini.

Namun harus diperhatikan, mereka tidak bisa hidup dengan baik jika cuaca disekitarnya terlalu panas ataupun terlalu dingin.

Kandang mereka harus selalu bersih dan bebas dari kotoran karena pada dasarnya kelinci lebih menyukai tempat yang bersih. Jadi, pastikan kandang selalu dibersihkan minimal 2 hari sekali.

Oleh karena itu, sebelum Anda mengadopsi dan memelihara kelinci Dutch mini sebaiknya Anda mempelajari semua tentang kelinci.

Karena saat Anda membeli, mengadopsi dan memeliharanya, berarti Anda harus sudah siap dengan cara merawatnya, membersihkan kandangnya, dan kalau perlu memandikannya.

Profile Kelinci Dutch

cara-merawat-kelinci-dutch-rabbit

Nama Kelinci Dutch
Ukuran / Berat 1 – 2 kg
Masa Hidup 5 – 8 Tahun
Karakter Lembut, Santai
Tingkatan Level Pemula dan menengah
Warna Hitam, biru, coklat, abu-abu, chinchilla, dan tortoise
Negara Asal Belanda atau Inggris
Sangat cocok sebagai hewan peliharaan

Demikian Artikel kali ini tentang cara merawat kelinci dutch rabbit,semoga bermanfaat untuk Anda. Sekian dan terima kasih.