Cara Membuat Kompos Dari Daun Kering yang Mudah Diterapkan!!!

Sering kita lihat dan jumpai dedaunan kering yang berguguran ditanah,hal tersebut memang terlihat menggangu serta kesanya tidak berguna atau bikin kotor saja dan lebih baik dibakar saja.Namun sebenarnya selain dibakar dedaunan tersebut jika kita  dapat memanfaatkannya dengan tepat daun daun tersebut bisa menjadi lebih berguna salah satunya dibuat pupuk.Maka dari itu pada Artikel kali ini akan berisi cara membuat kompos dari daun kering.

Anda dapat mengetahui lebih banyak tentang pupuk kompos secara umum dan cara pembuatanya pada artikel berikut cara membuat pupuk kompos

Bahan Bahan Pupuk Kompos Daun

Sebelum ke proses pembuatanya hal pertama yang dilakukan adalah mempersiapkan bahan bahan untuk cara membuat kompos dari daun kering terlebih dahulu.Berikut bahan bahan yang butuhkan :

  • Peralatan kebun seperti sekop, penyemprot air, dan cangkul.
  • Wadah seperti ember, tali, kantung kompos berupa mulsa plastik hitam atau bisa dengan kantung plastik hitam.
  • Paku,martil,gergaji.
  • Air dan Larutan EM4.
  • kayu ataupun bambu dan juga terpal sebagai bahan utama dalam pembuatan media pengomposan.

 

Standar Media Kompos

Sebelum ke cara membuat kompos dari daun kering kalian harus membuat media pengomposan terlebih dahulu, berikut standar media untuk pupuk kompos:

  • Mula mula, lahan atau ruang untuk lokasi media kompos sebaiknya dipilih tempat yang lembab dan tidak terkena sinar matahari secara langsung.
  • Cari lokasi mudah untuk dijangkau dan luas, ini mempermudah dalam proses penjagaan.
  • Buatlah tempat berbentuk kotak dengan penutup di atasnya menggunakan bambu ataupun kayu dengan berukuran 1 x 2 x 1 m.
  • Selanjutnya membuat kantung pengomposan dari mulsa plastik hitam yang ukurannya sama dengan media.
  • Lubangi kecil-kecil bagian bawah plastik sebagai tempat penyaringan air, lubangi juga bagian samping plastik sebagai sirkulasi udara nantinya.
  • Selain plastik,kalin juga bisa menggunakan terpal kecil, ikatlah pada tiap ujung plastik ataupun terpal agar tidak jatuh dan agar lebih kuat.

 

Cara Membuat Kompos Dari Daun Kering

 

  •  Pertama menyiapkan bahan utama yaitu daun basah dan kering, untuk daun basah yang harus disiapkan bisa jenis daun apapun.
  • Pastikan jenis daun basah merupakan jenis daun segar yang sudah tua namun belum kuning.
  • Selain daun basah, kalian juga harus menyiapkan daun kering, untuk daun kering bisa kalian dapatkan dari berbagai tempat, pastikan jenis daun yang kalian kumpulkan merupakan daun bersih.
  • Untuk perbandinganya ialah 1 : 3 antara daun basah dan daun kering.
  • Setelah semua terkumpul, masukkan dalam ember dan cincang daun kecil- kecil, untuk mempermudahnya bisa dengan menggunakan mesin pencacah kompos.
  • Siapkan tanah gembur atau humus yang akan digunakan sebagai pelapis nantinya.
  • Taruh sedikit tanah yang bertujuan sebagai pelapis bagian tanah pada media pengomposan terlebih dahulu.
  • Setelah itu masukkan daun yang sudah dicincang dan lapisi atas daun dengan sedikit tanah.
  • Lalu ulangi tahapan tahapan tersebut sampai daun yang sebelumnya dikumpulkan habis menjadi tidak bersisa.
  • Selanjutnya Padatkan daun dan tanah menggunakan sekop dan siramkan cairan EM4 yang sudah dilarutkan dengan air.
  • Langkah selanjutnya yaitu tutup bagian atas menggunakan plastik ataupun terpal dan tutup menggunakan penutup media dengan rapat lalu biarkan selama 6 minggu.
  • Jaga kelembaban suhu dan sirkulais udara pada proses pengomposan selama 6 minggu.
  • Untuk itu kalian harus menyemprotkan sedikit air setidaknya seminggu sekali dan mengaduk kompos menggunakan cangkul ataupun sekop.
  • Pengadukan secara merata bermaksud untuk meratakan proses pengomposan.

 

Manfaat Dari Pupuk Kompos

 

  • Mengurangi polusi udara karena pembakaran limbah.
  • Mengurangi kebutuhan lahan untuk penimbunan.
  • Aspek bagi tanah atau tanaman.
  • Meningkatkan kesuburan tanah.
  • Memperbaiki struktur dan karakteristik tanah.
  • Mempertinggi kapasitas serap air tanah.
  • Meningkatkan aktivitas mikroba tanah.
  • Meningkatkan kualitas rasa, nilai gizi, dan jumlah panen.
  • Menyediakan hormon dan vitamin pada tanaman.
  • Menekan pertumbuhan atau serangan penyakit tanaman.
  • Meningkatkan retensi atau ketersediaan hara pada tanah.
  • Menghemat biaya untuk transportasi dan penimbunan limbah.
  • Mengurangi volume atau ukuran limbah.
  • Mempunyai nilai jual yang lebih tinggi dari pada bahan asalnya.

 

Demikian dari artikel ini,semoga kalian dapat menerapkan ilmu diatas sebaik mungkin dan dapat memetik manfaat dari ilmu tersebut.

Terimakasih telah membaca artikel ini.

 

Simak Artikel Berikutnya Cara Buat Bakso Sapi Empuk dan Lezat!