Cara Budidaya Padi yang Baik dan Sesuai dengan Prosedur

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang Cara Budidaya Padi yang Baik dan Sesuai dengan Prosedur, jadi pastikan kalian membacanya sampai habis agar kalian dapat memahami artikel kali ini

Selain membuat artikel tentang cara membuat kopi jahe, kali ini saya membuat tentang cara budidaya padi

Cara Budidaya Padi yang Baik dan Sesuai dengan Prosedur

Cara Budidaya Padi

BENIH BERKUALITAS

Kualitas benih merupakan kunci keberhasilan dalam budidaya padi. Pemilihan benih yang berkualitas dapat dilakukan dengan mudah, yaitu dengan merendam benih tadi dalam larutan garam dengan menggunakan indikator telur.

Letakkan telur di dasar air dan kemudian masukkan garam hingga telur terangkat di permukaan. Selanjutnya telur diambil dan masukkan benih padi. Benih yang mengambang dibuang.

PERSEMAIAN

Persemaian bisa benih dilakukan 25 hari sebelum masa tanam. Tempat untuk persemaian diusahakan sama atau tidak terlalu jauh dari lahan untuk menjaga kesegaran waktu proses pemindahan. Yang paling perlu diperhatikan adalah drainase harus baik agar benih tidak kelebihan air.

Lahan dibuat bedengan dan dicangkul hingga tidak ada bongkahan tanah lagi. Benih sebaiknya direndam sebelum ditanam selama 2 x 24 jam agar mampu menyerap air dengan maksimal untuk proses awal perkecambahan. Sebelum disemai lahan diberi sedikit pupuk organik untuk persediaan hara.

Benih yang sudah berkecambah ditebar secara merata, tetapi jangan sampai terbenam karena bisa menyebabkan infeksi patogen pada bibit. Perdata selanjutnya adalah dengan diberi pupuk organik kembali setelah persemaian berumur kurang lebih 1 minggu.

PENGOLAHAN LAHAN

Pengolahan lahan bertujuan untuk dapat mengubah sifat fisik tanah agar lapisan yang semula keras menjadi data dan juga melumpur. Hal ini akan membuat gulma mati dan membusuk menjadi humus, aerasi tanah menjadi baik, lapisan bawah tanah menjadi jenuh air yang dapat menghemat air.

Dua minggu sebelum dilakukan pengolahan lahan sebaiknya diberikan bahan organik berupa pupuk kandang 2 ton/ha dan kompos jerami 5 ton/ha secara merata di atas lahan. Pengolahan lahan bisa dilakukan dengan 2 kali bajak dan 1 kali garu untuk mendapat hasil olahan yang optimal.

PENANAMAN

Terdapat berbagai macam cara penanaman padi, namun lebih disarankan dengan cara tanam jajar legowo 2 : 1 (40 x (20 x 10) cm. Cara tanam ini akan memberikan jumlah populasi yang banyak dengan produksi lebih tinggi dibanding dengan cara konvensional pada umumnya.

Selain itu kelebihan cara tanam ini adalah memudahkan perawatan, mudah mengatur keluar masuk air karena ada ruang kosong, menekan serangan hama dan penyakit karena cenderung lebih terang, serta menghemat biaya pemupukan.

PEMELIHARAAN

Tahap pemeliharaan terdiri dari penyiangan, pengairan, pemupukan, dan pengendalian hama. Penyiangan adalah dengan mengendalikan gulma yang tumbuh untuk mengurangi tingkat kompetisi dengan padi.

Pengairan adalah dengan memenuhi kebutuhan air padi baik dari segi kuantitas maupun kualitas, apabila kekurangan bisa dilakukan irigasi dan jika kelebihan bisa membuat drainase. Pemupukan adalah tahap

pemeliharaan yang paling penting, yaitu pemberian unsur hara baik makro maupun juga mikro untuk dapat memenuhi kebutuhan hara pada tanaman. Pemupukan harus dilakukan dengan seimbang dan juga yang paling penting adalah disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan juga ketersediaan hara yang ada dalam tanah.

Pengendalian hama dan penyakit juga penting untuk mendapat hasil yang optimal. Pengendalian harus dilakukan secara alami dan berkelanjutan sesuai dengan hama dan penyakit yang dihadapi.

PANEN

Panen bisa dilakukan ketika bulir padi hampir keseluruhan telah menguning yang biasanya 33-36 hari setelah padi berbunga. Cara panen dapat dilakukan secara manual menggunakan sabit dengan memotong pangkal batang atau dengan mesin reaper harvester untuk menghemat waktu. Panen dilakukan serentak dalam satu lahan untuk mengurangi risiko diserang hama.

PASCA PANEN

Merupakan tahapan dalam menentukan kualitas yang akan dijadikan beras siap konsumsi. Tahap penyimpanan hasil panen juga merupakan unsur penting agar kualitas tetap terjaga, seperti menempatkan hasil panen di tempat yang tidak terlalu lembab dan segera untuk diolah.

Bagi kalian yang akan memaneh hasil panen kalian kalian bisa menggunakan sebuah alat untuk merontokkan padi, bagi kalian yang akan memanen padi kalian bisa menggunakan alat perontok padi