Cara Menanam Pohon Pisang Agar Cepat Berbuah

 

Cara Menanam Pohon Pisang Agar Cepat Berbuah- Terlebih, peluang bisnis yang bisa didapatkan dari pisang ini juga masih sangat luas karena banyaknya manfaat yang bisa diapatkan. Secara umum, saat ini pisang tidak banyak yang melakukan budidaya secara intensif. Hanya sebagian kalangan saja yang melakukan budidaya secara masif. Oleh karena itu, budidaya buah pisang sangat diminati oleh semua kalangan. Berikut adalah teknik yang dibutuhkan untuk cara menanam pohon pisang agar vepat berbuah.

1. Pembibitan dari Tunas Pisang

cara menanam pohon pisang

Biasanya, pada pemilihan bibit pisang ini digunakan dengan menggunakan tunas. Tinggi tunas yang biasanya digunakan untuk menjadi bibit adalah yang memiliki tinggi sekitar 1 – 1.5 m yang memiliki kelebaran umbi sekitar 15 – 20 cm. Untuk mendapatkan hasil yang terbaik, sebaiknya anakan yang digunakan adalah yang diambil dari tanaman pisang yang termasuk dalam kategori yang sehat serta baik. Selain itu, ketinggian dari bibit tanaman ini juga akan berpengaruh terhadap produksi dari tanaman pisang itu sendiri.

Pada bibit anakan tanaman pisang ini sendiri juga dibagi menjadi dua jenis: anakan tua serta muda. Dalam hal ini, anakan dewasa akan memiliki potensi untuk lebih baik dijadikan bibit karena kesiapannya lebih matang, yaitu telah memiliki calon bunga dan persediaan makanan yang tersedia didalam batang. Selain itu, penggunaan tunas bibit yang masih berbentuk tombak dan daun yang masih seperti pedang juga lebih dibaik daripada daun dari tunas sudah melebar.

Cara Menanam Pohon Pisang Agar Cepat Berbuah-Untuk mendapatkan bibit, hal yang dapat kita lakukan adalah dengan cara membeli atau ambil dari kebun sendiri. Pada penanamannya itu sendiri, bibit akan di tanam pada jarak yang tidak terlalu rapat antar pohonnya yaitu dengan jarak 2 x 2 m. Pada pohon induk akan dibiarkan terdapat beberapa tunas sekitar 7 hingga 9 buah tunas. Apabila lebih dari itu, sebaiknya dilakukan pula pemangkasan agar dapat mengurangi jumlah tunas yang ada.Selain itu, guna untuk menghindari terkenanya hama serta penyakit pada tanaman pisang. Biasanya sebelum penanaman bibit perlu dilakukan beberapa cara berikut.

  • Setelah memotong tunas tanaman pisang, sebaiknya kita membersihkan tanah yang terdapat pada tunas tanaman pisang.
  • Lakukanlah penyimpanan bibit pada tempat yang teduh selama 1 hingga 2 hari agar potongan yang terdapat pada umbi pisang mengering. Kemudian, buanglah daun-daun lebar yang terdapat pada batang tanaman.
  • Lakukan perendaman terhadap bibit umbi, tetapi hanya sebatas leher dari batang saja dengan menggunakan insektisida 0.5 – 1% kurang lebih 10 menit. Kemudian bibit dikeringkan kembali
  • Apabila tidak memiliki insektisida, sebaiknya kita merendam umbi tanaman pisang dengan menggunakan air bersih yang mengalir selama kurang lebih 48 jam.

2. Media Tanam

Untuk perkembangannya, tanaman pisang dapat tumbuh dengan menggunakan tanah yang memiliki banyak humus, memiliki kandungan kapur maupun tanah yang berat. Karena pada dasarnya tanaman ini menyerap banyak nutrisi yang terdapat pada tanah maka sebaiknya pembudidayaan tanaman pisang menggunakan media tanam atau tanah berhumus yang telah dilakukan pemupukan.

Selain itu, air juga harus tersedia untuk menumbuhkan tanaman pisang. Meskipun sangat dibutuhkan, tetapi kita tidak boleh membuat tanaman tersebut tergenang oleh air. Tetapi, penanaman dari tanaman pisang itu sendiri harus diairi secara intensif. Apabila tanaman pisang ditanam pada tanah yang basah, ketinggian air yang dibutuhkan untuk menanam adalah 5 hingga 200 cm.

Apabila di daerah setengah basah adalah sekitar 100 – 200 cm dan apabila di daerah yang tergolong kering yaitu 50 – 150 cm. Apabila media tanam yang digunakan berupa tanah yang sebelumnya telah mengalami erosi, maka hasil panen yang dihasilkan dari tanaman pisang tidak akan maksimal. Selain itu, tanah yang dibutuhkan untuk menanam pisang adalah tanah yang tergolong mudah untuk menyerap air. Selain, itu tanaman pisang tidak dapat tumbuh apabila tanah yang digunakan mengandung garam sekitar 0.07%.

3. Pengolahan Media Tanam Pisang

Cara menanam pohon pisang sangat mudah yaitu dengan penglolahan media tanam yang baik. Ketika membuka lahan yang akan digunakan untuk menanam. Sebaiknya lahan yang akan digunakan telah dipertimbangkan sematang mungkin, khususnya dibagian iklim, ekonomi, serta letak pasar tempat dimana pisang kemudian akan diolah kembali. Selain itu perlu diperhatikan pula dari keamanan dari tempat menanam tanamannya.

Lahan yang digunakan juga sebaiknya telah bersih dari hama-hama penggangu yang apabila dikemudian hari dikhawatirkan akan menggangu proses pertumbuhan dari tanaman pisang itu sendiri. Dan perlu dilakukannya penggeburan tanah agar terjadinya proses pertukaran udara serta racun-racun yang terdapat di tanah dan membuat saluran irigasi agar saluran air dapat dikontrol dan tidak membuat tanaman pisang mendapatkan terlalu banyak air dalam proses pertumbuhannya.

Selain itu, tanah sebaiknya dibuat teras apabila posisi tanah berada di kondisi tanah yang miring, sebaiknya dibuat teras agar keadaan tanah dapat digunakan untuk menanam. Tanamlah tanaman seperti lamtoro guna ntuk menjaga tanah agar tidak terjadinya erosi.

Pembuatan saluran air kemudian sebaiknya dibuat dengan kemiringan yang kecil apabila berada di tanah yang datar. Kemudian pada sekitar saluran air ditanami tanaman agar menghindari erosi pada saluran air yang telah dibuat.

4. Teknik Menanam Pisang

Pada 3 bulan pertama, buatlah jarak antar tanaman yang terbilang cukup lebar. Gunakan pola tanaman tumpeng sari antar tanman. Kemudian buatlah lubang tanam dengan ukuran lubang 50 x 50 x 50 cm pada tanah yang tergolong berat, 30 x 30 x 30 cm untuk tanah gembur dan kerapatan antar tanaan 3 x 3 untuk tanah yang berukuran sedang dan 3.3 x 3.3 untuk tanah yang berat. Cara menanam Pohon pisang dilakukan menjelang musim penghujan, sebelumnya lubang harus diberikan pupuk organic sebanyak 15 – 20 kg. Dengan memberikan pupuk organic, maka buah yang dihasilkanpun akan menjadi lebih baik.

5. Teknik Pemeliharaan Tanaman pisang

Untuk mendapatkan hasil yang tanaman pisang yang baik. Maka sebaiknya dilakukan pemotongan terhadap tanaman pisang hingga terddiri atas 3 – 4 batang pada satu rumpun. Apabila telah memasuki tahun kelima, maka sebaiknya rumpun diganti dengan tanaman yang baru.

Proses penyiangan harus secara regular dilakukan guna untuk membersihkan rumput liar atau hama parasite yang berada pada sekitar tanaman pisang. Seperti proses penyaingan pada umumnya, sebaiknnya dilakukan proses penggemburan tanah dan menimbun kembali dappuran oleh tanah agar tunas dan akan semakin banyak. Hati-hati ketika sedang melakukan penyiangan karena akar tanaman pisang ini terbilang sangat pendek, yaitu hanya 15 cm dibawah permukaan dari tanah.

Membersihkan daun-daun yang sudah mulai mengering juga perlu dilakukan guna untuk menjaga kebersihan tanaman dan lingkungan, hal ini biasa disebut dengan perempalan.

Lakukanlah penyiraman agar tanaman pisang yang ditanam dapat tumbuh subur dan menghasilkan jumlah produksi pisang yang banyak. Berikanlah air kepada tanaman dengan cara menyiraminya atau dengan memberikan air pada parit-parit yang berada di sekitar tanaman pisang.

Biasanya, hama yang berada pada tanaman pisang ini adalah ulat buah, ulat daun, dan ulat bunga. Cara termudah mengatasinya adalah dengan cara menggunakan insektisida seperti Malathion dan Pestona.

6. Ketinggian Tempat Menanam Pisang

Sebenarnya, tanaman pisang ini tergolong tanaman yang dapat ditanam dimana saja, yaitu dapat menerima kondisi dataran tinggi serta kekeringan. Apabila di Indonesia, pada umumnya pisang dapat tumbuh dan berkembang di dataran rendah hingga pegunungan dengan ketinggian yang mencapai 2.000 mdpl. Tetapi, untuk jenis yang lainnya dapat mencapai ketinggian 1.000 mdpl.

Tips Menanam Pisang

Iklim yang diperlukan untuk menumbuhkan tanaman pisang ini adalah tropis basah, lembab, serta panas. Meskipun begitu, sebenarnya tanaman pisang ini masih dapat tumbuh di daerah yang tergolong subtropics. Apabila tanaman ini tumbuh tanpa air suatu ketika, tanaman ini masih dapat hidup dan tumbuh karena pasokan air yang didapatkan dari batang tanaman pisang itu sendiri karena batang tanamannya memiliki kandungan air.

Tetapi, apabila untuk memproduksi pisang, pada saat kekurangan air dan hanya menggunakan air dari batang pisang. Tanaman ini tidak dapat menumbuhkan buahnya.

  • Angin juga berpotensi untuk menggangu pertumbuhan dari tanaman pisang itu sendiri, sebagai contoh apabila angin dengan kecepatan tinggi seperti angin kumbang yang berpotensi dapat merusak daun.
  • Maka angin akan mempengaruhi pertumbuhan dari tanaman itu sendiri.
  • Dalam kondisi hujan yang dibutuhkan. Curah hujan yang tergolong optimal untuk pertumbuhan tanaman pisang adalah 1.520 – 3.800 mm/tahun dan 2 bulan kering.
  • Selain itu, perbedaan curah hujan juga harus disesuaikan dengan ketinggian air tanah supaya tanah yang digunakan untuk menanam tanaman pisang tidak tergenang.

Baca juga artikel Cara Membuat Kripik Pisang Keju Yang Enak dan Renyah

Demikianlah teknik budidaya pisang yang dapat dilakukan oleh anda di rumah atau di kebun sendiri. Semoga artikel tentang cara menanam pohon pisang ini bisa bermanfaat baik untuk kebun kecil atau penanaman skala besar untuk bisnis anda. Selamat bercocok tanam!

Budidaya Kambing Gibas Langsung Untung Dalam Beberapa Bulan

Pada Artikel kali ini saya akan menjelaskan tentang budidaya kambing gibas yang menguntungkan dalam beberapa bulan saja. Yuk! Cari tahu infonya dibawah ini.

Bisnis peternakan memang tak henti-hentinya menjadi pilihan bisnis yang diminati oleh masyarakat. Salah satunya adalah dengan cara ternak kambing gibas.

Peluang usaha kambing gibas memang bisa dibilang masih terbuka lebar. Bagi siapa saja yang ingin menjalankan bisnis budidaya kambing gibas bisa menjalankan bisnis ini.

Penjabaran

Apakah keuntungan yang biasa didapatkan dari bisnis budidaya kambing gibas? Memang sangat besar kelebihan bisnis budidaya kambing gibas.

Dimana dari bisnis budidaya kambing Anda dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah. Tampilan kambing gibas yang khas dengan ekor yang besar, berbulu keriting dan bulunya bewarna putih.

Hasil dari kambing gibas yakni daging kambing memang sangat digemari oleh masyarakat. Lantaran rasa daging kambing ini sangat naikmat dan menggoda.

Cara pemasaran dari kambing gibas ini juga terbilang mudah sehingga bisnis ini patut untuk Anda coba.

Selain itu cara budidaya kambing sendiri juga tergolong mudah jika dibandingkan dari kambing jenis yang lainnya.

Tidak membutuhkan perawatan yang intensif dalam budidaya kambing , sehingga tidak merepotkan Anda dan menyusahkan Anda.

Jika Anda tertarik mengetahui lebih dalam mengenai bisnis budidaya kambing, silahkan simak ulasan selengkapnya di bawah ini :

Memulai Bisnis Budidaya Kambing Gibas

budidaya-kambing-gibas

Bisnis peternakan kambing gibas memang menjadi salah satu bisnis yang tidak pernah mati. Begitupun dengan bisnis kambing gibas yang menjadi salah satu bisnis yang menguntungkan.

Untuk memulai budidaya kambing ini tidak sulit. Bisa di mulai dengan mudah dengan modal yang kecil. Anda dapat memulai bisnis budidaya kambing gibas di lahan kecil atau pekarangan rumah.

Pelaku Bisnis Budidaya Kambing Gibas

Bisnis kambing gibas ini bisa dan cocok dijalankan oleh semua orang. Anda yang kini bingung mencari pilihan bisnis yang tepat.

Dengan kemauan dan minat yang tinggi maka bisnis kambing ini dapat Anda jalankan dengan mudah.

Konsumen

Konsumen kambing memang tidaklah sulit, konsumen budidaya kambing gibas cukup besar mulai dari konsumsi rumah tangga hingga berbagai usaha kuliner.

Peralatan Bisnis

Dalam bisnis budidaya kambing membutuhkan beberapa peralatan penting diantaranya.

Pembuatan kandang kambing gibas, pengadaan bibit kambing gibas, kandang kambing gibas, sewa lahan, ayakan, mesin giling pakan, terpal dan timba, timbangan, selang, tempat makan dan minum kambing gibas .

Dengan adanya peralatan tersebut maka bisnis budidaya kambing makin maksimal

Pemasaran

Dalam berjualan budidaya kambing gibas, Anda bisa memasarkannya dengan cara menjualnya ke pasar atau langsung ke pengepul.

Serta juga bisa memasarkan kambing gibas ke pelaku bisnis  yang menggunakan bahan daging ini.

Harga Jual

budidaya-kambing-gibas

Patokan harga untuk  kambing gibas dapat Anda buat dalam hitungan per ekor dimana harga mulai Rp 1.500.000 hingga Rp 2.000.000. Ini tergantung dari harga kambing gibas yang ada di pasaran.

Keuntungan Dalam Menjalankan Bisnis Budidaya Kambing Gibas

Keuntungan bila Anda memilih terjun dalam peluang bisnis budidaya kambing ini yakni merupakan bisnis peternakan kambing gibas yang paling menguntungkan. Sebab pemasaran kambing gibas terbilang mudah.

Analisa Bisnis Budidaya Kambing Gibas

Investasi

Peralatan  Harga 
 pembuatan kandang kambing gibas  Rp.     3.182.600
 sewa lahan kandang kambing gibas  Rp.       2.131.600
 pengadaan bibit kambing gibas  Rp.     3.154.200
 tempat makan kambing gibas  Rp.          121.550
 tempat minum kambing gibas  Rp.            81.500
 pembersih kandang  Rp.            83.100
 mesin giling pakan  Rp.     2.115.000
 sekop  Rp.          81.800
 selang air  Rp.            71.600
 terpal dan timba  Rp.            71.400
 Peralatan tambahan yang lainnya  Rp.            73.100
 Jumlah Investasi  Rp. 11.167.450

Total Biaya

Biaya Operasional per Bulan
 Biaya Tetap  Nilai
 Penyusutan pembuatan kandang kambing gibas 1/62 x Rp 3.182.600  Rp.            51.332
 Penyusutan sewa lahan kandang kambing gibas 1/62 x Rp. 2.131.600  Rp.            34.381
 Penyusutan pengadaan bibit kambing gibas 1/62 x Rp. 3.154.200  Rp.            50.874
 Penyusutan tempat makan kambing gibas 1/44 x Rp 121.550  Rp.              2.763
 Penyusutan tempat minum kambing gibas 1/44 x Rp 81.500  Rp.              1.852
 Penyusutan pembersih kandang  1/44 x Rp 83.100  Rp.              1.889
 Penyusutan mesin giling pakan 1/62 x Rp 2.115.000  Rp.            34.113
 Penyusutan sekop 1/62 x Rp.81.800  Rp.              1.319
 Penyusutan selang air 1/44 x Rp. 71.600  Rp.              1.627
 Penyusutan terpal dan timba 1/44 x Rp.71.400  Rp.              1.623
 Penyusutan peralatan tambahan 1/44 x Rp.73.100  Rp.              1.661
 gaji karyawan  Rp.     1.600.000
 Total Biaya Tetap  Rp.   1.783.434

 

Biaya Variabel
rerumputan  Rp.    29.500  x   30  =  Rp.       885.000
pakan tambahan  Rp.    22.600  x   30  =  Rp.       678.000
vaksin  Rp.    17.000  x   30  =  Rp.       510.000
vitamin  Rp.    27.000  x   30  =  Rp.      810.000
alat habis pakai  Rp.    17.500  x   30  =  Rp.      525.000
minuman  Rp.      9.500  x   30  =  Rp.       285.000
karung  Rp.      1.500  x   30  =  Rp.         45.000
BBM  Rp.   25.000  x   30  =  Rp.      750.000
 lain-lain  Rp.     7.000  x   30  =  Rp.       210.000
 air dan listrik  Rp.   18.500  x   30  =  Rp.      555.000
 Total Biaya Variabel  Rp.  5.253.000

 

Total Biaya Operasional
 Biaya tetap + biaya variabel =  Rp.  7.036.434

 

Pendapatan per tahun
       8  ekor  x  Rp. 1.600.000  =  Rp. 12.800.000

 

Keuntungan per Bulan
 Laba    = Total Pendapatan – Total Biaya Operasional
 Rp.    12.800.000  – 7.036.434  =  Rp. 5.763.566

 

Lama Balik Modal
Total Investasi / Keuntungan =  Rp. 11.167.450  :  5.763.566  =            2  bln

Demikian tadi ulasan peluang usaha budidaya kambing gibas dan analisa bisnisnya yang bisa dijadikan referensi memulai bisnis budidaya kambing gibas tersebut.