Cara Menanam Bawang Merah Di Pot atau Polybag

Cara Menanam Bawang Merah Di Pot atau Polybag- Bawang merah adalah salah satu bumbu dapur yang sangat penting. Karena hampir semua masakan  yang dibuat menggunakan bawang merah sebagai bahan pelengkapnya.Maka  Tidak heran kebutuhan bawang merah semakin meningkat setiap harinya dan menjadikan harga bawang merah pun terkadang lebih mahal jika dibandingkan dengan bawang putih dan sayuran lain.

Bawang merah atau dikenal juga dengan nama latin Allium cepa var ascalonicum (L) back merupakan tanaman yang berasal dari Iran, Pakistan dan daerah disekitarnya ini merupakan tanaman yang paling terkenal di dunia. Karena selain digunakan sebagai bumbu masak, bawang merah juga ternyata bisa di konsumsi dengan cara yang lain. Seperti misalnya dijadikan bawang goreng, acar sebagai pelengkap sebuah masakan, ataupun di makan mentah.Gunakan Mesin Perajang Bawang agar lebih mudah dalam berbisnis.

Jika anda tertarik untuk membudidayakan bawang merah, di bawah ini terdapat cara menanam bawang merah di potsehingga anda bisa mencobanya sendiri dirumah. 6 langkah sederhana budidaya bawang merah di pot untuk hasil maksimal adalah cara yang sangat sederhana bagi anda yang ingin belajar menanam bawang merah di rumah. Berikut ini adalah cara menanam bawang merah di pot agar cepat tumbuh:

cara menanam bawang

1. Memilih wadah tanam

Ternyata bawang merah merupakan tanaman yang cukup unik dan berbeda dengan kebanyakan tanaman lainnya. Karena menanam bawang merah, anda tidak memerlukan lahan yang luas. Anda bisa menanam di pekarangan rumah dengan menggunakan pot. Dan beberapa cara memilih pot untuk budidaya bawang merah adalah:

  • Pilih pot yang berlubang

Lubang pada pot merupakan hal yang sangat vital. Tidak perlu khawatir tanah yang anda letakan di dalam pot akan keluar dari lubang yang ada dibawahnya. Fungsi dari lubang ini adalah sebagai sirkulasi air sehingga setiap kali tanaman yang kita tanam disiram, tanah didalam pot itu tidak mengandung air yang berlebihan yang berpotensi merusak tanaman.

  • Jenis pot

Ada dua buah jenis pot. Ada yang diletakan di lantai dan ada pula yang digantung. Jika anda memilih pot gantung, yang harus diperhatikan adalah berat dari pot tersebut. Terlebih pada saat pot baru saja disiram. Air akan menambah berat dari pot. Dan jika pot tidak kuat, pot bisa jebol karena tidak kuat menahan berat.

Ada beberapa bahan yang biasa digunakan untuk membuat pot dengan fungsi yang berbeda-beda. Seperti misalnya pot yang terbuat dari plastik yang merupakan pot yang cukup murah dalam segi harga. Namun terkadang pot dari plastik bersifat menkilat dan cukup menyilaukan mata jika terkena sinar matahari langsung.

Selain itu juga ada pot yang terbuat dari keramik dan beton yang bisa mempertahankan kelembapan tanah bagi tanaman yang memerlukan kelembapan tinggi. Lalu ada juga pot dengan bahan dasar kayu dan tanah liat yang cocok digunakan pada saat musim hujan karena dapat menjaga kelembapan tanah yang ada didalamnya. Namun kekurangan pot yang terbuat dari kayu dan tanah liat ini adalah mudah rusak.

Hal terakhir yang harus diperhatikan adalah ukuran. Ukuran pot harus menyesuaikan tanaman dan luas tempat yang ada. Jika anda ingin menanam bawang, pot yang digunakan tidak perlu terlalu besar. Bahkan jika memang sudah ada yang besar, anda bisa menanam 2-3 bibit dalam satu pot untuk mengefisiensikan tempat.

2. Persiapan bibit

Ada dua acara untuk mendapatkan bibit dari bawang merah. Dengan membelinya di toko pertanian atau menggunakan bawang sisa bahan masak. Dan jika anda ingin menggunakan bibit dari bawang merah sisa bahan masak, berikut langkah-langkah yang harus diperhatikan:

  • Bawang merah yang dapat ditanam adalah bawang merah yang sudah tua. Salah satu cara membedakan bawang merah yang tua dan yang muda adalah dengan melihat warnanya. Bawang merah yang sudah tua memiliki warna yang sudah yang lebih gelap dibandingkan bawang merah yang masih muda.
  • Pilih bawang merah yang bersifat tunggal atau tidak memiliki anakan.
  • Pilih bawang merah yang sudah terlihat tunas dibagian atas dan akar dibagian bawahnya.
  • Penampilan bawang tidak keriput
  • Bawang tidak dalam kondisi busuk.

3. Teknik penanaman

Setelah anda memiliki bibit bawang merah sesuai kriteria diatas, selanjutnya kita akan memasuki tahap ketiga. Yaitu tahap penanaman. Secara umum, tahap penanaman terdiri dari dua hal. Yaitu menyiapkan media tanam dan tehnik penanaman itu sendiri.

  • Untuk media tanam, ada beberapa langkah yang harus diperhatikan. Beberapa langkah tersebut adalah:
  • Tanah yang digunakan haruslah tanah yang mengandung humus dimana salah satu ciri-cirinya adalah mengandung banyak cacing tanah.
  • Untuk pupuk dasar, anda bisa menggunakan pupuk kandang yang sudah kering sebagai campuran tanah sekaligus pupuk dasar.
  • Tanah yang digunakan harus gembur. Tanah yang gembur selain memudahkan air terserap tanah juga akan memudahkan pergerakan akar saat tumbuh.

4. Cara menanam bawang merah di pot

Jika media tanam sudah disiapkan. Langkah berikutnya adalah tahap penanaman.  Beberapa langkahnya adalah:

  • Masukan tanah yang sudah diberi pupuk dasar tadi kedalam pot.
  • Tanah yang sudah dimasukan kedalam pot ada baiknya disiram dengan air terlebih dahulu agar keadaan tanah lembab.
  • Sebelum ditanam, bagian atas bawang merah yang mengkerucut di potong ¼ bagian untuk merangsang pertumbuhan tunas baru.
  • Saat ditanam, bagian yang sudah dipotong tadi harus berada di bagian atas dan bagian bawah bawang merah yang sudah mulai terlihat titik-titik akar diletakan di bawah.
  • Perlu diperhatikan, bibit bawang merah yang anda tanam jangan dikubur secara keseluruhan. Biarkan bagian atas terkena udara dan sinar matahari secara langsung.
  • Sebagai catatan, usahakan menanam bibit bawang merah tadi pada waktu pagi atau sore hari. Karena siang hari adalah saat dimana tumbuhan berfotosintesis dan juga udara lebih kering dibandingkan dengan pagi dan sore hari.

Jadi, begitulah cara menanam bawang merah di pot agar tumbuh subur. Namu, lihat lagi tahap perawatan selanjutnya.

5. Teknik perawatan

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk merawat tanaman bawang merah yang anda tanam agar mendapatkan hasil yang maksimal pada saat panen. Beberapa hal itu adalah:

Pada tahap awal penanaman, penyiraman sebaiknya dilakukan dua kali dalam satu hari di waktu pagi dan sore. Hal ini dimaksud untuk menjaga kelembaban tanah. Namun setelah masuk usia 10 hari, itensitas penyiram air dapat dikurangi menjadi satu kali sehari.

6. Penyiangan gulma

Gulma adalah salah satu musuh para petani. Terlebih pada musim hujan dimana gulma dapat tumbuh dengan sangat cepat. Gulma dapat menimbulkan banyak dampak positif bagi tanaman. Seperti salah satunya adalah mengganggu pertumbuhan bawang merah yang anda tanam atau juga menyerap nutrisi yang ada didalam tanah sehingga bawang merah yang ditanam tidak mendapat nutrisi yang cukup untuk tumbuh.

7. Pemberian pupuk lanjutan adalah hal penting lainnya

Namun ada yang harus diperhatikan dalam pemilihan pupuk lanjutan. Karena biasanya pupuk lanjutan terdiri dari dua jenis pupuk. Yaitu pupuk daun dan pupuk buah. Pemberian jenis pupuk yang salah pada suatu tanaman akan berdampak pada pertumbuhan dari tanaman yang ditanam. Karena kedua pupuk tersebut memiliki fungsi yang berbeda. Pupuk daun biasanya digunakan untuk melebatkan daun dan pupuk buah untuk menumbuhkan buah. Jika anda menanam bawang untuk diambil daunnya, gunakan pupuk daun sebagai pupuk lanjutan. Dan jika anda menanam bawang untuk diambil umbinya, gunakan pupuk buah sebagai pupuk lanjutan.

8. Pengendalian hama

Secara umum, ada dua buah masalah yang biasa ditemui petani yang menanam bawang merah yang bisa juga anda temui pada saat menanam bawang merah di pot. Yaitu serangan ulat dan juga daun yang menguning atau penyakit layu. Berikut cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya:

Salah satu ciri tanaman bawang merah yang terserang hama ulat adalah terdapatnya bercak-bercak putih pada daun bawang. Selain itu, jika diperhatikan secara seksama, kita akan melihat beberapa bagian daun yang robek dimakan ulat. Jika sampai terkena hama ini, ada dua buah cara yang bisa anda lakukan. Cara kimiawi dan cara organik. Cara kimiawi, anda bisa menyemprotkan insektisida kepada tanaman bawang merah yang terserang hama ini. Namun jika tanaman bawang merah anda tidak terlalu banyak jumlahnya, maka lebih disarankan untuk mengatasi hama ini dengan cara organik. Yaitu mengambil, secara manual, ulat-ulat yang ada didaun.

  • Penyakit layu. Penyakit layu biasa disebabkan karena serangan jamur dengan ciri-ciri daun bawang mulai menguning pada ujungnya dan mulai melayu serta terpilin. Untuk penyakit ini, sama seperti pada hama ulat, ada dua buah cara yang bisa dilakukan. Yaitu dengan cara kimiawi dan juga dengan cara organik. Cara kimiawi, kita bisa menyemprotkan insektisida secara merata. Sedangkan cara organik-nya, kita bisa mencabut tanaman yang sudah terkena penyakit layu lalu membakarnya agar tidak menular kepada bibit yang lain. Kenapa mencabutnya? Karena biasanya tanaman bawang merah yang sudah terkena penyakit layu, besar kemungkinannya juga mengalami pembusukan pada buahnya.
  • Jika anda memutuskan untuk menggunakan cara kimiawi untuk mengatasi hama dan penyakit, anda harus memperhatikan takaran bahan kimiawi yang akan digunakan. Jangan terlalu banyak menggunakan cairan kimiawi karena selain akan menjadikan tanaman bawang merah anda terkontaminasi bahan kimiawi berbahaya, tanah yang digunakan sebagai media tanam juga akan mengalami kerusakan dan menjadikannya tidak produktif lagi.

9. Cara pemanenan bawang merah

Tanaman bawang merah biasanya akan memasuki masa panen sekitar 55 sampai 70 hari sejak tanggal tanam. Namun walaupun seperti itu, terdapat faktor lain yang mempengaruhi lamanya masa panen bawang merah. Salah satunya adalah jenis bawang merah yang ditanam serta cuaca.

Faktor cuaca adalah salah satu faktor yang sangat berpengaruh pada hasil panen tanaman bawang merah. Karena seperti dijelaskan diatas, bawang merah termasuk tanaman yang tidak membutuhkan banyak air pada saat penanaman. Karena semakin banyak air yang didapatkan, kemungkinan bawang merah membusuk akan semakin tinggi dan kemungkinan untuk gagal panen juga bisa terjadi. Untuk itulah, ketika anda memutuskan menanam bawang merah dengan menggunakan pot, usahakan tanaman bawang merah terkena sinar matahari yang cukup namun tetap terhindar dari air hujan.

Cara kita mengetahui apakah tanaman bawang merah sudah siap panen atau belum adalah dengan memperhatikan daun-daunnya. Jika daunnya sudah tinggi dan 90% sudah merunduk, itu tandanya tanaman bawang merah anda sudah bisa dipanen. Jika anda ingin menggunakan hasil panen bawang merah itu untuk konsumsi sendiri, anda  bisa langsung mengolahnya untuk segera di konsumsi. Namun berbeda jika anda ingin menjualnya.

Biasanya, para petani bawang merah, setelah bawang merah mereka terpanen, mereka akan segera menjemurnya di bawah sinar matahari 7 sampai 14 hari hingga kadar airnya hanya tinggal 85% saja. Penjemuran ini bermaksud untuk mengurangi kadar air yang terdapat didalam bawang merah sehingga menjadikannya lebih awet untuk di simpan beberapa waktu kedepan.

Cara Menanam Bawang Merah Hidroponik dan Pot Untuk Pemula

Cara Menanam Bawang Merah Hidroponik dan Pot Untuk Pemula-Bagi masyarakat Indonesia, bawang merah merupakan salah satu bahan masakan yang wajib ada di dapur. Pasalnya, kebanyakan masakan tradisional Indonesia pasti menggunakan bahan yang satu ini. Mengingat begitu pentingnya tanaman yang satu ini, apakah Sahabat 99 tertarik untuk mengetahui cara menanam bawang merah di belakang rumah?

Karena kebutuhannya yang terus meningkat, tidak aneh jika tanaman ini memiliki harga yang lebih mahal daripada bawang putih atau bahan makanan lainnya.

Untuk itu, tidak ada salahnya untuk mempelajari cara menanam bawang merah sendiri.Selain digunakan sebagai penyedap rasa, bawang merah ternyata memiliki manfaat lain, lho.

Manfaat Bawang Merah untuk Pengobatan Tradisional

Bawang merah yang sering kamu temukan di dapur ini ternyata bisa digunakan sebagai obat tradisional.Contohnya, kamu bisa menggunakan bawang untuk pengobatan “kerik” yang biasa dilakukan untuk mengatasi masuk angin.Baca juga artikel Inilah Resep Cara Membuat Kerupuk Bawang Yang Gurih

Selain itu, bawang merah ini juga memiliki khasiat lain seperti:

  1. menyembuhkan mag,
  2. menurunkan kolesterol,
  3. menurunkan kadar gula di dalam darah, dan
  4. mengobati kencing manis.

Ternyata, rahasia mengapa bawang merah bisa mengobati penyakit di atas adalah karena kandungan kalium dan serat di dalamnya.Selain itu, bawang merah juga mengandung Vitamin C, asam folat, kalsium, serta zat besi yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh.

Setelah mengetahui berbagai macam manfaatnya, tentunya kamu sekarang sudah tertarik untuk mengetahui cara menanam bawang merah sendiri di belakang rumah.Kalau begitu, langsung saja yuk disimak kiat-kiat untuk melakukannya!

Cara Menanam Bawang Merah Hidroponik dengan Wick System

cara menanam bawang merah

1. Menyiapkan Alat dan Bahan

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menyiapkan bahan dan peralatan yang dibutuhkan.

Berikut adalah rinciannya:

  • Pot (gunakan botol atau toples bekas sebagai alternatif)
  • Gunting
  • Cutter
  • Kain flanel
  • Media tanam (cocopeat atau arang sekam)
  • Bibit bawang merah
  • Nutrisi hidroponik/ab mix
  • Alat pengukur pH
  • Alat pengukur TDS
  • Air

2. Menyiapkan Pot dan Tandon Nutrisi

Setelah menyiapkan semuanya, hal selanjutnya harus kamu lakukan adalah menyiapkan media tanam.Pot dan tandon yang harus disiapkan bisa berupa barang bekas seperti botol ataupun toples.

Setelah semua sudah disiapkan, inilah langkah-langkah yang harus diikuti:

  1. Pastikan ukuran pot sesuai dengan ukuran toples yang sudah disiapkan.
  2. Lubangi tutup toples (sesuaikan bentuk dan ukuran lubang dengan pot yang disediakan).
  3. Buat lubang udara berdiameter kurang lebih 1 cm di bagian samping toples.
  4. Buat lubang udara sedikit lebih rendah ke bawah dari posisi pot.
  5. Gunting kain flanel dan pasang pada bagian bawah pot.
  6. Masukan media tanam di dalam pot.
  7. Cat toples/tandon agar larutan nutrisi tidak ditumbuhi lumut (pilih warna yang tidak tembus cahaya).

3. Menyiapkan Media Tanam

Hidroponik biasanya menggunakan arang sekam atau cocopeat sebagai media tanam.Selain itu, kamu juga bisa mencampur keduanya dengan perbandingan 1:1.Sebelum kamu memasukan media tanam ini ke dalam pot, pastikan agar kamu memasang sumbu yang terbuat dari kain flanel terlebih dahulu.

4. Menyiapkan Bibit

Kamu bisa menggunakan bawang merah yang ada di dapur sebagai bibit untuk menanam.Untuk memilih bibit terbaik, pastikan umbi yang dipilih terlihat kering dan tua.Hal ini bisa dilihat dari warna umbi yang terlihat mengilat serta padat.

Selain itu, pastikan juga kamu menggunakan umbi bawang yang terlihat calon akarnya.Setelah semua hal di atas dipersiapkan, potong sedikit saja ujung dari bawang merah, kira-kira 1/5 dari ukuran bibit.

5. Menanam Bibit

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menyiram terlebih dahulu media tanam dengan air biasa.Lalu, benamkan setengah bagian umbi ke media tanam.Letakkan media tanam di tempat yang teduh selama 3 hingga 4 hari atau sampai bawang merah mengeluarkan tunas.

Jika tunas yang tumbuh sudah mencapai 1 cm, isi tandon dengan larutan nutrisi ab mix dan simpan media tanam di tempat yang terkena cahaya matahari secara menyeluruh.

6. Memastikan Kebutuhan PPM dan pH Nutrisi

Untuk menentukan apakah cara menanam bawang merah sesuai dengan ketentuan, kamu juga harus memastikan kebutuhan PPM dan pH nutrisi yang dibutuhkan.Nutrisi ab mix memiliki 2 bagian, yakni nutrisi A dan nutrisi B.

Jika nutrisi ab mix yang kamu miliki masih beruap serbuk atau berbentuk padat, larutkanlah terlebih dahulu hingga menjadi larutan induk.Nutrisi A dan nutrisi B harus dilarutkan dengan 2 wadah terpisah.Setiap tahap pertumbuhan, kebutuhan PPM nutrisi bawang merah hidroponik selalu berubah-ubah.Intinya, semakin tua usia bawang merah, semakin banyak juga kebutuhan nutrisi PPM.

Berikut adalah rinciannya:

  • PH ideal bawang merah: 5,5-6,5
  • Awal tanam (sejak tunas berukuran 1 cm muncul): 400 PPM
  • Minggu kedua: 800 PPM
  • Minggu ketiga hingga kelima: 1.000 PPM
  • Minggu keenam dan seterusnya: 1.200 PPM

7. Proses Pemeliharaan dan Perawatan

Memelihara dan merawat bawang merah adalah tahapan krusial yang harus kamu lakukan agar tanaman hidroponik bisa tumbuh dengan maksimal.Untuk melakukan hal ini ternyata tidaklah sulit, Sahabat 99.Cukup pastikan kebutuhan nutrisinya terpenuhi dengan cara menjaga kestabilan pH air menggunakan alat pengukur pH.

Lakukan pemeriksaan larutan nutrisi pada tandon secara berkala.Pastikan jangan sampai air nutrisi di dalamnya kekeringan.Selain itu, jangan lupa juga untuk menggunakan nutrisi dengan PPM yang sesuai dengan usia tanaman.Setelah tanaman berusia 60-65 hari atau ketika daunnya sudah menguning dan rebah, kamu sudah bisa memanen bawang merahmu sendiri.

Jika kamu ingin menggunakan bawang-bawang ini sebagai bibit, cukup biarkan bawang merah hingga menua dan keringkan di atas matahari.