Ini Dia Alat-Alat Panen Padi Tradisional dan Modern yang Dibutuhkan Petani!

Selamat datang dan selamat membaca artikel tentang Alat-alat panen padi tradisional dan modern ini.

Proses memanen Padi adalah proses yang tentunya  paling ditunggu – tunggu oleh para petani. Dimana mereka akan berbondong-bondong dalam proses pemanenan padi.

Tanda-tanda yang menandakan tanaman padi telah siap dipanen adalah dengan menguningnya warna dari kulit bulir padi dan tangkai padi secara menyeluruh.

Tanda lain dari tanaman padi yang siap untuk dipanen adalah, ranting buahnya atau tangkai buahnya sudah mulai merunduk dikarenakan bulir padi telah berisi beras.

Proses memanen padi sendiri dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu secara tradisonal dengan menggunakan alat berupa sabit atau arit.

Dan cara kedua adalah secara modern dengan menggunakan Mesin Panen Padi yang tentunya lebih efektif dan efisien.

Alat Panen Padi Tradisional

1. Arit Babatan

Dalam dunia pertanian, Arit Babatan adalah alat yang biasa digunakan petani untuk memanen padi. Arit ini mempunyai ciri bentuk yang tipis dan sangatlah ringan untuk di bawa.

Dengan bentuk yang tipis maka arit ini akan sangat mudah sekali untuk memanen padi dalam skala yang besar. Bentuk arit ini pun tentunya tidak sama  dengan bentuk arit-arit yang lain.

Arit babatan ini termasuk alat pertanian baru untuk memanen padi. Tidak seperti alat sebelumnya dimana petani menggunakan ani-ani yang membutuhkan waktu lama untuk saat memanen padi.

Dengan arit babatan ini petani dapat memanen padi mereka dengan mudah dan dalam waktu yang cepat.

Walaupun bentuk dari arit babatan ini tipis, naun alat ini terbuat dari besi baja yang kuat sehingga dapat digunakan dalam kurun waktu yang lama dengan kualitas yang terjamin pula tentunya.

2. Ani-Ani

Ani ani adalah alat pertanian yang biasa digunakan petani untuk memanen padi mereka. Ani ani ini merupakan alat yang penting bagi petani terutama petani padi.

Tapi kini alat pertanian yang unik ini sudah mulai terpingkirkan. Hal ini dikarenakan para petani cenderung lebih memilih menggunakan arit babatan untuk memanen padi mereka.

Bagaimana tidak, arit babatan ini cenderung lebih mudah digunakan oleh semua orang dan dapat digunakan untuk memanen padi dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang cepat.

Berbeda dengan ani ani yang tidak semua orang bisa gunakan, menggunakan ani ani juga membutuhkan waktu yang lama untuk memanen padi.

Tapi masih ada sebagian kecil petani yang tetap menggunakan ani ani ini sebagai alat untuk memanen padi mereka. Semoga saja alat pertanian yang satu ini tetap bisa bertahan melawan perkembangan jaman modern.

3. Sabit Padi

Sabit adalah alat yang biasa digunakan petani untuk memanen padi. Sama halnya dengan ani-ani dan arit babatan, alat ini mempunyai peran penting pada proses pemanenan padi yang sudah siap panen.

Selain mudah sekali untuk digunakan, alat ini juga sangatlah ringan. Sabit padi ini mirip dengan arit, tapi ukurannya lebih kecil dan lebih tipis. Alat ini juga menggunakan garan sebagai pegangannnya.

Sehingga dapat mempermudah dalam penggunaannya. Ada dua jenis sabit padi,  yang pertama terbuat dari besi biasa dan ada juga yang terbuat dari besi baja. Hal ini tergantung dari permintaan dari para petani itu sendiri.

Di bandingkan dengan menggunakan ani-ani, menggunakan sabit padi saat pemanen padi membuat para petani bisa lebih cepat dalam proses pemanenan padi.

Namun pada saat ini, alat ini sudah tergantikan oleh alat pertanian arit babatan yang dapat mempercepat proses pemanenan padi menjadi 2x lebih cepat.

Sehingga alat ini akan sangat jarang kita temui di pasar-pasar tradisional dan mungkin hanya di beberapa tempat saja

4. Gerejag atau Gebotan

Meski sudah banyak ditinggalkan, namun metode merontokkan bulir padi menggunakan gerejag atau gebotan masih harus dilestarikan keberadaanya.

Ada beberapa komponen yang membuat gebotan/gerejag ini dapat difungsikan, yaitu :.

    1. Rak peluruh bulir padi yang terbuat dari bambu atau kayu setinggi empat kaki dan diletakkan di tanah.
    2. Meja rak yang juga untuk meluruhkan bulir padi. Terbuat dari bambu yang dibelah dengan jarak kurang lebih sekitar 1 sampai 2 cm.
    3. Di bagian samping dan belakang, umumnya ditutup menggunakan plastik, tikar, terpal, atau alat lainnya yang ada di sekitar tempat merontokkan bulir padi. Sedangkan, untuk bagian depannya tetap dibiarkan terbuka.

Alasan utama mengapa teknik menggunakan gebot ini ditinggalkan adalah karena memerlukan waktu lama, tenaga yang besar, dan angka susut padi juga besar karena tak semuanya bisa rontok.

Alat Panen Padi Modern

Mesin Panen Padi atau Mesin Pemotong Padi adalah sebuah alat yang berfungsi untuk memanen padi atau memotong tangkai padi lebih cepat dibanding menggunakan alat-alat tradisional.

Yang mana Mesin Pemotong Padi merupakan sebuah terobosan alat baru yang dapat membantu mengefisienkan proses pemanenan padi.

Dengan adanya Alat Pemotong Padi ini, proses pemanenan padi menjadi lebih mudah, cepat, aman, serta hemat tenaga, waktu, pikiran maupun biaya.

Demikianlah artikel tentang alat panen padi tradisional dan modern, mohon maaf apabila ada salah kata, semoga bermanfaat dan terima kasih.