Rangkaian Proses Pembuatan Gula PGMadukismo Secara Singkat

proses pembuatan gula pgmadukismo

Pada artikel ini akan dijelaskan secara singkat proses pembuatan gula pgmadukismo atau pabrik gula Madukismo mulai dari tahap penimbangan sampai tahap pengkristalan.

Proses Pembuatan Gula PGMadukismo

proses pembuatan gula pgmadukismo

Berikut ini ringkasan proses pembuatan gula pada pgmadukismo atau pabrik gula madukismo:

1. Proses Penimbangan

Pabrik Gula Madukismo memulai tahap awal dengan melakukan penerimaan bahan baku yang diangkut dengan truk dan dipindahkan ke lori.

Tebu yang masuk harus memiliki SPA (Surat Perintah Angkut), nama pemilik kebun dari tebu yang diangkut harus jelas, nomor SPA, asal kebun, berat bruto, nama sinder, dan luas kebun.

Tebu yang dipakai dalam pembuatan gula di PG Madukismo diambil dari Pasuruan, Solo, dan Yogyakarta.

2. Proses Penggilingan

Penggilingan tebu ditujukan agar nira dari serabut atau ampas pada batang tebu terpisah dan menekan kehilangan gula dalam ampas sekecil mungkin.

Proses pemerasan tebu dilakukan dengan rangkaian gilingan. Kriteria tebu yang baik menurut PG Madukismo adalah manis, bersih, dan segar.

Penggilingan tebu pada Pabrik Gula Madukismo dilakukan melalui 5 tahap proses penggilingan, yaitu:

  • Gilingan I. Pada gilingan pertama, tebu yang sudah dicacah diperah sampai keluar niranya. Nira hasil gilingan pertama disebut Nira Perahan Pertama (NPP). NPP kemudian ditampung pada bak penampungan nira mentah, sedangkan ampas yang dihasilkan diperah kembali pada penggilingan II.
  • Gilingan II. Pada gilingan kedua, ampas dari proses penggilingan pertama digiling kembali. Hasil perahan pada gilingan kedua disebut Nira Perahan Lanjutan (NPL). Nira hasil perahan giilingan II ini kemudian dicampur dengan NPP dan disebut nira mentah. Pada gilingan kedua ini diberikan nira imbibisi hasil gilingan III.
  • Gilingan III. Pada gilingan ketiga dilakukan pemerahan ampas dari gilingan kedua. Pada gilingan III ditambahkan nira imbibisi hasil perahan gilingan IV. Nira yang didapatkan dari gilingan ketiga ini kemudian disaring dengan saringan goyang (screen) yang terbuat dari tembaga. Ampas gilingan III diperah lagi pada gilingan IV
  • Gilingan IV. Gilingan IV menggunakan ampas dari gilingan ketiga yang kemudian diperah kembali. Pada penggilingan keempat ditambahkan nira imbibisi. Nira imbibisi yang ditambahkan pada proses ini adalah nira hasil perahan gilingan V.
  • Gilingan V. Gilingan V menggunakan ampas dari gilingan keempat. Pada saat proses pemerahan ditambahkan air imbibisi. Air imbibisi yang ditambahkan pada gilingan IV dan V mempunyai suhu sebesar 60-70°C sebanyak 20-30 % dari jumlah tebu yang digiling. Air imbibisi ini berasal dari air jatuhan kondensat

3. Proses Pemurnian

Penghilangan kotoran dilakukan dengan mengatur kondisi proses sebaik mungkin, sehingga jumlah sukrosa dan monosakarida yang rusak berkurang.

Nira mentah yang berasal dari stasiun penggilingan terdiri dari berbagai macam komponen.

Komposisi nira mentah antara lain air, gula (sukrosa), monosakarida (gula reduksi), asam organik dan protein, bahan lilin, bahan organik, dan tanah dan pasir.

Tujuan dari pemurnian nira adalah untuk menghilangkan kandungan bukan gula sebanyak mungkin, dengan kerusakan gula dan gula reduksi sekecil-kecilnya.

4. Proses Evaporasi

Hasil dari proses pemurnian adalah nira encer. Tahap selanjutnya dalam proses pengolahan gula adalah proses penguapan. Penguapan dilakukan dalam bejana evaporator.

Penguapan merupakan proses untuk mengurangi kadar air yang ada pada nira dengan menggunakan panas, karena nira dari proses pemurnian merupakan nira yang masih encer dan masih banyak mengandung air.

Tujuan dari penguapan ini adalah untuk meningkatkan kandungan padatan dari produk pangan, memberikan kenyamanan bagi konsumen dan pabrik, serta mengubah flavor dan warna dari suatu produk panga.

5. Proses Kristalisasi

Proses kristalisasi merupakan proses yang penting dalam pembuatan gula di PG Madukismo. Kristalisasi merupakan suatu tahap proses penguapan lebih lanjut yang digunakan untuk pemasakan ulang.

Penguapan ini dilakukan guna mengkristalkan nira hasil penguapan menjadi lebih kental. Kehilangan gula dalam proses ini dapat meminimalkan waktu proses, sehingga biayanya pun dapat diminimalkan.

Pabrik Gula Madukismo menggunakan system kristalisasi bertahap yaitu tipe masakan A-C-D. Hal ini bertujuan untuk mencegah karamelisasi dan terbentuknya kerak akibat dari pemanasan secara kontinyu.

Tipe masakan A-C-D disebut juga dengan tipe masakan Tripple Trap Boiling System.

Dari sistem tersebut didapat Harga Kemurnian (HK) yang berbeda – beda, dimana nilai masakan A dengan HK > 80, masakan C dengan HK 70 – 74, dan untuk masakan D dengan HK 56 – 60.

Perbedaan tingkat masakan ditentukan dengan tinggi rendahnya kemurnian (kemurnian berdasarkan kandungan sukrosa pada gula).

Nah itulah beberapa rangkaian singkat proses pembuatan gula pgmadukismo.