Jenis Pakan Sapi Perah Untuk Menjaga Kualitas Susu Sapi

Pada Artikel kali ini saya akan akan menjelaskan dan membahas tentang jenis pakan sapi perah yang perlu Anda ketahui. Yuk! Cari tahu informasinya dibawah.

Pemberian pakan sapi haruslah dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan,sehingga sapi mendapatkan nutrisi yang seimbang dan meningkatkan kualitas susu sapi.

Pakan sapi perah dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai makanan pokok (hijau-hijauan, kacang-kacangan), sebagai makanan pelengkap (konsentrat), serta sebagai makanan ekstra nutrisi.

Untuk mendapatkan hasil produksi susu yang maksimal, berikut ini akan dijelaskan bagaimana komposisi pembuatan pakan sapi perah yang tepat,benar dan berkualitas. Berikut dibawah ini penjabarannya taupun uraiannya.

Pakan Hijauan Sapi

jenis-pakan-sapi-perah

Dalam beternak sapi perah, pakan hijauan bisa dikatakan sebagai pakan pokok (macro). Jadi, sumber utama untuk kelangsungan hidup sapi berasal dari sini.

Umumnya, pakan hijauan menggunakan rumput-rumputan berkualitas sedang seperti rumput raja, rumput gajah, rumput alam, rumput lapangan, rumput benggala, dan rumput setaria.

Sementara, hijauan berkualitas seperti kacang-kacangan leguminosa (gliricidia, lamtoro, kaliandra) dan bangsa umbi-umbian bisa jadi pilihan utama.

Penggunaan pakan hijauan sifatnya wajib paling tidak sekitar 60—70% harus ada di dalam pakan ternak sapi perah di samping pakan tambahan.

Pakan hijauan diberikan pada siang hari setelah pemerahan sebanyak kurang lebih 30—50 kg.

Atau kurang lebih sekitar 10% berat badan sapi per ekor setiap harinya setelah sapi diperah agar susu hasil perahan tidak berbau.

Bagi sapi yang menyusui, bisa diberikan pakan 25% lebih banyak agar gizinya selama menyusui juga tercukupi.

Tetapi tetap harus diperhatikan, jika pemberian hijauan terlalu banyak bisa mengganggu pencernaan yang bisa berdampak pada badan sapi.

Kegemukan atau obesitas yang akan mengurangi efisiensi produksi susu sapi.

Bahkan bisa menyebabkan usia sapi tersebut tidak akan lama serta menjadikan sapi menjadi pasif. Bahkan, bisa menyebabkan kematian karena displace abomasum.

Pakan Konsentrat Sapi Perah Atau Sapi Potong

jenis-pakan-sapi-perah

Disamping penggunaan makanan pokok, perlu juga ditambahkan pakan tambahan sebagai sumber nutrisi ekstra (mikro).

Pakan sandingan (tambahan) yang banyak berpengaruh dan digunakan agar hasil susu meningkat drastis.

Adalah pakan konsentrat yang juga diaplikasikan pada jenis sapi lain seperti sapi pedaging dan pekerja.

Pakan sapi perah jenis konsentrat tentunya memiliki komposisi yang berbeda dari komposisi untuk sapi pedaging.
Yang dimana konsentrat diberikan lebih banyak ke sapi potong karena untuk proses penggemukan.
Dedak padi (bisa diganti dengan pollard) 25%, tepung jagung 25%, bungkil kelapa 25%, bungkil kedelai/bungkil kacang tanah/bungkil biji kapuk 20%, sisanya ampas tahu, garam dapur, kapur, tepung tulang masing-masing kurang lebih 1%.
Berdasarkan persentase itu, kebutuhan bahan kering sudah dibilang tercukupi.
Yang akan membantu menyeimbangkan nutrisi pada pakan sapi perah maupun sapi jenis lainnya.

Pemberiannya dilakukan saat pagi dan sore hari setengah jam sebelum sapi diperah agar kualitas susu tidak turun.

Jangan lupa sapi harus selalu diberi minum cukup agar produksi susunya banyak, paling tidak 4 liter air minum untuk 1 liter susu yang dihasilkan atau 10% dari berat badan setiap harinya.

Demikian Artikel kali ini tentang jenis pakan sapi perah yang perlu Anda ketahui dan berikan kepada sapi perah Anda,supaya dapat meningkatkan kualitas produk susu yang dihasilkan oleh sapi.

Semoga Artikel kali ini bermanfaat untuk Anda dalam menjalankan bisnis ternak atau budidaya sapi tersebut. Mohon maaf jika ada tutur kata yang salah atau kurang berkenan dihati Anda. Sekian dan terima kasih banyak.

Pakan Fermentasi Sapi untuk Membantu Proses Penggemukan

Pada Artikel kali ini saya akan membahas tentang pakan fermentasi sapi untuk membantu proses penggemukan. Yuk! Simak pembahasannya dibawah ini.

Dalam hal ini meroketnya harga daging sapi di pasaran domestik setidaknya tidak hanya memberikan masalah.

Ini adalah petunjuk lain bahwa kebutuhan daging sapi dalam negeri masih jauh dari cukup. Memang sudah ada isu bahwa impor sapi ialah masalah tahunan yang membuat pasar daging sapi di Indonesia bermasalah.

Namun masalah ini bukan alasan untuk tidak mulai bergerak dalam ternak sapi. Dengan pengelolahan yang baik, bukan hal yang mustahil jika di suatu saat Indonesia tidak lagi membutuhkan impor daging sapi.

Agar keinginan ini tidak terdengar terlalu muluk, setidaknya kalian harus siap dengan masalah-masalah yang mungkin muncul ketika kalian memilih sapi sebagai bagian dari usaha kalian.

Inovasi Pakan Sapi

pakan-fermentasi-sapi

Sebagai makhluk hidup sapi jelas membutuhkan suplai makanan yang cukup untuk mencapai berat ideal yang dibutuhkan pasar.

Pada musim penghujan masalah pakan ini mungkin tidak terlalu memberi masalah. Namun seiring dengan bergantian musim, cadangan hijauan seperti rumput bisa saja menipis.

Untuk mengatasi masalah inilah, setidaknya harus ada inovasi yang dilakukan.

Salah satunya ialah dengan mempelajari aneka pakan fermentasi yang bisa dipilih untuk sapi. Fermentasi ini biasanya berasal dari bermacam-macam limbah pertanian.

Bahan Limbah Untuk Fermentasi

Salah satu bahan limbah pertanian yang bisa dipilih dalam pakan fermentasi ialah tangkai jagung kering.

Memang jika dibandingkan dengan jagung, tangkai jagung ini secara praktis hanya bagian dari sisa panen jagung. Namun jika insting bisnis kalian kuat, maka limbah semacam ini bisa memiliki nilai lebih.

Membuat pakan murah dari limbah semacam ini adalah sebuah pilihan cerdas. Tentu saja tangkai jagung bukan hanya satu-satunya yang bisa difermentasi.

Tongkol jagung juga layak dipakai untuk bahan pakan ternak. Ini tidak lepas dari kenyataan bahwa tongkol jagung sebenarnya punya kandungan serat dan protein yang dibutuhkan sapi.

Untuk hasil terbaik fermentasi tongkol jagung sebaiknya berupa batang yang dipecahkan bukan yang sudah menjadi tepung.

Komposisi Teknis Fermentasi

pakan-fermentasi-sapi

Meskipun fermentasi pakan sapi bisa dilakukan pada berbagai limbah pertanian cara fermentasi secara teknik harus kalian kuasai.

Salah satunya ialah terkait dengan komposisi dalam proses fermentasi itu sendiri.

Misalnya jika kalian ingin menerapkan fermentasi pada limbah jerami cara membuat yang benar akan memberikan hasil yang sesuai dengan harapan.

Jerami kering dicampur dengan polar dengan perbandingan 10 banding 2 lalu air ditambahkan secukupnya.

Campuran ini kemudian diletakkan di dalam tabung fermentasi sekitar 1 minggu. Tanda bahwa fermentasi jerami kering berhasil ialah aroma harus dan tekstur jerami yang tidak berubah dari sebelumnya.

Manfaat Pakan Fermentasi Bagi Sapi

Keunggulan pakan organik alternatif yang diperoleh dari fermentasi tidak hanya terkait dengan soal biaya.

Secara alami sapi sebenarnya melakukan proses fermentasi dalam proses pencernaannya. Dengan adanya pakan yang sudah difermentasikan ini setidaknya tubuh sapi bisa langsung menyerap sari makanan.

Meskipun demikian perlu juga dicatat bahwa jumlah total pakan yang harus diberikan pasa sapi setidaknya mencapai 10% dari total berat sapi.

Pemberian pakan yang kurang hanya akan mengambat kesehatan reproduksi sapi.

Pakan Alternatif Konvensional

Selain pakan alternatif inovatif seperti aneka hasil fermentasi ini pakan alternatif konvensional seperti dedak sebenarnya juga masih banyak digunakan.

Hal ini tidak lepas dari cara pembuatan yang sudah dikenal selama bertahun-tahun.

Bahkan penggunaan dedak juga diarahkan untuk pembuatan pelet ikan. Pakan jenis ini biasanya dipakai pada kolam ikan lele.

Jika dibandingkan dengan aneka pakan fermentasi proses membuat pakan lele sendiri relatif lebih mudah.

Demikian Artikel kali ini tentang pakan fermentasi sapi yang berfungsi membantu proses penggemukan,semoga bermanfaat untuk Anda. Sekian dan Terima kasih.

Pakan Fermentasi Kambing untuk Penggemukan Kambing

Pada Artikel kali ini saya akan membahas tentang pakan fermentasi kambing untuk penggemukan kambing. Yuk! Cari tahu informasinya dibawah ini.

Cara Membuat Pakan Fermentasi

pakan-fermentasi-kambing

Fermentasi ialah proses amonisasi pakan agar zat-zat yang ada di dalam pakan bisa bertahan lama. Proses ini adalah inti dari cara membuat pakan fermentasi untuk kambing.

Amonisasi sendiri berarti cara untuk meningkatkan kadar cerna bahan pakan berserat secara kimia.

Dengan menggunakan pakan fermentasi, ternak akan mendapatkan gizi yang baik meskipun pakan mereka sudah disimpan lama.

Fungsi Fermentasi Pakan Ternak

Jadi tujuan utama mengapa peternak melakukan fermentasi yakni agar makanan ternak bisa awet, namun kandungan nutrisinya masih terjaga dengan baik.

Mungkin terdengar sepele, namun awet-tidaknya pakan ternak ini sangat berpengaruh bagi peternak terutama mereka yang jauh dari sumber pakan atau ketika musim kemarau.

Karena ketika kita berbicara tentang ide bisnis yang akan dijalankan tentu setiap orang mengejar keuntungan. Menggunakan pakan hijau yang segar emang memiliki banyak keuntungan.

Namun jika dikaitkan dengan tenaga dan biaya yang dikeluarkan untuk mencari pakan dan menjaga kesegarannya tiap hari, (belum lagi jika letak peternakannya terpencil) bisa tergolong boros.

Berkat proses fermentasi, pakan ternak bisa jauh lebih awet dan masih memiliki kandungan nutrisi yang sama dengan pakan segar.

Teknik ini adalah salah satu cara ternak kambing yang menguntungkan karena menekan banyak pengeluaran.

Kamu tinggal membuat pakan fermentasi dalam jumlah besar lalu simpan di tempat yang terlindung. Kemudian, kamu tinggal mengambil pakan dari tempat penyimpanan untuk diberikan kepada kambing kesayangan.

Keunggulan Pakan Fermentasi

Menurut satu laporan, fermentasi pakan ternak bisa meningkatkan bobot seekor domba dua sampai empat kilogram hanya dalam jangka waktu sepuluh hari.

Selain itu, pakan jenis ini juga terbukti mampu memperbaiki pencernaan hewan ternak, menjaga kestabilan serta meningkatkan sistem kekebalan ternak, serta membantu proses penggemukan kambing.

Lebih jauh lagi, fermentasi pakan hewan ternak berguna untuk membantu memperbaiki sistem pencernaan.

meningkatkan produksi susu bagi jenis kambing penghasil susu, meningkatkan selera makan ternak sehingga serta mempercepat penambahan bobot secara alami.

Keuntungan-keuntungan ini bisa didapatkan kalau kamu mengikuti langkah-langkah pembuatan pakan fermentasi dengan urut dan benar.

Persiapan Membuat Pakan Fermentasi

Membuat pakan kambing fermentasi itu tidak susah. Setidaknya ada tiga cara fermentasi pakan: Terbuka, setengah terbuka, dan tertutup.

Di dalam tulisan ini saya akan memberikan cara yang paling mudah agar bisa langsung dipraktekkan. Tapi kamu tetap harus mengikuti langkah demi langkah dengan urut.

Tanpa urutan yang pas, fermentasi pakan bisa berakibat kegagalan. Beberapa komposisi utama di bawah ini bisa kamu ganti dengan yang paling mudah didapat di sekitarmu.

Berikut adalah bahan-bahan yang perlu kamu siapkan untuk membuat fermentasi pakan:

Bahan Persiapan Fermentasi

  • Jerami padi 1 ton
  • Supelmen organik cair ternak
  • Molases 6 kilogram
  • Air

Alat Persiapan Fermentasi

  • pisau atau alat pencacah lain
  • wadah besar untuk menyimpan hasil fermentasi
  • alat untuk mengaduk
  • alas untuk mengolah bahan fermentasi

Langkah Membuat Pakan Fermentasi 

pakan-fermentasi-kambing

  1. Jemur jerami di bawah sinar matahari selama satu hari. Ini berfungsi untuk menyusutkan kadar air di dalam jerami.
  2. Tumpuk jerami setinggi duapuluh sampai tigapuluh centimeter
  3. Beri molases, supelmen organik cair dan air di atas tumpukan jerami yang baru saja kamu buat. Kemudian ratakan bahan-bahan tersebut sampai terasa lembab, namun jangan sampai basah.
  4. Ulangi langkah-langkah itu sampai tumpukan jerami mencapai ketinggian satu sampai satu setengah meter.
  5. Masukkan jerami yang sudah dicampur dengan bahan-bahan kimia ke dalam wadah penyimpanan tertutup agar terjadi proses fermentasi. Simpan selama duapuluh satu hari.

Catatan:

karena ini adalah proses fermentasi dengan cara anaerob, maka usahakan kamu menutup wadahnya erat-erat sehingga tidak ada udara yang masuk ke dalam.

Udara yang masuk ke dalam wadah bisa merusak bahan pakan, karena bakteri dari luar bisa mengganggu proses fermentasi pakan.

Di hari ke duapuluh dua, kamu bisa mulai menggunakan pakan dari hasil fermentasi. Ingat, ambil secukupnya, lalu tutup rapat-rapat wadah pakan untuk meminimalisir udara yang masuk.

Meskipun proses fermentasi sudah selesai, namun kamu perlu menjaga hasil pakan ini di tempat tertutup agar tahan lama disimpan berbulan-bulan.

Sekedar catatan, bahwa di sini kamu bisa mengganti bahan jerami dengan yang lain. Misalnya kulit kopi, dedak, ampas tahu, bahkan kamu juga bisa membuat pakan kambing dari gedebog pisang.

Secara garis besar, prosesnya sama. Kamu hanya perlu mencampur antara bahan pakan dengan air dan supelmen organik cair.

Lakukan proses ini sedikit demi sedikit agar semua bahan bercampur dengan sempurna. Setelah tercampur, simpan ke dalam wadah yang tertutup dan terlindungi dengan baik.

Yang perlu diperhatikan adalah masa penyimpanan bahan sebelum bisa digunakan. Beda bahan, berbeda pula lama penyimpanannya.

Berikut adalah perkiraan lama penyimpanan bahan fermentasi sebelum bisa digunakan:

  • Rumput gajah, 6-8 pekan
  • Dedak padi, 2-3 hari
  • Ampas tahu, 2-3 hari
  • Kulit kopi, 1 pekan
  • Batang/gedebog pisang, 1 hari
  • Limbah pasat, 1 jam
  • Daun Turi, 2-4 pekan.

Demikian Artikel tentang pakan fermentasi kambing,semoga bermanfaat untuk Anda. Sekian dan terima kasih.

Pakan Sapi Per Hari yang Perlu di Perhatikan Peternak

Pada Artikel kali ini saya akan membahas tentang pakan sapi per hari yang perlu Anda ketahui. Yuk! Simak pembahasannya dibawah ini.

Produktivitas ternak dipenga­ruhi oleh faktor lingkungan sampai 70% dan faktor genetik hanya sekitar 30%.Diantara faktor lingkungan tersebut, aspek pakan mempunyai pengaruh paling besar yaitu sekitar 60%.

Hal ini menunjukkan bahwa walaupun potensi genetik ternak tinggi, namun apabila pemberian pakan tidak memenuhi persyaratan kuantitas dan kualitas, maka produksi yang tinggi tidak akan tercapai.

Disamping pengaruhnya yang besar terhadap produksi ternak, faktor pakan juga merupakan biaya produksi yang terbesar dalam usaha peternakan. Biaya pakan ini dapat mencapai 60 – 80% dari keseluruhan biaya produksi.

Tujuan pemberian pakan dalam suatu usaha penggemukan sapi potong adalah untuk memperoleh pertambahan bobot badan secara maksimal.

Dengan demikian diperlukan pemberian pakan yang sesuai dengan kebutuhan ternak baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya.

Syarat Pakan Sapi Per Hari

– Hendaknya cukup mengandung zat tinggi yang diperlukan tubuh yaitu : protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral.

– Disukai ternak (palatabilitas tinggi)

– Bersih dan tidak tercemari kotoran atau bibit penyakit.

– Tidak boleh dalam keadaan rusak (busuk,bercendawan)

–  Sebaiknya tidak mengandung benda-benda yang bersuhu rendah (misalnya embun pagi hari yang dapat menyebabkan sakit kembung/kejang perut pada ternak.

Jenis Pakan Sapi Per Hari Pakan Hijauan

pakan-sapi-per-hari

Bahan pakan utama ternak sapi penggemukan adalah dalam bentuk hijauan yaitu berasal dari rumput unggul, rumput lokal dan leguminosa.

Beberapa contoh hijauan pakan unggul berupa rumput yang dapat dibudidayakan adalah rumput gajah, rumput raja, rumput setaria, rumput meksiko dan lain-lainnya.

Sedangkan hijauan pakan unggul berupa daun-daunan adalah leguminosa  (kacang-kacangan seperti centro, siratro,, lamtoro/petai cina dan gamal).

Hasil sampingan tanam­an pertaniann yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak sapi adalah brangkasan kacang tanah, kacang kedele, pucuk jagung muda dan lain-lain. Hijauan pakan unggul berupa rumput potong :

–   Umumnya berumur panjang, tum­buh mem­bentuk rumpun setinggi 60 -150 cm bahkan lebih.

–   Berdaun lebat dan sistem per­akarannya luas sehingga relatif tahan kering.

–   Tumbuh baik pada dataran tinggi sampai rendah.

–   Dapat diperbanyak dengan biji, pols (sobekan rumput) dan stek batang dengan jarak 40 -60 cm, sebaiknya ditanam pada awal musim hujan.

–   Panen (pemotongan/defoliasi) pertama dilakukan saat ber­umur kurang lebih 2 bulan. Pemotongan berikutnya dilaku­kan setiap 1,5 bulan dengan tinggi pemotongan 10 – 15 cm dari permukaan tanah.

–   Pemupukan awal pada saat pengolahan tanah dengan dosis 10 ton pupuk kandang 50 kg KCL dan 50 kg TSP per hektar. Pemupukan selanjutnya dilakukan setelah 3 kali pemotongan  dengan takaran yang sama. Sedangkan urea diberikan pada saat tanaman berumur 2 minggu sebanyak 50 kg/ha.

Pakan Konsentrat 

pakan-sapi-per-hari

Konsetrat adalah campuran dari beberapa bahan pakan untuk me­lengkappi kekurangangizi dari hijauan pakan ternak.

Bahan pakan kosentrat yang dapat diberikan pada ternak sapi antara lain : dedak  padi, bungkil kelapa, jagung giling, bungkil kacang tanah, ampas tahu, ampas kecap dan lain-lain.

Campuran bahan pakan kon­sentrat yang diberikan pada ternak tergantung kepada harga  dan ketersediaan akan pakan di sekitar lokasi usaha peng­­gemukan ternak sapi.

 Dari berbagai hasil penelitian beberapa formulasi pakan  kon­sentrat yang dapat diberikan pada penggemukan ternak sapi potong diantaranya adalah:

Cam­puran 70 % dedak padi dan 30% bungkil kelapa, kemudian ditambahkan dengan 0,5 % tepung tulang dan 1 % garam dapur.

Campuran 2 bagian dedak + 1 bagian bungkil kelapa + 1 bagian jagung. Selanjutnya ditambahkan tepung tulang dan garam dapur sebanyak 1 – 2 % kedalam  campuran pakan  tersebut.

Cam­puran 70 % dedak padi + 25 % bungkil kelapa + 5% jagung giling kemudian ditambahkan 1% tepung tulang dan garam dapur.

Pemberian Pakan Sapi Per Hari

Pakan sapi per hari yang diberikan pada ternak sapi penggemukan di­arah­kan untuk mencapai per­t­umbuhan bobot badan yang setinggi–setingginya adalah wak­tu relatif singkat.

Untuk itu pem­berian  disesuaikan dengan kebutuhan ternak baik dari segi kuantitas maupun nilai gizinya. Pakan hijauan diberikan pada sapi sebanyak 10 – 12 % dan pakan konsentrat 1 – 2 %an dari bobot badan ternak.

Pemberian  hijauan dapat dilakukan 3 kali sehari yakni pada pukul 08.00 pagi, 12.00 siang dan pukul 17.00 sore hari, sedangkan pakan kosentrat diberikan pagi hari sebe­lum pemberian hijauan.

Keter­sediaan air minum untuk ternak sapi adalah hal yang tidak kalah penting diperhatikan.

Kebutuhan air minum bagi sapi sebanyak 20 – 40 liter/ekor/hari, namun sebaiknya diberikan secara ad libitum (tidak terbatas).

Cara penyajian pakan hijauan pada ternak sebaiknya dicincangpendek-pendek agar lebih mudah dikon­sumsi.

Kemudian hasil cincangan rumput dibagi menjadi 6  bagian (untuk pagi 1 bagian, siang 2 bagian dan sore sebanyak 3 bagian.

Demikian Artikel kali ini tentang pakan sapi per hari,semoga bermanfaat untuk Anda. Sekian dan terima kasih.

Budidaya Kambing Jawarandu Bagi Pemula yang Gampang

Pada Artikel kali ini saya akan membahas dan menjelaskan tentang budidaya kambing jawarandu bagi pemula. Yuk! Cari tahu informasinya dibawah ini.

  1. Persiapan Lahan

Sebelum memulai ternak, apakah anda telah mempunyai lahan? Inilah yang harus di pikirkan pertama kali.

Tanpa adanya lahan tidak bisa melakukan ternak, namun lokasi yang di butuhkan tidak selalu luas.

Asalkan cukup, anda bisa memanfaatkan sedikit halaman atau pekarangan yang ada.

  1. Pembuatan Kandang

Setelah anda mempunyai niat matang dan telah menyediakan lahan, langkah selanjutnya adalah dengan membuatkan kandang.

Meskipun telah mempunyai lahan, bukan berarti anda mengabaikan begitu saja. Adapun kandang yang di butuhkan untuk berteduh kambing jawa randu nantinya.

Tidak perlu mewah, cukup gunakan bambu untuk membuatkan pondokan kecil yang tertutup oleh atap. Dengan begitu saat panas maupun hujan ternakan anda tetap aman.

  1. Pemberian Pakan Budidaya Kambing Jawarandu

budidaya-kambing-jawarandu

Sama seperti kambing pada umumnya, jenis jawa randu juga tidak berbelit-belit untuk makan.

Adapun yang bisa anda berikan seperti rumput yang telah di sampaikan di atas.

Bahkan kambing jawa randu mau memakan rambanan atau dedaunan seperti daun lamtoro, daun pisang dan masih banyak lagi. Inilah kemudahan jika anda memilih beternak kambing.

  1. Pemberian Jamu

Pada kenyataannya kambing juga perlu mengkonsumsi jamu untuk mempertahankan nafsu makan mereka.

Jamu yang umumnya di berikan pada semua jenis kambing adalah temulawak, untuk jamu ini Anda dapat membuatnya sendiri atau mungkin membelinya di tempat yang menjual Jamu.

Meski begitu sangat disarankan Anda untuk membuat sendiri sebab akan terasa lebih alami dan dapat mengetahui takaran yang pas terhadap hewan ternak.

Minimal temulawak diberikan dua kali dalam seminggu agar sang kambing selalu mempunyai nafsu makan tinggi. Tentu saja hal ini berpengaruh pada kualitas hasil nantinya.

  1. Pemberian Probiotik Budidaya Kambing Jawarandu

budidaya-kambing-jawarandu

Sama halnya ayam, kambing jawa randu juga harus di berikan probiotik sebagai nutrisi tambahan setelah pakan dan jamu. Selain sehat, probiotik di berikan agar sang kambing tidak mudah sakit.

  1. Perkawinan

Keuntungan anda dalam beternak atau budidaya kambing yang terlihat besar hasilnya adalah bisa menggandakan hewan ternak anda.

Caranya? Tentu saja setelah anda berhasil mengawinkan antara jantan dan betina sampai hamil. Karena bayi kambing nantinya bisa anda rawat dengan baik hingga dewasa, setelah itu bisa di jual pada konsumen.

  1. Suntik

Tujuan utama melakukan suntik pada kambing adalah untuk menjaga kekebalan tubuhnya.

Kambing yang sama sekali tidak pernah di suntik akan mudah lelah dan sakit. Sakit adalah hal yang rentan membuat hewan mati.

Alhasil jika semua ini terjadi maka bukan lagi keuntungan yang di dapat namun kerugian besar. Lakukan suntik pada kambing anda minimal satu bulan sekali.

  1. Pemasaran Budidaya Kambing Jawarandu

Kambing yang sudah layak untuk di pasarkan bagi para peternak adalah yang usianya sudah dewasa atau tua. Selain itu, kambing yang mempunyai berat badan lebih juga sudah boleh di lepaskan pada konsumen.

Disamping 8 cara sukses ternak Kambing Jawa Randu di atas, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan juga, diantaranya yakni seperti membersihkan kandang dan rajin memandikan kambing.

Ketika Kambing sudah bersih maka penyakit otomatis tidak dapat dengan mudah menjangkit Hewan ternak Anda. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Demikian Artikel kali ini tentang budidaya kambing jawarandu,semoga bermanfaat untuk Anda. Sekian dan terima kasih.

Budidaya Kelinci Giant Flemish yang Mudah Bagi Pemula

Pada Artikel kali ini saya kan menjelaskan tentang budidaya kelinci giant flemish bagi pemula. Yuk! Simak penjelasannya dibawah ini.

Pengetahuan Dasar Dalam Memelihara Kelinci

budidaya-kelinci-giant-flemish

Sebelum memulai beternak kelinci anda tentu harus mengetahui pengetahuan dasar mengenai kelinci.

Caranya bisa dengan mencoba  mengamatinya selama beberapa bulan, atau untuk mempersingkat waktu bisa dengan didampingi ahli dan membeli buku panduan memelihara kelinci.

Ini penting sebab tanpa pengetahuan dasar bagaimana mungkin kita bisa memelihara bahkan berternak kelinci. Waktu dan tenaga kita akan habis jika belum memahami tatacara pemeliharaan kelinci.

Apalagi kelinci yang dipelihara adalah kelinci hias seperti kelinci anggora, kelinci lop, dll. Perlu penanganan yang extra lagi untuk kelinci hias.

Menyiapkan Kandang Kelinci

Langkah awal yang harus dipersiapkan untuk memulai usaha ternak kelinci adalah menyiapkan kandang atau tempat budidaya.

Jenis kandang bermacam-macam sesuai dengan fungsinya. Ada kandang tempat pembiakan dan kandang tempat pembesaran. Selain fungsinya, kandang ternak kelinci dibedakan berdasarkan tipenya.

Kandang Terbuka Budidaya Kelinci Giant Flemish

Kandang terbuka atau kandang tipe ranch ini berupa hamparan lahan yang sekelilingnya di beri pagar.

Kelinci dibiarkan bebas berkeliaran dalam area tersebut. Dalam area pagar tersebut disediakan naungan atau rumah bagi kelinci untuk berteduh dan tempat istirahat.

Kandang ini sudah menjadi tipikal usaha ternak kelinci tradisional di Indonesia. Dengan sistem seperti ini, pemeliharaan relatif lebih mudah.

Apalagi kalau hamparannya luas, kelinci dibiarkan mencari makan sendiri jadi kalau sekali-kali telat dalam memberi pakan tidak perlu khawatir.

Kelemahan sistem ini memerlukan lahan yang luas. Hanya layak dilakukan di pedesaan dimana ketersediaan lahan cukup besar.

Memilih Bibit Indukan Budidaya Kelinci Giant Flemish

Memilih bibit atau calon indukan kelinci harus benar-benar diperhatikan. Karena bibit berperan besar menentukan tingkat keberhasilan ternak kelinci.

Indukan kelinci menentukan produktivitas dan kualitas hasil budidaya. Berikut ini beberapa kiat untuk memilih bibit ternak kelinci potong/pedaging:

  1. Cari kelinci yang memiliki riwayat kesehatan yang baik. Keturunan dari kelinci-kelinci yang menghasilkan banyak anak dalam sekali kelahiran.
  2. Bobot tubuh indukan kelinci betina minimal 4-5 kg, jantan 3-5 kg.
  3. Memiliki pinggul yang bulat penuh.
  4. Punggung tidak cekung.
  5. Mata cerah, tidak terlihat lesu dan ngantuk.
  6. Bulu bersih, terutama di sekitar kelamin.

Pakan Budidaya Kelinci Giant Flemish

Di alam bebas kelinci hanya mengkonsumsi pakan hijauan. Untuk usaha ternak kelinci pakan yang bisa diberikan adalah hijauan, konsentrat dan vitamin.

Hijauan yang disenangi kelinci antara lain limbah sayuran, seperti sawi, wortel, lobak dan daun singkong. Juga bisa diberikan jenis rumput-rumputan dan daun-daunan.

Sedangkan konsentrat biasanya berupa pelet buatan pabrik. Pemberian pelet dilakukan untuk memudahkan dan membuat praktis pemberian pakan. Selain itu, pelet biasanya sudah memiliki kandungan nutrisi.

Mengawinkan Kelinci

Secara alamiah, kelinci betina yang siap melahirkan anak akan menujukkan tanda-tanda berahi sebagai berikut:
1.    Terlihat gelisah, perilakunya selalu mencari-cari pejantan.
2.    Suka menggosok-gosokkan dagunya pada benda-benda di sekitarnya atau kelinci lain.
3.    Vulva berwarna kemerahan dan basah.

Sedangkan cara berpasangan dilakukan dengan memasukkan satu betina dan satu jantan dalam satu kandang.

Berikut ini hal-hal umum yang perlu diketahui dalam mengawinkan kelinci:

1.    Kelinci siap untuk dikawinkan setelah berumur 6-12 bulan, tergantung jenis ras.
2.    Masa berahi kelinci berlangsung selama 11-15 hari.
3.    Dari masa berahi satu ke masa berahi selanjutnya berlangsung selama 2 minggu.
4.    Masa kehamilan berlangsung 28-35 hari, tergantung jenis ras.
5.    Secara alami masa menyusui kelinci bisa berlangsung selama 8 minggu.
6.    Kelinci betina bisa dibuahi lagi (subur kembali) setelah 2 minggu.
7.    Dalam satu tahun, kelinci bisa mengalami hingga 5 kali kehamilan.
8.    Jumlah anak dalam satu kali kelahiran 4-12 ekor, tergantung jenis ras.
9.    Masa produktivitas biasanya berlangsung 1-3 tahun.

Usia Panen Kelinci

budidaya-kelinci-giant-flemish

Tidak ada patokan pada umur berapa ternak kelinci bisa dipanen. Pasar kelinci saat ini tidak semasif jenis daging lain seperti unggas, sapi atau kambing.

Kelinci biasanya dijual anakannya sebagai peliharaan. Untuk menjual anakan sebaiknya diatas 2 bulan, setelah masa penyusuan.

Demikianlah ulasan tentang panduan dasar budidaya kelinci giant flemish untuk pemula, semoga memberi manfaat. Salam.

Penyakit Kelinci yang Harus Anda Ketahui Demi Kesehatan Kelinci Anda

Pada Artikel kali ini saya akan membahas tentang penyakit kelinci yang harus Anda waspadai demi kesehatan kelinci Anda. Yuk! Cari tahu informasinya dibawah.

Ternak kelinci merupakan hewan peliharaan yang membutuhkan perawatan dan kedisiplinan dalam pemeliharaannya.

Ketidak disiplinan peternak dalam menjaga kebersihan kandang dapat menimbulkan kerugian akibat matinya ternak karena serangan penyakit.

Kandang dan lingkungan yang kotor akan memicu perkembangan serangga, jamur atau organisme penyebab penyakit pada kelinci.

Selain itu, penyakit pada ternak kelinci juga disebabkan karena kebutuhan nutrisi dan gizi tidak terpenuhi dengan baik.

Jenis Penyakit Kelinci yang Sering Menyerang

penyakit-kelinci

1. Gudig/Kudis (Scabies) Penyakit Kelinci

Penyakit gudig, kudis atau scabies pada ternak kelinci disebabkan oleh tungau (Darcoptes scabies). Bagian tubuh kelinci yang sering diserang penyakit ini adalah tepi telinga.

Gejala Penyakit Gudig/Kudis pada Ternak Kelinci

a). Gejala serangan tungau Darcoptes scabies terlihat dengan timbulnya bintik-bintik coklat pada bagian tepi telinga.
b). Gejala tersebut biasanya akan menjalar ke sekitar mata, hidung dan pangkal kuku jari kaki.
c). Pangkal kuku jari kaki kelinci yang terserang akan membengkak dan berwarna kemerahan,
d). Jika tidak segera diobati, penyakit gudig akan menjalar keseluruh bagian tubuh kelinci.

Pengendalian Gudig/Kudis/Scabies pada Kelinci

a). Menjaga kebersihan kandang kelinci dan lingkungan sekitarnya,
b). Kelinci yang terserang diisolasi agar tidak menular pada kelinci lainnya,
c). Mengolesi bagian yang luka menggunakan salep belerang 2-3 kali sehari,
d). Pemberian obat wormektin dengan menyuntikkan pada bagian bawah kulit kelinci yang sakit (tidak sampai masuk kedalam daging).

2. Sembelit Pada Kelinci

penyakit-kelinci

Sembelit atau susah buang air besar pada ternak kelinci disebabkan oleh pemberian pakan kering yang tidak seimbang dengan kebutuhan air.

Gejala Sembelit pada Kelinci

a). Ternak terlihat gelisah,
b). Air kencing sangat sedikit

Pengendalian Sembelit pada Kelinci

a). Memberi pakan dan minum yang seimbang sesuai dengan kebutuhan kelinci,
b). Memberi jenis makanan kelinci hijauan yang mengandung serat tinggi.

3. Flu Kelinci (Pilek/Influenza)

Penyakit pilek pada kelinci disebabkan oleh virus/bakteri. Meskipun tergolong penyakit ringan dan tidak berbahaya, namun jika tidak segera diobati dapat berakibat fatal.

Lingkungan kandang yang lembab/kurang sinar matahari dapat memicu perkembangbiakan virus/bakteri penyebab flu pada kelinci.

Gejala Pilek/Flu pada Kelinci

a). Nafsu makan ternak kelinci menurun,
b). Kelinci mengalami bersin-bersin dan malas bergerak,
c). Hidung dan lubang hidung kelinci terlihat basah dan kaki kelinci sering menggaruk bagian tersebut,
d). Pada serangan berat dan lama akan menyebabkan peradangan pada rongga hidung dan menyebabkan gangguan pernafasan Sehingga kelinci menjadi lemas dan mati.

Pengendalian Flu/Pilek pada Ternak Kelinci

a). Bagian hidung kelinci penderita diseka menggunakan kain lembut dan air hangat, kemudian dilap hingga kering,
b). Kemudian diolesi salep zinooxida dan ternak kelinci dijemur sebentar,
c). Atau ditetesi menggunakan obat tetes influenza,
d). Kelinci penderita flu/pilek diletakkan pada kandang yang lebih hangat,
d). Usahakan kandang kelinci menghadap ke arah timur agar cukup mendapatkan sinar matahari.

4. Radang Puting Susu pada Kelinci (Susu Membengkak dan Mengeras (Mastitis))

Puting susu atau susu kelinci membengkak dan mengeras biasanya disebabkan oleh tidak keluarnya air susu atau keluar hanya sedikit.

Hal tersebut karena anak kelinci yang lahir hanya sedikit atau anak kelinci tidak mau menyusu induknya.

Bisa juga disebabkan karena penyapihan yang tidak benar, yaitu terlalu cepat melakukan penyapihan/mendadak sebelum waktunya sehingga air susu yang masih diproduksi tidak keluar.

Demikian Artikel kali ini tentang penyakit kelinci yang harus Anda waspadai agar kelinci Anda tetap sehat. Sekian dan terima kasih.

Cara Ternak Sapi Bali yang Mudah Bagi Anda Untuk Sukses

Pada Artikel kali ini saya akan memberitahu dan menjelaskan cara ternak sapi bali yang wajib Anda ketahui. Yuk! Cari tahu informasinya dibawah ini.

Sapi bali adalah jenis sapi yang unggul asli dari Bali Indonesia, sapi ini hasil domestikasi dari banteng atau bibos banteng.

Jenis sapi ini sudah cukup banyak populasinya dan dikembangbiakkan oleh warga bali sendiri sejak lama.

Sapi bali saat ini banyak dijadikan komoditi usaha penggemukan sapi bali oleh banyak masyarakat Indonesia khususnya.

Sapi Bali Adalah . . .

cara-ternak-sapi-bali

Sejarah dari sapi bali adalah berasal dari banteng yang telah dijinakkan berabad-abad lalu, dan pada abad ke-18 sapi bali mulai menyebar ke Lombok kemudian di wilayah-wilayah lain di Indonesia.

Penyebaran sapi Bali tidak hanya di Indonesia namun juga sudah menyebar sampai ke Australia, Filipina, dan Malaysia.

Dulunya sapi bali adalah banteng yang mengalami beberapa perubahan karena cara hidupnya, dan bukan karena perkawinan silang dengan sapi jenis lainnya.

Perubahan yang sangat nampak yaitu adanya perubahan ukuran yang sedikit lebih kecil dibandingkan dengan banteng, tinggi badan, dan terutama pada bobotnya.

Kebanyakan masyarakat pulau dewata beternak sapi bali tidak hanya untuk dikonsumsi, namun juga dimanfaatkan untuk membajak sawah.

Sapi bali juga dikenal dimanfaatkan sebagai atraksi agrowisata dan juga dimanfaatkan dalam upacara keagamaan Hindu.

Biasanya oleh agama Islam sapi bali digunakan sebagai hewan kurban pada saat hari raya Idul Adha, sehingga pemerintah perlu memperhatikan keberadaannya agar terus berkembang.

Sapi Bali Betina

Untuk reproduksi sapi bali sendiri dikenal sangat baik karena sapi bali betina sudah dapat dikawinkan pada usia 2 hingga 2,5 tahun, dengan jarak melahirkan antara 12 hingga 14 bulan.

Walaupun mengalami perubahan pada ukuran dan bobot secara keseluruhan, ciri-ciri sapi bali masih sama dengan banteng sebagai moyangnya.

Anak sapi bali berwarna sawo matang merah mengkilap dengan garis hitam di punggunnya yang terlihat jelas.

Pada saat dewasa sapi betina tetap berwarna sawo matang kemerahan, dan sedangkan pada sapi jantan akan berubah warna menjadi hitam.

Namun jika dicermati sapi bali jantan memiliki bulu berwarna sawo matang kemerahan seperti pada sapi betina.

Sapi Bali Jantan

Sapi bali jantan yang sudah tua akan muncul warna putih pada dahinya dan diantara dasar-dasar tanduknya.

Pada sapi bali memiliki dada yang dalam dan juga tubuh yang padat, tanduk pada sapi bali jantan pun tumbuh melebar ke arah luar kepala.

Dan tanduk pada sapi bali betina cenderung mengarah ke dalam. Sapi bali memiliki ciri khas yaitu tidak berpunuk dan berkaki ramping.

Penggemukan Cara Ternak Sapi Bali

cara-ternak-sapi-bali

Untuk dapat menjadi pengusaha sapi bali maka yang perlu diperhatikan adalah :

  1. Menentukan Bibit Cara Ternak Sapi Bali

Untuk dapat menentukan kesuksesan dalam cara ternak sapi bali, maka perlu di perhatikan beberapa tips.

Cara memilih bakalan atau bibit sapi bali sebaiknya dari sapi bali betina atau jantan tidak produktif.

Dan pastikan juga bentuk fisik sempurna dari kepala, badan, hingga kaki harus sehat dengan ciri-ciri kulit bersih mengkilat, hidung sedikit basah atau lembab dan juga mata yang cerah bersih.

Perhatikan juga pertautan kulit yang longgar dengan tingkat nafsu makan yang baik.

  1. Penyiapan Kandang Cara Ternak Sapi Bali

Dalam penyiapan kandang sapi perlu adanya kriteria kandang bagi sapi yang harus disediakan untuk penggemukan sapi bali :

Kandang yang sesuai harus memiliki penutup atap yang dapat melindungi sapi dari terik matahari dan hujan, namun hewan sapi juga harus tetap mendapatkan cukup sinar matahari.

Dan aliran udara yang lancer. Kandang juga harus dijaga kebersihannya, hal ini sangat penting, karena kebersihan dapat menjaga hewan ternak dari penyakit. Sehingga hewan sapi tetap terjaga kesehatannya.

Buatlah saluran pembuangan limbah kotoran yang lancer serta tempat penampungan limbah kotoran sapi yang cukup untuk menampung jumlah kotoran.

Usahakan kandang memiliki lantai yang datar dan keras dengan dilengkapi parit yang sejajar dengan arah menghadap sapi untuk tempat pakan.

Buatlah kandang sapi dengan menggunakan bahan yang kuat, ini agar tidak melukai sapi dan juga dapat tahan lama. Pada kandang sapi dewasa dibutuhkan 2×1, 5×2 meter.

  1. Penyediaan pakan

Pakan untuk sapi bali sebaiknya mencukupi agar dapat sukses dalam hasil penggemukan sapi bali.

Berilah konsentrat dedak jagung, biji-bijian, dan padi sebagai asupan makan tambahan selain makanan pokoknya berupa dedaunan segar berupa hijauan rumput.

Demikian Artikel kali ini tentang cara ternak sapi bali,semoga bermanfaat untuk Anda. Sekian dan terima kasih.

Cara Merawat Kelinci Dutch Rabbit yang Perlu Anda Ketahui

Pada Artikel kali ini saya akan menjelaskan cara merawat kelinci dutch rabbit yang benar dan perlu Anda ketahui. Yuk! Cari informasinya dibawah ini.

Kelinci Dutch adalah salah satu jenis kelinci hias yang cukup populer di indonesia, mereka terlihat lucu karena pola warnanya yang khas.

Jenis kelinci ini biasanya dipelihara sebagai hewan untuk keperluan show dan juga sebagai hewan peliharaan di rumah. Kelinci Dutch adalah salah satu kelinci ras paling populer di seluruh dunia termasuk juga di Indonesia.

Sebagian orang menyebut kelinci jenis ini dengan sebutan kelinci panda, mungkin karena warna pada lingkar kepalanya memiliki pola warna kacamata seperti pada panda.

So, untuk lebih jelas seperti apa ciri-ciri dan cara merawat kelinci dutch ini silahkan teruskan membacanya.

Kelinci Dutch dan Cara Merawat Kelinci Dutch Rabbit

Awalnya, kelinci Dutch berasal dari belanda yang biasa disebut Hollander Rabbit.

Kemudian temukan di inggris pada tahun 1864 dimana jumlah populasinya yang telah meningkat sangat cepat bahkan sudah banyak menyebar ke seluruh dunia.

Kelinci ini termasuk jenis kelinci tertua di eropa, karena merupakan salah satu kelinci lokal yang ada di belanda.

Selain itu, kelinci ini termasuk jenis kelinci mini karena bobot tubuhnya yang mungil tapi terlihat lebih ringkas dan padat.

Seperti Apa Ciri-Ciri dan Warnanya?

Kelinci Dutch sangat mudah untuk dikenali, ciri-cirinya mereka mempunyai pola warna yang sangat khas.

Warna kelinci Dutch ini selalu putih dengan penambahan warna dasar yang lain seperti warna hitam, biru, coklat, abu-abu, dan tortoise.

Dengan kombinasi warna yang unik, kelinci hias ini menjadi lebih lucu dan cocok untuk dijadikan hewan peliharaan. Ukuran tubuhnya cukup kecil, sedikit lebih besar jika dibandingkan dengan jenis kelinci Netherland Dwarf.

Ukuran dewasa hanya memiliki bobot 1 sampai 2kg dengan tubuh yang ringkas dan seimbang.

Memiliki kepala yang bulat, telinganya cukup pendek, kaki pendek, bertubuh kekar dan berbulu tegak. Pada bagian kaki belakang terdapat garis warna putih seperti sedang memakai kaos kaki.

Dibagian kepala mempunyai pola warna putih membentuk huruf “v” terbalik, sekilas kelinci ini seperti sedang memakai topeng.

Selain itu, pada bagian tubuhnya terdapat garis pola yang melingkar sangat rapih seperti memakai sabuk.

Karakter Kelinci Dutch

cara-merawat-kelinci-dutch-rabbit

Jenis kelinci mini ini sangat cocok untuk anak-anak ataupun orang dewasa, mereka memiliki karakter yang lembut, tenang dan santai.

Selain itu mereka cukup pintar juga mempunyai jiwa sosial yang cukup tinggi, sehingga sangat mudah untuk dilatih seperti membuang kotoran pada tempat yang telah disediakan.

Karena kepintaran dan kelembutanya, jenis ini sangat cocok dipelihara sebagai hewan peliharaan di dalam rumah. Bahkan kelinci Dutch mini ini adalah pilihan terbaik bagi pemula untuk memeliharanya.

Mereka akan sangat senang berada diluar kandang bila memungkinkan, mereka akan berjalan berkeliaran dan melompat tinggi ke udara terutama ketika mereka berada di atas rumput yang lembut.

Kelinci juga memiliki rentang hidup yang cukup lama dari 5 sampai 8 tahun atau lebih tergantung bagaimana kita merawatnya.

Cara Merawat Kelinci Dutch Rabbit

Merawat kelinci Dutch bisa dimulai dengan memberinya makanan yang sehat dan aman, serta kandang yang bersih.

Dengan demikian kelinci akan mendapatkan kebutuhannya sehingga mampu berkembang dan hidup dengan baik.

Makanan untuk kelinci Dutch sama saja seperti makanan kelinci anggora ataupun kelinci hias jenis lainnya yaitu rumput kering (hay) seperti rumput timothy atau orchard.

Air bersih dan rumput kering segar adalah dua hal yang selalu harus tersedia dikandangnya.

Hay atau rumput kering sangat penting untuk kelinci karena mengunyah adalah salah satu cara mereka untuk mengasah giginya agar tidak tumbuh panjang.

Karena tidak seperti kebanyakan hewan, gigi kelinci tidak pernah berhenti tumbuh. Selain hay mereka juga bisa diberi campuran pelet, buah-buahan dan sayuran.

Namun terlalu banyak makan buah-buahan dan sayuran dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan mereka.

Kandang kelinci Dutch mini bisa berada di dalam ruangan ataupun di luar ruangan. Ukuran kandangnya pun tidak terlalu besar, kandang dengan ukuran 60cm x 60cm sudah cukup untuk memelihara kelinci hias jenis ini.

Namun harus diperhatikan, mereka tidak bisa hidup dengan baik jika cuaca disekitarnya terlalu panas ataupun terlalu dingin.

Kandang mereka harus selalu bersih dan bebas dari kotoran karena pada dasarnya kelinci lebih menyukai tempat yang bersih. Jadi, pastikan kandang selalu dibersihkan minimal 2 hari sekali.

Oleh karena itu, sebelum Anda mengadopsi dan memelihara kelinci Dutch mini sebaiknya Anda mempelajari semua tentang kelinci.

Karena saat Anda membeli, mengadopsi dan memeliharanya, berarti Anda harus sudah siap dengan cara merawatnya, membersihkan kandangnya, dan kalau perlu memandikannya.

Profile Kelinci Dutch

cara-merawat-kelinci-dutch-rabbit

Nama Kelinci Dutch
Ukuran / Berat 1 – 2 kg
Masa Hidup 5 – 8 Tahun
Karakter Lembut, Santai
Tingkatan Level Pemula dan menengah
Warna Hitam, biru, coklat, abu-abu, chinchilla, dan tortoise
Negara Asal Belanda atau Inggris
Sangat cocok sebagai hewan peliharaan

Demikian Artikel kali ini tentang cara merawat kelinci dutch rabbit,semoga bermanfaat untuk Anda. Sekian dan terima kasih.

Budidaya Kambing Gibas Langsung Untung Dalam Beberapa Bulan

Pada Artikel kali ini saya akan menjelaskan tentang budidaya kambing gibas yang menguntungkan dalam beberapa bulan saja. Yuk! Cari tahu infonya dibawah ini.

Bisnis peternakan memang tak henti-hentinya menjadi pilihan bisnis yang diminati oleh masyarakat. Salah satunya adalah dengan cara ternak kambing gibas.

Peluang usaha kambing gibas memang bisa dibilang masih terbuka lebar. Bagi siapa saja yang ingin menjalankan bisnis budidaya kambing gibas bisa menjalankan bisnis ini.

Penjabaran

Apakah keuntungan yang biasa didapatkan dari bisnis budidaya kambing gibas? Memang sangat besar kelebihan bisnis budidaya kambing gibas.

Dimana dari bisnis budidaya kambing Anda dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah. Tampilan kambing gibas yang khas dengan ekor yang besar, berbulu keriting dan bulunya bewarna putih.

Hasil dari kambing gibas yakni daging kambing memang sangat digemari oleh masyarakat. Lantaran rasa daging kambing ini sangat naikmat dan menggoda.

Cara pemasaran dari kambing gibas ini juga terbilang mudah sehingga bisnis ini patut untuk Anda coba.

Selain itu cara budidaya kambing sendiri juga tergolong mudah jika dibandingkan dari kambing jenis yang lainnya.

Tidak membutuhkan perawatan yang intensif dalam budidaya kambing , sehingga tidak merepotkan Anda dan menyusahkan Anda.

Jika Anda tertarik mengetahui lebih dalam mengenai bisnis budidaya kambing, silahkan simak ulasan selengkapnya di bawah ini :

Memulai Bisnis Budidaya Kambing Gibas

budidaya-kambing-gibas

Bisnis peternakan kambing gibas memang menjadi salah satu bisnis yang tidak pernah mati. Begitupun dengan bisnis kambing gibas yang menjadi salah satu bisnis yang menguntungkan.

Untuk memulai budidaya kambing ini tidak sulit. Bisa di mulai dengan mudah dengan modal yang kecil. Anda dapat memulai bisnis budidaya kambing gibas di lahan kecil atau pekarangan rumah.

Pelaku Bisnis Budidaya Kambing Gibas

Bisnis kambing gibas ini bisa dan cocok dijalankan oleh semua orang. Anda yang kini bingung mencari pilihan bisnis yang tepat.

Dengan kemauan dan minat yang tinggi maka bisnis kambing ini dapat Anda jalankan dengan mudah.

Konsumen

Konsumen kambing memang tidaklah sulit, konsumen budidaya kambing gibas cukup besar mulai dari konsumsi rumah tangga hingga berbagai usaha kuliner.

Peralatan Bisnis

Dalam bisnis budidaya kambing membutuhkan beberapa peralatan penting diantaranya.

Pembuatan kandang kambing gibas, pengadaan bibit kambing gibas, kandang kambing gibas, sewa lahan, ayakan, mesin giling pakan, terpal dan timba, timbangan, selang, tempat makan dan minum kambing gibas .

Dengan adanya peralatan tersebut maka bisnis budidaya kambing makin maksimal

Pemasaran

Dalam berjualan budidaya kambing gibas, Anda bisa memasarkannya dengan cara menjualnya ke pasar atau langsung ke pengepul.

Serta juga bisa memasarkan kambing gibas ke pelaku bisnis  yang menggunakan bahan daging ini.

Harga Jual

budidaya-kambing-gibas

Patokan harga untuk  kambing gibas dapat Anda buat dalam hitungan per ekor dimana harga mulai Rp 1.500.000 hingga Rp 2.000.000. Ini tergantung dari harga kambing gibas yang ada di pasaran.

Keuntungan Dalam Menjalankan Bisnis Budidaya Kambing Gibas

Keuntungan bila Anda memilih terjun dalam peluang bisnis budidaya kambing ini yakni merupakan bisnis peternakan kambing gibas yang paling menguntungkan. Sebab pemasaran kambing gibas terbilang mudah.

Analisa Bisnis Budidaya Kambing Gibas

Investasi

Peralatan  Harga 
 pembuatan kandang kambing gibas  Rp.     3.182.600
 sewa lahan kandang kambing gibas  Rp.       2.131.600
 pengadaan bibit kambing gibas  Rp.     3.154.200
 tempat makan kambing gibas  Rp.          121.550
 tempat minum kambing gibas  Rp.            81.500
 pembersih kandang  Rp.            83.100
 mesin giling pakan  Rp.     2.115.000
 sekop  Rp.          81.800
 selang air  Rp.            71.600
 terpal dan timba  Rp.            71.400
 Peralatan tambahan yang lainnya  Rp.            73.100
 Jumlah Investasi  Rp. 11.167.450

Total Biaya

Biaya Operasional per Bulan
 Biaya Tetap  Nilai
 Penyusutan pembuatan kandang kambing gibas 1/62 x Rp 3.182.600  Rp.            51.332
 Penyusutan sewa lahan kandang kambing gibas 1/62 x Rp. 2.131.600  Rp.            34.381
 Penyusutan pengadaan bibit kambing gibas 1/62 x Rp. 3.154.200  Rp.            50.874
 Penyusutan tempat makan kambing gibas 1/44 x Rp 121.550  Rp.              2.763
 Penyusutan tempat minum kambing gibas 1/44 x Rp 81.500  Rp.              1.852
 Penyusutan pembersih kandang  1/44 x Rp 83.100  Rp.              1.889
 Penyusutan mesin giling pakan 1/62 x Rp 2.115.000  Rp.            34.113
 Penyusutan sekop 1/62 x Rp.81.800  Rp.              1.319
 Penyusutan selang air 1/44 x Rp. 71.600  Rp.              1.627
 Penyusutan terpal dan timba 1/44 x Rp.71.400  Rp.              1.623
 Penyusutan peralatan tambahan 1/44 x Rp.73.100  Rp.              1.661
 gaji karyawan  Rp.     1.600.000
 Total Biaya Tetap  Rp.   1.783.434

 

Biaya Variabel
rerumputan  Rp.    29.500  x   30  =  Rp.       885.000
pakan tambahan  Rp.    22.600  x   30  =  Rp.       678.000
vaksin  Rp.    17.000  x   30  =  Rp.       510.000
vitamin  Rp.    27.000  x   30  =  Rp.      810.000
alat habis pakai  Rp.    17.500  x   30  =  Rp.      525.000
minuman  Rp.      9.500  x   30  =  Rp.       285.000
karung  Rp.      1.500  x   30  =  Rp.         45.000
BBM  Rp.   25.000  x   30  =  Rp.      750.000
 lain-lain  Rp.     7.000  x   30  =  Rp.       210.000
 air dan listrik  Rp.   18.500  x   30  =  Rp.      555.000
 Total Biaya Variabel  Rp.  5.253.000

 

Total Biaya Operasional
 Biaya tetap + biaya variabel =  Rp.  7.036.434

 

Pendapatan per tahun
       8  ekor  x  Rp. 1.600.000  =  Rp. 12.800.000

 

Keuntungan per Bulan
 Laba    = Total Pendapatan – Total Biaya Operasional
 Rp.    12.800.000  – 7.036.434  =  Rp. 5.763.566

 

Lama Balik Modal
Total Investasi / Keuntungan =  Rp. 11.167.450  :  5.763.566  =            2  bln

Demikian tadi ulasan peluang usaha budidaya kambing gibas dan analisa bisnisnya yang bisa dijadikan referensi memulai bisnis budidaya kambing gibas tersebut.