Mengolah Sampah Organik Menjadi Kompos Bokashi Mantull!!

mengolah sampah organik menjadi kompos

Tahukah kalian jika sampah organik seperti kotoran ternak,sisa jerami masih dapat diolah kembali lo.Ada banyak cara pengolahan sampah organik ,salah satunya dengan mengolah sampah organik menjadi kompos.Pengolahan sampah organik yang satu ini sangatlah bermanfaat,salah satunya bermanfaat untuk menjaga kesuburan tanah atau tumbuhan.

 

Mengolah Sampah Organik Menjadi Kompos Bokashi Mantull!!

 

Oleh karena itu pada artikel kali ini akan berisi tentang cara mengolah sampah organik menjadi kompos bokashi.Sebelum lanjut ke cara pengolahanya mari kita ketahui terlebih dahulu pengertian dari pupuk kompos bokashi.

Anda juga dapat mengecek artikel berikut cara mengolah sampah organik untuk menambah referensi anda dalam pengolahan sampah yang baik dan benar.

 

Pengertian Pupuk Kompos Bokashi

Pupuk adalah salah satu bahan yang dibutuhkan tanaman perkebunan dan pertanian untuk membantu menyuburkan tanah. Pupuk memiliki manfaat agar tanaman dapat menjadi lebih sehat karena unsur haranya terpenuhi.

Kompos adalah hasil dari penguraian yang tidak lengkap dari bahan-bahan organik yang kemudian dipercepat oleh beberapa jenis dekomposer seperti bakteri atau mikroba dalam kondisi tertentu.

Kompos bokashi adalah pupuk kompos dari bahan-bahan organik yang melalui proses fermentasi dengan teknologi Effective Microorganisms 4 (EM4). EM4 mengandung beberapa mikroorganisme seperti Lactobacillus sp., Actinomycetes, Khamir, dan Streptomyces.

 

Cara Mengolah Sampah Organik Menjadi Kompos Bokashi skala pertanian

Pupuk bokashi dapat diproduksi atau dibuat dengan bahan dari hasil kotoran hewan, jerami dan sisa panen lainya.Untuk waktu yang diperlukan untuk membuat pupuk kompos bokashi skala besar ialah 7-14 hari , karena ini skala pertanian maka bahan yang dibutuhkan jumlahnya juga besar. Berikut adalah cara pembuatan pupuk kompos bokashi untuk penggunaan skala pertanian:

  • Sebelum ke proses pembuatan siapkan terlebih dahulu bahan-bahan berikut: serbuk gergaji sebanyak 50 kg , arang sekam sebanyak 50 kg ,humus sebanyak 100 kg  ,jerami atau sisa panen sawah sebanyak 200 kg , 600 kg kotoran ternak yang telah kering, 1 liter larutan dekomposer (EM4) dan gula pasir sebanyak 1 kg .
  • Selanjutnya menentukan media atau tempat fermentasi yang terlindung dari air hujan dan sinar matahari langsung. Buat lubang berbentuk persegi panjang di atas tanah tersebut dengan lebar 1 meter, panjang 2 meter dan dalam 30-50 cm.
  • Lalu , Cacah jerami atau hijauan kecil-kecil,supaya lebih mudah dapat dengan mesin pencacah kompos .Lalu campuran bahan-bahan organik yang sudah disiapkan sebelumnya,lalu aduk sampai merata dengan cangkul atau sekop. Jika tanah anda asam,bisa tambahkan abu (Mg) dan kapur pertanian (Ca) untuk memperkaya kandungan hara pupuk bokashi yang akan dihasilkan.
  • Setelah itu, encerkan 1 liter larutan EM4 lalu campurkan dengan 200 liter air bersih dan 1 kg gula pasir. Kemudian siramkan pada campuran bahan baku sambil diaduk.Sebisa mungkin atur kelembaban sampai mencapai 30-40%. Cara untuk memperkirakan tingkat kelembabannya,bisa dengan cara kepalkan campuran kompos hingga bisa menggumpal tapi tidak sampai mengeluarkan air. Apabila kelembabannya kurang,bisa tambahkan air secukupnya.
  • Tutup rapat lubang fermentasi dengan plastik atau terpal, diamkan hingga 7-14 hari. Perlu diingat, kontrol suhu fermentasi hingga maksimal 45o Apabila melebihi suhu tersebut, aduk dengan cangkul agar suhunya turun.
  • Sesudah 14 hari, pada umumnya pupuk bokashi sudah terbentuk dan sudah dapat diterapkan langsung.

 

Demikian dari artikel ini. Semoga artikel ini dapat anda diterapkan dengan baik dan juga  semoga dengan ini kita menjadi lebih peduli dengan sampah serta tidak selalu memandang buruk sampah dan juga bisa memanfaatkan potensi dari sampah tersebut sehingga dapat memberikan manfaat kembali ke kita semua.

Terima kasih telah membaca isi dari artikel ini.