Cara Menanam Padi yang Baik dan Hasil Melimpah

cara menanam padi yang baik dan hasil melimpah

Setelah membahas cara membuat benih padi unggul sendiri, kali ini kita akan membahas artikel tentang cara menanam padi yang baik dan hasil melimpah.

Percuma kan kalo benih padinya sudah unggul tapi cara penanamannya tidak tepat. Di Indonesia, tanaman padi merupakan salah satu varietas tanaman utama.

Sebab tanaman ini merupakan salah satu penghasil makanan pokok terbesar di negeri ini. Oleh sebab itu, saya akan memberikan informasi tentang tanaman padi ini.

Cara Menanam Padi yang Baik dan Hasil Melimpah

Sebelum membahas lebih jauh mengenai cara menanam padi, kalian wajib tahu bahwa ada tiga fase pertumbuhan tanaman padi, yaitu fase vegetatif, fase generatif, dan fase pemasakan.

Pada fase tersebut, kebutuhan akan nutrisi, hormon dan air pada fase tersebut bervariasi atau berbeda, yaitu pada tahap pembentukan akar, pembentukan anakan aktif, pembentukan anakan maksimum, inisiasi pembentukan malai, fase bunting dan fase pembungaan.

Jika menginginkan hasil yang maksimal ketika memanen padi, maka kalian harus mengetahui faktor-faktor berikut ini:

    • Media untuk menanam padi harus tanah yang subur, gembur, serta terbebas dari pathogen tanah.
    • Bibit padi produktif melimpah.
    • Jumlah rumpun padi per hektar melimpah.
    • Menyortir gabah agar memaksimalkan gabah bernas bukan gabah kosong.
    • Mengetahui step by step menanam padi yang baik dan benar.

Adapun Langkah-Langkah Menanam Padi yang Baik dan Hasil Melimpah

Setelah proses menyemai bibit padi selesai, maka tahap selanjutnya adalah menanam atau memindahkan bibit padi tersebut ke dalam lahan yang sebelumnya sudah disiapkan.

Langkah-langkahnya adalah:

    • Bibit yang siap tanam idealnya berusia 12-14 hari. Biasanya memiliki ciri-ciri 2 sampai 3 helai daun.
    • Proses menanam padi dapat dilakukan dengan sistem tunggal, maksudnya dalam satu lubang hanya ditanami satu bibit padi. Namun pada umumnya menggunakan sistem ganda yaitu dalam satu lubang dapat ditanami dua bibit padi.
    • Dalam menanam bibit padi, sebaiknya dilakukan dalam kondisi lahan tidak tergenang air.
    • Umumnya, jarak antar tanaman padi adalah 26×26 cm dan kedalamannya 1-15 cm. Namun bisa disesuaikan cara menanamnya agar tidak terlalu dalam agar pertumbuhannya pun sempurna.

Jika ingin mendapatkan hasil memuaskan saat proses panen padi, maka kalian harus merawat tanaman padi dengan baik agar dapat tumbuh subur.

Jenis-Jenis Padi yang Banyak Ditanam Oleh Petani

Tanaman padi dapat dibedakan berdasarkan varietasnya. Varietas tanaman padi ini banyak sekali. Dan hampir setiap tahun selalu muncul sifat genetik yang lebih baik.

1. Varietas Padi Hibrida

Arti dari padi hibrida adalah varietas padi sekali tanam, hasilnya akan maksimal bila sekali ditanam.

Apabila keturunannya (benih) ditanam kembali maka hasilnya akan berkurang jauh.

Varietas ini sengaja dibuat atau direkayasa oleh pemiliknya untuk sekali tanam saja.

Ini merupakan strategi yang dilakukan agar petani membeli kembali. Kisaran harga benih hibrida sangat mahal, bisa mencapai 40 ribu-60 ribu per kilo.

2. Varietas Padi Unggul 

Artinya varietas ini bisa ditanam berkali-kali dengan perlakuan yang baik dan dari hasil panen varietas ini bisa dijadikan benih kembali.

Bahkan ada petani yang  bisa menanam sampai 10 kali lebih dengan hasil yang hampir sama.

Varietas padi unggul adalah varietas yang telah dilepas oleh pemerintah dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian. Varietas ini telah melewati berbagai uji coba.

Harga jual benih verietas ini tergolong murah, harganya bisa mencapai 5 ribu- 10 ribu per kilo.

3. Varietas Padi Lokal

Varietas padi lokal adalah varietas padi yang sudah lama beradaptasi pada wilayah tertentu.

Sehingga varietas ini mempunyai karakteristik tersendiri lokasi di daerah tsb. Pastinya setiap varietas mempunyai keunggulan dan kelemahan. Demikian juga untuk varietas lokal tsb.