Cara Membuat Bekatul dari Sekam Padi dan Cara Membedakannya

cara membuat bekatul

Berikut adalah artikel mengenai Cara Membuat Bekatul dari Sekam Padi beserta Prosesnya, Cara Mudah Membedakan Dedak Dengan Sekam Giling. semoga bermanfaat!

 

Bekatul atau dedak halus sendiri sudah lama digunakan menjadi kombinasi pakan ternak, tidak hanya harga yang murah, kandungan protein yang dimiliki kulit bulir padi lumayan tinggi hingga 10 – 12%. Namun bekatul juga mudah tengik dikarenakan memiliki ikatan asam lemak tidak jemu, sehingga jika hendak membuat makanan dari bekatul dapat lansung membuat setelah penggilingan selesai dan jangan ditunda-tunda karena bekatul cepat berubah bau menjadi tengik.

Kekurangan lainnya, bekatul memiliki kandungan asam fitat. Asam ini memiliki zat antinutrisi yang bergabung antara mineral dan protein seperti Ca, P, Fe, Zn, serta Mg. Asam fitat susah larut di air serta tahan panas.

 

cara membuat bekatul dari sekam padi

Sebenarnya mudah dalam membuat dedak bekatu dari sekam, asalkan memiliki mesin penepung sekam atau alat giling dedak bekatul.

 

Bahan :

  • Sekam padi dalam kondisi kering
  • Wadah, dapat berupa karung
  • Mesin penggiling sekam padi

 

Proses dalam pembuatan bekatul dedak :

  1. Siapkan sekam padi dalam kondisi kering sempurna atau kadar air hampir 2 %. Apabila tidak kering akan sulit keluar dari mesin penepung sekam.
  2. Jika sudah kering, masukan sekam padi kedalam mesin untuk digiling.
  3. Ukuran dedak atau bekatul ditentukan dengan ukuran saringan mesin.
  4. Siapkan wadah agar dedak bekatul tidak terbang kemana-mana dengan memberi wadah pada keluargan corong mesin dengan karung
  5. Dedak bekatul siap diolah menjadi pakan fermentasi kering dan kegunaan lainnya

 

Cara Membedakan Dedak, Bekatul, dan Sekam Giling dengan Cara Direndam Air

Cara ini dapat digunakan untuk membedakan antara bekatul, dedak, dan sekam giling (ketiga bentuk tersebut merupakan sisa penggilingan gabah padi). Dengan cara atau metode ini juga dapat menguji kualitas bekatul dan dedak.

 

Lalu apa yang terjadi jika masing-masing bahan yaitu bekatul, dedak dan sekam giling direndam dalam air?

 

Bekatul akan tenggelam dalam air.

Partikel bekatul sebagian besar akan tenggelam dalam air. Bekatul merupakan bahan pakan yang paling mahal diantara ketiganya, karena banyak mengandung butiran lembut kulit ari beras yang hancur saat penggilingan. Butiran tersebut merupakan karbohidrat sederhana yang mudah menyerap air dan akan berikatan dengan air sehingga tenggelam di dasar.

 

Dedak ; sebagian akan tenggelam dalam air dan sebagian akan terapung.

Jika bekatul hampir tenggelam seluruhnya jika dimasukkan kedalam air, sebagian dari partikel dedak akan terapung. Penjelasan ilmiahnya karena dedak memiliki lebih banyak mengandung serat kasar (selulosa, hemiselulosa dan lignin) yang susah atau tidak mudah menyerap air dibandingkan dengan bekatul. Selain itu jika dihitung secara massa jenis serat kasar ini juga lebih rendah dari air.

 

Sekam Giling Hampir Semuanya Terapung.

Apabila dedak yang kamu beli, kemudian direndam dalam air dan semuanya terapung, Selamat! Kamu sudah tertipu dan malah membeli sekam giling. Sekam atau kulit beras disusun atas selulosa, lignin dan silika. Zat ini sulit berikatan dengan air serta memiliki massa jenis yang lebih rendah dari air, oleh karena itu hal ini menyebabkan sekam giling terapung.

Berdasarkan uraian yang sudah dijelaskan diatas, selain dapat membedakan ketiganya, juga dapat mengetahui tingkat kualitas dedak atau bekatul yang dibeli. Apabila dedak yang dibeli banyak yang terapung, maka kualitas dari dedak tersebut rendah, begitupun sebaliknya.

Selain dengan metode direndam air, dapat juga membedakan bekatul, dedak, dan sekam giling dengan cara uji laboratorium. Pengujiannya juga cukup mudah bagi yang memiliki alatnya.

Demikian artikel Cara Membuat Bekatul dari Sekam Padi beserta Prosesnya, Cara Mudah Membedakan Dedak Dengan Sekam Giling. Jika anda merasa mendapatkan manfaat dari artikel ini, silahkan klik bagikan kepada rekan-rekan peternak anda yang belum mengetahui. Terimakasih telah membaca. Salam Sukses!