Budidaya dan Cara Menanam Pinang Sederhana dan Mudah

Pohon Pinang

cara menanam pinang

 

Cara Menanam Pinang – Tanaman pinang dalam bahasa Inggris disebut sebagai Betel palm atau Betel nut tree, nama latinnya adalah Areca catechu. Pohon pinang termasuk kelompok  famili Areceae pada ordo Arecales dan kelas monocotyle, atau termasuk dalam tumbuhan berkeping satu.

Pohon pinang merupakan tumbuhan tropis yang lebih sensitif dibandingkan tumbuhan tropis lainnya. Tanaman pinang mudah kering. Untuk pertumbuhan yang maksimal, pohon pinang sebaiknya ditanam pada tanah liat / lempung yang diairi dengan baik.

Buah pinang cocok untuk bahan pangan, bahan baku industri seperti pewarna tekstil serta obat-obatan. Buah pinang olahan telah masuk dalam daftar prioritas WHO (World Health Organization) sebagai komponen jamu.

Pinang telah digunakan sebagai obat, terutama di Mesir dan India selama ribuan tahun lalu.

Selama ini banyak negara yang menggunakan buah pinang, termasuk sebagai: Anthelmintik, eksim, sakit gigi, flu, luka, koreng, difteri, kram menstruasi, mimisan, nyeri mulut, diare, dan borok.

Syarat Tumbuh Tanaman Pinang

Pinang tumbuh paling cepat bila ditanam di tempat yang memenuhi kondisi pertumbuhan. Jika sesuai, akan berdampak baik untuk mencapai pertumbuhan dan hasil buah yang optimal.

Budidaya dan Cara Menanam Pinang

Jika pohon pinang tumbuh di atas tanah dengan ketinggian 0-1.000 meter (mdpl), dan lokasi ideal 600 mdpl, maka dapat tumbuh dengan baik dan mencapai hasil maksimal.

Selain itu, buah pinang harus ditanam di tanah gembur, dengan curah hujan tahunan antara 750-4.500 mm. Suhu kelembaban yang baik pada pohon sirih berkisar antara 20°C  hingga 30°C.

Tanaman pinang juga membutuhkan sinar matahari yang cukup, yang membutuhkan enam hingga delapan jam sehari. Budidaya pinang hampir sama dengan budidaya kelapa.

Budidaya Cara Menanam Pinang Tak Beda Jauh dengan Budidaya Kelapa

Seperti kelapa, pinang juga ditanam dari buah-buahan. Standar buah yang dapat dijadikan benih harus sudah tua dan dalam kondisi baik. Cara menyemai buah hanya perlu ditempatkan di kantong plastik atau kantong plastik polybag.

Waktu tanam harus 18 sampai 30 bulan. Saat itu, bibit sudah tumbuh lima hingga tujuh helai daun dan bisa ditanam. Jika ditanam di tempat tumbuh yang masih banyak babi hutan, maka tanaman tersebut harus benar-benar dipelihara.

Setidaknya, selama ada bibit pinang pada tiga bulan pertama setelah tanam. Setelah diameter batang mencapai 1,5 meter (m) hingga 2 m, atau setelah tiga bulan, tidak diperlukan perawatan khusus.

Pohon pinang mulai berbunga dan berbuah dari umur empat sampai delapan tahun. Tanaman ini bisa terus berbunga dan berbuah hingga berumur 50 tahun, atau bahkan sampai 100 tahun.

Pinang berbuah jangka  1 tahun sekali. Buah dari pohon pinang atau disebut juga pinang membutuhkan waktu 8 bulan untuk matang.

Pemanenan dan Pengelolaan Buah Pinang

Ada dua periode panen yang bisa diselesaikan. Artinya ketika buah pinang sudah tua biasanya ditandai dengan buah jingga-merah, atau pada saat dipanen saat masih muda masih akan berwarna hijau tua kurang lebih selama 7-8 bulan.

Namun pada proses pasca panen buah tersebut mengeras dan tidak menjadi muda dengan cara direbus sehingga akan terserang hama dan penyakit.

Jika pinang sudah seperti ini, penanam pinang bisa langsung memaparkan pinang ke terik matahari hingga buah berubah kecokelatan dan kulitnya mulai pecah-pecah seperti benang atau rambut.

Setelah buah benar-benar kering, buah ini dapat dikupas atau dipotong menjadi dua dengan mesin pembelah pinang.

Setelah buah pinang dikupas, dikeringkan kembali dibawah sinar matahari langsung. Ini akan mengurangi jumlah air dalam buah yang menyebabkan tumbuhnya jamur.

Cara Membuat Kopra – Proses Pembuatan Kopra

Begini Cara Membuat Kopra yang Perlu Anda Ketahui

cara membuat kopra

Cara Membuat Kopra – Sebelum kita beranjak menuju cara pembuatan kopra alangkah baiknya kita berkenalan dengan Kopra. Apakah Kopra Itu? Kopra adalah daging kelapa di dalam tempurungnya.

Negara Indonesia merupakan penghasil komoditas kelapa cukup besar di dunia, luas perkebunan kelapa mencapai 3,7 hektar. Sebagian besar cara pengolahan dan budidaya kelapa dikerjakan secara tradisional.

Salah satu pengolahan dari tanaman kelapa adalah daging kelapa atau biasa kita sebut kopra kelapa. Kopra kelapa dikeluarkan dari tempurungnya dengan cara dicungkil secara konvesional atau bisa juga menggunakan mesin pencungkil kelapa.

Biasanya kopra terdapat dua jenis yaitu kopra hitam dan kopra putih. Seperti namanya, daging kelapa hitam (kopra kelapa hitam) berwarna hitam. Proses pembuatan kopra hitam lebih mudah dalam pembuatannya yaitu kelapa dipisahkan dari batoknya kemudian dikeringkan hingga menjadi hitam.

Proses Pengeringan Kopra

Setelah daging berhasil dikeluarkan dari tempurungnya saatnya dilakukan pengeringan. Metode pengeringan ada beberapa cara,  yaitu:

1. Pengeringan dengan Metode Penjemuran Matahari

Metode ini adalah yang paling sering dilakukan para petani kopra. Cara ini membutuhkan waktu yang lama dan sangat bergantung pada kondisi cuaca, kualitas kopra biasanya tidak stabil, berjamur, dan kadar air dibawah karakteristik optimal dari teknologi ini.

Pengeringan dengan metode ini memakan waktu 5-7 hari dan sangat tergantung dengan cuaca. Apabila cuaca sedang bagus, pengeringan secara simultan selama 8 jam dapat menguapkan kadar air 1/3 dari total semuanya.

2. Pengeringan metode bertudung plastik

Teknik pengeringan ini lebih baik daripada pengeringan sinar matahari langsung metode pengeringan kopra sangat menentukan kualitas produk olahan (terutama minyak kelapa). Teknologi tudung pengering plastik dapat menghasilkan sari kopra berkualitas tinggi.

Ruang jemur terdiri dari atap dan dinding yang terbuat dari plastik transparan. Sinar matahari akan menembus atap plastik transparan dan memanaskan daging kelapa yang telah ditata di dalamnya.

Dengan cara ini, panas yang dipantulkan oleh lantai atau dinding akan tertahan, yang akan meningkatkan suhu dalam bilik plastik, sehingga kopra yang sudah kering akan lebih cepat kering dan terlindung oleh hujan.

3. Pengeringan Kopra Kelapa dengan Metode Pengasapan

Cara ini merupakan teknik yang banyak dikembangkan di kalangan petani kopra. Masukkan daging kelapa ke dalam pengasap dengan cara membakar batok kelapa atau batok di bawah tempurung. Jus kopra yang dipanggang dengan sistem pengasapan akan tetap dijemur.

Namun, jika sinar matahari tidak mencukupi, pengasapan adalah pilihan lain untuk mengeringkan kelapa. Sabut kelapa atau sabut kelapa dibutuhkan pada musim hujan sebagai metode penjemuran di bawah sinar matahari yang tidak maksimal. Teknik ini membutuhkan waktu sekitar 3 hari.

4. Pengeringan Kopra Kelapa dengan Metode di Oven

Kopra dimasukkan ke dalam oven kopra, yang dibakar menggunakan kayu bakar atau tempurung sisa. Cara ini lebih baik karena tidak terpengaruh oleh cuaca dan bahan bakar yang lebih sedikit. Kopra tidak akan menghasilkan bau anyir bahkan setelah disimpan selama 8 bulan.

Pengering terdiri dari ruang pengering yang dilengkapi dengan pipa pemanas. Udara panas akan dihembuskan oleh blower khusus ke penjuru ruang oven sehingga proses pengeringan akan efektif dan efisien serta panasnya merata.

Kemudian salah satunya adalah dengan menggunakan udara panas untuk mengurangi kadar air pada kopra dengan cara mengeringkan panas pada suhu sekitar 60-70 ° C, sehingga menurunkan kadar air sebesar 5-6%.

Melalui konduksi dan konveksi. Setelah melewati heat exchanger untuk pertama kalinya, udara panas mengalir secara merata melalui buah kelapa yang sudah dikeringkan. Pengering bisa digunakan kapan saja, dan suhunya bisa disesuaikan dengan kelembaban kelapa yang sudah dikeringkan.

Tidak ada salahnya mengetahui cara membuat kopra putih. Ada banyak cara untuk melakukan ini. Siapa tahu, Anda bisa menjadi pedagang kopra putih berikutnya. semoga berhasil.