Pembuatan Kompos Organik Sederhana,Mudah & Bermanfaat

Tahukah kalian jika sampah rumah tangga yang sering anda buang ke tempat sampah masih dapat dimanfaatkan kembali? Sampah rumah tangga masih dapat dimanfaatkan kembali,ada banyak cara pemanfaatan sampah rumah tangga,salah satunya dengan cara pembuatan kompos organik sederhana.Tentu sampah rumah tangga yang dapat diolah menjadi pupuk kompos hanyalah sampah jenis organik saja, untuk yang anorganik dapat diolah menjadi hal lain seperti kerajinan ,dll .

 

Pembuatan Kompos Organik Sederhana,Mudah & Bermanfaat

 

Namun pada artikel kali ini hanya akan berisi cara pembuatan kompos organik sederhana.Sebelum ke cara cara pembuatan kompos organik,mari ketahui kandungan kompos, bahan bahan dan alat yang dibutuhkan untuk proses pembuatan kompos organik sederhana.

Anda juga dapat mengetahui lebih banyak tentang jenis dan pengolahan pupuk kompos  salah satunya pada artikel berikut cara membuat kompos vermikompos .

 

Kandungan Pupuk Kompos

 

Pupuk Kompos memiliki banyak kandungan  yakni unsur hara MAKRO ( N, P, k, Ca, Mg, S ) dan hara MIKRO ( Fe, Cu, Mn, Mo, Zn, Cl, B ).  Namun jika di bandingkan dengan pupuk kimia buatan, kandungan haranya lebih rendah, sehingga diperlukan pupuk kompos yang banyak dalam pengaplikasiannya.

 

Bahan Bahan Untuk Pembuatan Kompos Organik Sederhana

  • Sampah sisa makanan.
  • Dedaunan/rumput.
  • Bumbu dapur kadaluarsa.
  • Potongan rambut.
  • Gula pasir.
  • Kotoran hewan peliharaan.
  • EM4

Alat yang Diperlukan Untuk Pembuatan Kompos Organik Sederhana

  • Ember bekas cat.
  • Keran air.
  • Kain bekas.
  • Pecahan batu bata.
  • Plastik transparan.

 

Langkah-Langkah Pembuatan Kompos Organik Sederhana

 

  • Siapkan bahan bahan dari sampah rumah tangga (sampah organik) sebelumnya yang akan dibuat menjadi pupuk kompos.Selanjutnya lakukan pencacahan,akan lebih mudah jika pencacahan menggunakan mesin pencacah kompos.Semakin kecil bentuk hasil pencacahan sampah organik maka akan mempercepat proses dari pengomposan.
  • Lalu,pasang keran air dibagian bawah ember.
  • Selanjutnya,Letakkan pecahan batu bata didasar ember lalu letakkan kain bekas diatasnya.
  • Buat larutan gula lalu tambahkan dekomposer em4.Setelah itu masukkan ke dalam sprayer.
  • Sampah organik yang telah siap diolah,lalu akan disprayer menggunakan larutan tadi secara merata.
  • Masukkan sampah organik yang telah disprayer kedalam ember.
  • Tutup Ember dengan menggunakan plastik transparan dan lalu ikat menggunakan karet ban/tali rafia.
  • Biasakan buka tutup plastik setiap 1×24 jam, dan buka keran untuk mengeluarkan air yang terkandung didalam proses pengomposan.
  • Air yang keluar dari keran dapat ditampung dan diolah kembali menjadi kompos cair.
  • Lamanya Fermentasi tergantung dari bentuk sampah organik yang diolah.
  • Untuk kerhasilan pembuatan kompos ditandai dengan bau sampah organik yang diolah menjadi kompos seperti bau tape/bau roti, dan bentuk yang telah halus.

Manfaat Dari Pupuk Kompos

  • Dapat meningkatkan kesuburan tanah.
  • Pupuk Kompos membantu memperbaiki karakteristik dan struktur tanah.
  • Dapat membantu meningkatkan aktivitas mikroba pada tanah.
  • Pupuk Kompos dapat meningkatkan daya serap air tanah.
  • Dapat membantu meningkatkan kualitas hasil panen.
  • Pupuk Kompos akan  menyediakan unsur hara pada tanah.
  • Membuat tanah menjadi gembur dan tidak keras.
  • Pupuk kompos menjaga dari beberapa penyakit tanaman.
  • Pupuk kompos menyediakan vitamin dan hormon yang dibutuhkan tanaman.
  • Mempunyai nilai jual yang lebih tinggi daripada bahan asalnya.
  • Meminimalisir polusi udara yang disebabkan dari pembakaran limbah dan pelepasan gas metana dari sampah organik karena akan dibusukan oleh bakteri metanogen.

Demikian pada artikel kali ini,semoga artikel cara pembuatan pupuk organik kompos ini dapat diterapkan ditempat anda semua dengan harapan ilmu ini dapat memberikan manfaat kepada kita semua.

Terima kasih telah membaca artikel ini

Cara Membuat Kompos Dari Daun Kering yang Mudah Diterapkan!!!

Sering kita lihat dan jumpai dedaunan kering yang berguguran ditanah,hal tersebut memang terlihat menggangu serta kesanya tidak berguna atau bikin kotor saja dan lebih baik dibakar saja.Namun sebenarnya selain dibakar dedaunan tersebut jika kita  dapat memanfaatkannya dengan tepat daun daun tersebut bisa menjadi lebih berguna salah satunya dibuat pupuk.Maka dari itu pada Artikel kali ini akan berisi cara membuat kompos dari daun kering.

Anda dapat mengetahui lebih banyak tentang pupuk kompos secara umum dan cara pembuatanya pada artikel berikut cara membuat pupuk kompos

Bahan Bahan Pupuk Kompos Daun

Sebelum ke proses pembuatanya hal pertama yang dilakukan adalah mempersiapkan bahan bahan untuk cara membuat kompos dari daun kering terlebih dahulu.Berikut bahan bahan yang butuhkan :

  • Peralatan kebun seperti sekop, penyemprot air, dan cangkul.
  • Wadah seperti ember, tali, kantung kompos berupa mulsa plastik hitam atau bisa dengan kantung plastik hitam.
  • Paku,martil,gergaji.
  • Air dan Larutan EM4.
  • kayu ataupun bambu dan juga terpal sebagai bahan utama dalam pembuatan media pengomposan.

 

Standar Media Kompos

Sebelum ke cara membuat kompos dari daun kering kalian harus membuat media pengomposan terlebih dahulu, berikut standar media untuk pupuk kompos:

  • Mula mula, lahan atau ruang untuk lokasi media kompos sebaiknya dipilih tempat yang lembab dan tidak terkena sinar matahari secara langsung.
  • Cari lokasi mudah untuk dijangkau dan luas, ini mempermudah dalam proses penjagaan.
  • Buatlah tempat berbentuk kotak dengan penutup di atasnya menggunakan bambu ataupun kayu dengan berukuran 1 x 2 x 1 m.
  • Selanjutnya membuat kantung pengomposan dari mulsa plastik hitam yang ukurannya sama dengan media.
  • Lubangi kecil-kecil bagian bawah plastik sebagai tempat penyaringan air, lubangi juga bagian samping plastik sebagai sirkulasi udara nantinya.
  • Selain plastik,kalin juga bisa menggunakan terpal kecil, ikatlah pada tiap ujung plastik ataupun terpal agar tidak jatuh dan agar lebih kuat.

 

Cara Membuat Kompos Dari Daun Kering

 

  •  Pertama menyiapkan bahan utama yaitu daun basah dan kering, untuk daun basah yang harus disiapkan bisa jenis daun apapun.
  • Pastikan jenis daun basah merupakan jenis daun segar yang sudah tua namun belum kuning.
  • Selain daun basah, kalian juga harus menyiapkan daun kering, untuk daun kering bisa kalian dapatkan dari berbagai tempat, pastikan jenis daun yang kalian kumpulkan merupakan daun bersih.
  • Untuk perbandinganya ialah 1 : 3 antara daun basah dan daun kering.
  • Setelah semua terkumpul, masukkan dalam ember dan cincang daun kecil- kecil, untuk mempermudahnya bisa dengan menggunakan mesin pencacah kompos.
  • Siapkan tanah gembur atau humus yang akan digunakan sebagai pelapis nantinya.
  • Taruh sedikit tanah yang bertujuan sebagai pelapis bagian tanah pada media pengomposan terlebih dahulu.
  • Setelah itu masukkan daun yang sudah dicincang dan lapisi atas daun dengan sedikit tanah.
  • Lalu ulangi tahapan tahapan tersebut sampai daun yang sebelumnya dikumpulkan habis menjadi tidak bersisa.
  • Selanjutnya Padatkan daun dan tanah menggunakan sekop dan siramkan cairan EM4 yang sudah dilarutkan dengan air.
  • Langkah selanjutnya yaitu tutup bagian atas menggunakan plastik ataupun terpal dan tutup menggunakan penutup media dengan rapat lalu biarkan selama 6 minggu.
  • Jaga kelembaban suhu dan sirkulais udara pada proses pengomposan selama 6 minggu.
  • Untuk itu kalian harus menyemprotkan sedikit air setidaknya seminggu sekali dan mengaduk kompos menggunakan cangkul ataupun sekop.
  • Pengadukan secara merata bermaksud untuk meratakan proses pengomposan.

 

Manfaat Dari Pupuk Kompos

 

  • Mengurangi polusi udara karena pembakaran limbah.
  • Mengurangi kebutuhan lahan untuk penimbunan.
  • Aspek bagi tanah atau tanaman.
  • Meningkatkan kesuburan tanah.
  • Memperbaiki struktur dan karakteristik tanah.
  • Mempertinggi kapasitas serap air tanah.
  • Meningkatkan aktivitas mikroba tanah.
  • Meningkatkan kualitas rasa, nilai gizi, dan jumlah panen.
  • Menyediakan hormon dan vitamin pada tanaman.
  • Menekan pertumbuhan atau serangan penyakit tanaman.
  • Meningkatkan retensi atau ketersediaan hara pada tanah.
  • Menghemat biaya untuk transportasi dan penimbunan limbah.
  • Mengurangi volume atau ukuran limbah.
  • Mempunyai nilai jual yang lebih tinggi dari pada bahan asalnya.

 

Demikian dari artikel ini,semoga kalian dapat menerapkan ilmu diatas sebaik mungkin dan dapat memetik manfaat dari ilmu tersebut.

Terimakasih telah membaca artikel ini.

 

Simak Artikel Berikutnya Cara Buat Bakso Sapi Empuk dan Lezat!