Penyakit Kelinci yang Harus Anda Ketahui Demi Kesehatan Kelinci Anda

Pada Artikel kali ini saya akan membahas tentang penyakit kelinci yang harus Anda waspadai demi kesehatan kelinci Anda. Yuk! Cari tahu informasinya dibawah.

Ternak kelinci merupakan hewan peliharaan yang membutuhkan perawatan dan kedisiplinan dalam pemeliharaannya.

Ketidak disiplinan peternak dalam menjaga kebersihan kandang dapat menimbulkan kerugian akibat matinya ternak karena serangan penyakit.

Kandang dan lingkungan yang kotor akan memicu perkembangan serangga, jamur atau organisme penyebab penyakit pada kelinci.

Selain itu, penyakit pada ternak kelinci juga disebabkan karena kebutuhan nutrisi dan gizi tidak terpenuhi dengan baik.

Jenis Penyakit Kelinci yang Sering Menyerang

penyakit-kelinci

1. Gudig/Kudis (Scabies) Penyakit Kelinci

Penyakit gudig, kudis atau scabies pada ternak kelinci disebabkan oleh tungau (Darcoptes scabies). Bagian tubuh kelinci yang sering diserang penyakit ini adalah tepi telinga.

Gejala Penyakit Gudig/Kudis pada Ternak Kelinci

a). Gejala serangan tungau Darcoptes scabies terlihat dengan timbulnya bintik-bintik coklat pada bagian tepi telinga.
b). Gejala tersebut biasanya akan menjalar ke sekitar mata, hidung dan pangkal kuku jari kaki.
c). Pangkal kuku jari kaki kelinci yang terserang akan membengkak dan berwarna kemerahan,
d). Jika tidak segera diobati, penyakit gudig akan menjalar keseluruh bagian tubuh kelinci.

Pengendalian Gudig/Kudis/Scabies pada Kelinci

a). Menjaga kebersihan kandang kelinci dan lingkungan sekitarnya,
b). Kelinci yang terserang diisolasi agar tidak menular pada kelinci lainnya,
c). Mengolesi bagian yang luka menggunakan salep belerang 2-3 kali sehari,
d). Pemberian obat wormektin dengan menyuntikkan pada bagian bawah kulit kelinci yang sakit (tidak sampai masuk kedalam daging).

2. Sembelit Pada Kelinci

penyakit-kelinci

Sembelit atau susah buang air besar pada ternak kelinci disebabkan oleh pemberian pakan kering yang tidak seimbang dengan kebutuhan air.

Gejala Sembelit pada Kelinci

a). Ternak terlihat gelisah,
b). Air kencing sangat sedikit

Pengendalian Sembelit pada Kelinci

a). Memberi pakan dan minum yang seimbang sesuai dengan kebutuhan kelinci,
b). Memberi pakan hijauan yang mengandung serat tinggi.

3. Flu Kelinci (Pilek/Influenza)

Penyakit pilek pada kelinci disebabkan oleh virus/bakteri. Meskipun tergolong penyakit ringan dan tidak berbahaya, namun jika tidak segera diobati dapat berakibat fatal.

Lingkungan kandang yang lembab/kurang sinar matahari dapat memicu perkembangbiakan virus/bakteri penyebab flu pada kelinci.

Gejala Pilek/Flu pada Kelinci

a). Nafsu makan ternak kelinci menurun,
b). Kelinci mengalami bersin-bersin dan malas bergerak,
c). Hidung dan lubang hidung kelinci terlihat basah dan kaki kelinci sering menggaruk bagian tersebut,
d). Pada serangan berat dan lama akan menyebabkan peradangan pada rongga hidung dan menyebabkan gangguan pernafasan Sehingga kelinci menjadi lemas dan mati.

Pengendalian Flu/Pilek pada Ternak Kelinci

a). Bagian hidung kelinci penderita diseka menggunakan kain lembut dan air hangat, kemudian dilap hingga kering,
b). Kemudian diolesi salep zinooxida dan ternak kelinci dijemur sebentar,
c). Atau ditetesi menggunakan obat tetes influenza,
d). Kelinci penderita flu/pilek diletakkan pada kandang yang lebih hangat,
d). Usahakan kandang kelinci menghadap ke arah timur agar cukup mendapatkan sinar matahari.

4. Radang Puting Susu pada Kelinci (Susu Membengkak dan Mengeras (Mastitis))

Puting susu atau susu kelinci membengkak dan mengeras biasanya disebabkan oleh tidak keluarnya air susu atau keluar hanya sedikit.

Hal tersebut karena anak kelinci yang lahir hanya sedikit atau anak kelinci tidak mau menyusu induknya.

Bisa juga disebabkan karena penyapihan yang tidak benar, yaitu terlalu cepat melakukan penyapihan/mendadak sebelum waktunya sehingga air susu yang masih diproduksi tidak keluar.

Demikian Artikel kali ini tentang penyakit kelinci yang harus Anda waspadai agar kelinci Anda tetap sehat. Sekian dan terima kasih.

Cara Ternak Sapi Bali yang Mudah Bagi Anda Untuk Sukses

Pada Artikel kali ini saya akan memberitahu dan menjelaskan cara ternak sapi bali yang wajib Anda ketahui. Yuk! Cari tahu informasinya dibawah ini.

Sapi bali adalah jenis sapi yang unggul asli dari Bali Indonesia, sapi ini hasil domestikasi dari banteng atau bibos banteng.

Jenis sapi ini sudah cukup banyak populasinya dan dikembangbiakkan oleh warga bali sendiri sejak lama.

Sapi bali saat ini banyak dijadikan komoditi usaha penggemukan sapi bali oleh banyak masyarakat Indonesia khususnya.

Sapi Bali Adalah . . .

cara-ternak-sapi-bali

Sejarah dari sapi bali adalah berasal dari banteng yang telah dijinakkan berabad-abad lalu, dan pada abad ke-18 sapi bali mulai menyebar ke Lombok kemudian di wilayah-wilayah lain di Indonesia.

Penyebaran sapi Bali tidak hanya di Indonesia namun juga sudah menyebar sampai ke Australia, Filipina, dan Malaysia.

Dulunya sapi bali adalah banteng yang mengalami beberapa perubahan karena cara hidupnya, dan bukan karena perkawinan silang dengan sapi jenis lainnya.

Perubahan yang sangat nampak yaitu adanya perubahan ukuran yang sedikit lebih kecil dibandingkan dengan banteng, tinggi badan, dan terutama pada bobotnya.

Kebanyakan masyarakat pulau dewata beternak sapi bali tidak hanya untuk dikonsumsi, namun juga dimanfaatkan untuk membajak sawah.

Sapi bali juga dikenal dimanfaatkan sebagai atraksi agrowisata dan juga dimanfaatkan dalam upacara keagamaan Hindu.

Biasanya oleh agama Islam sapi bali digunakan sebagai hewan kurban pada saat hari raya Idul Adha, sehingga pemerintah perlu memperhatikan keberadaannya agar terus berkembang.

Sapi Bali Betina

Untuk reproduksi sapi bali sendiri dikenal sangat baik karena sapi bali betina sudah dapat dikawinkan pada usia 2 hingga 2,5 tahun, dengan jarak melahirkan antara 12 hingga 14 bulan.

Walaupun mengalami perubahan pada ukuran dan bobot secara keseluruhan, ciri-ciri sapi bali masih sama dengan banteng sebagai moyangnya.

Anak sapi bali berwarna sawo matang merah mengkilap dengan garis hitam di punggunnya yang terlihat jelas.

Pada saat dewasa sapi betina tetap berwarna sawo matang kemerahan, dan sedangkan pada sapi jantan akan berubah warna menjadi hitam.

Namun jika dicermati sapi bali jantan memiliki bulu berwarna sawo matang kemerahan seperti pada sapi betina.

Sapi Bali Jantan

Sapi bali jantan yang sudah tua akan muncul warna putih pada dahinya dan diantara dasar-dasar tanduknya.

Pada sapi bali memiliki dada yang dalam dan juga tubuh yang padat, tanduk pada sapi bali jantan pun tumbuh melebar ke arah luar kepala.

Dan tanduk pada sapi bali betina cenderung mengarah ke dalam. Sapi bali memiliki ciri khas yaitu tidak berpunuk dan berkaki ramping.

Penggemukan Cara Ternak Sapi Bali

cara-ternak-sapi-bali

Untuk dapat menjadi pengusaha sapi bali maka yang perlu diperhatikan adalah :

  1. Menentukan Bibit Cara Ternak Sapi Bali

Untuk dapat menentukan kesuksesan dalam usaha penggemukan sapi bali, maka perlu di perhatikan beberapa tips.

Cara memilih bakalan atau bibit sapi bali sebaiknya dari sapi bali betina atau jantan tidak produktif.

Dan pastikan juga bentuk fisik sempurna dari kepala, badan, hingga kaki harus sehat dengan ciri-ciri kulit bersih mengkilat, hidung sedikit basah atau lembab dan juga mata yang cerah bersih.

Perhatikan juga pertautan kulit yang longgar dengan tingkat nafsu makan yang baik.

  1. Penyiapan Kandang Cara Ternak Sapi Bali

Dalam penyiapan kandang sapi perlu adanya kriteria kandang bagi sapi yang harus disediakan untuk penggemukan sapi bali :

Kandang yang sesuai harus memiliki penutup atap yang dapat melindungi sapi dari terik matahari dan hujan, namun hewan sapi juga harus tetap mendapatkan cukup sinar matahari.

Dan aliran udara yang lancer. Kandang juga harus dijaga kebersihannya, hal ini sangat penting, karena kebersihan dapat menjaga hewan ternak dari penyakit. Sehingga hewan sapi tetap terjaga kesehatannya.

Buatlah saluran pembuangan limbah kotoran yang lancer serta tempat penampungan limbah kotoran sapi yang cukup untuk menampung jumlah kotoran.

Usahakan kandang memiliki lantai yang datar dan keras dengan dilengkapi parit yang sejajar dengan arah menghadap sapi untuk tempat pakan.

Buatlah kandang sapi dengan menggunakan bahan yang kuat, ini agar tidak melukai sapi dan juga dapat tahan lama. Pada kandang sapi dewasa dibutuhkan 2×1, 5×2 meter.

  1. Penyediaan pakan

Pakan untuk sapi bali sebaiknya mencukupi agar dapat sukses dalam hasil penggemukan sapi bali.

Berilah konsentrat dedak jagung, biji-bijian, dan padi sebagai asupan makan tambahan selain makanan pokoknya berupa dedaunan segar berupa hijauan rumput.

Demikian Artikel kali ini tentang cara ternak sapi bali,semoga bermanfaat untuk Anda. Sekian dan terima kasih.

Cara Merawat Kelinci Dutch Rabbit yang Perlu Anda Ketahui

Pada Artikel kali ini saya akan menjelaskan cara merawat kelinci dutch rabbit yang benar dan perlu Anda ketahui. Yuk! Cari informasinya dibawah ini.

Kelinci Dutch adalah salah satu jenis kelinci hias yang cukup populer di indonesia, mereka terlihat lucu karena pola warnanya yang khas.

Jenis kelinci ini biasanya dipelihara sebagai hewan untuk keperluan show dan juga sebagai hewan peliharaan di rumah. Kelinci Dutch adalah salah satu kelinci ras paling populer di seluruh dunia termasuk juga di Indonesia.

Sebagian orang menyebut kelinci jenis ini dengan sebutan kelinci panda, mungkin karena warna pada lingkar kepalanya memiliki pola warna kacamata seperti pada panda.

So, untuk lebih jelas seperti apa ciri-ciri dan cara memelihara kelinci dutch ini silahkan teruskan membacanya.

Kelinci Dutch dan Cara Merawat Kelinci Dutch Rabbit

Awalnya, kelinci Dutch berasal dari belanda yang biasa disebut Hollander Rabbit.

Kemudian temukan di inggris pada tahun 1864 dimana jumlah populasinya yang telah meningkat sangat cepat bahkan sudah banyak menyebar ke seluruh dunia.

Kelinci ini termasuk jenis kelinci tertua di eropa, karena merupakan salah satu kelinci lokal yang ada di belanda.

Selain itu, kelinci ini termasuk jenis kelinci mini karena bobot tubuhnya yang mungil tapi terlihat lebih ringkas dan padat.

Seperti Apa Ciri-Ciri dan Warnanya?

Kelinci Dutch sangat mudah untuk dikenali, ciri-cirinya mereka mempunyai pola warna yang sangat khas.

Warna kelinci Dutch ini selalu putih dengan penambahan warna dasar yang lain seperti warna hitam, biru, coklat, abu-abu, dan tortoise.

Dengan kombinasi warna yang unik, kelinci hias ini menjadi lebih lucu dan cocok untuk dijadikan hewan peliharaan. Ukuran tubuhnya cukup kecil, sedikit lebih besar jika dibandingkan dengan jenis kelinci Netherland Dwarf.

Ukuran dewasa hanya memiliki bobot 1 sampai 2kg dengan tubuh yang ringkas dan seimbang.

Memiliki kepala yang bulat, telinganya cukup pendek, kaki pendek, bertubuh kekar dan berbulu tegak. Pada bagian kaki belakang terdapat garis warna putih seperti sedang memakai kaos kaki.

Dibagian kepala mempunyai pola warna putih membentuk huruf “v” terbalik, sekilas kelinci ini seperti sedang memakai topeng.

Selain itu, pada bagian tubuhnya terdapat garis pola yang melingkar sangat rapih seperti memakai sabuk.

Karakter Kelinci Dutch

cara-merawat-kelinci-dutch-rabbit

Jenis kelinci mini ini sangat cocok untuk anak-anak ataupun orang dewasa, mereka memiliki karakter yang lembut, tenang dan santai.

Selain itu mereka cukup pintar juga mempunyai jiwa sosial yang cukup tinggi, sehingga sangat mudah untuk dilatih seperti membuang kotoran pada tempat yang telah disediakan.

Karena kepintaran dan kelembutanya, jenis ini sangat cocok dipelihara sebagai hewan peliharaan di dalam rumah. Bahkan kelinci Dutch mini ini adalah pilihan terbaik bagi pemula untuk memeliharanya.

Mereka akan sangat senang berada diluar kandang bila memungkinkan, mereka akan berjalan berkeliaran dan melompat tinggi ke udara terutama ketika mereka berada di atas rumput yang lembut.

Kelinci juga memiliki rentang hidup yang cukup lama dari 5 sampai 8 tahun atau lebih tergantung bagaimana kita merawatnya.

Cara Merawat Kelinci Dutch Rabbit

Merawat kelinci Dutch bisa dimulai dengan memberinya makanan yang sehat dan aman, serta kandang yang bersih.

Dengan demikian kelinci akan mendapatkan kebutuhannya sehingga mampu berkembang dan hidup dengan baik.

Makanan untuk kelinci Dutch sama saja seperti makanan kelinci anggora ataupun kelinci hias jenis lainnya yaitu rumput kering (hay) seperti rumput timothy atau orchard.

Air bersih dan rumput kering segar adalah dua hal yang selalu harus tersedia dikandangnya.

Hay atau rumput kering sangat penting untuk kelinci karena mengunyah adalah salah satu cara mereka untuk mengasah giginya agar tidak tumbuh panjang.

Karena tidak seperti kebanyakan hewan, gigi kelinci tidak pernah berhenti tumbuh. Selain hay mereka juga bisa diberi campuran pelet, buah-buahan dan sayuran.

Namun terlalu banyak makan buah-buahan dan sayuran dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan mereka.

Kandang kelinci Dutch mini bisa berada di dalam ruangan ataupun di luar ruangan. Ukuran kandangnya pun tidak terlalu besar, kandang dengan ukuran 60cm x 60cm sudah cukup untuk memelihara kelinci hias jenis ini.

Namun harus diperhatikan, mereka tidak bisa hidup dengan baik jika cuaca disekitarnya terlalu panas ataupun terlalu dingin.

Kandang mereka harus selalu bersih dan bebas dari kotoran karena pada dasarnya kelinci lebih menyukai tempat yang bersih. Jadi, pastikan kandang selalu dibersihkan minimal 2 hari sekali.

Oleh karena itu, sebelum Anda mengadopsi dan memelihara kelinci Dutch mini sebaiknya Anda mempelajari semua tentang kelinci.

Karena saat Anda membeli, mengadopsi dan memeliharanya, berarti Anda harus sudah siap dengan cara merawatnya, membersihkan kandangnya, dan kalau perlu memandikannya.

Profile Kelinci Dutch

cara-merawat-kelinci-dutch-rabbit

Nama Kelinci Dutch
Ukuran / Berat 1 – 2 kg
Masa Hidup 5 – 8 Tahun
Karakter Lembut, Santai
Tingkatan Level Pemula dan menengah
Warna Hitam, biru, coklat, abu-abu, chinchilla, dan tortoise
Negara Asal Belanda atau Inggris
Sangat cocok sebagai hewan peliharaan

Demikian Artikel kali ini tentang cara merawat kelinci dutch rabbit,semoga bermanfaat untuk Anda. Sekian dan terima kasih.

Budidaya Kambing Gibas Langsung Untung Dalam Beberapa Bulan

Pada Artikel kali ini saya akan menjelaskan tentang budidaya kambing gibas yang menguntungkan dalam beberapa bulan saja. Yuk! Cari tahu infonya dibawah ini.

Bisnis peternakan memang tak henti-hentinya menjadi pilihan bisnis yang diminati oleh masyarakat. Salah satunya adalah dengan cara ternak kambing gibas.

Peluang usaha kambing gibas memang bisa dibilang masih terbuka lebar. Bagi siapa saja yang ingin menjalankan bisnis budidaya kambing gibas bisa menjalankan bisnis ini.

Penjabaran

Apakah keuntungan yang biasa didapatkan dari bisnis budidaya kambing gibas? Memang sangat besar kelebihan bisnis budidaya kambing gibas.

Dimana dari bisnis budidaya kambing Anda dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah. Tampilan kambing gibas yang khas dengan ekor yang besar, berbulu keriting dan bulunya bewarna putih.

Hasil dari kambing gibas yakni daging kambing memang sangat digemari oleh masyarakat. Lantaran rasa daging kambing ini sangat naikmat dan menggoda.

Cara pemasaran dari kambing gibas ini juga terbilang mudah sehingga bisnis ini patut untuk Anda coba.

Selain itu cara budidaya kambing sendiri juga tergolong mudah jika dibandingkan dari kambing jenis yang lainnya.

Tidak membutuhkan perawatan yang intensif dalam budidaya kambing , sehingga tidak merepotkan Anda dan menyusahkan Anda.

Jika Anda tertarik mengetahui lebih dalam mengenai bisnis budidaya kambing, silahkan simak ulasan selengkapnya di bawah ini :

Memulai Bisnis Budidaya Kambing Gibas

budidaya-kambing-gibas

Bisnis peternakan kambing gibas memang menjadi salah satu bisnis yang tidak pernah mati. Begitupun dengan bisnis kambing gibas yang menjadi salah satu bisnis yang menguntungkan.

Untuk memulai budidaya kambing ini tidak sulit. Bisa di mulai dengan mudah dengan modal yang kecil. Anda dapat memulai bisnis budidaya kambing gibas di lahan kecil atau pekarangan rumah.

Pelaku Bisnis Budidaya Kambing Gibas

Bisnis kambing gibas ini bisa dan cocok dijalankan oleh semua orang. Anda yang kini bingung mencari pilihan bisnis yang tepat.

Dengan kemauan dan minat yang tinggi maka bisnis kambing ini dapat Anda jalankan dengan mudah.

Konsumen

Konsumen kambing memang tidaklah sulit, konsumen budidaya kambing gibas cukup besar mulai dari konsumsi rumah tangga hingga berbagai usaha kuliner.

Peralatan Bisnis

Dalam bisnis budidaya kambing membutuhkan beberapa peralatan penting diantaranya.

Pembuatan kandang kambing gibas, pengadaan bibit kambing gibas, kandang kambing gibas, sewa lahan, ayakan, mesin giling pakan, terpal dan timba, timbangan, selang, tempat makan dan minum kambing gibas .

Dengan adanya peralatan tersebut maka bisnis budidaya kambing makin maksimal

Pemasaran

Dalam berjualan budidaya kambing gibas, Anda bisa memasarkannya dengan cara menjualnya ke pasar atau langsung ke pengepul.

Serta juga bisa memasarkan kambing gibas ke pelaku bisnis  yang menggunakan bahan daging ini.

Harga Jual

budidaya-kambing-gibas

Patokan harga untuk  kambing gibas dapat Anda buat dalam hitungan per ekor dimana harga mulai Rp 1.500.000 hingga Rp 2.000.000. Ini tergantung dari harga kambing gibas yang ada di pasaran.

Keuntungan Dalam Menjalankan Bisnis Budidaya Kambing Gibas

Keuntungan bila Anda memilih terjun dalam peluang bisnis budidaya kambing ini yakni merupakan bisnis peternakan kambing gibas yang paling menguntungkan. Sebab pemasaran kambing gibas terbilang mudah.

Analisa Bisnis Budidaya Kambing Gibas

Investasi

Peralatan  Harga 
 pembuatan kandang kambing gibas  Rp.     3.182.600
 sewa lahan kandang kambing gibas  Rp.       2.131.600
 pengadaan bibit kambing gibas  Rp.     3.154.200
 tempat makan kambing gibas  Rp.          121.550
 tempat minum kambing gibas  Rp.            81.500
 pembersih kandang  Rp.            83.100
 mesin giling pakan  Rp.     2.115.000
 sekop  Rp.          81.800
 selang air  Rp.            71.600
 terpal dan timba  Rp.            71.400
 Peralatan tambahan yang lainnya  Rp.            73.100
 Jumlah Investasi  Rp. 11.167.450

Total Biaya

Biaya Operasional per Bulan
 Biaya Tetap  Nilai
 Penyusutan pembuatan kandang kambing gibas 1/62 x Rp 3.182.600  Rp.            51.332
 Penyusutan sewa lahan kandang kambing gibas 1/62 x Rp. 2.131.600  Rp.            34.381
 Penyusutan pengadaan bibit kambing gibas 1/62 x Rp. 3.154.200  Rp.            50.874
 Penyusutan tempat makan kambing gibas 1/44 x Rp 121.550  Rp.              2.763
 Penyusutan tempat minum kambing gibas 1/44 x Rp 81.500  Rp.              1.852
 Penyusutan pembersih kandang  1/44 x Rp 83.100  Rp.              1.889
 Penyusutan mesin giling pakan 1/62 x Rp 2.115.000  Rp.            34.113
 Penyusutan sekop 1/62 x Rp.81.800  Rp.              1.319
 Penyusutan selang air 1/44 x Rp. 71.600  Rp.              1.627
 Penyusutan terpal dan timba 1/44 x Rp.71.400  Rp.              1.623
 Penyusutan peralatan tambahan 1/44 x Rp.73.100  Rp.              1.661
 gaji karyawan  Rp.     1.600.000
 Total Biaya Tetap  Rp.   1.783.434

 

Biaya Variabel
rerumputan  Rp.    29.500  x   30  =  Rp.       885.000
pakan tambahan  Rp.    22.600  x   30  =  Rp.       678.000
vaksin  Rp.    17.000  x   30  =  Rp.       510.000
vitamin  Rp.    27.000  x   30  =  Rp.      810.000
alat habis pakai  Rp.    17.500  x   30  =  Rp.      525.000
minuman  Rp.      9.500  x   30  =  Rp.       285.000
karung  Rp.      1.500  x   30  =  Rp.         45.000
BBM  Rp.   25.000  x   30  =  Rp.      750.000
 lain-lain  Rp.     7.000  x   30  =  Rp.       210.000
 air dan listrik  Rp.   18.500  x   30  =  Rp.      555.000
 Total Biaya Variabel  Rp.  5.253.000

 

Total Biaya Operasional
 Biaya tetap + biaya variabel =  Rp.  7.036.434

 

Pendapatan per tahun
       8  ekor  x  Rp. 1.600.000  =  Rp. 12.800.000

 

Keuntungan per Bulan
 Laba    = Total Pendapatan – Total Biaya Operasional
 Rp.    12.800.000  – 7.036.434  =  Rp. 5.763.566

 

Lama Balik Modal
Total Investasi / Keuntungan =  Rp. 11.167.450  :  5.763.566  =            2  bln

Demikian tadi ulasan peluang usaha budidaya kambing gibas dan analisa bisnisnya yang bisa dijadikan referensi memulai bisnis budidaya kambing gibas tersebut.