Review

Tahun ini benar-benar tahun kebangkitan bagi para developer-developer kecil. Sementara banyak developer besar gulung tikar karena penjualan game mereka tidak sebanding dengan budget yang tercurah, banyak developer kecil justru mereguk untung dari menjual game-game yang kecil budget tapi kaya konsep dan cerita. Salah satu kisah sukses itu adalah Yesterday, sebuah game point and click dari developer Pendulo Studios. Sementara developer Indie ini sudah berpengalaman di genre ini dengan game trilogi Runaway dan The Next Big Thing (semuanya belum kumainkan), Yesterday meraih popularitas lebih karena muncul di berbagai platform mulai dari iOS, Android, sampai PC. Dengan cerita yang lebih dewasa dan gelap bisakah Yesterday merenggut perhatian gamer point and click?

Memainkan game ini mengingatkanku pada game point and click termahsyur lainnya: Broken Sword. Dahulu kala sebelum game mengandalkan cutscene untuk cara bertutur cerita (baca: jaman game mayoritas masih bertema melompati musuh ala genre platform dan menghajar kawan dalam genre fighting) hanya ada dua genre game yang bisa dibilang memiliki jalan cerita berbobot: yang pertama adalah RPG dan yang lainnya point and click. Dekade 90an memang era emas point and click ditandai lahirnya game-game klasik genre tersebut seperti Broken Sword dan seri Monkey Island.

Yesterday Cover

Alasan kenapa saya mengatakan game ini sangat mengingatkanku kepada Broken Sword adalah jalan cerita yang dark. Kamu berperan sebagai John Yesterday, seorang pria amnesia yang kehilangan memorinya setelah mencoba bunuh diri. Kenapa kamu bunuh diri? Tidak jelas. Yang pasti kamu adalah seorang detektif yang tengah menyelidiki kult Satanisme di bawah perintah bosmu: Henry White. Henry tidak menyerah begitu saja dan memintamu untuk menelusuri kembali jejak-jejakmu sebelumnya dengan harapan kamu bisa membuka kembali pintu memorimu yang terlupakan. Apa yang akan ditemukan oleh John Yesterday dalam penyelidikannya yang kedua serta apa yang membuatnya sampai ingin bunuh diri di kali pertama?

Yesterday adalah sebuah game point and click standar dengan puzzle-puzzle yang cukup pintar. Pendulo Studios kentara sudah mengerti caranya mencampurkan cerita dengan puzzle dalam ramuan yang tepat sehingga gamer tak seperti menonton interactive movie (perasaan yang kadang saya dapat ketika memainkan The Walking Dead: The Game) tetapi juga tidak melulu bergerak memecahkan puzzle demi puzzle. Yang unik dari game ini adalah hint system yang cukup friendly bagi pemula. Saya jarang sekali terhenti dalam waktu lama di sebuah puzzle disebabkan oleh hint-hint yang ada di game ini. Di sisi positif ini membuat flow gaming menjadi lebih enak karena gamer tak perlu frustasi berkeliling di tempat yang sama sekedar mencari petunjuk. Sisi negatifnya? Game yang sebenarnya sudah pendek ini jadi terasa semakin cepat ditamatkan. Kamu bisa mendapatkan tiga ending utama serta satu ending alternatifnya dalam waktu kurang lebih lima sampai enam jam.

Search for the clue

Saya kurang suka dengan gaya artwork yang dipakai oleh Pendulo Studios. Grafik game ini kartunis sehingga rasanya kok kurang pas dengan tema ceritanya yang cukup gelap. Andaikata saja game ini memiliki grafik yang lebih realistis maka unsur horror dan ketegangan yang ada di sepanjang game niscaya bakalan lebih tersampaikan. Untunglah paling tidak game ini memiliki voice acting yang cukup bagus. Tidak sampai bagus-bagus amat tetapi cukuplah untuk membuat gamer tetap penasaran dan tertarik akan ceritanya sampai ending credit bergulir.

Untuk cerita game ini sendiri bagi saya hit and miss. Saya suka dengan konsep dari Pendulo Studios yang menarik… tetapi ada beberapa chapter yang saya anggap ceritanya bertele-tele. Bayangkan saja di satu adegan ada karakter kita sedang dalam posisi kritis guna menyelamatkan temannya yang ditodong senjata dan kita malah harus flashback ke masa di mana ia belajar memakai pedang. Saat saya memainkannya tak tahu deh harus bengong atau tertawa atau berteriak frustasi saat perpindahan ini terjadi. Saya juga merasa jalan cerita utamanya terlalu pendek dan kurang menggali hubungan satu karakter dengan karakter lainnya. Andaikata saja game ini diperpanjang dan diperdalam lagi mitosnya maka Yesterday akan menjadi game yang lebih menarik. Yah, mungkin saja Pendulo Studios menyimpan itu semua untuk sekuelnya?

So my verdict is… Yesterday adalah sebuah entri yang solid untuk genre point and click. Bagi gamer yang gemar dengan genre semacam ini saya persilahkan untuk menjajalnya tetapi ini khusus bagi kalangan terbatas saja. Mereka yang lebih suka game berorientasi aksi mungkin tak cocok memainkannya.

Final Verdict

Gameplay: 7.5
Hint system yang murah hati memastikan gamer tak pernah terjebak lama di sebuah tempat. Kebanyakan puzzlenya masuk akal dan tidak mengada-ada. Jalan cerita hit and miss. Di satu sisi intrik mengenai John Yesterday menarik disibak, di lain sisi setelah tersibak kok sedikit mustahil.

Creepy

Graphic / Sound: 7.0
Game ini memiliki grafik yang di bawah rata-rata – bahkan untuk ukuran game indie jaman sekarang. Lebih buruknya lagi style grafiknya yang warna-warni tidak pas dengan ceritanya yang dark. Paling tidak pengisian suaranya semua pas mulai dari si bingung, si seksi, sampai si psikopat (Siapa saja mereka? Cari tahu sendiri!)

Play Time: 6.0
Sangat cepat diselesaikan. Lima enam jam sudah cukup untuk mendapatkan keempat endingnya. Ending alternatif memang sedikit lebih sulit ketimbang tiga ending orisinil tapi toh tak seberapa penting dan lebih bersifat Easter Egg saja.

Overall: 6.8