(Perhatian: Akan ada spoiler untuk cerita di season pertama dan kedua, juga sedikit spoiler untuk cerita di volume ini)
Sebelum menggali lebih dalam ke volume ini, ijinkan saya membetulkan kesalah-kaprahan yang terjadi di tengah penonton Heroes Indonesia. Pertama; Villains bukan keseluruhan season ketiga Heroes melainkan bagian pertama dari season ketiganya. Setelah berakhirnya Writer’s Strike, episode serial TV kembali pada jumlah yang semestinya yaitu 22 – 24 episode per seasonnya. Hal yang sama berlaku bagi Heroes. Tim Kring mengumumkan bahwa season ketiga Heroes akan berisi chapter (di Heroes disebut Volume) ketiga dan keempat ceritanya. Benar, Fugitive yang kini tengah kalian ikuti BUKAN season keempat Heroes.
Now that the confusion is all cleared, let’s get to slaughter this volume.
Saya sangka kalau Heroes season kedua sudah buruk. Dan sejujurnya saya tidak sendiri. Banyak sekali penonton TV berharap kalau season ketiga ini akan benar-benar diperbaiki oleh Tim Kring seperti yang ia janjikan. Dan di episode-episode awal, sepertinya hal itu berhasil ia lakukan. Kelemahan-kelemahan mencolok seperti plot yang lambat dan membosankan dipercepat. Karakter yang kurang menarik seperti keluarga Sanders, dan pacar terbang Claire dikeluarkan dari cerita. Walau beberapa orang mengomel dan menanyakan “berapa kali sih Heroes harus menunjukkan masa depan yang harus dihentikan?“, orang setidaknya memberikan reaksi positif untuk awal season ini.
Sebelum jalan ceritanya mulai bergerak menuju spiral yang tidak memiliki ujung pangkalnya. Kalau kalian bertanya “Hei, tolong rangkumkan cerita di volume ketiga Heroes ini!” maka saya akan jujur menjawab “Saya tidak tahu”. Saya tidak tahu apa korelasinya masa depan di mana Sylar menjadi baik dan memberikan kekuatan pada semua orang. Kenapa Sylar menjadi baik-jahat-baik lagi? Kenapa Mohinder mau-maunya menjadikan diri ujicoba akan sebuah serum yang tidak teruji? Bagaimana karakter Tracy bisa mendadak muncul sebagai kembaran ketiga Nicki? Kenapa Nathan selalu berubah pendirian di tiap episode? Apa gunanya Arthur memberikan kekuatan untuk setiap orang? Terlalu banyak pertanyaan, terlalu banyak sub-plot, tetapi tidak ada apapun yang berhasil dicapai oleh Villains selain merusak karakter-karakter yang ada.
Ambil contoh Nathan. Lihat berapa kali dia berubah keputusan sepanjang season ini. Di awal season ia ingin memberitahukan kepada dunia mengenai kekuatan superpower. Lantas beberapa episode kemudian dia hendak menjadi senator dan merahasiakan kekuatan superpower. Ehhh tak berapa episode kemudian ia menolak ayahnya memberi kekuatan superpower melalui serum biasa. Tapi ia lalu menyetujui pemberian superpower dan mendukung ayahnya. Tak lama kemudian ia menyatakan kalau semua orang yang punya superpower harus ditangkap pemerintah.
HELLO!!! Di mana logikanya? Mungkinkah kekuatan tersembunyi Nathan sesungguhnya bukan terbang tetapi tidak punya pendirian?
Contoh lain? Berapa kali dalam episode ini masa depan berubah? Ada masa depan di mana Sylar menjadi baik… ada masa depan di mana para superhero diburu… ada masa depan di mana semua orang punya superpower (yang otomatis tidak mungkin membuat mereka semua diburu)… ada masa depan di mana Ando menghentikan Hiro sebelum dunia kembali hancur… Ya Tuhan, saya pusing melihat betapa banyaknya masa depan yang mendadak saja dianggap tidak ada sangkut-pautnya di episode-episode mendatang.
Itu hanya satu dari berbagai contoh kekisruhan yang terjadi sepanjang episode ini. Salah satu problem mengganjal di Heroes yaitu kekuatan yang berlebihan beberapa karakternya lambat laun menjadi kendala yang mencolok di sini. Hiro dan Peter yang memiliki kekuatan terkuat praktis dimalfungsikan sepanjang season. Pada akhirnya, keduanya bahkan kehilangan kemampuan laten mereka.
Saat ini, saya beranggapan kalau Heroes adalah serial TV terburuk yang tengah saya tonton, apakah saya beranggapan bahwa Heroes tidak tertolong lagi? Jangan keburu berasumsi demikian. Dulu Lost pun memiliki fase serupa, awal season ketiganya dianggap membosankan dan bertele-tele, tapi paruh keduanya melejitkannya mendapat nominasi Emmy Award di tahun itu. Tidak mungkin memang Heroes bisa melakukan keajaiban seperti yang dilakukan Lost saat itu. Toh dengan kembalinya Bryan Fuller seusai dicancelnya Pushing Daisies, saya masih berharap ia bisa menginjeksikan magisnya untuk memperbaiki Heroes. Rasanya sudah begitu lama saya menonton episode Heroes di mana hati ini berdebar menunggu twist apa yang mereka lakukan – ketimbang berdebar ketakutan menunggu kerusakan apa yang akan mereka lakukan pada mantan karakter-karakter favoritku.
Score: 2.0
TV Details
Creator: Tim Kring
Cast: Milo Ventimiglia, Adrian Pasdar, Ali Larter
Running Time: 40 Minutes per Episode








