Bagi saya Ultimatum yang dilakukan Marvel untuk lini Ultimate serupa dengan One More Day yang mereka lakukan untuk Spider-man. Keduanya sama-sama dicerca massa dan sama-sama digunakan sekedar untuk plot device memajukan komiknya ke era baru. Dalam One More Day, Joe Quesada secara tega mereset ulang kehidupan Peter Parker sementara dalam Ultimatum Jeph Loeb menciptakan tsunami yang mengubah lini Ultimate selamanya.
Tidak ada gunanya menyesali ketololan Loeb yang membinasakan begitu banyak karakter kelas A di lini Ultimate (dan saya sudah cukup menghina-hina komik itu dalam reviewnya) sehingga sekarang saya ingin berfokus pada mini-seri yang lahir setelah bencana Ultimatum berlalu. Setelah Ultimatum, dua seri Ultimate X-Men dan Ultimate Fantastic Four dicancel sementara Ultimate Spider-man dipertahankan. Untuk menggantikan dua seri tersebut dimunculkan Ultimate X, Ultimate Avengers dan New Ultimates (jangan tanya saya beda kedua serial terakhir apa). Dan crossover yang menyatukan semua titel itu datang dalam format Ultimate Comics: Enemy.
Sementara dunia masih berkabung setelah Ultimatum, mereka lagi-lagi mendapat serangan dari sosok makhluk yang tidak dikenal. Monster ini menyerang para superhero-superhero tersisa seperti Spider-man, Nick Fury, sampai Fantastic Four. Dalam serangan yang terjadi nyaris serentak ini lagi-lagi seorang superhero gugur; kali ini Reed Richards aka Mr Fantastic dari Fantastic Four. Bisakah para superhero yang tersisa mencari tahu dalang di balik semuanya ini?
Sebelum saya menginjak lebih jauh ke dalam reviewnya… nama cupu macam apa itu menjuduli crossover dengan ‘Enemy’. Duh. Tidak bisakah Marvel lebih kreatif mencari nama? Enemy??? Lain kali apa? Villain? Super Villain? Super Enemy? Ayolah Marvel, untuk penerbit yang dijuluki The House of Ideas, you can do better than this lame name right?
Whew, lega rasanya mengutarakan itu. Tapi sayangnya bukan hanya itulah masalah yang menyelubungi mini-seri ini. Saya biasanya senang dengan even-even crossover dalam komik di mana karakter favoritku bisa bertarung bersama di satu buku. Namun momentum dalam Enemy rasanya kurang pas. Baru saja semua lini baru Ultimate Comics diluncurkan dan tengah mencari jati diri mereka… eh mendadak saja sudah disuruh bergabung lagi dalam crossover. Tidak terlalu cepatkah itu? Kenapa tidak memberi waktu lebih panjang bagi mereka untuk nyaman dalam titel mereka sendiri sebelum menggabungkan mereka kembali di satu buku? Contohnya tim SHIELD sendiri. Di dalam komik Ultimate Avengers dan New Ultimates, ditulis jelas oleh Mark Millar dan Jeph Loeb bahwa Maria Hill lah yang memegang peranan utama dalam SHIELD, akan tetapi di komik ini terlihat bahwa Nick Fury masih memiliki pengaruh dominan di SHIELD.
Saya juga tidak suka dengan bagaimana Bendis bertutur di kisah ini. Pacingnya berantakan sekali dan terbukti bahwa pada akhirnya Enemy tamat tidak karena kisahnya benar-benar usai tetapi karena akan dilanjutkan lagi ke mini-seri berikutnya yang diberi nama Mystery (oh don’t get me started with the title again). Saya kecewa sekali. Kenapa pemberian judul dalam lini Ultimate sekarang begitu kacau balau? Bukankah tujuan Ultimatum dulu adalah menyederhanakan lini yang tambah lama tambah ruwet? Kalau hasilnya malahan crossover macam Enemy ini sih… bisa-bisa beberapa tahun lagi Ultimatum kedua terjadi lagi! Satu-satunya yang bisa saya puji dari mini-seri ini adalah karya artwork dari Rafa Sandoval. Gaya gambar Sandoval mirip sekali dengan Immonen sehingga saya sempat tertipu, menyangka bahwa komik ini digambar oleh mantan ilustrator dari Ultimate Spider-man ini.
So my verdict is… Ultimate Comics: Enemy adalah satu karya crossover yang boleh dilewatkan. Tidak memberi apa-apa selain kebingungan, mini-seri ini jauh dari karya gemilang yang saya harapkan lahir dari tangan Bendis.
Score: 4.0
Graphic Novel Details
Writer: Brian Michael Bendis
Artist: Rafa Sandoval
Publisher: Marvel Comics
Volume: 01 – 04











