Sebelum saya melanjutkan artikel, perlu diklarifikasikan terlebih dahulu kalau saya bukan penggemar Twilight Saga. Saya tidak pernah baca satupun novelnya dan sekedar nonton filmnya sekali (New Moon dua kali, karena diseret sama adik remajaku yang seorang Twi-Hard).
Setiap kali ada film Twilight baru mau keluar. Kebencian dan sumpah serapah dari para Twi-haters yang clash dengan cinta mati para Twi-hards terjadi… Dan di manakah posisi Tukang Review?
Pertama yang ingin gw sampaikan adalah… kebencian kalian terhadap Twilight itu… tidakkah berlebihan? Dari forum-forum, status FB maupun Twitter, sampai obrolan di chatting gw sering membaca atau mendengar mengenai “Bagaimana busuknya Twilight…”, “Bagaimana Twilight bikin Vampir jadi makhluk bling-bling di bawah sinar matahari…”, “Twilight merusak tradisi Vampir…”, “Twilight cuma sekedar pemuasan fantasi seks belaka dari Stephanie Meyer si penulis…”, “Konsep Twilight itu absurd…”, “Edward itu bencong karena ga mau ngeseks dengan Bella…” Dkk dkk dkk dkk…
Wow, wow, wow!
Saya setuju kalau beberapa bagian dari Twilight itu layak ditertawakan seperti bagaimana vampir bercahaya di bawah sinar matahari… tapi yang saya tertawakan bukan KONSEPnya. Saya pribadi memandang kalau konsepnya lumayan orisinil dan menarik… tetapi pengeksekusian dari konsepnya yang kurang bagus di film. Kalau kalian bilang Twilight merusak tradisi vampir, bagaimana dengan One Piece? Manga terlaris di Jepang itu memiliki karakter utama bajak laut yang kelemahannya adalah air laut! Atau bagaimana dengan semua Ninja di game atau anime seperti Naruto? Setahu saya yang paling mendekati realita hanya Tenchu. Apa ada yang seperti Naruto bisa memanggil kodok raksasa? Nope.
Kemudian ada juga yang mengatakan kalau konsep di mana seorang cewe jatuh cinta dengan vampir itu tidak masuk akal banget dan tidak mungkin terjadi di dunia nyata. Kalau kalian ngomong seperti ini, saya langsung counter dengan satu kalimat saja “That’s why it’s a movie!” tambahan lagi “Vampir saja tidak eksis di dunia nyata!”. Dan kalau sekedar bicara konsep dalam dunia film, apakah kalian tidak merasa premise dari Transformers (bangsa alien berbentuk robot yang bisa berubah menjadi mobil-mobil di bumi) atau Batman (seorang milyuner yang bukan mengurusi bisnisnya malahan patroli kota malam-malam pakai kostum kelelawar) sama – kalau bukan lebih – absurd? Mungkin yang sebenarnya kalian tidak suka adalah romance di antara keduanya… dan saya akui kurangnya chemistry antara Bella dan Edward (di film, saya belum baca novelnya) cukup menganggu. Pandangan pribadi saya begini: di film pertama saya tidak kenal dua orang ini dan tahu-tahu sudah dipaksa mengakui kalau keduanya jatuh cinta. Lantas di film kedua Edward bahkan absen di 3/4 film. Semoga saja Eclipse bisa mengubah ini.
Tapi dua komentar yang paling saya rasa mengada-ada itu adalah “Edward tidak mau ngeseks dengan Bella” dan “Twilight cuma sekedar pemuas nafsu Stephanie belaka”. Saya dulu pernah jadi penulis, dan sedikit banyak orang menulis untuk memenuhi fantasi mereka. Apa salahnya? Semua penulis – kecuali jurnalis mungkin – menulis untuk memenuhi hasrat mereka. Saya ingin membaca pandangan saya dalam dunia hiburan, karena itu saya bikin TukangReview.com. Apa tulisan saya akan dibaca dan disukai dunia. Nah itu lain soal. Dan tentang hubungan seks Edward – Bella, yahhh, yang saya tangkap dari komentarnya kok malah yang ngomong demen amat ama seks. Gw yakin seribu persen ada puluhan fanfic di sana yang bisa memuaskan nafsu itu kalau memang dikehendaki.
Gw pribadi ga pernah ketemu sama Twi-hard yang benar-benar HARD di sekeliling gw, dunia nyata maupun dunia maya. Malahan bisa dibilang jumlah Twi-haters yang lurking di dunia maya dan nyata lebih banyak gw temui – beberapa bahkan ga pernah nonton Twilight dan asbun ngomong Twilight jelek karena merasa keren aja. Gw juga ga pernah dipaksa dan diseret disodori novel suruh membaca atau menonton Twilight. Kalau gw melakukannya, itu karena kehendak gw sendiri. In fact, gw cuma ketemu satu orang Twi-hard yang dengan dodolnya mengkritik The Wolfman, tapi gw menemukan puluhan gambar, artikel, dkk yang menertawakan Twilight. Kenapa gw menulis artikel ini? Karena film favorit gw sepanjang masa adalah The Dark Knight. Dan gw bisa membayangkan betapa sakit hatinya gw andaikata jagoan kesayangan gw itu ditertawakan dan dianggap seorang gila kota Gotham. In fact, hal pertama yang bakalan gw lakukan seandainya itu terjadi adalah meninju muka orang yang bersangkutan. =P
Saya tahu opini ini radikal dan bertentangan dengan pendapat kebanyakan kaum adam lainnya. But ah, saya tidak pernah takut akan kontroversi. It’s my view. And at least I gave my reasons rather than succumbing to the trend of hating something I didn’t really hate.










