Tag Archive | "Tears"

Tags: , , , , , , ,

The 5 TV Series Moments That Made Me Cry

Posted on 05 August 2009 by Si Tukang Review

Bukan rahasia kalau gw pernah (sering?) nangis dalam nonton film. Gw memang bukan seorang yang merasa harus menahan tangis bila memang perlu menangis. Asalkan sebuah media (apapun itu; mulai dari film, komik, bahkan musik) menyentuh hatiku, maka gw selalu mengijinkan diri gw menangis. Nah, sebelumnya gw pernah melist beberapa film yang pernah membuatku menangis. Bagaimana dengan serial TV? Ini dia list lima momen dalam serial TV yang pernah membuat gw menangis. Bagaimana dengan kalian? Apakah menangis juga dalam momen-momen yang kusebutkan ini? Perhatian, list ini hanya akan mengikutkan serial-serial barat, jadi jangan mengomel kalau serial Jepang, Korea, Taiwan, Hong Kong, China atau sinetron Manohara favorit kalian tidak masuk dalam list ini. Obviously contain SPOILER.

5. Chuck Defends Morgan
TV Series: Chuck
Episode: Season 2, Chuck VS The Best Friend
Scene: Secara keseluruhan, episode ini menyorot hubungan Chuck dengan Morgan. Sering kali ketika Chuck absen dari kerjaan dan harus melakoni tugasnya sebagai agen rahasia, Morgan selalu menutupi jejaknya walau tidak tahu apa yang sebenarnya Chuck lakukan. Ketika dalam sebuah misi, Chuck harus mengkhianati Morgan (walau demi menyelamatkan nyawanya), saya bisa melihat bagaimana hal tersebut nyaris menghancurkan persahabatan keduanya, dan bagaimana hancurnya hati Chuck ketika ia  dipaksa mengatakan kata-kata yang menjelekkan sahabatnya. Ketika Chuck menjelaskan hubungannya dengan Morgan kepada Sarah, mata gw berkaca-kaca karena terharu. Dialog itu benar-benar mendeskripsikan persahabatan keduanya. Ending episode ini juga sangat pas dengan Jeffster menyanyikan lagu Africa-nya Toto serta menunjukkan perubahan dalam diri Morgan untuk tumbuh lebih dewasa dan tidak melulu tergantung pada Chuck. Definitely one of the best episode in an already awesome TV Series.

Link: Jeffster singing Africa to close this wonderful episode

4. I love you Claire Bear
TV Series: Heroes
Episode: Season 1, Company Man
Scene: Ada kalanya di mana gw adalah pecinta serial Heroes. Itu adalah masa-masa season pertamanya saat Heroes masih merupakan serial yang fresh dan penuh dengan ide orisinil. Salah satu ide yang menarik di Heroes adalah bagaimana mereka berusaha menyorot cerita satu demi satu karakter: mulai dari Hiro, Peter, Claire, dan lain-lain. Ironis bahwa sebuah serial yang terkenal dengan beberapa skenario dalam satu episodenya, episode terbaiknya justru datang dari episode yang fokus pada hanya satu karakter saja. Episode ini ditulis dan digarap oleh Bryan Fuller dan menitikberatkan cerita pada Claire dengan sang ayah angkatnya Noah Bennet (kala itu hanya dikenal dengan nama HRG -- Half Rimmed Glass). Hubungan keduanya dibangun dengan pelan-pelan hingga kita sebagai penonton disadarkan kenapa Noah begitu menyayangi Claire. Endingnya di mana Noah mengorbankan dirinya dan membiarkan ingatannya dihapus supaya Claire bisa kabur dari kejaran The Company adalah salah satu bukti nyata bahwa Heroes -- pernah bisa -- menyentuh hubungan dan emosi ayah-anak yang terdalam.

Link: What a father would do for his daughter

3. Marshall And Lily in the Airport
TV Series: How I Met Your Mother
Episode: Season 4, Three Days of Snow
Scene: Marshall dan Lily sempurna sebagai pasangan. Salah satu daya tarik utama dalam HIMYM adalah melihat keduanya bersama. Walaupun kelihatan membosankan (mereka pacaran selama lebih dari sepuluh tahun, dan berujung pada pernikahan, tanpa pernah punya pacar lain lagi!) menurutku Marshall dan Lily adalah sebuah bukti dari the one and only love; soulmate. Keduanya juga memiliki tradisi unik buat menjaga keromantisan pernikahan mereka. Seperti sama-sama membuat janji menu makan malam, atau keharusan Marshall menjemput Lily dari airport. Salah satu ujian terbesar hubungan mereka datang ketika usia pernikahan mereka sudah menginjak tahun kedua. Apakah memang masih perlu segala tradisi formal semacam menjemput istrimu dari airport? Apalagi ketika itu tengah turun badai salju terbesar sepanjang sejarah di New York! Episode ini sendiri penuh dengan plot twist sehingga gw tidak mau banyak menspoilerkannya. Satu hal yang jelas, ketika ending dan plot twist tersebut tersibak, gw spontan bangkit berdiri dan ikut bertepuk tangan. Yes. It’s THAT moving.

Link: Download the episode here (

http://hotfile.com/dl/8776373/4bb458e/How_I_Met_Your_Mother_-_s04e13_-_Three_Days_Of_Snow.mkv.html)

2. She’s already a mother
TV Series: Friends
Episode: Season 10, The One With the Birth Mother
Scene: Kalau Marshall dan Lily adalah salah satu pasangan terbaik di layar kaca, maka gelar pasangan terbaik bagiku jatuh di tangan pasangan Monica -- Chandler. Pasangan ini dari awalnya sudah unik dan romantis. Ingat finale season enam di mana Chandler meminta Monica menikahinya (dan ternyata Monica juga sudah menyiapkan hal yang sama?). Sangat romantis! Tetapi momen terbaik keduanya bagiku datang saat Monica dan Chandler (yang sebenarnya sangat menghendaki bayi) menyadari bahwa mereka tidak bisa memiliki bayi. Mereka mengambil satu-satunya cara yang lain: mengadopsi bayi. Demi memperbesar peluang, mereka sampai berpura-pura menjadi orang lain. Malangnya, kedok mereka terbongkar dan ibu sang bayi sempat ogah menyerahkan bayi itu kepada mereka. Itulah saat Chandler keluar dan praktis memohon kepada sang ibu untuk mempertimbangkan kembali keputusannya. Itulah saat pertama gw menonton serial TV dan tidak bisa menahan air mata gw tumpah. Chandler… you’re the man.

Link: Chandler Speech

1. My Greatest Hits
TV Series: Lost
Episode: Season 3, Greatest Hits
Scene: Ayolah. Siapa di antara kalian yang tahu gw dan tidak tahu that this is coming?

Charlie Pace adalah karakter favoritku di Lost. Gw pernah menulis kenapa dia jadi idola gw walaupun dia terbilang biasa dan sebenarnya lebih banyak merepotkan ketimbang membantu. Charlie adalah pecandu narkoba sebelum pesawat Oceanic 815 jatuh ke pulau tersebut. Ketika semua orang hanya beradaptasi dengan kehidupan di pantai, Charlie juga harus beradaptasi dengan kehidupan tanpa narkoba. Dan ia berhasil menahan godaan itu! Sialnya, di season ketiga, Desmond (karakter lain di Lost) terus mengalami visi bahwa Charlie akan meninggal dan Desmond terus berusaha mencegah dan menghentikannya.

Sampai sebuah visi yang menunjukkan bahwa supaya Claire -- gadis yang diam-diam disukai Charlie -- bisa meloloskan diri dari pulau itu, Charlie harus mati. Sebelum Charlie menerima kematiannya, ia menuliskan lima hal yang merupakan memori terindah dalam hidupnya. Bisakah kalian menebak apa yang merupakan peringkat pertama dari kelimanya?

Ia menulis “The day I meet you” di peringkat pertama dan menujukan surat itu kepada Claire.

Flashback menunjukkan bahwa dari saat pertama Charlie melihat Claire, ia sudah mencintai gadis itu, dan walau ia tak pernah mengatakan apapun kepada Claire (dan Claire juga salah kaprah dan menyangka bahwa Charlie hanya teman baiknya), Charlie SELALU melakukan segalanya -- bahkan mengorbankan nyawanya -- bagi Claire. I think that’s the measure of a true gentleman. Itulah yang menjadikan Charlie Pace my most favorite TV character. Ever.

Oh, dan kelihatannya Charlie juga merupakan karakter favorit banyak orang. Pada konferensi Lost baru-baru ini, ketika ditunjukkan slideshow dari karakter-karakter yang sudah meninggal, tebak siapa yang mendapat applause paling panjang dan meriah? You guessed it. It’s Charlie.

Link: Charlie’s Greatest Hits

Comments (0)

Advertise Here
Advertise Here