Ah, season keempat Heroes (atau volume kelimanya) ini berakhir juga. Ketika saya menulis artikel ini, belum ada jaminan apakah serial yang mengambil tema orang-orang luar biasa di dalam dunia biasa ini akan dilanjutkan atau tidak. Di satu sisi, rating dari Heroes sudah sedemikian anjloknya hingga sulit membayangkan mereka masih mau direnew stasiun NBC (disaksikan sampai lebih dari 15 juta pemirsa di season pertama, untuk finale season keempatnya tidak sampai 4.5 juta orang menonton!). Toh bagi kalian penggemar Heroes tidak perlu khawatir dulu, keadaan NBC sekarang sangat morat-marit dan ini memberi Heroes sebuah kesempatan buat diperpanjang (apalagi karena serial ini masih cukup ngetop di mancanegara).
Kembali pada review serial ini, saya merasa bahwa tema Redemption untuk volume kelimanya sangat pas. Setelah menurun di season kedua dan makin amburadul di season ketiga, season keempat ini dianggap sebagai masa ‘penentuan’ bagi Heroes. Saya tadinya sempat optimistis saat Bryan Fuller kembali pada akhir season ketiga untuk menaikkan kualitas Heroes. Optimisme itu kembali berayun ke pesimisme ketika Bryan Fuller meninggalkan Heroes bahkan sebelum season keempatnya premiere di layar kaca. Saya menonton Heroes kali ini tanpa ekspektasi apapun dan boleh dibilang cukup kaget menyadari saya lumayan menyukai season ini; kedua terbaik setelah season pertamanya.
Dengan hanya 18 episode di season ini, serial ini tidak lantas ngebut dan memampatkan berbagai macam cerita di dalamnya. Mungkin ini dikarenakan satu season benar-benar dikhususkan untuk satu volume cerita sehingga para karakter di dalamnya diberi ruang untuk berkembang. Bicara soal karakter, Heroes sebelumnya dikritik karena memiliki terlalu banyak karakter yang akhirnya tidak berperan penting dalam cerita. Menyadari kelemahan ini, season Heroes kali ini memiliki cerita yang lebih terfokus dan satu episode biasanya hanya berfokus pada satu dua cabang cerita saja (paling banyak tiga). Penceritaannya juga mengambil tema yang lebih fresh tanpa perlu berkutat pada “lihat masa depan kelam, dan mari kita hentikan masa depan itu!”.
Di antara karakter-karakter baru yang diperkenalkan di season ini, yang paling menarik perhatian saya adalah Samuel Sullivan, pemimpin dari sebuah rombongan karnival misterius yang berisi orang-orang yang memiliki kekuatan. Samuel yang diperankan oleh Robert Knepper (terkenal sebelumnya sebagai T-Bag dari Prison Break) selalu berhasil mencuri spotlight setiap kali ia muncul di layar. Kelicikannya, kehebatannya memanipulasi orang-orang di sekelilingnya, sampai wajahnya yang culas membuat Samuel menjadi musuh paling berbahaya setelah Sylar (Sylar season pertama) yang pernah dihadapi oleh para jagoan-jagoan kita.
Di antara deretan karakter lama, dua aktor akhirnya dikecilkan porsinya dalam season keempat ini. Pertama adalah Sendhil Ramamurthy yang karakter Mohinder Sureshnya hanya sesekali tampil. Bisa dimengerti, mengingat bahkan para penulisnya sudah tidak tahu mau membawa cerita Mohinder ke mana lagi. Yang kedua, Adrian Pasdar, sedikit lebih rumit. Di akhir season ketiga lalu, karakter yang diperani oleh Pasdar, Nathan Petrelli, tewas dibunuh oleh Spock… eh Sylar (Zachary Quinto). Melalui proses-proses ajaib tertentu, Sylar dihipnotis dan diubah bentuknya menjadi Nathan. Tentu saja gampang ditebak bahwa Sylar Nathan ini suatu saat akan tersadar dari cuci otaknya, dan ini menjadi tema sentral di paruh awal season keempat.
Alasan kenapa saya mengatakan season keempat kali ini jauh lebih baik dari season sebelumnya adalah konsistensi para karakternya. Tidak seperti di season lalu di mana aliansi tiap tokoh berpindah di setiap episode, tokoh di season kali ini memiliki alasan yang kuat ketika hendak melakukan sesuatu. Belum sempurna dan masih penuh dengan lubang logika memang, tapi setidaknya sebuah langkah ke arah yang betul patut dipuji. Saya juga merasa bahwa Tim Kring dan tim direksi di Heroes menyadari bahwa ada potensi NBC menghentikan serial ini sehingga finale untuk season keempat pun digarap supaya memberi ‘sense of closure’ di dalamnya (walau mereka juga menempelkan label “To Be Continued” seandainya NBC kembali mengontrak Heroes). Saya pribadi berharap bahwa lebih baik Heroes dihentikan di sini saja. Serial ini sudah terlalu banyak kehilangan penggemarnya dan saat ia mampu naik lagi secara kualitas merupakan saat yang tepat untuk menutupnya.
So my verdict is… Season keempat Heroes di luar dugaan merupakan season yang cukup kuat untuk standar Heroes. Karakter Samuel Sullivan adalah nafas segar yang diperlukan oleh serial yang telah sekarat ini. Toh kalaupun season ini lebih baik, saya tetap berharap supaya Heroes dicancel. Lebih baik dikenang karena selesai kuat daripada hilang gara-gara rating rendah ditambah cercaan karena kualitas buruk.
Score: 7.5
TV Series Details
Creator: Tim Kring
Cast: Greg Grunberg, Masi Oka, Ali Larter, Zachary Quinto, Milo Ventimiglia
Running Time: 43 Minutes Per Episode (18 Episodes)












