Tag Archive | "Sniffer"

Tags: , , , , , , ,

Push

Posted on 16 July 2009 by Si Tukang Review

Push Poster

Push Poster

Konsep dari Push mirip sekali dengan Heroes, X-Men, maupun The 4400. Walaupun kisah orisinal mereka berbeda-beda (Heroes mendapatkan kekuatan secara mendadak, X-Men karena mereka mutan, dan The 4400 diberi kekuatan manusia masa depan) pada intinya inti ceritanya adalah tentang sekumpulan manusia yang memiliki kekuatan selain manusia biasa – dan menggunakan kekuatan itu untuk bertarung ataupun menyelamatkan diri.

Dalam introduksi singkatnya, Push memperkenalkan kepada kita bahwa ada manusia-manusia yang memiliki kekuatan spesial setelah masa perang dunia kedua. NAZI sempat mengadakan percobaan untuk membuat tentara super. Walaupun mereka gagal, percobaan mereka diteruskan oleh berbagai negara. Hasilnya adalah munculnya berbagai orang berkekuatan yang dikelompokkan dalam berbagai kategori. Ada Pusher yang memiliki kemampuan memanipulasi emosi dan memori seseorang; Watcher yang memiliki kemampuan melihat masa depan; Mover yang memiliki kemampuan telekinesis, dan macam-macam lagi. Walaupun orang-orang ini memiliki kemampuan spesial, itu tidak berarti mereka hidup dalam damai. Mereka terus menerus diburu oleh sebuah kelompok khusus bernama Division.

Nick Grant adalah seorang mover yang selama ini hidup diam-diam di Hong Kong untuk menghindari keberadaan pemerintah. Ia masih trauma ketika nyawa ayahnya terenggut di depan matanya. Kehidupan damai dari Nick Grant berantakan total ketika seorang gadis watcher muda bernama Cassie Holmes mendadak muncul di apartemennya dan mengatakan bahwa mereka harus menolong seorang gadis karena gadis tersebut memegang kunci yang bisa menyelamatkan nyawa para orang-orang berkemampuan khusus dari anggota Division. Siapakah gadis misterius itu? Berhasilkah Nick dan Cassie menemukannya sebelum anggota Division di bawah pimpinan Agen Carver menangkapnya?

Kalau membaca ringkasannya tadi tidakkah kalian langsung bisa menarik persamaan darinya dengan serial macam Heroes dan The 4400? Dengan tambahan pemburuan manusia berkekuatan oleh organisasi khusus saya juga terkadang merasa seakan Push memiliki kemiripan dengan Jumper. Sayangnya dengan waktu tayang hanya 111 menit, Push terasa terlalu tergesa-gesa memasukkan berbagai unsur cerita di dalamnya. Penonton yang tidak biasa menonton film berjenis ini mungkin akan bingung dengan berbagai istilah macam “Watcher”, “Sniffer”, “Shadow” dan banyak lagi yang mendadak saja diucapkan para karakter dalam film ini. Jalan ceritanya sendiri juga dangkal dan apabila dicerna sungguh-sungguh memiliki banyak lubang logika.

Dari banyaknya karakter yang muncul di film ini empat orang mengambil peran utamanya. Chris Evans kali ini tampil lebih serius dibanding saat ia muncul di Fantastic Four sebagai Human Torch; walau tidak pernah menjadi favorit utamaku saya tidak pernah bisa membenci akting Evans semenjak menontonnya di Cellular. Camilla Belle lagi-lagi disia-siakan dengan sedikitnya waktu baginya muncul; saya sedikit kecewa karena berharap kalau kali ini ia diberi peran lebih banyak dibanding saat muncul di 10.000 BC dulu. Djimon Honsou berposisikan seperti Samuel L. Jackson di Jumper dan menunjukkan akting yang solid sebagai Agent Carver, ia memiliki karisma dan membuat orang segan kepadanya tanpa menunjukkan kalau dirinya penjahat klise dari buku. Ketiganya berakting dengan baik, tetapi perhatianku tercuri oleh Dakota Fanning yang berusaha memantapkan dirinya sebagai artis remaja dalam film ini. Push adalah pilihan tepat untuk mendorong Fanning lepas dari citra artis cilik yang selama ini lekat dengannya (saat syuting, Fanning juga berusia 13 tahun seperti karakter Cassie yang ia perankan).

Lagi-lagi sebagaimana halnya dengan Jumper, saya lebih sreg melihat Push sebenarnya menjadi episode pilot dari serial televisi. Setidaknya konsep pembagian kekuatan unik dalam dunia Push lebih tertata rapi dibandingkan Heroes yang kekuatan karakternya sudah hilang dan muncul secara tidak jelas. Paul McGuigan juga terampil mengambil gambar dan memberi kita lebih banyak adegan aksi dan pertarungan manusia berkekuatan dalam film ini (ditambah dengan penggunaan kekuatan mereka secara lebih kreatif) bagi kalian yang merasa Heroes tidak pernah memperlihatkan adegan duel manusia berkekuatan (ingat finale season ketiga di mana kita lagi-lagi dirampok dari duel Petrelli bersaudara melawan Sylar?). Akhir kata, kalau kamu penggemar film superhero, Push boleh kamu dijadikan tontonan ringan akhir pekan.

Score: 5.6

Movie Details
Director: Paul McGuigan
Cast: Chris Evans, Dakota Fanning, Camilla Belle, Djimon Honsou
Running Time: 111 Minutes

Comments (1)

Advertise Here
Advertise Here