Tag Archive | "Scarecrow"

Tags: , , , , , , ,

Batman Begins

Posted on 06 November 2009 by Si Tukang Review

Batman Begins Poster

Batman Begins Poster

(Review Ditulis Di Tahun 2005)

Franchise komik DC bisa dibilang mati bersamaan dengan berakhirnya franchise Batman pada tahun 1997. Film keempat Batman yang bertajuk Batman And Robin mendapat hujatan dan kecaman dari berbagai pihak. Banyak pihak menilai bahwa film Batman yang terakhir ini tidak sesuai dengan asal muasal sang dark knight yang lebih bernuansa kelam. Setelah mati suri sekitar 8 tahun, pada summer 2005, Batman kembali dihidupkan melalui film Batman Begins.

Dari nama yang disandangnya, tidak heran banyak orang lantas membanding-bandingkannya dengan film Batman yang pertama. Apa bedanya ? Bila Batman pertama lebih banyak menekankan mengenai aksi Bruce Wayne ketika ia sudah menjadi Batman, maka Batman Begins lebih menyoroti mengenai bagaimana proses perubahan Bruce Wayne yang notabene seorang manusia biasa menjadi seorang Batman yang lebih dari sekedar manusia biasa. Batman Begins dijanjikan oleh Christopher Nolan memiliki suasana yang kelam ketimbang colorful. Hal yang wajar mengingat dasar ceritanya diangkat dari Batman: Year One karya Frank Miller yang memang gelap. Hanya saja berbeda dengan nuansa dark yang ditawarkan Tim Burton, kekelaman tone Batman Begins lebih disebabkan oleh alur dan settingnya memang gelap.

Di masa itu, Gotham City adalah kota yang terbelah menjadi dua aspek sosial. Orang-orang berada memang memiliki kedudukan dan posisi sosial yang enak di mana mereka dapat hidup berfoya-foya, sementara di daerah kumuh, banyak orang yang tidak punya bahkan kesulitan untuk memenuhi sekedar kebutuhan perut mereka semata. Jurang sosial ini menyebabkan semakin banyak kriminalitas merajalela di Gotham. Bruce Wayne adalah korban dari kriminalitas ini, ayah dan ibunya yang tergolong darah ningrat diserang pada sebuah malam dan terbunuh di depan matanya sendiri. Berangkat dari peristiwa itu, Bruce muda menjadi seorang yang pendendam. Ia belajar mengandalkan amarah serta kebenciannya untuk menjadi pusat kekuatannya. Ia belajar menyelami pikiran para teroris agar suatu saat dapat membalaskan dendamnya. Di penjara, ia kemudian ditemukan oleh seorang Henry Ducard. Ducard adalah seorang anggota League of Shadows. Pemimpin League of Shadows; Ras Al Gul melihat potensi dalam diri Bruce untuk menjadi pemimpin League of Shadows miliknya.

Sayangnya, usai menjalani latihan, Bruce Wayne tetap tak membuang hati manusianya. Ia memutuskan bahwa cara dari League of Shadows terlalu ekstrim - ia pun kembali ke Gotham dan dalam kehidupan gandanya menjadi sang manusia kelelawar. Tentunya usahanya ini tidak mudah karena seluruh kota tengah berada dalam cengkeraman erat seorang bos mafia yang bekerja sama dengan pemimpin utama dari rumah sakit jiwa. Tidak berhenti sampai di sana, sebagai Bruce Wayne pun ia harus menghadapi masalah konflik internal dalam perusahaan yang diwarisi oleh ayahnya; juga masalah kehidupan asmaranya dengan gadis pujaannya: Rachel Dawes.

Cerita yang begitu kuat dalam film ini adalah kekuatan utama darinya. Christopher Nolan memang mengambil alur penceritaan maju mundur yang agak membingungkan di awal kisah. Hanya saja bila disimak dengan sungguh, alur cerita mengalir dengan enak dan mudah dimengerti dalam penuturannya. Motif dari para villain dalam kisah ini mungkin akan membuat mereka yang tak seberapa familiar dengan Batman berkerut; tetapi tidak lebih. Dialog filosofis dalam film ini tidak terasa menggurui ataupun menggiring cerita menjadi membingungkan. Dialog filsafatnya malahan terasa berbobot dan pas.

Cerita yang cukup sempurna ini diperkuat dengan daftar casting yang brilian dan pas pada posisi mereka masing-masing. Christian Bale memiliki karisma sebagai Bruce Wayne yang terbaik. Sejajar dengan Val Kilmer karena memang muka yang ia miliki sesuai dengan penggambaran Bruce Wayne; seorang yang angkuh, dingin, sekaligus kesepian jauh dalam lubuk hatinya. Sayangnya sebagai Batman; karisma yang dimiliki Bale tak sekuat Michael Keaton yang masihlah Batman terbaik hingga saat ini bagiku. Alfred diperankan dengan sempurna oleh Michael Caine. Tidak hanya bersikap sebagai pelayan semata; Alfred dengan segala kehangatan kasih yang ia berikan secara sempurna menjadi sosok ayah yang ideal bagi Bruce yang telah kehilangan orang tuanya sejak kecil. Liam Neeson yang entah kenapa sering tampil sebagai sosok mentor juga muncul dengan idealismenya sendiri tetapi memikat. Wajah matang didukung dengan akting yang prima menjadikannya sebagai sosok mentor yang sayang kepada sang murid, tetapi tetap berdedikasi pada idealismenya.

Kendati tidak sebrilian ketiga sosok di atas, Morgan Freeman dan Gary Oldman tidak boleh diremehkan. Morgan Freeman memang tidak diberi ruang besar tetapi ia berhasil menggunakan setiap frame di mana ia tampil untuk merebut simpati penonton. Dengan segala gadget yang ia kembangkan; sedikit banyak ia mirip dengan M dalam seri James Bond. Gary Oldman mulai melepas kebiasaan yang spesialisasi karakter jahat dengan menerima tugas menjadi Jim Gordon; letnan polisi yang suatu hari nanti menjadi komisaris sekaligus mitra terlama Batman dalam memerangi kejahatan di Gotham.

Lepas dari segala kelebihan di atas, Batman Begins tidak terlepas dari beberapa kelemahan teknis yang menganggu. Batmobile yang ditampilkan dalam film ini lebih pas mengusung nama Battank. Belum lagi pergeseran karakter Batman yang biasa ditampilkan sebagai hero menjadi seorang anti-hero yang masih dimusuhi oleh para polisi. Terakhir; adalah kemunculan Katie Holmes yang rasanya salah orang. Bila dicermati lagi Nicole Kidman dan Michelle Pfeiffer memiliki pesona wanita dewasa yang pas dengan Val Kilmer dan Michael Keaton saat itu. Sementara Katie Holmes; dia lebih mirip sebagai adiknya Bruce Wayne ketika beradu akting dengannya. Agak disayangkan mengingat Holmes tampil cukup maksimal dalam film ini; mencurahkan bakat aktingnya.

Batman Begins adalah sebuah film komplit yang membawa Batman kembali ke dunia yang sebenarnya. Dunia kelam yang digemari oleh para penggemarnya. Dengan penutup yang menggoda; tidak heran kalau kita mengharapkan sebuah sekuel bukan ? Hail to the Dark Knight!

Score: 9.5

Movie Details
Director: Christopher Nolan
Cast: Christian Bale, Michael Caine, Liam Neeson, Ken Watanabe
Running Time: 141 Minutes

Comments (4)

Tags: , , , , , ,

Batman: No Man’s Land

Posted on 01 October 2009 by Si Tukang Review

Batman: No Man's Land Cover

Batman: No Man's Land Cover

Pada tahun 1999, DC melancarkan sebuah saga besar-besaran untuk kisah Batman. Saga ini nantinya akan mengubah nasib kota Gotham selama-lamanya; sekaligus menjadi dasar untuk beberapa cerita dunia DC ke depannya. Saga untuk kota Gotham ini dinamakan: No Man’s Land. Saga ini tidak hanya mengambil semua porsi dalam cerita Batman saja, tetapi juga dalam cerita Robin, Nightwing, Catwoman, hingga Azrael. Singkatnya, semua elemen Batman tergabung masuk di dalam cerita ini. Bagaimana ramuan dalam No Man’s Land ini jadinya?

Batman: No Man’s Land

An Earthquake that Changed Gotham Forever…

… and after the Earth shattered and the buildings crumbled, the nation abandoned Gotham City. Then only the valiant, the venal, and the insane remained in the place they called No Man’s Land.

Itulah pembukaan dari No Man’s Land. Cukup untuk menggambarkan apa yang terjadi pada Gotham.

Sebuah gempa dengan skala 7.6 Richter menghantam Gotham. Gempa dengan ukuran luar biasa besar dan hebat ini mengakibatkan kerusakan yang benar-benar parah pada Gotham. Bangunan hancur dan rubuh, jalanan dan infrastruktur hancur total. Ratusan hingga ribuan orang tewas. Tetapi itu bukanlah hal yang paling mengenaskan. Apa yang terjadi berikutnya adalah Amerika memutuskan untuk memutuskan semua hubungan dengan Gotham. Gotham yang selama ini memang sudah dianggap kota kriminal dianggap tidak layak diselamatkan – dan dianggap tak perlu lagi ada.

Tidak butuh waktu lama bagi orang-orang di dalam Gotham untuk menyadari bahwa pemerintah telah meninggalkan mereka. Karena itu, mereka mulai menjadi liar. Saling berperang untuk memperebutkan kekuasaan. Yang lebih parah adalah Arkham Asylum tempat Batman menawan musuh-musuhnya ikut hancur. Para kriminal kabur dan menjadi semakin beringas. Masing-masing membentuk gang mereka sendiri dan berebut kekuasaan. Gotham menjadi kota yang tidak memiliki penguasa. Tidak heran banyak orang yang menjulukinya NML (No Man’s Land).

Dan di manakah Batman saat itu? Tidak ada di mana-mana. Superhero yang biasanya tanpa lelah membela Gotham ini tidak berada di sana karena ia begitu kecewa akan dirinya sendiri. Sebagai Bruce Wayne, ia telah melakukan lobi terhadap pemerintah supaya mereka tidak menutup jalan ke Gotham. Ia gagal total. Dan karena itu ia kecewa. Kekecewaan itu memuncak menjadi sebuah kepasrahan. Tetapi apakah Batman akan selamanya meninggalkan Gotham?

… into a No Man’s Land

Ketika Batman sudah bisa mengatasi keputus-asaannya, ia kembali ke Gotham. Tetapi ia menyadari bahwa Gotham yang ditinggalkannya beberapa bulan sudah berubah total. Gotham yang sekarang tidak lagi menakutinya. Tidak lagi menakuti sosok Batman yang sudah meninggalkan mereka berbulan-bulan.

Penguin menguasai seluruh jaringan kota. Para penduduk Gotham tidak menganggap emas sebagai suatu yang berharga lagi. Mereka beramai-ramai menukarkan emas dan segalanya untuk sekedar makanan, atau minuman. Penguin adalah satu-satunya orang yang bisa memasukkan barang dari luar Gotham yang dikarantina itu.

Keadaan lainnya tidak lebih baik. Gotham Police Department (GPD) beserta Huntress memang mempertahankan teritori mereka masing-masing, tetapi teritori yang lain dikuasai oleh Two Face, Scarecrow, Killer Croc, dan banyak kriminal-kriminal sinting lainnya. Robin dan Nightwing pun tidak bisa kembali ke dalam Gotham karena mereka diperintahkan oleh Batman untuk tidak berada dalam kota itu. Para anggota JLA pun semuanya tengah menghadapi kesulitan mereka sendiri sehingga tidak bisa banyak membantu menghadapi apa yang terjadi pada Gotham.

Yang mungkin paling menghancurkan Batman adalah ketika Jim Gordon yang adalah mitra terlamanya dalam membela kejahatan turut kehilangan kepercayaan kepada dirinya yang telah meninggalkan Gotham terlalu lama.

Dan dari sana dimulailah perjuangan Batman untuk merebut kembali wilayah demi wilayah yang dikuasai oleh para penjahat itu. Semula, Batman memang beroperasi sendirian, tetapi lambat laun ia mengerti bahwa ia tidak bisa menghentikan semua ini sendirian. Perlahan-lahan, ia kembali mengumpulkan orang-orang yang paling ia percayai untuk membantu menyelesaikan masalah ini; Robin, Nightwing, Oracle, Huntress, Azrael, Catwoman, Batgirl yang baru, hingga Jim Gordon. Bahkan Superman pun sesekali datang untuk membantu Batman (kendati Batman lebih suka beroperasi sendiri tanpa bantuannya).

Perlahan-lahan akan ketahuan oleh pembaca bagaimana merebut petak demi petak di Gotham hanyalah bagian dari sebuah skema besar yang mengerikan yang menunggu Gotham. Perlahan-lahan orang yang menjadi biang kerok sebenarnya dari aksi di balik penyegelan Gotham akan ketahuan, dan ketika semua itu nampaknya bisa diselesaikan; dideklarasikannya Gotham terbebas dari No Man’s Land akan juga diingat sebagai saat tragedi yang sangat menyedihkan.

Survival of the Fittest

Satu tahun penuh adalah waktu yang dibutuhkan untuk keseluruhan saga No Man’s Land. Semua seri Batman yang muncul pada tahun ini digunakan untuk mengcover cerita dalam No Man’s Land. Dan bahkan itu saja tidak cukup. Untuk memperkuat cerita dalam No Man’s Land, bahkan beberapa komik Azrael, Catwoman, Robin, Nightwing, sampai Young Justice juga digunakan untuk menceritakan saga No Man’s Land ini.

Yang saya sukai dalam No Man’s Land adalah ceritanya yang dibangun dari banyak sekali sudut pandang. Memang kita akan paling sering mendapatkan cerita dari sudut pandang Batman dan Oracle, tetapi sering juga kita akan mendapatkan cerita dari sudut pandang para teman Batman yang lain. Selain itu, kita juga akan mendapatkan cerita dari sudut pandang Jim Gordon, Alfred, dan banyak sekali penduduk Gotham yang tertinggal di kota tersebut (beserta alasan kenapa mereka memilih bertahan di NML). Karena eventnya sendiri berlangsung selama setahun penuh maka penceritaan dalam NML ini digarap dengan kontribusi sangat banyak artis dan penulis yang masing-masing nanti menyusun sebuah cerita besar yang rapi dan berkesinambungan.

Seiring cerita dalam NML berlanjut, kita akan makin mengerti alasan-alasan kenapa Batman tidak langsung menghabisi semua musuh-musuhnya, atau kenapa ia dahulu sempat mengasingkan diri. Kita juga bisa melihat bagaimana perbedaan cara bekerja Batman dan Superman dalam saga ini (sekaligus perbedaan besar antara Metropolis dan Gotham City). Kenapa Batman memilih untuk bekerja sama dengan Penguin? Kenapa ia menyerahkan penjagaan dalam Arkham Asylum kepada penjahat lainnya? Kenapa ia mengutus bawahan serta sidekicknya baru menjelang pertengahan cerita?

Unsur psikologi manusia juga sangat banyak mendapatkan penekanan dalam cerita ini. Sebuah hal yang wajar sebenarnya – mengingat musuh Batman kebanyakan adalah orang-orang sinting. Untuk beberapa potongan dalam penceritaannya, saya paling menyukai bagian penceritaan Scarecrow dan Joker. Kedua penjahat ini benar-benar digambarkan paling sinting dan sekaligus memiliki story arc paling kokoh. Untuk cerita singkat dalam Batman, saya paling menyukai cerita dalam NML ini ketika dipandang dari sisi Alfred (kapan lagi Alfred akan ditaruh sebagai tokoh utama?).

No Man’s Land adalah sebuah saga panjang Batman yang menurutku sangat mengesankan. Dia berdiri sejajar dengan Batman: The Killing Joke, Batman: Hush, dan Batman: The Dark Knight Returns sebagai seri-seri Batman yang paling memorable yang pernah kubaca. Yang lebih luar biasa? Apabila judul lain Batman itu kebanyakan cuma mini-seri / one shot, maka NML adalah saga Batman yang bisa membuatku tetap tertarik sepanjang tahunnya!

Score: 8.5

Graphic Novel Details
Writer: Various Writer
Penciller: Various Artist
Publisher: DC Comics
Volume: Various Titles

Comments (0)

Advertise Here
Advertise Here