Wow. Di tengah kesibukannya menulis berbagai macam graphic novel dan skenario TV, Geoff Johns masih bisa juga menyempatkan waktu untuk menulis cerita salah satu tie-in Blackest Night. Kelihatannya Flash memang menjadi salah satu franchise yang hendak dibangkitkan kembali oleh DC dan karena alasan itulah mereka memasrahi penulis terbaik mereka untuk menulis kisah si Scarlet Speedster, bahkan untuk komik tie-in sekalipun.
Sebenarnya sih dari semua tie-in Blackest Night, Flash seharusnya menjadi yang paling menarik perhatian. Kenapa? Kalian yang membaca Blackest Night pasti tahu bahwa saga DC kali ini memberi fokus utama kepada Hal Jordan dan Barry Allen. Karena Hal adalah polisi luar angkasa yang tidak hanya bertanggung jawab pada sektor bumi, otomatis waktunya dalam Blackest Night pun terbagi antara dunianya dan dunia para Lantern yang lain. Nah, yang mengisi kekosongan Hal selama ia pergi bukan Superman atau Wonder Woman. Tidak lain tidak bukan sobatnya ini.
Hampir sama dengan tie-in Blackest Night Wonder Woman, Blackest Night The Flash ini juga berjalan seiringan dengan komik utamanya sendiri, yang berarti turut mengisahkan petualangan Flash setelah ia didapuk menjadi seorang Blue Lantern. Jangan khawatir. Akan tetapi berbeda dengan tie-in Wonder Woman yang mengaitkannya dengan Mera (sosok di luar mitologinya), Geoff Johns secara cerdik mengkarantina tie-in ini pada keluarga Flash saja. Tentu menolong mengingat keluarga Flash kini tengah berkembang dengan pesat usai Flash: Rebirth (serial yang memperingati kembalinya Barry Allen ini akan diluncurkan edisi terakhirnya minggu depan – dan saya sudah tidak sabar untuk mereviewnya). Walau jauh dari sempurna, Geoff memberikan kepada kita preview mengenai dinamika keluarga Flash ini nantinya berinteraksi satu sama lain, dan bila chemistry antar para tokohnya bisa dipertahankan sekuat tie-in ini, DC bakalan membangkitkan franchise lain mereka setelah Green Lantern.
Flash sendiri bukan menjadi satu-satunya sorotan di sini. Gerombolan musuh utama Flash: The Rogues juga disorot di sini. Ada ungkapan bahwa superhero terhebat harus diimbangi dengan supervillain yang tak kalah ganasnya. Spider-man punya Green Goblin. Batman punya Joker. Superman punya Lex Luthor. Salah satu alasan kenapa Wonder Woman tidak pernah bisa ‘sebesar’ kedua koleganya adalah karena ia tidak memiliki supervillain yang bisa menjadi rivalnya. Geoff Johns kelihatannya tahu benar akan hal ini dan memposisikan Sinestro sebagai lawan utama Hal Jordan dalam Green Lantern. Melihat bagaimana para Rogues mengambil peran dominan dalam tie-in ini (bisa dibilang setengah porsi cerita), Geoff membangun galeri musuh yang tangguh buat dihadapi para Flash. Dari para Rogues ini yang langsung menarik minatku adalah Captain Cold. Oho; namanya boleh mengundang tawa, tetapi karakteristik dan pandangannya yang 180 derajat berbeda dengan Barry langsung mengundang perhatianku.
Meski demikian, saya harus jujur berkata kalau ini bukan karya terbaik Geoff Johns. Beberapa kali dialog dalam komik ini terasa terlalu dangkal dan kurang mengandung pesan emosional. Saya juga merasa pemakaian kata “All will be well” sebagai semboyan Blue Lantern terlalu banyak dipaksakan masuk di buku kedua dan ketiganya di mana Barry tergabung dalam korps perlambang harapan itu. Kesan keren yang saya dapat ketika melihatnya di akhir volume keenam Blackest Night jadi pudar karena terlalu repetitif. Ditambah lagi beberapa musuh dan plot dalam komik tie-in ini malah memberi spoiler pada ending Flash: Rebirth yang belum terbit. Ah, setidaknya karena Geoff Johns yang menulis ini maka bahkan hasilnya di bawah standar kerjanya saja sudah mendapat penilaian di atas rata-rata di mataku.
Artwork Scott Kolins banyak dipuji situs-situs komik luar negeri, tapi saya sendiri cenderung menilainya biasa saja. Mungkin artwork Kolins tidak sesuai seleraku karena saya lebih condong pada gaya penggambaran Ethan Van Sciver.
So my verdict is… ini lagi-lagi sebuah karya tie-in Blackest Night yang tanggung. Sayang sekali bahkan Geoff Johns pun tidak bisa memaksimalkan karya ini ataupun memberinya suatu masukan baru untuk memperkaya kisah utamanya. Dari semua serial tie-in Blackest Night yang kubaca, yang berhasil melakukannya hanyalah Titans. Setidaknya, mini-seri ini bisa menjadi preview bagi kalian-kalian yang tidak sabar menantikan serial baru Flash (tentunya ditangani oleh… siapa lagi? Geoff Johns) seusai Blackest Night nanti.
Score: 7.5
Graphic Novel Details
Writer: Geoff Johns
Artist: Scott Kolins
Publisher: DC Comics
Volume: 01 – 03








