Sesuatu yang tak pernah diduga-duga terjadi di dunia handheld. Pasar yang tadinya dikuasai oleh dua pemain: Nintendo DS dan Sony PSP mendadak mendapat saingan ketiga dalam bentuk iPhone. Melalui iTunes, banyak sekali developer dan programmer independen merilis game mereka dan dijual dengan harga murah -- kadang sampai di bawah satu dollar! Terang saja kedua perusahaan di atas kalang kabut. Mungkin Nintendo DS sudah laku keras sehingga posisinya tidak terlalu terancam… tetapi bagaimana dengan handheldnya Sony? Guna memerangi iPhone supaya tidak mengkudeta posisinya sebagai runner-up, Sony meluncurkan seri mini game yang dinamai… Minis (namanya kurang kreatif ya?). Kebanyakan game Minis yang dijual di toko Playstation Network membidik pasar yang sama dengan mini-game iPhone dan dirilis dengan harga murah (mayoritas di bawah 10 Dollar, bandingkan dengan titel resmi yang bisa mematok harga hampir tiga empat kali lipat). Salah satu game terbaru Minis adalah Age of Zombies. Game ini masuk ke dalam radar pengamatanku setelah saya membaca Gamespot dan IGN sampai mereviewnya. Wah? Sebuah mini game sampai mendapat perhatian dua situs gaming terbesar? Saya langsung ikutan tertarik untuk mencobanya.
Dalam Age of Zombies tujuan gamer sangat sederhana. Tembak segala yang bergerak. Kamu akan ditempatkan di sebuah arena di mana ada ratusan bahkan ribuan zombie menyerbumu. Kontrolnya mudah: kamu bergerak dengan D-Padmu sementara menembak atas dengan segitiga, menembak kiri dengan kotak, menembak bawah dengan x dan menembak kanan dengan lingkaran. Kemudahan kontrol ini menjadikan Age of Zombies begitu aksesibel dan bisa dimainkan oleh siapa saja. Jangan mengira bahwa karena gameplaynya simple maka game ini hanya ditujukan untuk anak-anak saja. Developer game ini, Halfbrick, memastikan untuk memasukkan dialog-dialog yang humornya bisa dinikmati baik oleh orang dewasa maupun remaja.
Sebagai Barry Steakfries, kamu harus menjelajahi waktu untuk menghenti amuk zombie. Pasalnya, di awal game seorang ilmuwan sinting membuat pintu waktu dan melepas zombie ke segala jaman. Barry harus berpetualang ke masa prasejarah, era gangster Amerika, piramida di Mesir, kampung ninja di Jepang, sampai masa depan para cyborg. Dalam permainannya Barry akan melontarkan quote-quote yang unik dan bikin tertawa. Misalnya di era gangster Barry akan mulai menyinggung-nyinggung soal The Sopranos, GTA, dan The Godfather. Atau di kampung para Ninja di mana salah satu judul stagenya adalah Cruel Angel Thesis, sebuah referensi jelas pada lagu opening Neon Genesis Evangelion. Kalau kamu seorang yang tahu banyak akan kultur hiburan, game ini akan membuatmu tertawa terbahak-bahak sambil memainkannya (dan Barry adalah salah satu jagoan paling nyolot yang saya mainkan! I like it!).
Lima level yang ada dalam game ini terbagi menjadi tiga bagian stage: dua stage biasa di mana kamu harus membantai semua zombie yang ada sampai meteran zombienya habis dan stage ketiga di mana kamu akan berhadapan dengan boss di level itu. Setiap bossnya merepresentasikan dunianya, jadi kamu bisa berhadapan dengan Zombie T-Rex di level pertama, Don Zombie di level kedua, dan… ah, temukan saja sendiri sisanya. Tidak seru kan kalau semuanya kuspoilerkan? Pertarungan melawan boss memiliki tantangannya tersendiri tetapi tingkat kesulitannya tidak pernah sampai berlebihan.
So my verdict is… lebih dari enam bulan setelah Sony mengumumkan Minis, masih belum terlihat kemampuan maksimalnya. Banyak sekali game yang standarnya di bawah kualitas lolos dari pengamatan Sony (ini juga merupakan masalah yang dihadapi oleh iPhone). Toh apabila ada banyak game seperti Age of Zombies (dengan harga hanya 5 Dollar saja!) maka masa depan Minis terjamin aman. Pecinta rail shooter, zombie, dan mengikuti perkembangan kultur pop? Age of Zombies bakalan memberimu impresi tersendiri. I mean where else can do you get to shoot zombie ninjas huh?
(Age of Zombies Gameplay)
Final Verdict
Gameplay: 7.0
Sederhana tapi fun. Membantai para zombie dalam game ini bakalan sangat membantu menghilangkan stressmu. (Catatan: Efek sebaliknya bisa terjadi kalau kamu melulu dibantai).
Graphic / Sound: 7.5
Sekilas tidak ada yang spesial kualitas grafis dan audio game ini. Maklum deh, kan hanya Mini Game. Tapi ternyata Halfbrick cukup memperhatikan detailnya. Zombie dari setiap zaman memiliki kekhasannya sendiri, bahkan suara di mana kamu mengambil senjata power-up berubah mengikuti setting. Di kampung Ninja misalnya aksennya akan keJepang-Jepangan sementara di masa depan suaranya bakalan ala cyborg robot.
Play Time: 4.0
Sayangnya Age of Zombies adalah sebuah game yang sangat (terlalu?) pendek. Untuk menyelesaikan lima level yang ada kamu paling akan makan waktu sejam hingga dua jam. Saya pribadi malah tidak sampai sejam menamatkannya. Memang masih ada mode Survival yang bisa kamu jajal, tetapi game ini sebenarnya bisa makin sempurna lagi kalau memiliki lebih banyak variasi dunia.
Overall: 6.5
Game Details
Developer: Halfbrick Studios
Publisher: Halfbrick Studios
Genre: Action










