Tag Archive | "New Moon"

Tags: , , , , , ,

Lima Alasan Kamu HARUS Menonton The Vampire Diaries

Posted on 06 June 2010 by Si Tukang Review

Saya tahu bahwa membaca judulnya saja membuat kalian skeptis. Tapi percaya atau tidak, banyak orang yang skeptis dan ragu terhadap serial ini kini menobatkannya menjadi salah satu serial terbaik mereka tahun ini. Saya pribadi menempatkannya di urutan kedua untuk serial baru terbaik tahun ini, hanya karena tahun ini juga menghadirkan Glee.

Oleh karena itu sebagai orang yang sudah diubah menjadi vampir oleh serial ini, artikel ini kugarap supaya kalian pun bisa berubah menjadi vampire lovers. Let’s begin!

05. Romantic, Scary, Mystery… They’ve Got It All
The Vampire Diaries adalah sebuah tontonan yang lengkap. Ada momen-momen romantis antara Elena dan Stefan sekaligus diselingi Damon yang flirty terhadap cewe sana-sini. Tetapi serial ini tidak lupa bahwa pada dasarnya ini adalah sebuah serial tentang vampir. Hujan darah terjadi di setiap episode dan bersiaplah karena banyak korban berjatuhan dari kedua belah pihak manusia dan vampir. Terakhir adalah misteri. Walau sekilas dari luar terlihat sebagai kota kecil yang damai, Mystic Falls memiliki banyak rahasia mengerikan di dalamnya… yang perlahan-lahan dikuak dalam setiap episode serial ini.

04. They Don’t Sparkle…
Salah satu hal yang membuat banyak orang bete terhadap kisah Twilight adalah mereka… uh… bercahaya. Saya tidak tahu apa yang ada di benak sintingnya Stephanie Meyer ketika menulis tetapi untung saja The Vampire Diaries tidak ikut-ikutan. Kisah ini kembali pada formula baku di mana vampir bakalan tewas terbakar sinar matahari. Plus ada batasan-batasan kekuatan dan kelemahan yang jelas bagi para vampir dalam serial ini. Oke vampir bisa mempengaruhi pikiranmu dengan hipnotis, tetapi mereka tidak bisa masuk ke dalam rumahmu kalau kamu tidak mengundang mereka. Dengan kekuatan yang jelas, vampir menjadi sosok yang menarik. Tidak sekedar “Oh… Ya ampun dia bercahaya kena sinar matahari. Seksi Sekaleee“.

03. Fast-Paced Storyline
Kadang serial TV bisa bikin orang frustasi karena mengulur-ulur ceritanya. Ingat Heroes di season kedua dan Lost di season ketiga? Beruntung The Vampire Diaries tidak mengulang kesalahan ini. Misteri demi misteri dilontarkan tetapi juga dengan cepat diselesaikan. Satu hal yang saya acungi jempol adalah tidak adanya rahasia yang tersembunyi dalam waktu lama akan satu karakter. Ingat betapa senewen kita menonton Smallville di tiga empat season awal di mana kebanyakan jalan ceritanya berkisar Clark menyembunyikan identitas rahasianya dari semua orang di sekelilingnya?

02. Fully Developed Characters
Setiap karakter dalam film ini memiliki kedalaman yang membuatnya bisa diterima oleh penonton. Semua karakter memiliki kelebihan dan kelemahan mereka. Stefan pada awalnya terlihat sempurna tetapi seiring berjalannya serial menunjukkan kekurangan-kekurangannya. Saya suka dengan Elena karena tidak seperti gadis tertentu yang pikirannya cuma “Kumohon gigit aku. Jadikan aku vampir. Aku ingin hidup bersama selamanya denganmu. Aku wanita idiot!” ia tegas. Oho, memang cinta berperan dalam kebanyakan keputusan yang ia ambil, tetapi logika selalu datang terlebih dahulu sebelum perasaan. Dan karakter pendukungnya pun berkembang. Matt, Alaric,  Bonnie, Tyler, Jeremy dan banyak – banyak lagi bukan karakter yang sama di awal season dengan di akhir season. Semua mengalami pertumbuhan dan perubahan karakter. Bahkan guest starnya (Anna! Anna! Anna!) berhasil mencuri perhatianku. Ini adalah bukti dari sebuah serial yang berhasil memaksimalkan potensi setiap bintangnya… terutama…

01. DAMON SALVATORE
Sebelum mata kalian melotot dan kalian menyangka yang tidak – tidak…

Saya bukan gay… but Damon Salvatore is HOT!

Dia jelas salah satu karakter favoritku tahun ini. Nina Dobrev, Paul Wesley memainkan peran mereka dengan apik… tetapi show ini tidak akan sama tanpa Ian Somerhalder yang SEMPURNA sebagai Damon. Tingkahnya sebagai playboy, pembawaannya yang bad ass, dan tampang gantengnya dijamin menyihir tiap penonton melihat apa yang bakalan dilakukan Damon di tiap episodenya. Ah, kadang saya berpikir Ian itu vampir sungguhan dan dia melakukan mind trick untuk membuatku terpana menontonnya dari episode ke episode…

Jadi apa lagi yang kalian tunggu? Buruan nonton serial ini, dan kita diskusikan The Vampire Diaries bersama-sama!

Comments (16)

Tags: , , , , , , , ,

The Twilight Saga: New Moon

Posted on 28 November 2009 by Si Tukang Review

The Twilight Saga: New Moon Cover

The Twilight Saga: New Moon Cover

Twilight oh Twilight. Kau selalu berhasil menjungkirbalikkan prediksi pengamat. Tahun lalu ketika Twilight dirilis oleh studio kecil bernama Summit Entertainment, orang tidak seberapa yakin dengan hasil box officenya. Anggapan para analis box office juga sama: mereka sepakat bahwa Twilight mungkin tidak akan flop total, tetapi tidak akan sukses-sukses amat. Walaupun novel yang dikarang oleh Stephanie Meyers ini sudah ngetop di mana-mana, sejarah membuktikan bahwa novel bestseller belum tentu bisa menjual di layar lebar. Ternyata Twilight menjungkirbalikkan prediksi semua orang dengan meraup dollar sebanyak-banyaknya. Para analis terperanjat, orang sibuk mencari tahu siapakah itu Robert Pattinson, para gadis langsung jatuh cinta pada para vampir, dan demam Twilight meledak di mana-mana. Summit Entertainment langsung bergerak cepat dan membeli hak untuk memfilmkan tiga novel saga Twilight yang tersisa.

Setahun pun berlalu. Tepat di minggu yang sama tahun 2008, New Moon dirilis. Lagi-lagi film ini ditanggapi dengan suam-suam kuku oleh pengamat box office. Banyak sekuel yang tidak pernah bisa menyamai film pertamanya. Franchise Harry Potter paling sukses di film pertamanya. Angels and Demons dan Prince Caspian pendapatannya malah jauh berkurang dibandingkan pendahulunya. Bisa jadi semua demam Twilight sudah berlalu dan New Moon akan jadi film biasa-biasa saja di box office. Betul bukan? Dan para analis lagi-lagi terperangah. New Moon bukan sekedar besar. Ia menjadi raksasa dengan mencetak opening weekend terbesar ketiga sepanjang sejarah – hanya di belakang The Dark Knight dan Pirates of the Caribbean: Dead Man’s Chest. Edannya, New Moon juga memecahkan rekor opening day dan midnight terbanyak! Dengan film Eclipse dirilis hanya tujuh bulan kemudian, orang hanya bisa bertanya-tanya: sejauh mana kepopuleran Twilight? Dan berapa banyak lagi gadis yang akan mendesahkan nama Robert Pattinson dalam tidur mereka?

Oke, kita masuk ke review filmnya. Ceritanya dalam New Moon ini adalah sambungan langsung dari Twilight. Di sini Bella masih terus meminta-minta Edward untuk gigit dia dan mengubah dirinya menjadi vampir supaya bisa hidup selamanya di sisinya. Entah kenapa, Edward malahan memutuskan untuk menarik hubungan dengan Bella dan menghancurkan hidupnya. Hidup Bella setelah kehilangan Edward langsung jatuh terpuruk. Dia menjerit-jerit tiap malam karena mimpi buruk. Ia kehilangan semangat hidup dan tak pernah lagi ke mana-mana. Lantas Bella menemukan suatu keanehan. Setiap kali ia menantang bahaya yang mengancam nyawanya, barulah ia bisa melihat bayangan Edward. Beruntung bagi Bella, lubang di hatinya itu untuk sementara disembuhkan dengan persahabatannya dengan Jacob. Siapa sangka bahwa Jacob sendiri juga menyimpan rahasia? Rahasia yang nantinya akan memaksa Bella memilih antara cintanya pada Edward dan persahabatannya dengan Jacob.

Sebelum saya menyebutkan pendapat saya mengenai film ini, ada dua hal yang perlu saya tegaskan dahulu. Pertama saya bukan penggemar Twilight maupun pembenci Twilight. Saya berusaha menilai karya ini secara obyektif. Kedua saya tidak pernah membaca novelnya sehingga saya tidak akan tahu bila ada jalan cerita yang dipotong dari novelnya atau tidak.

Secara cerita dan efek, jujur saja saya lebih suka New Moon ketimbang Twilight. Kisah persahabatan Jacob dan Bella terasa lebih sehat ketimbang hubungan cinta absurd dari Bella dan Edward. Saya sedikit menyayangkan keputusan Edward untuk pergi dari Bella tanpa alasan yang kuat. Sebelumnya memang ada insiden kecil di keluarga Cullen, tetapi adegan itu saja tidak cukup sebagai katalis untuk memisahkan Bella dan Edward. Ketika keduanya bertemu kembali di penghujung film pun kemesraan yang langsung terjalin di antara keduanya terasa dipaksakan dan menganggu, apalagi karena sepanjang film penonton terus melihat hubungan persahabatan antara Jacob dan Bella tumbuh dan berkembang. Sedikit mengiris hati melihat Bella dengan tenang mencampakkan Jacob yang mati-matian berusaha mengembalikan semangat Bella yang hilang sejak kehilangan Edward. Efeknya yang menampilkan perubahan Jacob dan teman-temannya (saya tidak akan spoiler) juga lebih keren – mungkin karena budget New Moon dua kali lipat dari Twilight (dan melihat kesuksesan film ini, saya takkan heran kalau budget Eclipse akan ditambah lagi).

Soal pemerannya sendiri, Robert Pattinson yang selama ini dicintai para fans justru tidak banyak tampil di film ini. Bintang baru dalam New Moon ini adalah si Taylor Lautner. Lautner tadinya hampir diganti karena Chris Weitz karena sang sutradara merasa Lautner terlalu kurus untuk berperan sebagai Jacob. Untungnya Lautner berjanji untuk mengubah penampilannya; dan janji itu ia buktikan. Jacob yang kekar bak binaragawan kelihatannya berhasil mencuri sebagian fans Pattinson, terutama karena ia selalu setia mendampingi Bella melewati masa-masa susahnya. Kekurangan utama film ini justru pada Kristen Stewart sebagai Bella. Bukan salah Stewart yang sudah berakting maksimal memerankan Bella yang frustasi ditinggal Edward. Toh yang bikin saya eneg adalah bagaimana penggambaran karakter Bella. Saya tahu ada banyak wanita yang pernah ditinggal oleh pria idamannya, tetapi tidak ada yang saya lihat depresi dan menjerit-jerit tiap malam macam Bella – yah selain wanita yang punya kelainan jiwa saya rasa. Ada garis di mana seorang wanita simpatik dan di mana wanita itu menyebalkan dan Bella sudah melewati garis itu.

New Moon jauh dari sempurna tetapi ia juga bukan film sampah seperti yang dikatakan banyak pria. Saya malah punya dugaan kalau para pria yang menghina film ini terkena Leonardo DiCaprio sindrom – sindrom di mana DiCaprio dijelek-jelekkan karena perannya di Titanic merebut hati para wanita, sebagaimana kebanyakan para pria tidak pede melihat badan mereka sendiri bila dibandingkan dengan badan Edward dan Jacob. Untuk menutup review saya, ijinkan saya berkata: TEAM TAYLOR!!! TEAM JACOB!!!

Score: 7.1

Movie Details
Director: Chris Weitz
Cast: Kristen Stewart, Taylor Lautner, Robert Pattinson
Running Time: 130 Minutes

Comments (38)

Advertise Here
Advertise Here