Tag Archive | "Nerd Herd"

Tags: , , , , , ,

Chuck – The Complete Season Three

Posted on 07 June 2010 by Si Tukang Review

Chuck Season 3 Promo Poster

Chuck Season 3 Promo Poster

Jadi apa kabarnya serial terbaikku tahun lalu? Kalau kalian penggemar serial Chuck, NBC membuat jantung kita berdebar kencang selama tahun lalu sebelum mereka akhirnya menuruti permintaan fans guna memperpanjang Chuck ke season ketiga (untung tahun ini kita tak perlu deg-degan terlalu lama dengan diperpanjangnya Chuck bahkan sebelum season ketiganya tamat). Bahkan kita diberi bonus yang menyenangkan, tidak hanya Chuck mendapat 13 episode seperti yang dikontrak semula – ada tambahan enam episode lagi! Dan ada segudang bintang tamu terkenal ikut dalam season ketiga ini, mulai dari Kristin Kreuk, Brandon Routh, sampai sang pegulat Stone Cold Steve Austin. Dalam bayanganku, ini bakalan jadi satu lagi season Chuck yang sempurna.

Ah, tapi sayangnya ekspektasi yang berlebihanku kali ini gagal dipenuhi oleh Chuck. Season ketiga masih season yang solid secara keseluruhan tetapi dibandingkan season pertama yang memperkenalkan kita pada konsep ‘nerd spy’ dan season kedua yang adalah season terbaik serial TV yang pernah saya tonton, season kali ini masih kalah kelas.

Tiga hal yang menjadi sumber kekecewaanku datang dari premise Chuck di season ini. Ingatkah kalian sepanjang season lalu Chuck berusaha mati-matian untuk menghilangkan Intersect dari otaknya dan berhenti dari kehidupan mata-mata? Mendadak saja di season premierenya Chuck langsung berubah pikiran dan ingin hidup penuh sebagai mata-mata – karena mendownload Intersect 2.0 di kepalanya dan hendak melindungi Sarah. Saya sih tidak menyalahkan perubahan ini mengingat kalau karakter Chuck stagnan melulu penonton juga bisa bosan bukan karenanya? Yang saya kritik adalah alasan Chuck berubah haluan terlalu dangkal. Kenapa tidak menggunakan kematian Bryce sebagai katalis misalnya? Bryce mati di tangan Chuck dan itu bisa menjadi pernyataan simbolis seperti serah terima tanggung jawab supaya Chuck kini melindungi Sarah. Sayangnya penulis Chuck tidak memanfaatkan momen ini dan tulang Bryce disapu di bawah matras seakan tak penting. Auch. I’m sorry for you Bryce.

Kedua adalah keberadaan The Ring. Ketika The Ring menyebutkan bahwa Fulcrum hanyalah satu bagian dari organisasi mereka seluruh indera bahayaku meningkat tajam. “Organisasi seperti Fulcrum hanya SATU bagian dari jaringan ini?” Langsung saja berbagai skenario berputar di benak saya. Siapa tahu ada lebih dari satu organisasi kriminal yang kali ini harus dihadapi Chuck! Siapa tahu saja antara organisasi kriminal itu ada yang berseteru satu sama lain dan Chuck serta kawan-kawan terlibat di dalamnya! Siapa tahu ada unlikely alliance antara mantan agen Fulcrum yang bertobat dengan NSA / FBI guna menghentikan The Ring! Akan tetapi lagi-lagi potensi segudang itu gagal direalisasikan. Yang kita dapat? Praktis tidak ada yang berubah dari season dua (malah ketambahan seorang Daniel Shaw). Kalaupun kita membohongi orang yang tidak nonton finale musim lalu dan mengatakan “Fulcrum mengubah nama menjadi The Ring…” saya rasa mereka percaya saja karena tidak ada apapun yang berubah di season ini.

Dan yang ketiga adalah keberadaan Buy More kini mulai menjadi penganggu ketimbang bagian integral cerita. Salah satu alasan saya suka Chuck adalah keberhasilan serial ini menyeimbangkan kehidupan Chuck sebagai seorang nerd dan seorang spy di dua season awal. Beberapa episode yang menarik bahkan berhasil menggabungkan dua dunia Chuck itu dengan twist yang tak terduga. Episode-episode seperti itu jarang sekali muncul di season kali ini. Malahan Chuck semakin lama semakin jarang nongol dan berperan dalam kisah Buy More. I kinda miss my nerd Chuck…

Tapi terlepas dari tiga kelemahan fatal yang saya sebutkan di atas, season Chuck kali ini tetap menyenangkan buat ditonton. Beberapa orang penting dalam kehidupan Chuck kini tahu lifestyle Chuck, satu menjadi agen yang mendampingi Chuck sementara satu lagi menyadari dalam penghujung season yang berakhir dengan tragedi. Plus karena tadinya tidak diketahui apakah season ini akan diperpanjang lagi atau tidak, Chuck dan Sarah akhirnya dibuat jadian di akhir episode 13. Untung saja. Tiga season adalah waktu yang terlalu panjang untuk menggoda penonton apakah sebuah hubungan akan berjalan atau tidak… dan acap kali rasa tertarik penonton berubah menjadi bete dan frustasi. Tanyakan saja hal itu kepada setiap penonton Smallville dan mereka akan bilang bagaimana hubungan Lana dan Clark yang menggemaskan di season pertama berubah menjadi menjengkelkan di season kelima. Kembali pada Chuck, menyatukan dirinya dengan Sarah membuka dimensi dan dinamika baru dalam hubungan mereka. Saya harap bahwa season depan akan memperdalam hubungan mereka. Siapa tahu saja Sarah bahkan akan berterus terang akan jati dirinya yang sesungguhnya pada Chuck?

Kalau ditanya apa elemen favorit saya di season ini, itu adalah perkembangan setiap karakternya. Chuck, John, Sarah, Morgan, Ellie, dan Awesome sebagai enam karakter integral dalam serial ini semua mengalami perubahan sifat dibandingkan mereka pada season-season sebelumnya. John dan Sarah kini mempercayai Chuck lebih dari mereka mempercayai organisasi mereka sendiri – suatu perubahan drastis yang saya yakin adalah pengaruh dari bergaul lama dengan Chuck. Bukan hanya keduanya, bahkan Beckman yang dulunya skeptis pada Chuck pun kini melindungi Chuck tidak hanya karena menganggap Chuck sebagai aset Intersect tetapi sebagai seorang agen yang tangguh dan warga Amerika yang bertanggung jawab. Tanpa ingin spoiler terlalu banyak, akan ada banyak hal besar terjadi pada Morgan dan Ellie pada season ini sehingga jelas mempengaruhi hubungan mereka dengan Chuck.

So my verdict is… walaupun tidak sebagus dua season sebelumnya, saya tetap seorang penggemar Chuck. Saya hanya berharap penurunan kualitas ini tidak berlanjut ke season-season berikutnya. Dengan jumlah penonton yang terus menonton tiap seasonnya, serial ini perlu mempertahankan standar mutunya supaya bisa tetap eksis sampai tahun kelima.

Score: 8.0

TV Series Details
Creator: Josh Schwartz, Chris Fedak
Cast: Zachary Levi, Yvonne Strahovski, Joshua Gomez, Adam Baldwin
Running Time: 40 Minutes Per Episode

Comments (5)

Tags: , , , ,

Chuck – The Complete Season One

Posted on 08 June 2009 by Si Tukang Review

Chuck Season One Poster

Chuck Season One Poster

Perkenalan pertamaku dengan serial Chuck bisa dibilang kebetulan yang sangat nyentrik sekali. Ketika saya sedang iseng-iseng browsing di Youtube, mendadak saja saya menemukan video klip mengenai dua gadis cantik yang saling duel satu sama lain dengan koreografi yang cukup terarah. Karena tidak ada detail mengenai video klip tersebut di judulnya, saya mencari-cari info mengenai serial tersebut melalui komentar-komentar yang ditulis para viewer. Salah satu orang membeokan pertanyaan di kepala saya “apa sih nama serial ini?”. Jawabannya tidak lain tidak bukan ya Chuck ini. Tidak butuh waktu lama bagiku untuk mencari serial ini dan mulai menontonnya.

Hidup Chuck Bartowski tidak pernah sama semenjak ia dikeluarkan dari Universitas Stanford. Ia yang dulunya adalah salah seorang murid terjenius kini bekerja sebagai tukang reparasi alat elektronik di sebuah toko retailer Buy More. Hilang sudah mimpinya yang hendak menjadi seorang bilyuner software ala Bill Gates. Satu hal yang tak disangka oleh Chuck adalah sebuah email akan mengubah hidupnya selamanya. Ketika agen CIA Bryce Larkin (mantan sahabat dan roommate Chuck di Stanford) mencuri data dari super komputer pemerintah Amerika, ia langsung dieksekusi di tempat. Tepat sebelum ia tewas, ia sempat mengirimkan data dari semua data super komputer itu kepada Chuck.

Dasarnya otak Chuck memang jenius, sekali ia melihat data itu, semua memori langsung terekam secara bawah sadar di otaknya. Apabila ia tanpa sengaja melihat suatu hal yang mencurigakan, secara bawah sadar otak Chuck akan menggali informasi mengenai hal tersebut dalam data super komputer. Jelas saja keberadaan Chuck mendadak menjadi sangat penting di mata pemerintahan Amerika. Tidak tanggung-tanggung dua agen sekaligus dari CIA dan NSA dikirim untuk menjaganya. Yang pertama adalah agen cewe seksi Sarah Carter (sekaligus mantan pacar Bryce Larkin) serta agen John Casey yang menembak mati Bryce Larkin. Dimulailah kehidupan ganda Chuck sebagai tukang reparasi alat elektronik dan agen rahasia penangkap para penjahat.

Bisa ditebak kalau format utama Chuck adalah formula episodik. Setiap minggu menghadirkan pada kita episode yang berdiri sendiri dengan konflik dan penyelesaiannya (tapi tetap ada sebuah jalan cerita besar secara keseluruhan, format yang sama dipakai oleh Pushing Daisies). Ini membuat Chuck sederhana, gampang diikuti, tetapi tetap menarik dan tidak membosankan. Konsep dari Chuck memang orisinil dan kedua kreator serial ini Josh Schwartz dan Chris Fedak berhasil menggalinya semaksimal mungkin di season pertamanya. Kasus-kasus yang dihadapi oleh Chuck unik dan berbeda-beda setiap minggunya sehingga berasa fresh.

Secara kasarnya, segmen dalam serial ini terbagi dua. Chuck sebagai sang agen rahasia dan Chuck sebagai sang tukang reparasi. Keduanya porsi ini sama kuat dan menariknya karena didukung deretan pemain yang kelihatannya juga sangat menikmati peran mereka. Trio Chuck, Sarah, dan John selalu membuatku terpingkal-pingkal melihat bagaimana perbedaan ketiganya membuat metode mereka dalam menghadapi sebuah kasus selalu berbeda. Chemistry ketiganya sempurna! Selain itu, deretan Nerd Herd tempat kerja Chuck juga digawangi manusia-manusia error macam sahabat Chuck: Morgan si tukang bikin onar atau Big Mike si bos paling malas sedunia. Perlu diperhatikan bahwa yang paling layak diacungi jempol di sini adalah Zachary Levi yang memerankan Chuck secara sempurna. Tidak bisa dipungkiri kalau show ini hidup atau matinya di tangan Levi, dan secara brilian ia berhasil menjalin chemistry yang menakjubkan dengan hampir tiap pemain lain di serial ini. Walau begitu, tidak bisa dipungkiri kalau serial ini tetap menitikberatkan pada misteri di balik kehidupan agen rahasia Chuck – dan dalam beberapa episode terkadang balance antara kedua aspek kehidupan Chuck terasa agak timpang.

Dengan begitu banyaknya misteri yang belum terungkap sekaligus begitu banyaknya aspek cerita yang belum tergali (lagi-lagi gara Writer’s Strike 2007), banyak pihak memuji bahwa season kedua Chuck bahkan lebih luar biasa dibandingkan season pertamanya. Pujian yang makin membuat saya penasaran karena season pertamanya saja sudah menggaet hatiku. Bagi kalian yang mencari sebuah serial campuran drama, aksi, dan komedi, tidak perlu cari jauh-jauh lagi: Chuck adalah serial yang pas buatmu.

Score: 9.0

TV Series Details
Creator: Josh Schwartz, Chris Fedak
Cast: Zachary Levi, Yvonne Strahovski, Adam Baldwin, Joshua Gomez
Running Time: 40 Minutes Per Episode

Comments (3)

Advertise Here
Advertise Here