Jadi apa kabarnya serial terbaikku tahun lalu? Kalau kalian penggemar serial Chuck, NBC membuat jantung kita berdebar kencang selama tahun lalu sebelum mereka akhirnya menuruti permintaan fans guna memperpanjang Chuck ke season ketiga (untung tahun ini kita tak perlu deg-degan terlalu lama dengan diperpanjangnya Chuck bahkan sebelum season ketiganya tamat). Bahkan kita diberi bonus yang menyenangkan, tidak hanya Chuck mendapat 13 episode seperti yang dikontrak semula – ada tambahan enam episode lagi! Dan ada segudang bintang tamu terkenal ikut dalam season ketiga ini, mulai dari Kristin Kreuk, Brandon Routh, sampai sang pegulat Stone Cold Steve Austin. Dalam bayanganku, ini bakalan jadi satu lagi season Chuck yang sempurna.
Ah, tapi sayangnya ekspektasi yang berlebihanku kali ini gagal dipenuhi oleh Chuck. Season ketiga masih season yang solid secara keseluruhan tetapi dibandingkan season pertama yang memperkenalkan kita pada konsep ‘nerd spy’ dan season kedua yang adalah season terbaik serial TV yang pernah saya tonton, season kali ini masih kalah kelas.
Tiga hal yang menjadi sumber kekecewaanku datang dari premise Chuck di season ini. Ingatkah kalian sepanjang season lalu Chuck berusaha mati-matian untuk menghilangkan Intersect dari otaknya dan berhenti dari kehidupan mata-mata? Mendadak saja di season premierenya Chuck langsung berubah pikiran dan ingin hidup penuh sebagai mata-mata – karena mendownload Intersect 2.0 di kepalanya dan hendak melindungi Sarah. Saya sih tidak menyalahkan perubahan ini mengingat kalau karakter Chuck stagnan melulu penonton juga bisa bosan bukan karenanya? Yang saya kritik adalah alasan Chuck berubah haluan terlalu dangkal. Kenapa tidak menggunakan kematian Bryce sebagai katalis misalnya? Bryce mati di tangan Chuck dan itu bisa menjadi pernyataan simbolis seperti serah terima tanggung jawab supaya Chuck kini melindungi Sarah. Sayangnya penulis Chuck tidak memanfaatkan momen ini dan tulang Bryce disapu di bawah matras seakan tak penting. Auch. I’m sorry for you Bryce.
Kedua adalah keberadaan The Ring. Ketika The Ring menyebutkan bahwa Fulcrum hanyalah satu bagian dari organisasi mereka seluruh indera bahayaku meningkat tajam. “Organisasi seperti Fulcrum hanya SATU bagian dari jaringan ini?” Langsung saja berbagai skenario berputar di benak saya. Siapa tahu ada lebih dari satu organisasi kriminal yang kali ini harus dihadapi Chuck! Siapa tahu saja antara organisasi kriminal itu ada yang berseteru satu sama lain dan Chuck serta kawan-kawan terlibat di dalamnya! Siapa tahu ada unlikely alliance antara mantan agen Fulcrum yang bertobat dengan NSA / FBI guna menghentikan The Ring! Akan tetapi lagi-lagi potensi segudang itu gagal direalisasikan. Yang kita dapat? Praktis tidak ada yang berubah dari season dua (malah ketambahan seorang Daniel Shaw). Kalaupun kita membohongi orang yang tidak nonton finale musim lalu dan mengatakan “Fulcrum mengubah nama menjadi The Ring…” saya rasa mereka percaya saja karena tidak ada apapun yang berubah di season ini.
Dan yang ketiga adalah keberadaan Buy More kini mulai menjadi penganggu ketimbang bagian integral cerita. Salah satu alasan saya suka Chuck adalah keberhasilan serial ini menyeimbangkan kehidupan Chuck sebagai seorang nerd dan seorang spy di dua season awal. Beberapa episode yang menarik bahkan berhasil menggabungkan dua dunia Chuck itu dengan twist yang tak terduga. Episode-episode seperti itu jarang sekali muncul di season kali ini. Malahan Chuck semakin lama semakin jarang nongol dan berperan dalam kisah Buy More. I kinda miss my nerd Chuck…
Tapi terlepas dari tiga kelemahan fatal yang saya sebutkan di atas, season Chuck kali ini tetap menyenangkan buat ditonton. Beberapa orang penting dalam kehidupan Chuck kini tahu lifestyle Chuck, satu menjadi agen yang mendampingi Chuck sementara satu lagi menyadari dalam penghujung season yang berakhir dengan tragedi. Plus karena tadinya tidak diketahui apakah season ini akan diperpanjang lagi atau tidak, Chuck dan Sarah akhirnya dibuat jadian di akhir episode 13. Untung saja. Tiga season adalah waktu yang terlalu panjang untuk menggoda penonton apakah sebuah hubungan akan berjalan atau tidak… dan acap kali rasa tertarik penonton berubah menjadi bete dan frustasi. Tanyakan saja hal itu kepada setiap penonton Smallville dan mereka akan bilang bagaimana hubungan Lana dan Clark yang menggemaskan di season pertama berubah menjadi menjengkelkan di season kelima. Kembali pada Chuck, menyatukan dirinya dengan Sarah membuka dimensi dan dinamika baru dalam hubungan mereka. Saya harap bahwa season depan akan memperdalam hubungan mereka. Siapa tahu saja Sarah bahkan akan berterus terang akan jati dirinya yang sesungguhnya pada Chuck?
Kalau ditanya apa elemen favorit saya di season ini, itu adalah perkembangan setiap karakternya. Chuck, John, Sarah, Morgan, Ellie, dan Awesome sebagai enam karakter integral dalam serial ini semua mengalami perubahan sifat dibandingkan mereka pada season-season sebelumnya. John dan Sarah kini mempercayai Chuck lebih dari mereka mempercayai organisasi mereka sendiri – suatu perubahan drastis yang saya yakin adalah pengaruh dari bergaul lama dengan Chuck. Bukan hanya keduanya, bahkan Beckman yang dulunya skeptis pada Chuck pun kini melindungi Chuck tidak hanya karena menganggap Chuck sebagai aset Intersect tetapi sebagai seorang agen yang tangguh dan warga Amerika yang bertanggung jawab. Tanpa ingin spoiler terlalu banyak, akan ada banyak hal besar terjadi pada Morgan dan Ellie pada season ini sehingga jelas mempengaruhi hubungan mereka dengan Chuck.
So my verdict is… walaupun tidak sebagus dua season sebelumnya, saya tetap seorang penggemar Chuck. Saya hanya berharap penurunan kualitas ini tidak berlanjut ke season-season berikutnya. Dengan jumlah penonton yang terus menonton tiap seasonnya, serial ini perlu mempertahankan standar mutunya supaya bisa tetap eksis sampai tahun kelima.
Score: 8.0
TV Series Details
Creator: Josh Schwartz, Chris Fedak
Cast: Zachary Levi, Yvonne Strahovski, Joshua Gomez, Adam Baldwin
Running Time: 40 Minutes Per Episode









