Saya masih ingat lelucon yang saya tertawakan bersama dengan teman-temanku dulu. Ketika pertama kali Detektif Conan diterbitkan di Indonesia, saya masih SMP dan merasa kalau Shinichi Kudo yang kelas 2 SMU itu begitu dewasa. Lantas tahun demi tahun demi tahun berlalu. Sesampainya saya di masa kuliah, Detektif Conan sudah terasa aneh karena tidak tamat-tamat. Kini saya sudah lulus kuliah hampir tiga tahun dan serial ini belum juga menunjukkan tanda-tanda akan selesai. Sudah 15 tahun lamanya Edogawa Conan mengejar-ngejar para kawanan berjubah hitam tersebut. Apa Ran tidak keburu memutus dia karena bosan menanti Shinichi kembali ya (ayo deh, jujur saja, di jaman sekarang mana ada pacar yang mau long distance lama-lama. Boro-boro bertahun-tahun, beberapa hari engga ketemu saja sudah diancam putus?)
Toh, keluhanku juga rasanya tidak ada gunanya karena selama rating dari manganya tetap tinggi, tentunya Aoyama Gosho bakalan terus melanjutkan kisah Conan. Memang kepopuleran dari serial ini di negeri Jepang masih tergolong tinggi sehingga setiap tahun dibuat film layar lebarnya. Khusus untuk film terbarunya yang dijuduli Raven Chaser mendapat perhatian khusus dariku karena berfokus dengan kawanan berjubah hitam. Sebelum Raven Chaser, terakhir merupakan film kelima Detektif Conan yang berjudul Countdown to Heaven-lah yang masih memiliki kaitan dengan kawanan berjubah hitam (walaupun dalam film itu mereka lebih condong mengambil peran di balik layar).
Dalam awal film ini, kesatuan polisi dari berbagai daerah berkumpul menjadi satu untuk menyelesaikan kasus pembunuhan beruntun yang pelik. Sudah ada lima orang terbunuh dan di samping mayat mereka selalu ada kotak mahjong dengan deretan angka tertentu. Para polisi dari berbagai daerah itu semua berkumpul dan berusaha untuk mencari tahu mengenai siapa pelaku pembunuhan, dan apa motif di belakang terjadinya pembunuhan itu. Rupanya polisi bukan satu-satunya pihak yang mencari tahu apa yang terjadi. Vermouth, salah seorang anggota jubah kawanan hitam menyusup dalam kubu kepolisian sebelum kepergok oleh Conan.
Vermouth kemudian memberitahukan pada Conan bahwa dari antara korban yang terbunuh ada seorang anggota kawanan berjubah hitam. Gawatnya (atau untungnya – tergantung dari sudut pandang siapa), korban juga membawa kartu Memory Card khusus yang berisi data seluruh anggota organisasi. Apabila polisi sampai menyelesaikan kasus itu terlebih dahulu dan menemukan Memory Card yang dibawa pelaku, bisa jadi gawat bagi para kawanan berjubah hitam. Setelah Vermouth ketahuan, dia memberitahukan pada Conan bahwa sebenarnya masih ada seorang lagi anggota kawanan berjubah hitam yang menyusup dalam kubu kepolisian. Kode namanya adalah Irish. Bisakah Conan menemukannya?
Tadinya saya berharap kalau film ini bisa lebih dari sekedar film yang berdiri sendiri dan terintegrasi dalam cerita. Sayangnya tidak. Walaupun sebenarnya ada banyak perkembangan signifikan yang bisa dijadikan acuan dalam manganya, Aoyama Gosho seakan mengambil jalan enteng dan tak menggubris apa-apa yang terjadi di filmnya. Beberapa contohnya seperti (SPOILER): ada orang atau kelompok yang memiliki kemampuan untuk menginfiltrasi kubu kepolisian, tidakkah seharusnya ada penyelidikan lebih lanjut polisi mengenai hal itu? Atau di akhir film ketika menara di mana Conan berada diberondong senapan mesin oleh kawanan berjubah hitam, tidakkah polisi seharusnya bisa melacak keberadaan organisasi kawanan tersebut dari ratusan peluru yang dimuntahkan di sana?
Apa yang saya sebutkan di atas hanya sedikit dari segudang lubang logika yang dalam film ini saya rasa terlalu menganga untuk tidak digubris begitu saja. Mungkin ada di antara kalian yang mau mengatakan “ini film jadi tidak semuanya harus masuk akal” dan saya setuju. Masalahnya jadi berbeda kalau ini sebuah film bergenre detektif yang seharusnya mengedepankan logika tetapi jatuhnya lebih tidak masuk akal ketimbang film Rambo. Saran saya buat Aoyama Gosho: lain kali sebaiknya berfokus saja pada misteri pembunuhan karena mau menggabungkan adegan misteri dan aksi yang bombastis kok hasilnya malah tanggung berantakan seperti ini?
Untuk menikmati Raven Chaser, kalian perlu tahu sedikit banyak mengenai sejarah latar belakang organisasi misterius yang mengecilkan tubuh Shinichi (omong-omong ada yang tahu itu organisasi misterius sebenarnya melakukan apa saja?). Lain darinya, tonton saja tanpa banyak ekspektasi. Bagaimanapun juga, bila menginginkan film detektif sejati maka lebih baik melewatkan ini dan langsung nonton Sherlock Holmes saja.
Score: 3.4
Movie Details
Director: Aoyama Gosho
Cast: Minami Takayama, Kappei Yamaguchi, Megumi Hayashibara
Running Time: 111 Minutes








