<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rumah Si Tukang Review &#187; Monster Soul</title>
	<atom:link href="http://tukangreview.com/tag/monster-soul/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tukangreview.com</link>
	<description>a review a day takes your curiosity away</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Sep 2010 13:21:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Monster Soul</title>
		<link>http://tukangreview.com/2009/05/12/monster-soul/</link>
		<comments>http://tukangreview.com/2009/05/12/monster-soul/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 May 2009 15:39:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Si Tukang Review</dc:creator>
				<category><![CDATA[Graphic Novel]]></category>
		<category><![CDATA[Manga]]></category>
		<category><![CDATA[Aki]]></category>
		<category><![CDATA[Fairy Tail]]></category>
		<category><![CDATA[Hiro Mashima]]></category>
		<category><![CDATA[Monster Soul]]></category>
		<category><![CDATA[Rave]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangreview.com/?p=1242</guid>
		<description><![CDATA[Setelah karya panjang pertama Hiro Mashima &#8211; Groove Adventure Rave &#8211; tamat, sang mangaka mengambil rehat sejenak sebelum menulis Fairy Tail. Pada masa jedanya ini, Mashima kemudian menelurkan sebuah manga pendek berjudul Monster Soul. Terdiri dari 7 Chapter yang semula diterbitkan di Comic Bom Bom dan dikumpulkan dalam 2 Tankoubon, Monster Soul tamat tahun 2007 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1243" class="wp-caption alignnone" style="width: 265px"><a href="http://tukangreview.com/wp-content/uploads/2009/05/monster-soul-cover.jpg"><img class="size-full wp-image-1243" title="Monster Soul Cover" src="http://tukangreview.com/wp-content/uploads/2009/05/monster-soul-cover.jpg" alt="Monster Soul Cover" width="255" height="390" /></a><p class="wp-caption-text">Monster Soul Cover</p></div>
<p>Setelah karya panjang pertama Hiro Mashima &#8211; <strong>Groove Adventure Rave</strong> &#8211; tamat, sang mangaka mengambil rehat sejenak sebelum menulis <strong>Fairy Tail</strong>. Pada masa jedanya ini, Mashima kemudian menelurkan sebuah manga pendek berjudul <strong>Monster Soul</strong>. Terdiri dari 7 Chapter yang semula diterbitkan di Comic Bom Bom dan dikumpulkan dalam 2 Tankoubon, Monster Soul tamat tahun 2007 silam di Jepang. Di Indonesia sendiri, manganya sudah diterbitkan oleh penerbit Elex Media Komputindo sampai selesai. Bagaimana kisahnya?</p>
<p>Di jaman dahulu kala terjadi perang antara kubu manusia dan monster. Di antara pasukan monster itu terdapat sebuah pasukan elit yang legendaris: Black Airs. Setelah perang berakhir, tensi ketegangan antara manusia dan monster masih terasa dengan jelas. Beberapa manusia yang belum bisa menerima monster bahkan sering menangkapi monster untuk dijual. Apakah kedamaian antara kedua belah pihak takkan pernah tercapai?</p>
<p>Sebenarnya Monster Soul berpotensi menjadi serial yang panjang dan penuh intrik. Sayangnya, Mashima kemudian memutuskan untuk memprioritaskan Fairy Tail dan menamatkan Monster Soul secara prematur. Yah, saya sih tidak menyesali keputusan Mashima karena walaupun Monster Soul memiliki premise yang menarik, eksekusinya terlihat serba tanggung. Contohnya: Black Airs yang terdiri dari Aki, James, Tooran, dan Mami ini terlalu berfokus pada karakter Aki. Keempatnya pun tidak memiliki wibawa apapun sebagai kelompok yang disebut sebagai &#8216;<em>prajurit terkuat para monster</em>&#8216;. Mungkin karena Mashima tidak memberi mereka cukup ruang untuk mengembangkan karakter dan menunjukkan kemampuan mereka pada pembaca? Entahlah.</p>
<p>Satu hal lagi yang perlu saya kritik dari Hiro Mashima adalah artworknya. Walau saya tahu setiap mangaka pun gaya gambar mereka sendiri, saya perhatikan kalau keempat karakter Black Airs ini terlampau mirip dengan karakter Mashima di manga-manganya yang lain (satu-satunya pengecualian adalah karakter James &#8211; si Frankenstein dengan wajah suka copot). Penggambaran sifat para karakternya juga monoton; yang paling kentara adalah Aki. Bisa dibilang dia adalah Natsu-nya Fairy Tail yang dimasukkan Mashima dalam cerita ini. Lihat saja emosinya yang gampang meledak, sifatnya yang bloon, dan semangatnya menolong orang. Kalau rambutnya disemir merah dan dia tidak bisa berubah jadi monster Aki bisa dibilang kehilangan semua nilai uniknya!</p>
<p>Lepas dari semua kelemahan itu, Monster Soul (sampai tamat pun saya tidak bisa menemukan relevansi antara judul dan ceritanya) mungkin bisa memuaskan para pembaca yang masih anak-anak dan mereka yang sekedar mencari hiburan pendek. Buat kalian yang ingin tahu kemampuan sesungguhnya Mashima dalam menggarap manga &#8211; silahkan baca masterpiece terkininya: Fairy Tail.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Score</span>: <strong>4.0</strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Manga Details</span></strong><br />
Writer: Hiro Mashima<br />
Penciller: Hiro Mashima<br />
Publisher: Kodansha Ltd</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangreview.com/2009/05/12/monster-soul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
