Tag Archive | "Mona"

Tags: , , , , ,

A Vampyre Story

Posted on 24 January 2009 by Si Tukang Review

A Vampyre Story Cover

A Vampyre Story Cover

Developer: Autumn Moon Entertainment
Publisher: Crimson Cow
Genre: Point and Click Adventure

Menemukan sebuah game point and click adventure berkualitas sungguh bukan hal yang mudah. Sekarang ini adalah era di mana para gamer seakan lebih senang menembak dan meledakkan kepala musuh, menabrakkan mobil dan merampokinya ataupun tergila-gila melihat game apapun yang memiliki artwork anime dan bernuansa kejepang-jepangan di dalamnya. Tidak heran rasanya bila genre minoritas seperti ini kian terpinggirkan. Itulah sebabnya, begitu saya mendengar bahwa A Vampyre Story dirilis di PC, saya langsung tertarik untuk memainkannya – apalagi mendapati bahwa Bill Tiller sebagai penulis skenarionya juga otak di balik game-game point and click adventure di LucasArt dulu (The Curse of Monkey Island dengan Guybush Threpwood anyone?).

Masa depan dan mimpi Mona De Lafitte sebagai penyanyi opera hancur berantakan ketika ia diserang oleh sang vampir bernama Shrowdy von Kiefer. Jangankan bisa menjadi penyanyi di Paris, Mona yang digigit Shrowdy terpaksa menjalani kutukan sebagai bagian dari makhluk kegelapan yang tersekap dan tertahan di puri Shrowdy di Draxsylvania. Hari demi hari berlalu sementara Mona merasakan bahwa harapannya untuk bisa meloloskan diri dari ‘penjara’nya makin kecil. Sampai suatu hari, Shrowdy diserang dan terbunuh oleh para manusia ketika sedang berburu darah segar di luar. Ini dijadikan kesempatan oleh Mona untuk meloloskan diri dari kastil dan melanjutkan mimpinya menjadi penyanyi opera di Paris. Kendati begitu, kastil drakula eh… Shrowdy ini tentu saja bukan kastil sembarangan. Begitu banyak rahasia dan jebakan terdapat di dalamnya. Bisakah Mona melarikan diri?

Apabila kamu pecinta film-film animasi gothic Tim Burton macam The Nightmare Before Christmas dan The Corpse Bride, saya yakin bahwa nuansa di A Vampyre Story ini akan menghipnotismu masuk mencintai gamenya. Saya sendiri sempat ‘tertipu’ dan mengecek bolak-balik apakah benar Tim Burton sama sekali tidak terlibat dalam pembuatannya? Kualitas audio visual dalam game ini memang luar biasa. Selain nuansa gothic yang begitu kental dan latar belakang gambaran 2D berbaur dengan model 3D yang amat cantik, A Vampyre Story juga menghadirkan berbagai variasi pengisi suara di game ini. Selama penjelajahan di kastil, Mona akan bertemu dengan berbagai jenis sosok yang aneh, sinting, dan menakutkan. Semuanya diisi dengan suara yang berbeda dan menjiwai karakter mereka masing-masing. Begitu pula musik latar dalam game ini yang memiliki campuran kesan mistis dan humor.

Saya angkat dua jempol untuk skenario yang ditulis oleh Bill Tiller. Dia sama sekali belum kehilangan ketajamannya menulis skenario. Berkali-kali saya tertawa dalam mengikuti perjalanan Mona bersama kelelawar peliharaannya Froderick (anggap saja dia si sidekick yang suka ngebanyol) karena dialog-dialog lucu yang terselip di sana-sini. Humor dalam game ini universal. Beberapa cerdas sehingga memerlukan sedikit pengetahuan dalam pop-culture terkini sebelum mengerti jokenya, sementara beberapa lagi lebih vulgar. Yang sedikit kurang mungkin adalah pacing cerita utama yang sedikit bertele-tele. Hampir seluruh waktumu biasanya dihabiskan untuk ke sana-sini sambil mencari barang karena kamu tidak tahu apa obyektif spesifikmu. Bagi yang belum terbiasa bermain game point and click adventure macam ini, sebaiknya siap-siap untuk membuka walkthrough kalau buntu mencari jalan.

Toh, lepas dari segala kekurangan minor yang saya utarakan tadi, A Vampyre Story masih sebuah kisah dan game yang sangat solid. Lagipula seberapa sering sih kamu bisa memainkan sebuah point and click adventure game macam ini?

Final Verdict:

Gameplay: 7
Cerita yang menarik sayangnya kurang bisa dinikmati gara-gara mekanisme gameplaynya yang sulit dan sering kekurangan petunjuk yang jelas. Tentu saja masalah ini bisa terhindarkan kalau kamu memakai walkthrough, tapi apa menantang?

Graphic / Sound: 10
Saya mungkin agak bias di sini mengingat saya adalah pecinta berat dari karya-karya Tim Burton. Kendati begitu, lepas dari apakah kamu pecinta gothic atau tidak, kamu bakalan dipaksa untuk mengakui bahwa A Vampyre Story masih merupakan salah satu game paling artistik yang hadir di pasar saat ini.

Play Time: 8.5
Menjanjikan petualangan lebih dari 20 jam bukan sekedar bualan. Bahkan 20 jam tidak akan cukup kalau kamu memikirkan sendiri semua teka-teki yang ada. Sayang, setelah memainkannya sekali sampai selesai, kecuali kamu tertarik menyimak kembali pembicaraan Mona dengan para penghuni kastil, kamu mungkin tidak memainkan game ini lagi.

Overall: 8.5

Comments (0)

Advertise Here
Advertise Here