Apabila kamu seorang veteran RPG yang pernah memainkan kebanyakan game Final Fantasy maka Final Fantasy Legend II pasti akan terlihat aneh bagimu. Game Final Fantasy yang dirilis untuk Game Boy ini tidak seperti kebanyakan Final Fantasy untuk konsol baik dari segi grafis maupun gameplaynya. Oke, Sejarah 101: Titel Jepang dari Final Fantasy Legend II adalah SaGa 2: Hiho Densetsu. Para RPGer tentunya tahu bahwa sebelum bergabung dengan Enix dulu Squaresoft memiliki tiga franchise besar: serial Final Fantasy, serial Mana, dan serial SaGa. Walaupun di Jepang semuanya memiliki fanbase masing-masing, di saat itu publik Amerika baru tahu Final Fantasy. Daripada bertaruh memakai nama SaGa, Squaresoft akhirnya menerjemahkan titel ini menjadi Final Fantasy dengan diimbuhi ‘Legend’. Lahirlah Final Fantasy Legend di Game Boy.
Apabila kamu berharap akan jalan cerita yang legendaris (forgive the pun) maka kamu akan kecewa. Perlu diingat bahwa ini adalah tahun 1990 dan bahkan game konsol di jaman itupun belum benar-benar mementingkan aspek cerita dalamnya. Sebaliknya, bila kamu mencari sebuah RPG dengan gameplay yang dalam dan bisa dibawa ke mana-mana, Final Fantasy Legend II bisa saja menjawab keinginanmu itu. Seperti yang kubilang tadi, jalan cerita game ini dibuka dengan sederhana. Karakter utamamu dititipi oleh ayahnya sebuah benda aneh bernama Prism. Sang ayah kemudian menghilang di tengah kegelapan malam. Bertahun-tahun kemudian kamu tumbuh dan tahu bahwa artifak yang dititipi oleh ayahmu bernama Magi, satu dari puluhan artifak kuno yang tersebar di berbagai dunia yang bisa kamu jelajahi. Bisa dibilang kalau tujuan utamamu dalam game ini adalah menemukan ayahmu sekaligus menemukan artifak-artifak Magi supaya tidak jatuh ke tangan orang yang tidak benar (mengutip semboyan Pokemon: Gotta catch em all!)
Alasan kenapa saya mengatakan gameplay Final Fantasy Legend II dalam adalah kebebasannya untuk mengkustomisasi karakter. Kamu bebas membentuk tim empat orangmu dari beberapa jenis kelas yang disediakan. Ada Human dan Mutant yang memiliki dua jenis kelamin (walaupun pria dan wanita identik) dan ada empat jenis Monster yang bisa kamu pilih. Pilihanmu sepenuhnya bebas. Kamu suka mengambil kemampuan monster-monster yang kamu temui? Berarti karakter Monsterlah yang sebaiknya kamu pakai. Atau kamu mau bermain aman ala RPG konvensional? Kalau begitu ras Human yang standar untuk pemula adalah pilihan yang cocok untukmu. Berbeda juga dengan kebanyakan RPG yang memakai sistem Experience Point untuk naik level, Final Fantasy Legend II menaikkan statusmu berdasarkan cara bertarungmu. Contohnya kalau kamu sering menyerang musuh dengan senjatamu maka STRmu akan naik dan sebaliknya bila kamu sering memakai magic kamu memperbesar kemungkinan mendapatkan sihir baru. Pernah main Final Fantasy II? Sistem yang dipakai Final Fantasy Legend II mirip dengannya.
Untuk sebuah game Game Boy, saya rasa Final Fantasy Legend II layak sekali diacungi jempol dalam sisi audio visualnya. Sistem pertempuran di sini dibuat ala Dragon Quest di mana musuh ditampilkan secara raksasa di hadapan kita sementara karakter kita kecil di bawah layar. Di sini saya dipaksa mengakui kalau kualitas grafis para monster itu tergarap apik untuk layar monokrom handheldnya Nintendo ini. Pun untuk beberapa dunia yang bisa dijelajahi (saya tidak akan spoiler lebih jauh), semuanya memiliki nuansa yang berbeda-beda walau tidak ada yang dunianya seluas dan seindah Chrono Trigger – ah, maafkan saya. Tidak semestinya saya membandingkan game SNES dan Game Boy. Untuk segi audionya, game ini ditangani oleh legenda hidup Nobuo Uematsu. Walaupun kapasitas Game Boy terbatas, itu tidak menghalangi sang komposer memberikan musik-musik yang apik baginya. Tidak sampai memorable ala kebanyakan game Final Fantasy yang ditangani Uematsu tetapi semuanya solid dan enak untuk didengar.
Dengan segala pencapaiannya ini, Final Fantasy Legend II adalah RPG klasik yang dikenal dengan inovasi dan tingkat kesulitannya yang tinggi. Bila hal tersebut membuatmu takut untuk menjajalnya, tunggu saja versi remakenya yang akan hadir di pasar Jepang Nintendo DS akhir tahun ini. Nah, siapa yang siap mengambili Magi-Magi lagi?
Final Verdict
Gameplay: 8.5
Kustomisasinya luar biasa dalam, tidak hanya untuk ukuran Game Boy tetapi untuk ukuran game-game RPG di jaman itu. Tak heran bila gameplay Final Fantasy Legend II tercatat dalam sejarah sebagai fondasi dari serial SaGa ke depannya nanti.
Graphic / Sound: 8.0
Grafisnya keren dengan berbagai jenis animasi monster. Karakter-karaktermu pun berbeda satu sama lainnya. Musiknya yang ditangani Nobuo Uematsu juga kelas satu (untuk kelas portable). Squaresoft tidak menganggap kecil Final Fantasy Legend II dan menggarapnya secara serius.
Play Time: 8.5
Memakan waktu hampir 15 jam buatku untuk menamatkannya. Insentif terbesar untuk mengulang game ini bukan ceritanya tentu saja, tetapi memainkannya dengan grup yang berbeda karakter demi sensasi permainan yang berbeda.
Overall: 8.4
Game Details
Developer: Squaresoft
Publisher: Squaresoft
Genre: RPG








