Tag Archive | "Luigi"

Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

Super Mario Bros Crossover

Posted on 14 July 2010 by Si Tukang Review

Super Mario Bros Crossover Title

Super Mario Bros Crossover Title

Sebenarnya bukan kebiasaan saya mereview sebuah game non-resmi / buatan fans tetapi karena saya kesengsem oleh game ini maka saya ingin membuat sebuah mini-review untuk mereview sekaligus memperkenalkannya pada para gamer lainnya.

Super Mario Bros Crossover ini adalah game berbasis flash ciptaan Jay Pavlina dan pertama dimuat di situsnya: Exploding Rabbit. Game ini kemudian mengalami pengembangan ini itu dari yang berversi 1.0 diperbaiki menjadi 1.1.

Siapapun yang menyebut diri mereka gamer pastinya pernah memainkan game paling populer (sekaligus terbaik) sepanjang masa: Super Mario Bros. Game yang single-handedly membangkitkan kembali industri game ini adalah mahakarya dari Shigeru Miyamoto yang memulai generasi emas Nintendo di era 8-bit. Semenjak munculnya Mario, muncullah ikon-ikon legendaris dunia game lainnya seperti Samus Aran dari Metroid, Link dari Legend of Zelda, Bill dari Contra, Megaman / Rockman, Simon Belmont dari Castlevania sampai Ryu Hayabusa dalam Ninja Gaiden dan banyak lagi. Nah, bagaimana kalau mereka semua bergabung dalam satu crossover game?

Jawabannya: a lot of fun!

Game ini sebenarnya merupakan replika dari Super Mario Bros pertama yang mengijinkan kita tidak hanya bermain sebagai Mario tetapi juga sebagai enam karakter lainnya yang saya sebut di atas tadi. Semua tambahan ini membuat gameplaynya makin berwarna karena setiap karakter memiliki spesialisasinya sendiri. Ambil contoh Simon Belmont memiliki senjata-senjatanya dari Castlevania dan kemampuan melompat dua kali. Power-up setiap karakter juga memiliki efek yang berbeda-beda – tetapi sesuai dengan ranah gamenya; kalau jamur membuat Mario tumbuh besar, ia akan mengubah senapan Bill menjadi tipe M. Ambil lagi bunga api dan senapan Bill berubah menjadi tipe S (Spread). Asal tahu saja, membabi-buta dengan S-nya Billy adalah salah satu momen paling bad-ass yang bisa kamu lakukan dengan game saat ini… as one of my friend said in the forum “balas dendam pada Lakitu!“.

Saya juga kagum dengan kejelian Jay Pavlina. Tidak hanya ia memprogram game ini supaya gerak-gerik karakter sesuai dengan game aslinya, ia juga memasukkan musik-musik klasik yang sesuai dengan karakter yang kamu mainkan. Misalnya kamu memainkan Samus, musik-musik dan sound effect terkenal dari game Metroidlah yang menemani permainanmu, begitu juga kalau kamu memainkan game dengan karakter-karakter lainnya.

So my verdict is… jangan keburu memandang sebelah mata game flash dan independen ini, Super Mario Bros adalah sebuah game klasik yang legendaris dan versi Crossover ini adalah tribut yang pantas baginya.

PLAY IT HERE!

Final Verdict

Gameplay: 9.0
Tweak dalam gameplay membuat game Super Mario Bros terasa fresh kembali. Beberapa karakter memang terkesan lebih kuat dibandingkan karakter lainnya (I’m looking at you Bill) tapi itu adalah kekurangan minor yang bisa diterima mengingat bagaimana tepatnya pemrograman gerakan karakter dalam game ini.

Graphic / Sound: 9.0
Crossover ini hebat karena mampu memadukan grafik dari berbagai game menyatu di sini. Musik dari setiap game klasik pun turut menemani permainanmu.

Play Time: 8.5
Kamu yang pernah memainkan game-game klasik (and honestly, who haven’t?) pasti ingin menjajal game ini dan bereksperimen dengan karakter-karakter baru yang ditawarkan.

Overall: 8.8

Game Details
Developer: Jay Pavlina
Publisher: (None)
Genre: Adventure (Platform)

Comments (0)

Tags: , , , , , ,

Mario & Luigi: Bowser Inside Story

Posted on 23 January 2010 by Si Tukang Review

Mario & Luigi Bowser Inside Story Cover

Mario & Luigi Bowser Inside Story Cover

Walaupun Mario paling dikenal sebagai jagoan dalam dunia platform 2D dan 3D, itu tidak berarti sang tukang ledeng tidak pernah menjelajah genre lain. Sebaliknya, dia malahan pernah menjajal berbagai macam profesi mulai dari pemain tennis sampai tukang balap. Mario juga pernah masuk ke genre RPG, pertama kali pada tahun 1996 melalui salah satu kolaborasi terakhir Nintendo dan Squaresoft (belum merger menjadi Square Enix) di era SNES. Hasilnya: Super Mario RPG: Legend of the Seven Stars yang masih diakui banyak gamer sebagai salah satu RPG terbaik era SNES. Petualangan RPG Mario tidak berhenti di sana. Setelah game tersebut, masih ada serial RPG Paper Mario di Nintendo 64, Nintendo GameCube, dan Nintendo Wii.

Bagaimana dengan Nintendo DS? Nintendo tahu benar bahwa para gamer di DS juga haus akan RPG Mario yang berkualitas dan pada tahun 2009 merilis game Mario & Luigi: Bowser’s Inside Story. Game ini sebenarnya merupakan bagian ketiga dari serial Mario and Luigi yang game pertamanya dirilis di GBA. Game dengan sub-judul Superstar Saga itu mendapatkan pujian banyak orang karena dianggap sebagai sebuah game RPG yang bisa memasukkan banyak sistem RPG tradisional dengan elemen dunia khas Mario. Kesuksesan game itu dikembangkan lebih lanjut melalui sekuel pertamanya di DS: Partners in Time. Game Partners in Time, seperti halnya prekuelnya, juga meraih acungan jempol karena mengutak-atik waktu dan mempertemukan kedua Mario Brothers dengan sosok muda mereka (ingat bayi Mario yang digendong Yoshi?). Hanya saja, beberapa pihak agak menyayangkan Partners in Time yang dianggap kurang memaksimalkan kemampuan handheld DS. Empat tahun berlalu dan Nintendo kembali merilis sekuel kedua game ini dengan judul Bowser’s Inside Story.

Seperti yang bisa dibaca dari judulnya, game ini memberi peranan penting bagi Bowser dalam cerita. Di awal game, sebuah jamur misterius membuat para toad di Mushroom Kingdom menjadi raksasa blorb. Krisis yang terjadi di Mushroom Kingdom ini memaksa Putri Peach mengadakan rapat darurat. Dalam rapat darurat yng juga dihadiri oleh Mario dan Luigi itu, Bowser mendadak juga datang mengajukan diri untuk ikut rapat. Bisa ditebak kalau Bowser malah berakhir dengan bikin onar dan ditendang pantatnya keluar oleh Mario. Bowser yang terpental keluar tidak menyerah begitu saja dan mulai mencari jalan kembali ke istana. Di tengah perjalanannya kembali ke istana, musuh besar Mario itu bertemu dengan sosok misterius yang memberinya sebuah jamur. Setelah dimakan, Bowser berserk dan langsung menghisap apapun ke dalam perutnya. Jangan tanya saya bagaimana rumus fisikanya, yang jelas semua anggota istana mulai dari Mario bersaudara, para Toad, hingga Putri Peach semuanya disedot masuk ke dalam tubuh Bowser. Siapakah dalang di balik semua kekacauan ini? Bisakah Mario dan Luigi keluar dari tubuh Bowser?

Dari cerita ini, saya berani menyimpulkan kalau Bowser Inside Story adalah RPG dua dunia. Di satu pihak kamu akan bermain sebagai Bowser yang mencari tahu siapa dalang yang memberinya jamur misterius itu. Di lain pihak kamu sebagai Mario dan Luigi akan berpetualang dalam tubuh Bowser untuk mencari putri Peach yang tersesat dalam tubuh si kadal dan meloloskan diri bersama-sama dari sana. Kedua dunia ini secara ajaibnya mampu disambung oleh Nintendo. Apa yang terjadi dalam dunia Bowser akan mempengaruhi dunia Mario dan sebaliknya. Sebagai contoh ketika Bowser minum air, perutnya akan dipenuhi dengan air yang memperbolehkan Mario dan Luigi berenang ke tempat-tempat yang sebelumnya tak bisa mereka jangkau. Atau ketika Bowser sekarat, Mario dan Luigi bisa berpetualang ke dalam jiwanya (sekali lagi harap jangan tanya rumus fisikanya) dan memberinya energi adrenalin yang bukan cuma menghidupkan Bowser lagi tetapi juga mengubahnya menjadi raksasa! Dua contoh yang saya sebut hanyalah sekelumit dari bagaimana Nintendo mampu membuat dua dunia yang begitu jauh berbeda ini berinteraksi satu sama lain. Salut untuk kreatifitas mereka.

Game RPG yang awalnya terlihat sederhana ini pada akhirnya menjadi game yang unik tanpa rumit karena implementasi Nintendo yang simpel. Beberapa inovasi dalam ceritanya bukan cuma menjadi tempelan tetapi juga berperan dalam cerita. Kemampuan Bowser menghisap misalnya bisa kamu gunakan saat battle melawan musuh. Beberapa musuh kecil bisa disedot masuk dalam tubuh Bowser dan – secara tidak langsung – kamu bisa tag-team dengan duet Mario bersaudara karena mereka akan langsung menghadapi musuh-musuh itu dalam tubuh Bowser.

Keluhan bahwa Partners in Time kurang kreatif memanfaatkan fitur DS kini juga diperbaiki. Sekarang peran touch screen dan mikrofon dimaksimalkan baik dalam mini-game ataupun pertarungan. Tidak sekedar itu, saya juga merasa bahwa Bowser Inside Story – sebagaimana banyak game DS dari Nintendo lainnya – mampu menyeimbangkan penggunaan fitur-fitur DS sehingga terasa melengkapi dan bukannya membebani atau menganggu gameplay secara keseluruhan.

Sudah memiliki gameplay yang unik dan orisinil, dengan tambahan grafis penuh warna dan musik yang upbeat khas Mario, tidak heran kalau game ini menjadi penantang kuat game terbaik dari handheld DS tahun ini. Kalau kamu penggemar RPG, tidak ada alasan untuk keburu mendiskreditkannya sebagai game buat anak kecil. Toh, kapan lagi kamu bisa bermain di dalam DAN sebagai karakter Bowser. Betul tidak?

Final Verdict

Gameplay: 8.5
Walau sistem fightnya sebenarnya sangat simpel, Nintendo mampu menciptakan berbagai macam inovasi baru untuk membuatnya tetap fresh.

Graphic / Sound: 8.5
Satu-satunya kekurangan adalah piksel yang terlihat agak pecah-pecah saat Bowser menjadi raksasa. Dunia dalam tubuh Bowser juga terlihat agak suram. Tadinya saya mengharapkan ada semacam dunia mini di dalamnya. Toh melihat percakapan para Emoglobin saya jadi tersenyum simpul sendiri.

Play Time: 8.5
Beberapa situs yang saya baca menyebutkan bahwa menamatkan game ini diperlukan waktu sekitar 20 jam. Saya pribadi menyelesaikannya dalam waktu 15 jam, walaupun belum menemukan semua rahasia yang ada. Bila hendak menyelesaikan game ini secara sempurna, saya prediksi memerlukan waktu sekitar 30 hingga 35 jam.

Game Details
Developer: AlphaDream
Publisher: Nintendo
Genre: RPG

Comments (8)

Tags: , , , ,

New Super Mario Bros

Posted on 14 April 2009 by Si Tukang Review

New Super Mario Bros Cover

New Super Mario Bros Cover

Before I ever played Super Mario Bros., I remember my friend telling me all about the arcade game and it just didn’t seem possible. He talked about shooting fireballs, secret tunnels, bullets you could bounce off of, hidden beanstalks leading into the clouds—all these amazing, crazy things that I just couldn’t imagine all fitting into one game. At a time when you could sum up most games in 30 seconds, he went on and on like this for 30 minutes; I could tell he was getting excited to play it again just talking about it. When I finally saw the game, I was…I’m not sure how to put it. Awestruck, I guess. Not only was everything my friend said true, he had barely scratched the surface.
- EGM Executive Editor Mark MacDonald

Whenever I tell people what I do for a living, the most common response is, ‘Games have gotten too complicated for me, but I really loved that Super Mario Bros.’ Everyone—young, old, boy, girl, gamer, non-gamer—has played Miyamoto’s masterpiece and, more importantly, thoroughly enjoyed it. What kind of impact has the plumber’s NES debut had on the public? Well, my girlfriend can’t tell you what kind of game Halo 2 is, but she still knows exactly where to find Super Mario Bros.’ first warp zone.
- EGM News Editor Bryan Intihar

Mario is the game that introduced me to the world of video game and the one responsible for making me a gamer up until this day. This is the game that defines what video game is.
- Si Tukang Review

Masih perlukah kita pengenalan lain mengenai Mario? Bisa dibilang kalau ikon dari video game adalah Mario sebagaimana Superman atau Spider-man adalah ikon dari dunia komik. Pertanyaannya adalah: apakah 2D Platform masih relevan untuk jaman sekarang? Hampir 20 tahun yang lalu Mario hadir dengan petualangannya di Super Mario Bros – ketika Nintendo sekarang memperbarui tampilannya dengan cita rasa yang sama – apakah daya magis itu masih bisa bertahan? Atau tergerus oleh aliran waktu?

Graphic (8.5 / 10)

Begitu memainkan New Super Mario Bros untuk pertama kalinya saya langsung takjub. Grafisnya berubah dari Mario yang biasa saya kenal. Mario kali ini hadir dengan balutan grafis 3D sebagai render karakternya tetapi tetap dengan gameplay 2D seperti yang kita kenal biasanya. Jangan khawatir, balutan grafis 3D ini tidak merenggut nuansa dunia Mario 2D kok. Ini mungkin bukan hal yang terlalu orisinil karena sudah banyak game yang memakai cara yang sama (Sonic Rush sebagai sesama maskot game sudah memakai metode yang sama). Toh, yang membuatku takjub bukan hanya pada perubahan 3D Mario tetapi juga pada dunianya.

Dunia-dunia yang ada di dalam game ini masing-masing berbeda dan kaya akan warna-warna yang cerah, colorful dan dinamis. Setiap dunia memiliki temanya sendiri dalam desainnya. Ada dunia para jamur (yang menjadi awal petualangan Mario), dunia padang pasir, dunia es, sampai dunia Bowser yang gelap dan menakutkan sekalipun! Variasi dunia (yang ada delapan) benar-benar menyegarkan. Walaupun tidak ada dunia yang benar-benar orisinil (kebanyakan sudah pernah ada di game Mario sebelumnya) tetap saja memainkan stage-stage ini memberi kesan nostalgia yang unik untuk saya yang tumbuh dengan Mario – tetapi tetap mampu diterima dengan baik oleh adik-adik saya yang belum lahir saat Mario pertama beraksi.

Nintendo juga menggarap karakter-karakter yang ada di dalam game ini dengan rapi: Mario dengan segala perubahannya didesain dengan apik. Tidak percaya? Silahkan lihat bagaimana perubahan Mario menjadi raksasa, atau variasi musuh yang ada di dalam game ini!

Sound (8.5 / 10)

Berapa game yang bisa kalian kenal dari sound effectnya semata? Tidak banyak – dan Mario adalah salah satunya. Saya bisa mengenali game ini hanya dari suara lompatan Mario yang tersohor itu. Dan sekali lagi Nintendo menggarap bidang ini dengan sempurna.

Musik-musik di berbagai dunia pas dengan temanya sekaligus tetap bisa diterima oleh anak-anak. Musik di dunia jamur di mana Mario mulai misalnya sangat ceria dan kontras dengan dunia Bowser yang suram dan menakutkan (sekali lagi – walaupun menakutkan, tetapi tidak memberi kesan horror yang membuat anak kecil enggan memainkannya). Banyak sekali remix dari musik Mario yang lama yang tetap enak didengar hingga sekarang sekalipun. Percaya tidak percaya saya langsung bersenandung begitu musik tema Mario dimulai. Catch-phrasenya Mario sendiri? Tentu saja tetap ada. Mario yang mulai bersuara semenjak masuk ke console-console generasi baru tetap memiliki suara-suara yang dia katakan setiap melakukan action tertentu.

Musiknya sempurna dan begitu pula sound effectnya. Saya sudah menyebutkan mengenai sound effect lompatan legendarisnya Mario. Toh, setelah saya memainkan game ini lebih lanjut saya baru menyadari betapa banyaknya sound effect yang legendaris dari Mario. Ingatan saya kembali dibangkitkan ketika mendapatkan jamur pertama kali dan melihat Mario mendapat power-upnya (begitu juga ketika Mario menjadi kecil kembali kalau kena serangan musuh), saya juga ingat kembali bagaimana merdunya mendapatkan nyawa 1-up dari jamur hijau, atau bunyi Mario ketika masuk ke dalam tunnel rahasia. It’s an unforgettable classic.

Gameplay (8.5 / 10)

Mencari sebuah game 2D platform sekarang ini sangat sulit. Mencari yang berkualitas? Lebih sulit lagi. Kalau anda seorang penggemar game bertipe ini mungkin mengerang karena kebanyakan game-game 2D platform sekarang kebanyakan berasal dari movie–to–game yang kualitasnya kebanyakan digarap dengan asal-asalan dan bertujuan mencari untung dari aji mumpung sesaat. Untung saja New Super Mario Bros memuaskan dahagaku untuk game-game 2D platform bermutu.

Elemen-elemen yang pernah membuat Mario dahulu adiktif semuanya dikembalikan di sini. Power-up baru yang bisa didapat oleh Mario adalah tempurung kura-kura biru, jamur raksasa, dan jamur mini. Sementara semua power-up baru ini sangat inovatif dan menyenangkan ketika kita dapat (percaya tidak percaya, kini tiang bendera itu bisa kita tabrak sampai hancur!) – kita akan lebih sering menjelajahi dunia ini dengan jamur dan fire flower klasiknya Mario.

Kita disuguhi delapan dunia secara keseluruhan, tetapi kita hanya akan menjelajahi 6 dunia sekali main. Alternative path di sana-sini disediakan oleh Nintendo sehingga kejelian kita dalam mencari jalan akan menjadi penentu dunia mana yang akan kita jelajahi berikutnya. Tentunya masih banyak sekali rahasia-rahasia yang tersimpan di balik setiap stage-stagenya. Stage-stage individualnya sendiri terkesan pendek dan sangat mudah. Saya sendiri baru mendapatkan tantangan di dunia terakhir, dan itupun masih terbilang relatif mudah dibandingkan dengan game-game Mario dulu.

Mungkin sekali game ini terasa lebih mudah karena Mario mendapatkan upgrade-upgrade dalam petualangannya kali ini. Sekarang ia bisa melompat tiga kali asal timing anda benar (triple jump) sampai melompat dengan menggunakan tembok (wall jump).

Selain game utamanya, Nintendo juga menyediakan kita mini game dan wireless mode untuk kita mainkan bersama teman-teman kita. Mini game dan wireless mode adalah sebuah tambahan yang menarik tapi lebih berfungsi sebagai pengalih perhatian sesaat. Sekedar buat break kalau kita sudah menamatkan game ini sebelum mencoba mengulangnya lagi mungkin?

Longetivity (8 / 10)

Sementara nilai longetivity dalam game ini tidak tinggi, nilai replayability dari game ini sangat tinggi. Kenapa? Saya menyelesaikan game ini dalam waktu empat jam pertama kali memainkannya, lantas tiga jam saat memainkannya kali kedua, dan dua jam setiap kali memainkannya setelah itu. Saya sudah mengatakan kalau game Mario ini memiliki tingkat kesulitan yang rendah (bahkan terlalu rendah kalau dimainkan oleh seorang pemain veteran). Hadapi setiap boss dengan setidaknya menjadi seorang Mario dengan kemampuan menembakkan api untuk mengerti apa yang saya maksud.

Toh, mendapatkan tiga koin emas untuk setiap stage, membuka setiap stage yang ada, sampai sekedar bernostalgia untuk memainkan game ini sekali lagi akan membuat anda terus memainkannya berkali-kali. Mendapatkan sebuah secret baru yang membawa anda melompati dunia-dunia akan terasa sama menyenangkannya seperti ketika memainkan Mario klasik dulu. Belum lagi banyak rahasia lain yang mungkin hanya bisa diakses ketika anda memiliki power up tertentu (hint: Mini Mario bisa menjelajahi lebih banyak tempat dari yang bisa dibayangkan oleh Mario normal!).

This game is a modern classic, dan itu berarti game ini tidak akan membosankan walaupun ketika anda memainkannya bertahun-tahun kemudian.

Editor’s Tilt (10 / 10)

Memainkan game ini membuat saya sadar bahwa Nintendo sudah melakukan hal yang tepat. Mungkin bukan Super Mario Bros pertama yang paling mirip dengan game ini melainkan Super Mario Worldnya SNES atau Super Mario Bros 3nya NES. Toh, itu menurutku adalah hal yang bagus karena kedua game itu dianggap sebagai pengembangan paling sempurna dari Super Mario Bros orisinil. Ini juga adalah sebuah bukti bahwa gameplay Mario tidak akan uzur dimakan oleh waktu. Terbukti bukan hanya saya yang menikmati game ini, tetapi juga teman-temanku yang hampir tidak pernah memainkan game sebelumnya, dan adik-adikku yang sekarang berebut mencoba menemukan rahasia-rahasia yang baru dalam game ini untuk mereka bangga-banggakan (tidakkah itu seperti kita dulu ketika menemukan rahasia-rahasia baru dalam game klasiknya dulu?).

Saya akan meringkas game ini dalam kalimat penutup berikut ini: Super Mario Bros pertama adalah sebuah game klasik yang 20 tahun berlalu pun tetap nikmat dimainkan. New Super Mario Bros akan menjadi sebuah game klasik yang 20 tahun nantinya pun akan tetap dikenang sebagai update yang berhasil dari sang kakak.

Overall: 8.7

Game Details
Publisher: Nintendo
Developer: Nintendo
Genre: 2D Platform

Comments (0)

Advertise Here
Advertise Here