
New Super Mario Bros Cover
“Before I ever played Super Mario Bros., I remember my friend telling me all about the arcade game and it just didn’t seem possible. He talked about shooting fireballs, secret tunnels, bullets you could bounce off of, hidden beanstalks leading into the clouds—all these amazing, crazy things that I just couldn’t imagine all fitting into one game. At a time when you could sum up most games in 30 seconds, he went on and on like this for 30 minutes; I could tell he was getting excited to play it again just talking about it. When I finally saw the game, I was…I’m not sure how to put it. Awestruck, I guess. Not only was everything my friend said true, he had barely scratched the surface.”
- EGM Executive Editor Mark MacDonald
“Whenever I tell people what I do for a living, the most common response is, ‘Games have gotten too complicated for me, but I really loved that Super Mario Bros.’ Everyone—young, old, boy, girl, gamer, non-gamer—has played Miyamoto’s masterpiece and, more importantly, thoroughly enjoyed it. What kind of impact has the plumber’s NES debut had on the public? Well, my girlfriend can’t tell you what kind of game Halo 2 is, but she still knows exactly where to find Super Mario Bros.’ first warp zone.”
- EGM News Editor Bryan Intihar
“Mario is the game that introduced me to the world of video game and the one responsible for making me a gamer up until this day. This is the game that defines what video game is.”
- Si Tukang Review
Masih perlukah kita pengenalan lain mengenai Mario? Bisa dibilang kalau ikon dari video game adalah Mario sebagaimana Superman atau Spider-man adalah ikon dari dunia komik. Pertanyaannya adalah: apakah 2D Platform masih relevan untuk jaman sekarang? Hampir 20 tahun yang lalu Mario hadir dengan petualangannya di Super Mario Bros – ketika Nintendo sekarang memperbarui tampilannya dengan cita rasa yang sama – apakah daya magis itu masih bisa bertahan? Atau tergerus oleh aliran waktu?
Graphic (8.5 / 10)
Begitu memainkan New Super Mario Bros untuk pertama kalinya saya langsung takjub. Grafisnya berubah dari Mario yang biasa saya kenal. Mario kali ini hadir dengan balutan grafis 3D sebagai render karakternya tetapi tetap dengan gameplay 2D seperti yang kita kenal biasanya. Jangan khawatir, balutan grafis 3D ini tidak merenggut nuansa dunia Mario 2D kok. Ini mungkin bukan hal yang terlalu orisinil karena sudah banyak game yang memakai cara yang sama (Sonic Rush sebagai sesama maskot game sudah memakai metode yang sama). Toh, yang membuatku takjub bukan hanya pada perubahan 3D Mario tetapi juga pada dunianya.
Dunia-dunia yang ada di dalam game ini masing-masing berbeda dan kaya akan warna-warna yang cerah, colorful dan dinamis. Setiap dunia memiliki temanya sendiri dalam desainnya. Ada dunia para jamur (yang menjadi awal petualangan Mario), dunia padang pasir, dunia es, sampai dunia Bowser yang gelap dan menakutkan sekalipun! Variasi dunia (yang ada delapan) benar-benar menyegarkan. Walaupun tidak ada dunia yang benar-benar orisinil (kebanyakan sudah pernah ada di game Mario sebelumnya) tetap saja memainkan stage-stage ini memberi kesan nostalgia yang unik untuk saya yang tumbuh dengan Mario – tetapi tetap mampu diterima dengan baik oleh adik-adik saya yang belum lahir saat Mario pertama beraksi.
Nintendo juga menggarap karakter-karakter yang ada di dalam game ini dengan rapi: Mario dengan segala perubahannya didesain dengan apik. Tidak percaya? Silahkan lihat bagaimana perubahan Mario menjadi raksasa, atau variasi musuh yang ada di dalam game ini!
Sound (8.5 / 10)
Berapa game yang bisa kalian kenal dari sound effectnya semata? Tidak banyak – dan Mario adalah salah satunya. Saya bisa mengenali game ini hanya dari suara lompatan Mario yang tersohor itu. Dan sekali lagi Nintendo menggarap bidang ini dengan sempurna.
Musik-musik di berbagai dunia pas dengan temanya sekaligus tetap bisa diterima oleh anak-anak. Musik di dunia jamur di mana Mario mulai misalnya sangat ceria dan kontras dengan dunia Bowser yang suram dan menakutkan (sekali lagi – walaupun menakutkan, tetapi tidak memberi kesan horror yang membuat anak kecil enggan memainkannya). Banyak sekali remix dari musik Mario yang lama yang tetap enak didengar hingga sekarang sekalipun. Percaya tidak percaya saya langsung bersenandung begitu musik tema Mario dimulai. Catch-phrasenya Mario sendiri? Tentu saja tetap ada. Mario yang mulai bersuara semenjak masuk ke console-console generasi baru tetap memiliki suara-suara yang dia katakan setiap melakukan action tertentu.
Musiknya sempurna dan begitu pula sound effectnya. Saya sudah menyebutkan mengenai sound effect lompatan legendarisnya Mario. Toh, setelah saya memainkan game ini lebih lanjut saya baru menyadari betapa banyaknya sound effect yang legendaris dari Mario. Ingatan saya kembali dibangkitkan ketika mendapatkan jamur pertama kali dan melihat Mario mendapat power-upnya (begitu juga ketika Mario menjadi kecil kembali kalau kena serangan musuh), saya juga ingat kembali bagaimana merdunya mendapatkan nyawa 1-up dari jamur hijau, atau bunyi Mario ketika masuk ke dalam tunnel rahasia. It’s an unforgettable classic.
Gameplay (8.5 / 10)
Mencari sebuah game 2D platform sekarang ini sangat sulit. Mencari yang berkualitas? Lebih sulit lagi. Kalau anda seorang penggemar game bertipe ini mungkin mengerang karena kebanyakan game-game 2D platform sekarang kebanyakan berasal dari movie–to–game yang kualitasnya kebanyakan digarap dengan asal-asalan dan bertujuan mencari untung dari aji mumpung sesaat. Untung saja New Super Mario Bros memuaskan dahagaku untuk game-game 2D platform bermutu.
Elemen-elemen yang pernah membuat Mario dahulu adiktif semuanya dikembalikan di sini. Power-up baru yang bisa didapat oleh Mario adalah tempurung kura-kura biru, jamur raksasa, dan jamur mini. Sementara semua power-up baru ini sangat inovatif dan menyenangkan ketika kita dapat (percaya tidak percaya, kini tiang bendera itu bisa kita tabrak sampai hancur!) – kita akan lebih sering menjelajahi dunia ini dengan jamur dan fire flower klasiknya Mario.
Kita disuguhi delapan dunia secara keseluruhan, tetapi kita hanya akan menjelajahi 6 dunia sekali main. Alternative path di sana-sini disediakan oleh Nintendo sehingga kejelian kita dalam mencari jalan akan menjadi penentu dunia mana yang akan kita jelajahi berikutnya. Tentunya masih banyak sekali rahasia-rahasia yang tersimpan di balik setiap stage-stagenya. Stage-stage individualnya sendiri terkesan pendek dan sangat mudah. Saya sendiri baru mendapatkan tantangan di dunia terakhir, dan itupun masih terbilang relatif mudah dibandingkan dengan game-game Mario dulu.
Mungkin sekali game ini terasa lebih mudah karena Mario mendapatkan upgrade-upgrade dalam petualangannya kali ini. Sekarang ia bisa melompat tiga kali asal timing anda benar (triple jump) sampai melompat dengan menggunakan tembok (wall jump).
Selain game utamanya, Nintendo juga menyediakan kita mini game dan wireless mode untuk kita mainkan bersama teman-teman kita. Mini game dan wireless mode adalah sebuah tambahan yang menarik tapi lebih berfungsi sebagai pengalih perhatian sesaat. Sekedar buat break kalau kita sudah menamatkan game ini sebelum mencoba mengulangnya lagi mungkin?
Longetivity (8 / 10)
Sementara nilai longetivity dalam game ini tidak tinggi, nilai replayability dari game ini sangat tinggi. Kenapa? Saya menyelesaikan game ini dalam waktu empat jam pertama kali memainkannya, lantas tiga jam saat memainkannya kali kedua, dan dua jam setiap kali memainkannya setelah itu. Saya sudah mengatakan kalau game Mario ini memiliki tingkat kesulitan yang rendah (bahkan terlalu rendah kalau dimainkan oleh seorang pemain veteran). Hadapi setiap boss dengan setidaknya menjadi seorang Mario dengan kemampuan menembakkan api untuk mengerti apa yang saya maksud.
Toh, mendapatkan tiga koin emas untuk setiap stage, membuka setiap stage yang ada, sampai sekedar bernostalgia untuk memainkan game ini sekali lagi akan membuat anda terus memainkannya berkali-kali. Mendapatkan sebuah secret baru yang membawa anda melompati dunia-dunia akan terasa sama menyenangkannya seperti ketika memainkan Mario klasik dulu. Belum lagi banyak rahasia lain yang mungkin hanya bisa diakses ketika anda memiliki power up tertentu (hint: Mini Mario bisa menjelajahi lebih banyak tempat dari yang bisa dibayangkan oleh Mario normal!).
This game is a modern classic, dan itu berarti game ini tidak akan membosankan walaupun ketika anda memainkannya bertahun-tahun kemudian.
Editor’s Tilt (10 / 10)
Memainkan game ini membuat saya sadar bahwa Nintendo sudah melakukan hal yang tepat. Mungkin bukan Super Mario Bros pertama yang paling mirip dengan game ini melainkan Super Mario Worldnya SNES atau Super Mario Bros 3nya NES. Toh, itu menurutku adalah hal yang bagus karena kedua game itu dianggap sebagai pengembangan paling sempurna dari Super Mario Bros orisinil. Ini juga adalah sebuah bukti bahwa gameplay Mario tidak akan uzur dimakan oleh waktu. Terbukti bukan hanya saya yang menikmati game ini, tetapi juga teman-temanku yang hampir tidak pernah memainkan game sebelumnya, dan adik-adikku yang sekarang berebut mencoba menemukan rahasia-rahasia yang baru dalam game ini untuk mereka bangga-banggakan (tidakkah itu seperti kita dulu ketika menemukan rahasia-rahasia baru dalam game klasiknya dulu?).
Saya akan meringkas game ini dalam kalimat penutup berikut ini: Super Mario Bros pertama adalah sebuah game klasik yang 20 tahun berlalu pun tetap nikmat dimainkan. New Super Mario Bros akan menjadi sebuah game klasik yang 20 tahun nantinya pun akan tetap dikenang sebagai update yang berhasil dari sang kakak.
Overall: 8.7
Game Details
Publisher: Nintendo
Developer: Nintendo
Genre: 2D Platform