Tag Archive | "Law"

Tags: , , , , ,

Law Abiding Citizen

Posted on 11 December 2009 by Si Tukang Review

Law Abiding Citizen Poster

Law Abiding Citizen Poster

Sistem hukum di Indonesia rasanya membuat semua orang geleng-geleng kepala. Bukan rahasia agaknya kalau saya mengatakan bahwa siapa yang punya uanglah yang berhak mengendalikan hukum. Pernah saya bertemu dengan orang yang ditipu sebanyak 30 milyar rupiah, ketika melaporkan penipu kepada polisi dan masuk pengadilan justru kalah karena dituduh mencemarkan nama baik. Lebih ironis lagi sang pelapor kalah karena sang penipu menggunakan uang 30 milyar hasil tipuannya untuk melicinkan jalannya keluar dari jeratan hukum. Tapi kalau kalian pikir sistem hukum di Indonesia adalah yang terparah di dunia, mungkin anggapan kalian berubah setelah menonton Law Abiding Citizen ini.

Tanpa sebab dan tanpa alasan, dua orang kriminal memasuki rumah dari seorang Clyde Shelton dan dengan keji membantai sang istri dan anak di hadapannya. Yang ironis, dengan semua bukti yang bertebaran pun laporan forensik kepolisian Amerika tidak bisa mendapatkan hasil yang konklusif. Jaksa penuntut Nick Rice yang mewakili Clyde Shelton celakanya juga seorang yang sangat mementingkan rekor menangnya di pengadilan (karena ia ingin terus dipromosikan). Sadar bahwa kasus Clyde tidak bisa dimenangkan, Nick enggan untuk terus berusaha dan justru mencari jalan kompromi dengan sang penjahat. Hasil terakhirnya: karena seorang kriminal ‘bernyanyi’ setelah diajak kompromi, partnernya dihukum mati tetapi dia sendiri hanya mendapat hukuman ringan penjara tiga tahun. Nick lega dan ia merasa Clyde pun seharusnya puas karena hukum – setidaknya sebagian – sudah dilaksanakan.

Yang Nick tidak tahu: Clyde tidak terima. Yang Nick juga tidak tahu: Clyde bukan orang biasa. Jauh dari biasa. Clyde Shelton adalah salah seorang agen ahli strategi jenius yang dimiliki pemerintah. Dia selalu berhasil menciptakan rencana-rencana yang brilian. 10 tahun berlalu semenjak kasus Clyde berakhir ketika sang agen menuntut balas. Dan kini Clyde tidak lagi menempuh jalur hukum layaknya seorang law abiding citizen (warga taat hukum). Kali ini ia memutuskan membawa hukum ke tangannya sendiri. Tidak hanya para penjahat yang menghabisi keluarganya sajalah yang membayar – tetapi seluruh sistem hukum di Amerika yang ia nilai bobrok.

Saya percaya bahwa sebagai sebuah film intelektual yang menyangkut agen rahasia di dalamnya, Law Abiding Citizen gagal total. Terlalu banyak adegan di dalam film ini yang tidak masuk akal. Secerdas-cerdasnya Clyde, mustahil dia bisa melakukan semua hal yang dia lakukan dalam film ini. Mau tahu betapa cerdas dirinya? Bayangkan Michael Scofield dari serial Prison Break. Sudah? Kini lipat gandakan kecerdasannya dan kamu dapatkan Clyde Shelton. Tunggu dulu – tunggu dulu. Walau saya bilang Law Abiding Citizen gagal sebagai film intelektual, sebagai film thriller ia mungkin adalah film terbaik yang saya tonton tahun ini. F. Gary Gray dengan efisien terus memompa adrenalin kita dari menit awal film hingga menit terakhirnya. Hampir tidak ada adegan sia-sia dalam film ini, semuanya bertujuan memajukan plot dan membantu para penonton mengerti sosok dan rivalitas dari Nick dan Clyde.

Kebetulan keduanya pun diperankan secara apik oleh Jamie Foxx dan Gerard Butler. Tahun ini kelihatannya Gerard Butler memang sibuk sekali! Setelah flirting dengan Katherine Heigl di The Ugly Truth dan menjadi karakter yang dikontrol dalam Gamer, ia masih juga bisa total menghidupkan perannya sebagai Clyde. Jamie Foxx sendiri dari sananya bukan aktor kacangan, entah kenapa sukses selalu menghindarinya walaupun ia sudah memenangkan piala Oscar melalui menampilannya di Ray. Di sini Foxx juga sukses mengimbangi Butler lewat sosok Nick Rice yang terombang-ambing mengenai apakah ia harus melanggar hukum (yang selama ini ia junjung) untuk menghentikan sepak terjang Clyde? Sedikit trivia, sebenarnya peran mereka berkebalikan pada awalnya. Foxx mendapat bagian sebagai Clyde dan Butler mendapat bagian sebagai Nick. Walau tinggal impian, menarik membayangkan bagaimana kalau itu yang terjadi.

Walau bukan tanpa kekurangan, Law Abiding Citizen jelas merupakan sebuah film yang tak boleh dilewatkan kalau kamu penggemar film thriller.

FUN FACT: Penulis skenario dari film ini adalah Kurt Wimmer yang karya garapannya bisa jadi hit atau miss di mataku. Saya suka dengan Equilibrium, tapi benci setengah mati dengan Ultraviolet.

Score: 8.6

Movie Details
Director: F. Gary Gray
Cast: Jamie Foxx, Gerard Butler, Leslie Bibb
Running Time: 109 Minutes

Comments (4)

Tags: , , , , ,

Miami Law

Posted on 27 June 2009 by Si Tukang Review

Miami Law Cover

Miami Law Cover

Apa hasilnya bila kamu menggabungkan Phoenix Wright dengan 24? Miami Law. Memainkan game point and click adventure dari Hudson Soft ini seakan mengingatkanku pada serial TV 24 season tiga. Berbeda dengan Phoenix Wright yang mendapukmu sebagai seorang pengacara, Miami Law menempatkanmu pada posisi duet polisi Miami Law Martin dan agen FBI Sara Starling yang harus bekerja sama untuk menyelamatkan Miami dan seluruh dunia dari krisis teroris.

Setelah kematian partnernya, Law bekerja keras untuk mengungkap jaringan obat bius Miami. Usaha solo Law ini kemudian mendapat ‘gangguan’ setelah FBI menganggap jaringan obat bius Miami menjadi terlalu gawat. FBI mengutus salah seorang agen wanita terbaik mereka: Sara untuk membantu penyelidikan Law. Pada awalnya, Law yang cepat marah dan selalu bertindak tanpa pikir panjang sama sekali tidak klop dengan Sara yang lebih tenang dan selalu berpikir masak-masak sebelum memutuskan sesuatu. Namun setelah menyadari bahwa jaringan obat bius hanyalah puncak gunung es dari krisis Miami, bisakah keduanya menyingkirkan perbedaan mereka untuk memecahkan krisis ini?

Hudson Soft berusaha membuat Miami Law lain dengan game point and click adventure lainnya. Dalam game ini kamu tidak hanya sekedar berinteraksi dengan karakter dan lingkungan di sekitarmu, tetapi juga terlibat dalam berbagai jenis mini-game. Walaupun mini-game ini sederhana seperti first person shooting (macam Time Crisis) dan memecahkan puzzle, ini membantu menyeimbangkan ritme game supaya tidak terlalu lambat. Ingat, Miami Law adalah kisah detektif dan polisi sehingga tidak seru kan kalau kamu hanya bertugas mencari bahan bukti di tempat kejadian saja?

Selain berbagai mini-game yang ditawarkan, Miami Law juga memiliki sistem dua karakter utama. Tiap kali kamu mencapai titik tertentu di mana Law dan Sara harus berpisah, game ini memberi opsi karakter mana yang mau kamu kendalikan. Sistem ini memberi Miami Law nilai tambah untuk play timenya karena itu berarti kalau kamu mau mengerti keseluruhan cerita, kamu harus memainkannya minimal dua kali.

Miami Law bukannya tanpa kekurangan. Salah satu kekurangan utamanya adalah kurangnya karakter-karakter yang memorable. Phoenix Wright dikenal sebagai sebuah game yang penuh dengan karakter-karakter yang mengesankan – mulai dari Phoenix dan Maya sampai pada para saksi, jaksa, dan hakim yang sableng. Semua itu absen di Miami Law. Saya bisa mengerti hal ini, karena siapa yang mau bercanda di tengah ancaman teroris? Tapi itu juga bukan alasan melupakan perkembangan karakter. Law maupun Sara terasa terlalu dua-dimensional sebagai karakter, dan ketika kita sebagai gamer mulai mengenal mereka – tahu-tahu game ini sudah berakhir. Apa mungkin sebuah sekuel disiapkan? Saya harap begitu.

Bicara soal ceritanya sendiri, saya cukup terkesima melihat keakuratannya. Bukan rahasia kalau game-game buatan Jepang suka salah kaprah menerjemahkan dunia Amerika dalam game mereka, sehingga saya cukup terkejut melihat game ini ternyata akurat dalam menyebut lokasi sampai lembaga-lembaga kepolisiannya. Rupa-rupanya sang developer rela mempelajari kota Miami sebelum membuat game ini. Pantas saja keakuratannya bisa terjamin.

Grafis dan suara dalam game ini adalah satu lagi nilai plusnya. Setiap karakter memiliki design yang berbeda. Walaupun berbasis anime dan kaya warna, ekspresi dan pembawaan karakternya cukup realis untuk membuatnya tidak kekanak-kanakan. Untuk animasi 2D di DS, saya rasa Miami Law memiliki salah satu goresan artwork terbaik. Musiknya juga tidak digarap picisan; tidak tanggung-tanggung, sebuah grup hip-hop Miami Beat Wave diajak berpartisipasi untuk membantu memasukkan rasa kota Miami dalam musiknya.

Miami Law adalah salah satu game point and click adventure terbaik di DS yang pernah saya mainkan. Walaupun masih kalah jauh dari serial Phoenix Wright, saya jauh lebih merekomendasikan game ini ketimbang Lux-Pain maupun Time Hollow.

Final Verdict

Gameplay: 7.5
Tidak melulu melakukan investigasi menjaga game ini sehingga tidak membosankan. Hanya saja beberapa mini-game di luar skenario utama seperti Texas Hold Em dan Sudoku seharusnya dihilangkan untuk menambah panjang jalan cerita utama.

Graphic / Sound: 8.0
Walaupun kualitas 3D dalam mini-game sedikit kasar, ini tertutupi dengan artwork karakter dan background yang detail dan rapi. Musik dan efeknya juga bervariasi dan pas dengan mood permainan.

Play Time: 6.5
Walau nilai replayabilitynya lebih tinggi dibanding game lain, tetap saja Miami Law tergolong game yang pendek. Memainkannya ulang dengan sudut pandang lain juga terasa gampang karena kita sudah tahu jawaban mana yang harus dipilih dan lokasi mana yang harus dikunjungi.

Overall: 7.2

Game Details
Developer: Hudson Soft
Publisher: Hudson Soft
Genre: Point and Click Adventure

Comments (0)

Advertise Here
Advertise Here