Tag Archive | "Katherine Heigl"

Tags: , , , , ,

The Ugly Truth

Posted on 31 October 2009 by Si Tukang Review

The Ugly Truth Poster

The Ugly Truth Poster

Sudah menjadi rahasia umum kalau dalam hal percintaan pria dan wanita jauh berbeda. Sementara para wanita lebih melihat sisi dalam alias kepribadian pasangan, pria biasanya jatuh cinta terlebih dahulu pada tubuh sang wanita yang seksi elok menggiurkan. The Ugly Truth – sesuai dengan judulnya – berusaha menunjukkan kenyataan mengenai perbedaan kedua jenis kelamin ini dengan membenturkan dua sosok yang sangat berbeda. Yang satu sosok produser penuh tata krama Abby Richter (diperankan oleh Katherine Heigl) dan yang satu adalah presenter urakan Mike Chadway (diperankan oleh Gerard Butler). Bagaimanakah hasil benturan keduanya?

Walau ia adalah seorang wanita yang kompeten dalam banyak hal, ada dua masalah besar yang saat ini dihadapi oleh Abby. Yang pertama, show miliknya terus mengalami penurunan rating sehingga ditakutkan akan dipotong oleh studio televisi. Masalah pelik kedua adalah sosok jodoh yang entah kenapa tak kunjung datang mengingat hampir semua pria yang dihadapi oleh Abby tidak bisa memenuhi daftar pria sempurna yang ia miliki. Kehidupan Abby yang seakan penuh masalah diperparah dengan kehadiran Mike Chadway, seorang presenter urakan yang sebelumnya ngetop di program saluran TV kabel bernama The Ugly Truth.

Terkesan akan penampilan Mike, bos Abby mengajaknya bergabung dalam shownya. Walaupun ditentang habis-habisan oleh Abby, terbukti bahwa pembawaan Mike yang berbeda berhasil meningkatkan kembali rating tersebut. Melihat bagaimana Abby masih bersikap dingin kepadanya, Mike menawarkan diri kepada Abby untuk membantunya mendapatkan pria idamannya. Apakah Mike dan Abby akhirnya bisa bekerja sama? Akankah Abby bisa jadian dengan sosok idamannya? Ataukah sebenarnya Mike dan Abby sudah saling jatuh hati tanpa keduanya saling menyadari?

Perlukah pertanyaan di atas saya jawab? Seperti halnya perbedaan sifat pria dan wanita, ending komedi romantis juga merupakan sebuah rahasia umum. Dua lakon utamanya saling bertengkar, menemukan bahwa mereka sebenarnya memiliki kesamaan, jatuh cinta, bertengkar lagi, akhirnya berbaikan di penghujung film dan voila, semua bahagia dan ending bergulir. The Ugly Truth tidak berusaha menyimpang dari pakem tersebut, walaupun mereka menambahkan beberapa hal untuk membuatnya menjadi menarik. Satu hal yang mungkin langsung akan membuat kebanyakan penonton berjengit adalah banyaknya referensi seksual dalam film ini. Saya rasa ini adalah film bergenre komedi romantis pertama yang memuat kata-kata vulgar macam ‘cock’, ‘fuck’, maupun ‘shit’ di dalamnya. Saya heran gunting sensor Indonesia yang biasanya tajam (hei, jangan mendebatnya – mereka melarang Miyabi datang!) tidak memangkas habis adegan-adegan tersebut. Bagi saya sendiri, banyak referensi seksual sebenarnya merupakan angin baru dalam gaya komedi film ini karena semuanya tidak dibawakan dengan gaya kampungan. Toh terlalu banyak memakai gaya komedi seksual pada akhirnya sedikit melelahkan menjelang pengakhiran film.

Cerita dalam The Ugly Truth yang sebenarnya biasa-biasa saja tertolong oleh penampilan Katherine Heigl dan Gerard Butler. Seperti yang saya tulis dalam artikel lima gadis terpanas untuk film musim panas tahun ini, siapa yang tidak terkesima dengan kecantikan Katherine Heigl di sini? Saat adegannya dengan celana dalam saja saya sampai memandang tanpa berkedip (akui para kaum adam, kalian juga kan?). Gerard Butler pun masih menyisakan tubuh gagah six-packnya. Tampangnya memang berangasan dan sekilas tidak cocok untuk genre komedi romantis… toh setelah melihatnya membawakan Mike Chadway, saya merasa Butler adalah sosok yang tepat. Ia maskulin – tanpa terlihat kekanak-kanakan seperti Matthew McConaughey. Siapa sangka bahwa Raja Leonidas juga bisa berperan jadi Don Juan modern?

Membandingkan The Ugly Truth dan The Proposal tidak bisa dihindarkan mengingat kedua film ini keluar pada waktu yang berdekatan. Saya pribadi lebih memilih The Proposal, tetapi The Ugly Truth pun bukan film yang jelek. Yang jelas jangan membawa adik kalian yang masih belum berumur 17 tahun menonton film ini kalau tidak mau dipusingkan dengan pertanyaan-pertanyaan dewasa dari mereka nantinya.

Score: 7.6

Movie Details
Director: Robert Luketic
Cast: Katherine Heigl, Gerard Butler
Running Time: 95 Minutes

Comments (7)

Tags: , , , , , , ,

The 5 Hottest Babe of Summer

Posted on 21 October 2009 by Si Tukang Review

Film-film blockbuster yang mengisi summer biasanya memiliki dua tendensi. Yang pertama berisi banyak adegan ledakan dan yang kedua memiliki banyak stok gadis cantik di dalamnya. Nah, seiring dengan berakhirnya musim panas 2009, TukangReview.com akan mengadakan penghargaan bagi lima gadis tercantik yang telah menghibur kita selama masa liburan ini sekaligus menjadikan kita kian berkeringat di musim panas.

moon-bloodgood

5. Moon Bloodgood (Terminator Salvation)
John Connor boleh menjadi pria yang didaulat menyelamatkan umat manusia dari penjajahan para mesin, tetapi tanpa Letnan Blair Williams dalam cerita, semua itu takkan berarti. Kalau bukan karena hubungan cintanya dengan Blair, mungkin saja cyborg Marcus Wright akan memilih untuk membela para robot bukan para manusia. Pilihan yang tepat Marcus, karena kami juga akan memilih si seksi Moon Bloodgood ketimbang metal-metal yang dingin itu…
Saksikan dia juga di: Street Fighter – Legend of Chun-Li di mana dia sayangnya harus mendapatkan peran sekunder di belakang Kristin Kreuk.

katherine-heigl

04. Katherine Heigl (The Ugly Truth)
Dalam hal meraup dollar, mungkin The Proposal-nya Sandra Bullock lebih jumawa ketimbang The Ugly Truth-nya Katherine Heigl. Toh buat saya (dan beberapa teman pria yang lain), masa keemasan Sandra Bullock sudah lewat (sorry Ms. Bullock, you’re pretty in Speed, but you look like Ryan Reynolds auntie now…). Sebaliknya bagi Katherine Heigl yang namanya kian mencorong, film The Ugly Truth yang menduetkannya dengan Gerard Butler seakan menahbiskan namanya sebagai ratu film komedi romantis summer (sebelumnya duet dengan Seth Rogen dalam Knocked Up).
Saksikan dia juga di: Serial TV Grey’s Anatomy! Setelah banyak pergunjingan bahwa ia akan mundur di akhir season lalu, Katherine Heigl memutuskan kembali lagi pada serial TV yang membesarkan namanya itu. Sampai kapan saya tidak tahu, tetapi nikmatilah selagi dia ada.

anna-friel

3. Anna Friel? (Land of the Lost)
Oh my dear dear Chuck… How I miss you so much! Ketika Pushing Daisies dicancel secara prematur di season dua, hal pertama yang saya lakukan adalah mencari proyek berikutnya karakter Chuck yang diperankan oleh Anna Friel. Betapa bahagianya ketika saya melihat ia bersama Will Ferrell akan menggawangi komedi petualangan Land of the Lost. Sungguh sayang bahwa film itu jeblok secara komersial maupun kualitas. Yah, siapa sih yang tidak meradang melihat sosok alim Anna Friel dipegangi (maaf) buah dadanya oleh bocah monyet tengil itu!
Saksikan dia juga di: Dengan begitu tingginya apresiasi saya terhadap Pushing Daisies dan begitu rendahnya kesadaran orang terhadap serial ini, sekali lagi saya ulangi bahwa Pushing Daisies adalah salah satu serial TV terunik yang sampai kini tiada duanya. Watch it!

sienna-miller

rachel-nichols
2. Rachel Nichols & Sienna Miller (GI Joe: The Rise of Cobra)
Rachel Nichols dulu ia pernah didaulat menjadi pengganti Jennifer Garner dalam serial TV J.J. Abrams Alias. Apa daya justru di season pertama ia muncul menjadi season terakhir bagi Alias. Nichols harus mengubur dalam-dalam impiannya untuk tampil sebagai bintang layar kaca yang baru. Toh, kesabaran itu berbuah manis ketika ia nongol sebagai Scarlet O’Hara pada film GI Joe: The Rise of Cobra. Adegan catfightnya dengan Sienna Miller menjadi adegan duel favorit saya pada summer ini (sorry Optimus Prime dan para Decepticon!). Sementara Sienna Miller sendiri? Terima kasih telah memenuhi impian masa kecil kita melihat si Baroness yang seksi!
Saksikan mereka juga di: Buat Rachel Nichols, J.J Abrams tidak begitu saja melupakan dia dan mengajaknya bergabung tampil cameo dalam Star Trek terbaru tahun ini. Untuk Sienna Miller sayangnya, belum ada proyek besar baru untuknya. Now let’s hope for GI Joe the sequel…

megan-fox

01. Megan Fox (Transformers: Revenge of the Fallen)
Kelihatannya tahun ini menjadi tahunnya rubah betina yang satu ini. Semenjak kemunculannya dua tahun lalu lewat franchise Transformers, Megan Fox langsung melesat masuk radar para geek dan pria seantero jagat. Dan antusiasme tersebut ditunjukkan banyak orang secara gila-gilaan. Dalam konvensi Comic-Con lalu ada orang yang cukup sinting meminta Megan Fox bermesraan dengannya. Ada pendapat menyatakan dia sebagai Angelina Jolie baru. Ada berita mengenai Megan Fox adalah seorang pria atau bencong. Ada juga kisah perseteruan Megan Fox dengan Michael Bay yang saling serang di media. Yang paling terakhir adalah dia menjadi pembawa acara Saturday Night Live, salah satu acara komedi terpopuler di Amerika. Anehnya semua perbincangan itu masih belum bisa membawa film terbarunya: Jennifer’s Body menuju sukses. Sedikit saran buat Ms Fox, kalau mau mengikuti jejak Angelina Jolie sukses maka jangan ragu untuk… *Si Tukang Review disambit pembaca*
Saksikan dia juga di: Jennifer’s Body… tapi mengingat film ini tidak dirilis di Indonesia karena tidak lulus sensor maka nantikan saja DVD Uncutnya, yang memang merupakan versi yang seharusnya ditonton.

Nah, demikian lima – oke, enam – gadis yang telah membuat hidup jadi lebih hidup! Saya sebelumnya hendak memasukkan Jordana Brewster (Fast and Furious) dan Diane Kruger (Inglorious Basterds) sebelum akhirnya mengurungkan niat tersebut karena dua film tersebut tidak terhitung sebagai film summer lagi.

Comments (6)

Advertise Here
Advertise Here