Note: Sebelumnya saya ingin menyatakan bahwa postingan ini tidak bersifat mempromosikan toko PS Enterprise. Postingan ini semata-mata merupakan bentuk dari rasa terima kasihku atas tanggapan profesional dari toko game terkemuka di Jakarta tersebut – yang saya harap bisa ditiru oleh toko-toko game lainnya.
Pada tanggal 4 Desember 2009 lalu, saya pergi ke Jakarta untuk menjemput adik sepupuku. Teman karibku yang ingin membeli Nintendo Wii kemudian titip untuk membelikan dua Nintendo Wii buat dia dan kakak sepupunya. Karena sudah tahu bahwa harga barang di PS Enterprise terkenal miring, dia pun meminta saya untuk membelikan di sana.
Selesai bertransaksi dan sebelum membawa konsol game tersebut pulang tentu saja saya mencoba Nintendo Wiinya terlebih dahulu (apalagi karena ini titipan teman dan bukan barang murah). Ternyata semua aksesoris dan kelengkapannya sudah beres. Saya pun pulang ke Solo dan menyampaikan kedua Nintendo Wii itu kepada keluarga temanku (temanku dan kakak sepupunya bekerja di Singapura). Selama dua minggu lebih barang tersebut ditinggal di sana.
Setelah dua minggu kemudian, temanku pulang ke Solo untuk berlibur akhir tahun. Ketika ia membuka, ia terkejut melihat power adapter buat salah satu Nintendo Wiinya tidak ada. Ketika ia menanyakan padaku, saya juga kaget karena saya tidak pernah membuka bungkusan tersebut sekalipun dalam perjalanan pulang ke Jakarta ke Solo. Memang ada kemungkinan power adapter tersebut tertinggal di PS Enterprise ketika dicoba, tetapi saya pun sudah tidak terlalu ingat mengenai detail kejadiannya.
Daripada langsung membeli Power Adapter Wii baru, saya mencoba menelepon PS Enterprise (kepada Ci Mery) dan menjelaskan secara langsung duduk perkaranya. Ci Mery menjanjikan bahwa ia akan mengusut hal ini dan mengabari saya pada hari Senin berikutnya (karena saya menelepon di hari Sabtu saat toko sedang sangat sibuk). Saya pun pasrah menantikan. Saat itu saya pikir kalau memang hilang ya sudah tanggung jawab saya yang tidak teliti memeriksa barang.
Ternyata pada hari Senin, Ci Mery mengatakan padaku bahwa ia tidak ingat apakah ada Power Adapter yang tertinggal atau tidak (hal ini sangat amat kumaklumi karena ada puluhan bahkan ratusan penjualan tiap harinya di PS Enterprise), tetapi – salutnya – ia berjanji bahwa ia akan mengirimkan Power Adapter tersebut secara gratis – baik untuk ongkos Power Adapter maupun untuk ongkos kirimnya – sebagai bentuk tanggung jawabnya. Sampai begitu tidak enak akan kebaikan tersebut, saya akhirnya mengatakan pada Ci Mery bahwa saya hendak menanggung ongkos kirimnya. Hebatnya lagi, pada keesokan sorenya Power Adapter sudah sampai di rumah teman saya – yang berarti Ci Mery tidak menunda-nunda sama sekali pengirimannya walaupun sekedar pengiriman barang gratis dari Ci Mery.
Saya angkat empat jempol saya untuk pelayanan istimewa seperti ini. Jujur saja, pengalaman saya membeli dari toko game lain di Jakarta itu jauh sekali dari memuaskan. Saya ambil dua contoh berikut:
1. Beberapa tahun yang lalu saya membeli Nintendo DS di sebuah toko game, sebut saja toko Super Mario Bros. Ternyata setelah saya membawa pulang Nintendo DS tersebut, Supercardnya (merk lain sejenis kartu R4 untuk memainkan game bajakan di DS dan saya beli sepaket di toko game itu) tak bisa dimainkan di dalamnya. Usut punya usut, serial Nintendo DS yang dipakai ternyata salah, padahal saya sudah memakaikan lapisan anti-gores (yang saya beli dari toko itu juga) padanya. Saat toko Super Mario Bros menukarinya, mereka menolak mengganti lapisan anti-gores saya dan menganggap saya harus mafhum untuk kesalahan toko. Setelah bertengkarpun mereka hanya melepas lapisan anti-gores dari DS lama saya (sehingga sudah tidak terlalu lengket) dan menempelkannya pada DS baru. Kapok sungguh belanja di tempat itu.
2. Saat membelikan Nintendo DS Lite buat adik keponakan, saya pergi membelinya di toko game lain, sebut saja toko Tombol. Saya lebih percaya diri ketika beli di sini karena saya aktif bergabung dengan sebuah komunitas online yang toko tersebut naungi. Seusai saya membeli Nintendo DS Lite, saya tidak digubris selama hampir 20 menit karena mereka sibuk melayani pembeli lain. Akhirnya karena capek menunggu, saya pulang dulu. Saya kaget setelah adik saya melapori pada malamnya bahwa Power Adapternya rusak ketika digunakan untuk menchargenya.
Esok harinya ketika saya kembali ke toko Tombol, penjualnya mengatakan kalau kemarin ia belum sempat menjelaskan cara pemakaian Power Adapter kepadaku dan menyalahkanku karena pulang cepat-cepat. Ia lantas menunjukkan padaku sebuah Power Adapter bajakan DS lain dari China; untuk diberikan kepadaku? Tentunya tidak. Saya dipaksa membeli lagi Power Adapter tersebut. Mengingat saya masih punya hubungan baik di komunitas online yang dinaungi toko Tombol, terpaksalah saya membeli tanpa banyak omel. Tentu saja, itu juga saat terakhirku memperlihatkan muka di toko tersebut.
Dari dua pengalaman di atas, bisa dilihat dan dibuktikan sendiri bagaimana berbedanya kualitas pelayanan toko PS Enterprise. Tidak heran kalau PS Enterprise selalu ramai, dicari, dan direkomendasikan oleh banyak orang. Acungan jempol buat PS Enterprise, dan semoga terus maju di tahun 2010 ini!







