Walaupun hanya pernah memainkan game pertama Disgaea (Hour / Afternoon of Darkness), saya langsung kesengsem dengan game bertokoh utamakan Laharl itu. Maklum, ia penuh dengan karakter-karakter sinting dan menggemaskan, sibuk memparodikan anime ini itu sekaligus menguntai jalan cerita yang humoris dan menyentuh dengan gameplay yang dalam dan sangat adiktif. Saya sudah mengenal banyak gamer yang rela menghabiskan ratusan jam dalam hidup mereka dalam Disgaea, sebuah bukti bagaimana menghipnotisnya game ini. Belakangan ini Nippon Ichi Software selaku pengembang Disgaea fanbase mereka terus bertambah besar sehingga berani bereksperimen merambah ke genre lain di luar Strategy RPG. Percobaan pertama mereka adalah Prinny: Can I Really Be the Hero? yang lumayan seru – tapi sulit setengah mati. Tahun ini sekali lagi muncul game Disgaea, kali ini dalam bentuk Visual Novel, berjudul Disgaea Infinite.
Tema utama dalam Disgaea Infinite adalah upaya pembunuhan Laharl! Ya, jagoan utama kita di dalam Disgaea itu hendak dibunuh! Sial bagi sang pembunuh misterius, Laharl tidak mati dalam usaha pembunuhan ini… Tapi?!?!? Itu justru baru awal dari petualanganmu! Di sini lagi-lagi kamu berperan sebagai Prinny yang tertimpa nasib paling sial. Kamu dituduh sebagai pelaku yang mencoba membunuh bosmu. Mana mungkin para penguin imut dunia arwah itu melakukannya bukan????? Tapi tanpa mau mendengar pembelaan para penguin malang itu, tidak tanggung-tanggung, Laharl menjatuhkan hukuman paling sadis untukmu. Kamu disuruh untuk… bekerja kepadanya dan masih harus membayar dia! Untung saat Prinny ditendang keluar, kamu mendapatkan sebuah artifak misterius yang bisa memutar balik waktu dan merasuki karakter-karakter di game ini. Bisakah kamu mengungkap misteri ini dan menyelamatkan nyawa Laharl… errr… atau tepatnya nasib gajimu???
Seperti yang diharapkan dari game bertitel Disgaea jalan ceritanya sendiri sudah pasti jayus bin kocak. Semua karakter-karakter favorit seperti Etna, Jennifer, Gordon, Flonne, dan lain-lain dari game pertamanya muncul di sini sehingga kamu bisa memuaskan rasa nostalgiamu. Namanya juga visual novel sehingga gameplay di sini pun tidak terlalu ribet. Saat memainkan saya malah merasa game ini seperti Disgaea: Pilih Sendiri Petualanganmu. Kalau tidak percaya, coba lihat saja: sebagai Prinny kamu bisa merasuki karakter yang berbeda-beda. Terkadang saat karakter yang kamu rasuki berbicara dengan karakter lain, kamu punya kemampuan Mind Control untuk mempengaruhinya. Efeknya bisa lucu-lucu, seperti Laharl yang mendadak jadi gemas dan memeluk-meluk Prinny (jijay bajay!). Nah, andaikata kamu salah pilih (atau salah skenario) dan gagal menghentikan pencobaan pembunuhan Laharl, game pun direset kembali. Dan sebagaimana halnya sebuah buku Pilih Sendiri Petualanganmu, Disgaea juga memiliki replay value yang tinggi dengan pilihan 14 ending yang berbeda.
Walau dengan segudang pujian di atas tetap tidak berarti kalau Disgaea Infinite ini sempurna. Sebaliknya saya merasa bahwa game ini terlalu pendek untuk ukuran sebuah Visual Novel. Menyelesaikan satu skenario dalam game ini paling-paling diperlukan waktu 15 – 20 menit. Replay value dalam 14 ending berbeda tadi pendek-pendek karena syarat mendapatkan ending berlainan hanya terletak pada pilihan-pilihan terakhir. Gamer bakalan sering melakukan skip adegan-adegan yang sudah dilihat ketimbang menontonnya lagi. Adegan lucunya sih banyak, tapi masa mau menonton adegan lucu yang sama lima sampai sepuluh kali berturut-turut? Untuk game yang mengembel-embeli judulnya dengan kata Infinite, amat disayangan bahwa kita hanya disuguhi game yang sangat pendek, terbatas, dan ‘finite’.
So my verdict is… untuk sebuah game harga premium (bukan download content) waktu main Disgaea Infinite yang terlalu pendek membuatnya sulit saya rekomendasikan. Penggemar berat Disgaea mungkin mau membelinya demi melengkapi koleksinya tetapi gamer lain hanya perlu meminjamnya untuk hiburan santai selama beberapa jam.
Final Verdict
Gameplay: 2.0
Bukannya saya mengatakan kalau Disgaea Infinite gameplaynya jelek sih… tapi jujur saja ini bukan game tapi Visual Novel bergaya Pilih Sendiri Petualanganmu. Gameplaynya sangat sederhana kalau tidak mau dibilang tidak ada.
Graphic / Sound: 8.5
Kalau kamu suka dengan warna-warni cerah dunia Disgaea, game ini tidak mengecewakan. Artwork karakter dan musik masih sama dengan yang dipakai pada game-game sebelumnya.
Play Time: 2.5
Saya menghabiskan waktu sekitar 80 jam memainkan Disgaea pertama (belum memainkan Disgaea 2 karena takut ketagihan), akan tetapi Disgaea Infinite saya selesaikan dengan waktu tiga jam. Waktu ini bahkan bisa dipotong lebih pendek lagi andaikata saya memakai guide di Gamefaqs. Ini terlalu pendek – bahkan untuk ukuran sebuah Visual Novel sekalipun.
Overall: 4.3
Game Details
Developer: Nippon Ichi Software
Publisher: NIS
Genre: Visual Novel / Adventure









