Akhir-akhir ini semakin banyak saja film yang mengangkat kaum nerd sebagai jagoan utamanya maupun film tentang pendewasaan diri. I Love You, Beth Cooper yang merupakan gabungan dua genre di atas pun mengikuti jejak serupa. Ini adalah cerita mengenai seorang nerd jenius yang jatuh cinta pada gadis tercantik di sekolahnya. Lantas apa yang membedakannya dengan film-film lain yang sejenis? Karena film ini disadur oleh Larry Doyle yang adalah salah satu mantan penulis skenario serial TV The Simpsons, dan juga karena film ini disutradarai Chris Colombus yang sukses dengan film-film drama keluarga seperti Mrs Doubtfire, Home Alone, dan dua film pertama Harry Potter.
Denis Cooverman seumur hidupnya adalah seorang nerd. Selama masa SMU dulu, kerjaannya selain belajar (sampai menjadi lulusan dengan nilai terbaik seluruh SMU!) adalah duduk di belakang kepala cheerleader sekolahnya: Claire Bennet… ups maaf, maksudku Beth Cooper. Sayang karena dunia mereka berdua begitu jauh berbeda, keberadaan Denis tidak pernah disadari oleh Beth… sampai pada upacara kelulusan mereka. Atas bujukan Rich, sahabatnya, saat pidato kelulusan Dennis ia mengatakan kepada Beth Cooper bahwa ia mencintainya. Pengakuan cinta terang-terangan di depan seluruh sekolah ini membuat Beth akhirnya menyadari keberadaan Denis.
Dan celakanya bukan sekedar Beth saja yang menyadari keberadaan Denis, tetapi juga Kevin - pacar Beth yang adalah senior Denis dan kini adalah dalam divisi tentara. Sore hari setelah Denis dan Rich mengundang Beth serta kedua temannya makan-makan di rumahnya, Kevin dan kawan tentaranya tak disangka ikut muncul dan mengobrak-abrik rumah si nerd malang itu. Akhirnya Denis, Rich, Beth, dan kedua temannya itu memutuskan untuk melarikan diri dan bersama-sama menghabiskan malam terakhir mereka di SMU.
Dinilai secara obyektif, tidak ada yang spesial dari film ini. Berbeda dengan kebanyakan karakter geek yang biasa tergambar lugu di film, akting Paul Rust yang memerankan Denis membuat dia jatuh sebagai karakter yang menyebalkan hampir sepanjang film (hanya tertolong pada bagian-bagian terakhir saja). Belum lagi usia Rust yang sudah kepala tiga membuatnya tampak ketuaan menyamar sebagai anak SMU yang baru lulus. Salah satu adegan Rust yang membuat saya, bahkan sebagai pria, jengkel adalah ketika ia mengeluh bahwa Beth dalam realita tidak sesuai dengan Beth impiannya. Saya heran kenapa Beth tidak serta menamparnya di saat itu juga. Memangnya siapa dia sampai Beth harus memenuhi impiannya? Karakter yang jatuh paling simpatik di mata saya justru si Beth sendiri. Saya tadinya menganggap bahwa Beth bakalan jadi gadis cheerleader yang sombong dan melecehkan Denis serta Rich. Jauh dari itu, justru ia malahan menunjukkan bahwa ia bersedia berteman dengan siapa saja walaupun orang itu seorang nerd yang diam-diam jadi stalkernya selama enam tahun. Hayden Panettiere terasa nyaman memainkan Beth Cooper, mungkin sekali karena dia sudah biasa tampil sebagai Claire Bennet dalam serial Heroes. Sebagai scene stealer adalah Rich, sahabat Denis, yang sepanjang film berusaha mencari tahu apakah dirinya itu gay atau bukan.
Toh, apabila saya menilainya secara subyektif, saya menilai kalau film ini sangat personal bagiku. Karakter Beth Cooper di sini seakan menjadi amalgam (campuran) dari tiga gadis berbeda yang pernah hadir dalam kehidupanku. Saya mengatakan Denis tolol ketika ia mengeluh bahwa Beth realita jauh berbeda dengan Beth impiannya, tetapi saya sendiri pernah mengatakan kata-kata yang sama ketika gadis yang diam-diam kusenangi ternyata ketika sudah kukenal lebih dekat jauh dari apa yang kubayangkan. Atau ketika Beth mengajarkan kepada Denis (secara tidak langsung) bahwa kadang ada satu garis dalam kehidupan yang boleh kita lalui sejenak sekedar untuk bersenang-senang, saya pun teringat akan gadis lain yang pernah mengajarkan padaku bahwa hidup itu lebih dari sekedar layar komputerku saja. Mungkin juga karena alasan-alasan personal itu, film yang seharusnya di bawah standar ini mendapatkan apresiasi lebih di mataku.
Bila diminta mencari film coming-to-age (pendewasaan diri) terbaik tahun ini, saya masih tetap memilih Adventureland sementara kalau kalian lebih suka petualangan gila-gilaan lebih baik menonton film klasik Ferris Bueller’s Day Off atau Road Trip dan Euro Trip. Kendati begitu, bagi kalian yang memiliki memori indah semasa SMU boleh juga bernostalgia dengan I Love You, Beth Cooper secara film Adventureland yang tadi saya sebutkan adalah pendewasaan diri selepas masa kuliah.
Score: 7.0
Movie Details
Director: Chris Colombus
Cast: Hayden Panettiere, Paul Rust
Running Time: 102 Minutes













