Tag Archive | "Heart"

Tags: , , , ,

Happy Chinese New Year! Happy Valentine!

Posted on 14 February 2010 by Si Tukang Review

Hari ini merupakan hari yang istimewa bagi semua orang, terutama bagi orang Tionghoa. Bagaimana tidak? Hari ini merupakan selebrasi tidak hanya tahun baru Imlek tetapi juga Valentine. *saya rasa pasti ada yang kebingungan mau mendahulukan jalan-jalan dengan pacar atau makan-makan dengan keluarga*

Well, Tukang Review turut mengucapkan selamat merayakan tahun baru Imlek dan Valentine bagi siapapun yang merayakan. Semoga dapat angpao yang banyak, semoga dapat kesehatan dan berkat yang melimpah di tahun baru, dan semoga berhasil mendapatkan pasangan buat yang belum punya dan langgeng terus buat yang sudah punya.

Rencanaku sendiri? Setelah makan siang bersama keluarga esok hari, kemungkinan besar sih nonton film-film romantis seorang diri sambil meratapi nasib. >__<;

Comments (1)

Tags: , , , , ,

Whisper of the Heart

Posted on 12 November 2009 by Si Tukang Review

Whisper of the Heart Poster

Whisper of the Heart Poster

Bila mendengar nama Studio Ghibli, apalagi setelah membaca review-review yang telah saya tulis mengenai film yang dihasilkan Studio ini, saya yakin kalian berpikiran bahwa ini bakalan jadi sebuah film karya Hayao Miyazaki atau Isao Takahata lagi. Pemikiran itu tidak salah, karena memang Studio Ghibli dikenal identik dengan duet tersebut – sama halnya dengan trio John Lasseter, Andrew Stanton, dan Brad Bird yang membidani film-film animasi Pixar. Toh, yang namanya orang itu pasti bertumbuh tua. Studio Ghibli sadar bahwa mereka tak bisa sepenuhnya terus mengandalkan kedua orang itu dan mencari bibit-bibit muda yang lain. Pada tahun 1995, manga yang berjudul Mimi wo Sumaseba (ditranslasikan secara harafiah menjadi If You Listen Closely / Bila Kau Mendengar Dengan Sungguh-Sungguh) kemudian diangkat oleh Studio Ghibli menjadi film mereka berikutnya. Yang menarik, film ini disutradarai oleh Yoshifumi Kondo, sosok yang diharapkan menjadi pengganti Miyazaki dan Takahata. Berhasilkah regenerasi ini? Sebenarnya Yoshifumi Kondo sendiri bukan sosok yang baru di dalam Ghibli. Ia turut terlibat dalam penggarapan proses animasi sampai pembuatan storyboard film-film Ghibli sebelumnya mulai dari Grave of the Fireflies, Kiki’s Delivery Service, Only Yesterday, Porco Rosso, sampai Princess Mononoke. Hanya saja, Whisper of the Heart memang menjadi karya debutnya sebagai sutradara.

Whisper of the Heart mengikuti kisah seorang gadis muda bernama Shizuku Tsukushima. Gadis ini senang sekali membaca buku dan memiliki hobi membuat puisi. Ia berbakat dalam bidang literatur dan banyak sekali teman-temannya mendukungnya untuk melanjutkan hobi ini. Sayangnya justru Shizuku sendiri kurang percaya diri akan bakatnya ini. Hobi membaca Shizuku ini dipuaskan dengan cara meminjam buku novel sebanyak mungkin di perpustakaan lalu membacanya di rumah. Di sini, Shizuku menemui sebuah keunikan. Hampir di setiap buku yang pernah ia baca ia mendapati bahwa buku tersebut pernah dipinjam (dilihat dari kartu peminjaman) oleh seorang pria bernama Seiji Amasawa. Shizuku menjadi penasaran akan sosok Seiji. Ia mulai mengimpi-impikan sosok Seiji sebagai karakter dalam novel yang dia baca. Tapi siapakah Seiji sebenarnya?

Apabila melihat posternya kemudian melihat resensi yang saya tulis di atas kalian pasti merasa bingung. Melihat poster film ini sepertinya kok mirip dengan film petualangan fantasi yang biasa digarap oleh Miyazaki, tapi bila membaca resensinya kok seperti kisah drama remaja. Mari saya tuntaskan rasa ingin tahu kalian tersebut. Whisper of the Heart adalah film drama remaja. Titik. Apabila ada cukilan-cukilan kisah fantasi di dalamnya, itu sepenuhnya terjadi dalam bayangan Shizuku ketika menulis cerita-ceritanya. Tidak lebih dan tidak kurang. Whisper of the Heart saya nilai sebagai salah satu film Ghibli yang kurang greget karena tidak tahu ke mana arah ceritanya hendak dibawa. Awal film ini sepertinya mengisahkan mengenai drama cinta anak-anak SMP semata – lenyap dengan segala kisah cinta segitiganya yang kalau dipikir menggemaskan. Mendadak saja setelah pertengahan, film ini kemudian berputar haluan menjadi kisah mengenai bagaimana Shizuku hendak menggapai mimpinya karena tidak mau ketinggalan dengan sang pria idaman. Loh? Belum lagi ada tambahan kisah mengenai Baron – patung kucing impian dari Shizuku yang hidup dalam kisah-kisahnya. Sebagai penonton, saya memang bisa menikmati cerita karena plotnya yang mengalir rapi dari satu adegan ke adegan lain – tetapi seusai menonton, kesulitan saya menulis resensi garis besar cerita merupakan bukti bahwa film ini memang tidak punya tujuan yang jelas dalam penceritaannya.

Burukkah itu? Jawabannya kembali ke pribadi setiap orang. Apabila kalian tipe orang yang suka film yang jalan cerita mengalir seperti Before Sunrise / Before Sunset mungkin senang dengan film Whisper of the Heart. Sebaliknya kalau kalian suka film yang harus memiliki awal – pertengahan – hingga akhir yang jelas mungkin akan geleng-geleng dengan film ini. Yang jelas penggambaran dari Whisper of the Heart sangat impresif. Dirilis sejak tahun 1995, film ini tidak kalah kualitas animasinya dengan film-film Disney yang dirilis pada tahun yang bersamaan (bila tidak salah saat itu Disney merilis Pocahontas – bandingkan saja trailer keduanya di Youtube). Saya juga suka pembawaan lagu Take Me Home, Country Road-nya John Denver di dalam film ini: pertama versi yang dinyanyikan ulang oleh Olivia Newton-John sementara yang kedua versi Jepangnya. Kedua versi ini sama impresifnya dan sama berkesannya dalam cerita. Adegan paling memorable bagi saya di film ini datang di saat terjadi orkestra dadakan yang membawakan lagu Country Road.

Pada akhirnya Whisper of the Heart mungkin menjadi film yang ironis bagi Studio Ghibli, mereka berharap bahwa Kondo menjadi pengganti dari dua seniornya. Alih-alih demikian, Kondo justru meninggal dunia pada tahun 1998, hanya tiga tahun setelah film ini dirilis karena aneurysm dadakan (pecahnya pembuluh darah?). Lebih ironisnya lagi, hingga kini – sepuluh tahun lebih setelah meninggalnya Kondo – Studio Ghibli masih belum juga bisa mencari pengganti sosok Hayao Miyazaki dan Isao Takahata yang terus menua.

Score: 7.2

Movie Details
Director: Yoshifumi Kondo
Cast: Yoko Honna, Issei Takahashi, Shigeru Tsuyuguchi, Maiko Kayama
Running Time: 111 Minutes

Comments (2)

Advertise Here
Advertise Here