Tag Archive | "GTA"

Tags: , , , , , , , , ,

PROTOTYPE

Posted on 20 January 2010 by Si Tukang Review

PROTOTYPE Cover

PROTOTYPE Cover

Resident Evil + GTA + Spider-man

Apa yang terjadi sehari setelah saya memainkan game PROTOTYPE ini? Well, status seperti ini muncul dalam account Facebookku.

Hal terbrutal yang gw lakukan di game PROTOTYPE: menyeret tubuh seseorang pejalan kaki selama berkilo-kilo sambil mendengarkan dia menjerit-jerit di speakerku… dan setelah bosan gw memotong tubuhnya jadi dua, melihat darah bermuncratan dari tubuhnya, lantas memakan sisa mayatnya. Man, I LOVE this game.

Sebelum kalian langsung mencapku sebagai orang gila dan memanggil RSJ terdekat, coba baca dulu review berikut ini. Siapa tahu ikut ketularan gilanya kan? Hi hi hi.

Menjelaskan game PROTOTYPE secara singkatnya adalah sebuah game paduan dari Resident Evil, Grand Theft Auto, dan Spider-man. Dari Resident Evil, game ini mencomot jalan cerita di mana zombie (atau makhluk mutasi virus) menyerang kota New York. Dari Grand Theft Auto, game ini mencomot sistem sandbox untuk gameplaynya yang memperbolehkan kamu menjelajahi kota sembari menjalani misi cerita maupun misi sampingan yang disediakan untukmu. Terakhir dari Spider-man, kamu di sini berperan sebagai superhero (atau setidaknya seseorang berkekuatan super). Campurannya menjadikan PROTOTYPE sebagai game paling stylish yang kumainkan tahun ini.

Mendengar design seorang superhero, PROTOTYPE mungkin akan mengingatkanmu tentang game lain yaitu inFAMOUS, game superhero gameplay sandbox lain karya Sucker Punch Productions. Walaupun dirilis pada saat hampir bersamaan (inFAMOUS dua minggu lebih dulu dibanding PROTOYPE) dan memiliki ciri-ciri yang mirip, tentunya kedua game ini memiliki perbedaan sendiri. Buat kalian yang ingin main game macam inFAMOUS tetapi tidak punya game PS3, game ini menjadi alternatif lain yang bagus karena hadir multi-platform. Review ini dibuat berdasarkan versi PCnya.

New York: The Big Apple Every Zombie Wanna Eat

Dalam prolog cerita ini, sosok Alex Mercer yang kamu kendalikan mendadak berada di tengah kota New York yang membara. Kekacauan dan kehancuran jelas terlihat di mana-mana. Para zombie serta monster mengamuk sementara para tentara dengan tank, helikopter, sampai senjata mutakhir mereka berusaha mencegah serangan para monster. Terjebak di tengah mereka adalah penduduk kota yang tak berdosa; tewas akan serangan kedua belah pihak. Terjebak juga di tengah mereka adalah Alex Mercer.

Untung saja Alex Mercer bukan sekedar penduduk biasa. Dalam proses tutorial yang berlangsung, kamu akan belajar dengan cepat bahwa Alex memiliki kekuatan super. Ia bisa mengubah bentuk tangannya menjadi berbagai macam senjata mulai dari palu godam, cambuk, sampai pedang tajam (ingat Witchblade?). Selain itu ia bisa melompat jauh lebih tinggi dari manusia biasa (ingat lompatan Hulk?) dan berlari sangat cepat. Tambahan lagi, layaknya Venom kamu bisa menghisap manusia, zombie, atau segala jenis monster di dekatmu. Kamu adalah kuda hitam dalam perang ini dan disebut dengan kode nama ZEUS oleh para tentara. Tidak salah; kamu memang layaknya seorang dewa.

Setelah prolog usai, cerita sesungguhnya dalam PROTOTYPE dimulai dari 18 hari sebelum prolognya. Sebagai Alex Mercer yang hilang ingatan, kamu akan mulai mencari tahu apa yang telah dilakukan perusahaan GENTEK yang mengubah tubuhmu hingga kini menjadi layaknya manusia mutasi sampai mengisi kembali relung-relung ingatanmu yang hilang.

Kalau kamu dewa maka pastilah seluruh kota New York merupakan taman Edenmu. Salah satu keasyikan bermain PROTOYPE yang saya rasakan terjadi begitu saya melihat Alex dengan cepat berlari menaiki gedung. Setiap gedung pencakar langit dalam kota New York bebas kamu panjat. Setiap lorong kota New York bebas kamu jelajahi. Tidak ada batasan. Ini yang membuat game ini terasa begitu ‘bebas’. Seperti halnya GTA, untuk memulai misi khusus yang berhubungan dengan cerita kamu harus menuju ke titik tertentu. Selama kamu tidak menjalani misi apapun, kamu bebas berpetualang sekena hatimu.

Ketika memulai permainan (setelah prolog), kekuatan Alex masih terbatas. Kamu bisa berlari cepat dan melompat tinggi, tetapi beberapa wujud perubahanmu masih terkunci. Skill-skill tersebut bisa kamu beli dengan mendapatkan EP atau Evolution Point. Evolution Point ini bisa digunakan untuk mengupgrade atau membeli skill-skill yang baru. Selain mendapat wujud baru untuk Alex, kamu juga bisa mendapat kemampuan mengambil alih kendaraan tank atau helikopter milik musuh. Kamu juga bisa mendapatkan berbagai jenis gerakan serangan baru seperti melayang di angkasa atau dash di udara.

Kalau kamu pikir bahwa semua kekuatan yang kamu dapat membuatmu tidak terkalahkan, coba pikir lagi. Hari demi hari, infeksi yang mengenai kota New York akan makin meluas dan kota ini menjadi tempat yang makin berbahaya. Selain dianggap musuh oleh para tentara (yang takkan segan mengirimkan puluhan orang, tank, sampai helikopter untuk memburumu) akan ada banyak monster dan zombie yang menyerangmu. Zombie biasa mungkin lawan yang bisa kamu hadapi tetapi para Hunter memiliki kekuatan dan kecepatan yang tak kalah ganas darimu. Mendapatkan skill baru dan terampil menggunakannya menjadi kunci utamamu bertahan hidup dalam game ini.

Misi-misi utama dalam PROTOTYPE memang menarik dan bervariasi, tetapi sayangnya misi-misi sampingannya benar-benar terasa seperti dikesampingkan. Kurang menarik dan terasa dibuat cepat sekedar untuk sambil lalu. Untungnya game ini menyajikan versi tersendiri dari battle of influence mereka (mirip dengan gang war di GTA: San Andreas). Setiap harinya infeksi meluas di seluruh kota dan para militer akan berjuang menahan laju infeksi tersebut. Di dalam mapmu akan ada tanda lingkaran merah dan biru. Lingkaran merah menandakan bahwa militer tengah berperang melawan pusat infeksi di tempat itu. Membantu menghancurkan pusat infeksi akan memberimu tambahan EP yang besar (dan berguna mengupgrade skillmu). Lingkaran biru berisi markas militer tentara yang bisa kamu susupi (dengan kemampuan menyamarmu). Setelah masuk, Alex mencari tentara yang memiliki skill khusus. Dengan kekuatan ‘memakan’nya, Alex akan menyerap tentara itu dan mendapatkan atau mengupgrade skillnya. Ia akan lebih piawai menggunakan senjata atau mengendalikan helikopter dan tank dengan lebih handal.

Bicara soal serap menyerap kekuatan, ada sistem bernama Memory Node dalam game ini. Alex kehilangan ingatan dan satu-satunya cara mengingatnya kembali adalah dengan menyerap orang-orang khusus yang kamu temui dalam game ini. Bila kamu menyerap orang yang benar, kamu akan mendapatkan sebuah cutscene singkat dari memori orang itu yang lama kelamaan membentuk sebuah gambaran besar cerita. Cutscenenya sendiri bukan keharusan untuk didapat, tetapi mendapatkan semuanya akan membuatmu lebih mengerti dan menghargai cerita game ini.

Running Around The Burning City

Kualitas grafis dalam PROTOTYPE benar-benar keren. Menjelajahi semua kota New York bukan sekedar janji kosong dari developer Radical Entertainment. Semua tempat-tempat landmark di kota ini benar-benar dimunculkan sehingga bermain dalam kota ini terasa seperti kita pergi ke New York. Gerakan Alex juga fluid dan halus. Berbagai bentuk tubuh Alex memiliki animasi gerakan yang berbeda-beda dan mengeksekusi semua jurus-jurusnya secara sempurna adalah kebanggaan bukan hanya bagi tangan dan reflekmu tetapi juga matamu untuk melihat orang yang melakukan tari ballad pencipta kematian.

Mengingat kota New York luar biasa besar dan hidup, terpaksa ada pemotongan-pemotongan yang dilakukan (mungkin untuk menghemat tempat?). Beberapa gedung di kota ini tampak mirip satu sama lain. Untung hal ini ditebus dengan kondisi yang terus berubah. Pada awal petualangan Alex kota New York masih terlihat ‘normal’ tetapi seiring semakin meluasnya wabah infeksi kamu akan melihat bahwa kepulan-kepulan asap makin terlihat di mana-mana, orang-orang makin waspada akan serangan para monster. Di daerah infeksi kekacauan makin terlihat di mana para zombie menyerang dan menghabisi tiap manusia normal yang tersisa.

Grafis yang sudah di atas rata-rata ini juga didukung oleh sound effect yang mumpuni. Mulai dari teriakan para penduduk yang panik, deru helikopter dan tembakan-tembakan senjata menunjukkan New York tengah menghadapi bencana yang sangat serius.

Pada akhirnya saya cuma bisa kasihan sama kota New York. Ternyata jadi kota yang ngetop banyak tidak enaknya ya? Roland Emmerich hobi setengah mati menghancurkan kota ini dalam The Day After Tomorrow atau Godzilla, sekarang kota ini malahan kena wabah zombie yang mematikan. Kapan ya giliran Jakarta?

Final Verdict

Gameplay: 9.0
PROTOTYPE menawarkan kota New York untuk kamu jelajahi. Selain melihat kehancuran yang terjadi pada kota terkenal dunia itu, kamu juga harus menyelidiki misteri di balik hilangnya memorimu dan keterkaitan dirimu dengan wabah epidemik yang tiap harinya terus meluas.

Graphic / Sound: 8.5
Kebanyakan gedung yang bukan landmark terasa terlalu standar. Saya juga menyayangkan beberapa efek yang kurang realistis. Contohnya saya melemparkan seorang pejalan kaki ke tembok dan berharap kalau tubuhnya akan hancur saat benturan terjadi. Ternyata impianku tidak terwujud (mendengar seruan “dasar psikopat” dari para pembaca =P)

Play Time: 8.5
Game ini bisa diselesaikan dalam tempo kurang dari 10 jam bila mengikuti misi utamanya saja. Toh kamu akan menghabiskan kira-kira 20 jam karena PROTOTYPE terus menaikkan kesulitan sehingga memaksamu mengambil misi-misi sampingan guna mendapatkan EP yang bisa mengupgrade kemampuan Alex.

Overall: 8.8

Game Details
Developer: Radical Entertainment
Publisher: Activision
Genre: Action (Sandbox)

Comments (0)

Tags: , , , , ,

Efek Negatif Video Game

Posted on 13 December 2009 by Si Tukang Review

(Artikel Ditulis Di Tahun 2007)

NEGATIVE EFFECTS OF VIDEO GAME
- this generation brainwasher? -

negative-effect-pic

Grand Theft Auto IV went on sale in stores around the world at 12:01 a.m. this morning, and already reports of criminal midnight launch madness are starting to filter in. BBC News is reporting on a pair of incidents, with news of a stabbing outside a Gamestation in Croydon and a mugging by another game store in Lancashire.
- Gamespot.com -

Ketika saya membaca berita di atas saya terkejut. Betapa berubahnya dunia dan industri video game dari apa yang saya ingat dulu. Seingat saya dulu video game selalu diasosiasikan dengan dua hal: Mario melompat-lompat dan anak kecil. Hal ini menggelitik saya untuk menggali lebih lanjut dan menggarap artikel mengenai efek-efek negatif yang bisa ditimbulkan dari bermain video game.

Catatan Penulis:
Sebagai pembukaan saya hendak mengatakan kalau saya adalah seorang gamer semenjak usia lima tahun. Saya ingat ketika ayah saya pertama kali membelikan saya game Super Mario dan Contra. Saya ingat bagaimana saya merengek meminta orang tua saya membelikan saya Super Nintendo dan Sony Playstation. Bahkan hingga kini di Beijing, Nintendo DS dan PSP senantiasa mendampingi saya untuk memenuhi kebutuhan gaming saya. Intinya: artikel yang saya garap ini berasal dari sudut pandang seorang gamer. Saya bukan seorang yang tidak tahu mengenai game dan berusaha sembarangan menuduh bahwa video game itu buruk – sebagaimana yang dilakukan oleh beberapa pihak. Selamat membaca!

Dalam artikel ini, saya membagi efek negatif dalam bermain video game menjadi tiga macam; apa saja itu? Read along!

PORNOGRAFI

Oi” panggil teman saya suatu hari “Datang deh ke rumah gw. Ada game baru super seru nih!
Mengingat saya memang seorang penggemar game, saya langsung mendatangi rumah teman saya. Ketika saya melihat ke layar TV widescreennya, mata saya terbelalak. Betapa tidak? Yang ada di hadapan saya adalah dua gadis (model 3D) berbikini yang tengah bergulat di dalam lumpur.
Sinting kan? Ini game barunya Konami nih! Namanya Rumble Roses! Seru bok! Ada berbagai jenis cewe cakep buat diajak bergulat – gw lagi nelponin anak-anak lain ni. Kita bikin turnamen gulat cewe-cewe seksi yuk!” seloroh teman saya. Saya hanya mengangguk-angguk tanpa memperhatikan apa kata-katanya. Mata saya terpaku pada dua gadis di layar TV yang terus bergulat satu sama lain.

Pornografi. Ya, itulah salah satu hal yang sekarang menjadi efek negatif utama dalam game-game masa kini. Seiring dengan makin majunya teknologi, makin realistis jugalah gadis-gadis model 3D. Ingat ketika pada tahun 2001 film Final Fantasy The Spirits Within dulu menggemparkan jagad perfilman karena kerealistisnya? Kini, grafis semacam itu sudah menjadi standar yang bisa ditemui pada kebanyakan game-game Playstation. Contoh lain adalah game seperti Dead or Alive Volleyball. Semua orang tahu bahwa permainan voli dalam game ini hanyalah alasan untuk membalut isi sesungguhnya dalam game ini. Pada kenyataannya: Dead or Alive Volleyball adalah sebuah game di mana gadis-gadis model 3D berperan dalam adegan-adegan ala model!

ADDICTION

Bermain game bisa menjadi sebuah pengalaman yang adiktif. Ingat ketika game Ragnarok Online memulai demam game online di seluruh Indonesia empat tahun silam? Saya ingat. Ketika itu demi meningkatkan kekuatan karakternya, mendapatkan item-item khusus guna menjadikan sang karakter unik dan lain daripada yang lain, sampai menjadikan karakternya memiliki banyak uang; orang menjadi seakan kesurupan memainkan game online. Ada orang yang memainkan game online selama berpuluh-puluh jam non-stop; di Korea ada seorang gamer meninggal setelah bermain game 50 jam non-stop. Di Indonesia sendiri, guru-guru SMU di kotaku sampai turun tangan ke warnet untuk mengecek apakah murid mereka sedang bermain di sana. Maklum saja, pernah suatu hari hanya ada 25 dari 42 orang masuk di kelasku. 17 yang lainnya? Di warnet, membuat kompetisi antar gamer untuk mempertahankan ‘markas’ mereka dari serangan gamer lain.

Seakan-akan bermain saja tidak cukup, terjadi transaksi di dunia nyata mengenai game online ini. Saya ingat bahwa teman-teman saya yang kekurangan uang di dunia game membeli uang dari dunia nyata! Sempat ketika Ragnarok Online mengalami masa paling populer 100 Ribu uang di dunia Ragnarok sama dengan 100 Ribu Rupiah!

ANARCHY AND VIOLENCE

…dan ini mungkinlah kontroversi terpanjang dunia video game. Di tahun 1992 dulu orang tua ramai-ramai memprotes game Mortal Kombat – salah satu game tersadis pada jamannya – mana lagi game yang membiarkan anda merobek jantung lawan anda atau mencacah lawan anda sampai menjadi potongan-potongan kecil? Toh, protes dan efek-efek itu hanya bisa menghentikan kekerasan dalam video game untuk sejenak.

Bicara soal anarkisme dan kekerasan dalam video game, tidak mungkin tidak membicarakan Rockstar Games. Rockstar adalah perusahaan terbesar industri video game saat ini; sesungguhnya game yang dirilis olehnya tidak banyak tapi semuanya mendapatkan perhatian khusus dari media massa. Bully contohnya, adalah sebuah game yang memposisikan anda sebagai seorang anak preman di sekolah anda. Tujuan anda adalah menjadi preman penguasa sekolah dan anda dihalalkan memakai semua cara. Dan yang saya maksud semua di sini termasuk membenamkan kepala anak-anak yang tidak menuruti perintah anda dalam WC, mempermainkan guru-guru yang tidak menyukai anda, sampai secara bebas tawuran! Toh, setiap gamer yang mendengar nama Rockstar pasti akan mengasosiasikannya dengan Grand Theft Auto (GTA). Serial ini adalah franchise terbesar di industri video game modern. Serial keempatnya yang baru dirilis penjualannya dalam waktu sehari mencapai angka 310 Juta USD. Sebagai perbandingan: Spider-man 3 yang adalah film terlaris tahun lalu ‘hanya’ mencatat angka 330 Juta USD sepanjang masa pemutarannya di bioskop Amerika.

Sayangnya, seri GTA ini banyak dikritik oleh banyak pihak karena dianggap menawarkan anarkisme dan kekerasan. Kok bisa? Well, GTA adalah sebuah game yang bebas. Bebas di sini adalah anda ditempatkan dalam sebuah kota yang hidup dan anda bisa melakukan apapun yang anda inginkan. Menghadang mobil orang dan mencurinya? Boleh. Menggunakan mobil curian anda menggilas para pejalan di trotoar yang tidak tahu menahu? Silahkan. Menggunakan flamethrower membobol bank dan membakar para polisi yang berisik mengejar anda? Tentu saja. Atau menjual heroin dengan menyamarkan mobil anda sebagai mobil jualan es krim? Ide brilian!

Berdasarkan penjelasanku di atas, nampaknya jelas bukan kenapa banyak politisi dan bahkan beberapa pendeta gereja turun tangan mencela game GTA? Apakah ada di antara mereka yang berhasil? Jawabannya: tidak.

Closing Comment
“Efek negatif tidak hanya ada pada dunia video game”. Itulah alasan yang selalu dikemukakan oleh para gamer ketika dituduh hobinya memiliki efek negatif. Efek kekerasan atau anarki? Film macam Die Hard atau Transformers juga banyak meledakkan bangunan di sana-sini! Efek pornografi? Bukankah ada film-film XXX yang bebas diunduh dari internet? Lantas kenapa harus video game yang dikambinghitamkan?

Pada kenyataannya, memainkan game memiliki efek pengaruh psikologi yang lebih besar sekedar menonton film atau mendengar musik. Kenapa? Beberapa penelitian psikologi menyatakan bahwa menonton film atau mendengar musik menempatkan penonton / pendengar pada posisi pasif; sedangkan dalam game, gamer ditempatkan dalam posisi aktif.

Lantas apakah memang game-game macam GTA, Rumble Roses, sampai Ragnarok Online itu buruk? Bagi saya, jawabannya kembali pada diri kita masing-masing. GTA adalah salah satu game favorit saya sepanjang masa. Apa mungkin dunia nyata mengijinkan saya mencuri mobil orang, menabrakkannya pada mobil-mobil lain lantas meledakkannya di depan markas polisi untuk membuat onar? Tapi apakah saya melakukannya karena saya seorang psikopat sinting? Bagi saya, GTA hanyalah sekedar sarana escapism yang pas buat menyalurkan imajinasi-imajinasi liar saya, dan menilik penjualan GTAIV yang mencetak rekor; saya rasa saya tidak sendiri. Yang penting adalah anda tidak mengaplikasikan apa yang anda lakukan di video game di dalam dunia nyata.

Be responsible. Play safe.

By: Si Tukang Review (a true gamer in life and heart)

Comments (5)

Tags: , , ,

Grand Theft Auto: Chinatown Wars

Posted on 07 April 2009 by Si Tukang Review

GTA: Chinatown Wars Cover

GTA: Chinatown Wars Cover

Selamat datang kembali ke Liberty City. Apabila kamu belum puas menjelajahi kota para kriminal ini dalam GTA III, Liberty City Stories, atau GTA IV, maka serial GTA terbaru dengan judul Chinatown Wars (GTA: CW) sekali lagi mengajakmu berkeliling di dalamnya. Kali ini dalam bentuk cel-shading dan di handheld DS.

Yu Jian, The Legendary Sword

Ketika ayah Huang Lee meninggal dunia, sang anak berangkat dari Hong Kong menuju ke Liberty City untuk membawa warisan sang ayah kepada pamannya. Pedang keramat bernama Yu Jian itu sejatinya hendak diserahkan kepada Kenny, sang paman korup yang ingin menghadiahkan pedang tersebut untuk menjilat pantat bosnya.

Tak disangka-sangka, baru sampai di Liberty City, Huang Lee sudah keburu disekap dan hendak dihabisi. Beruntung Huang Lee berhasil meloloskan diri. Tapi sialnya, pedang Yu Jian dirampok. Sekarang Huang Lee tidak punya pilihan selain mengobrak-abrik Liberty City dan mencari tahu siapa orang di balik perampokan - dan mungkin juga kematian ayahnya.

Little Big Liberty City

Ketika pertama kali diumumkan bahwa GTA akan hadir di DS, banyak orang yang skeptis akannya. Sebelumnya, GTA memang sudah go portable lewat Liberty City Stories (LCS) dan Vice City Stories (VCS), tetapi itu untuk PSP. Semua orang tahu bahwa PSP jauh lebih superior ketimbang DS. Bahkan UMD bisa menampung jauh lebih banyak data ketimbang cartridge DS! Banyak yang takut kalau Rockstar bakalan memotong banyak aspek dan menjadikan GTA: CW tidak lagi seperti GTA-GTA sebelumnya (ingat GTA Advance untuk GBA?).

Bila kamu termasuk satu dari orang-orang yang khawatir; ijinkan saya menenangkan anda. GTA: CW tidak hanya berhasil memenuhi ekspektasi, ia melebihi ekspektasi! Terbukti bahwa kalau sebuah developer memang kreatif, tidak peduli di sistem apapun mereka berkarya, hasilnya bakalan spektakuler!

Sebagai contoh, Liberty City tetaplah kota raksasa yang penuh dengan kehidupan di dalamnya. Sudut pandang gamelah yang berubah menjadi sudut pandang atas ala GTA klasik; walau di awal sempat sedikit jengah dengan sudut pandang yang baru, tidak akan makan waktu lama bagimu untuk menyesuaikan diri lantas berkeliling kota.

Tidak banyak hal yang berubah dari gameplay di GTA: CW. Kamu akan memulai sebagai suruhan para triad sebelum mulai menancapkan pengaruh dan kekuasaanmu sendiri. Misi-misi yang dijalankan kali ini juga memanfaatkan touchscreen DS dengan cerdiknya. Misalnya ada satu misi di mana kamu harus membawa seorang pasien dengan ambulans. Pasien itu harus kamu pijat jantungnya (dengan menekan layar bawah) sementara kamu berkelit dari kejaran para polisi yang memburumu karena mencuri pasien kawalan mereka! Misi lain juga mengharuskanmu membuka kap mobil sampai menjumpstartnya, semua dengan touchscreen. Inovasi-inovasi kecil inilah yang membuat GTA: CW terasa unik, berbeda, dan tidak berkesan terlalu mengekor pendahulunya seperti GTA: LCS maupun VCS.

Huang Lee juga akan sangat bergantung pada PDAnya dalam mengakses informasi. Sistem GPS yang embedded dalam PDAnya akan membantu kita untuk mendeteksi rute mana yang tercepat untuk menuju lokasi tertentu. PDAnya juga bisa menerima email penting yang berisi perintah melakukan misi dari anggota triad sampai tawaran obat bius dari para pengedar.

Tawaran obat bius? Tepat. Inilah salah satu inovasi yang ditawarkan GTA: CW. Konsepnya serupa dengan mini-game Drug Lord yang dulu pernah ngetop. Intinya adalah sebagai Huang Lee kamu berusaha membeli obat bius dari pengedar di daerah tertentu dengan harga serendah-rendahnya, dan menjualnya dengan harga setinggi-tingginya kepada pembeli yang menginginkan. Brilian!

Kemudian soal para polisi, apabila dalam GTA sebelumnya kamu hanya bisa melarikan diri saat dikejar polisi (karena melawan hanya akan menaikkan wanted levelmu), sekarang kamu tidak sepasrah itu. Sebaliknya, GTA: CW justru mengharuskanmu bertarung melawan para polisi. Bintang polisi akan berkurang begitu kamu bisa menghancurkan mobil sejumlah bintang yang tersedia. Misalnya Wanted Levelmu mencapai tiga, kamu harus menghancurkan tiga mobil polisi untuk menurunkan levelmu menjadi dua, menghancurkan dua mobil polisi lagi untuk menurunkan levelmu menjadi satu dan menghancurkan satu mobil untuk membuat para polisi jeri mengejarmu. Ini menjadikan permainan lebih intense karena kamu tidak melulu kabur atau sembunyi dari para polisi.

The Look and Sound of Portable Liberty

Tak bisa disangkal, walaupun Rockstar bisa mengakali departemen gameplay, yang namanya grafis dan suara dalam GTA: CW masih harus kalah dengan bahkan para kakaknya di dunia portable sekalipun.

Polesan warna-warna cerah turut memperkaya kesan cel-shading game ini. Saya akui kalau cel-shading game ini tidak akan membuat siapapun terperangah, tetapi gaya grafis seperti ini selaras dengan artwork-artwork yang hadir selama cutscene cerita.

Masalahnya adalah pada suaranya. GTA adalah franchise yang selalu dikenal dengan berbagai jenis stasiun radio yang berisi berbagai jenis lagu keren, debat sableng, sampai iklan-iklan tolol. Keterbatasan cartridge DS otomatis memaksa Rockstar menyortir keluar stasiun radio ini. Toh, sound effectnya tetap mampu hadir maksimal. Masih ada pekikan orang yang kaget ketika kamu menabrak mereka. Desigan peluru, ledakan, sampai decit ban mobil ketika kamu rem mendadak semua masih dihadirkan dengan kualitas prima di sini.

Bulan Maret 2009 adalah bulan penuh kesenangan bagi para pemilik DS. Bertubi-tubi mereka mendapatkan game-game berkualitas macam Valkyrie Profile: Covenant of the Plume, Suikoden Tierkreis, Henry Hatsworth, Avalon Code dan banyak-banyak lagi. Toh, apabila saya diminta memilih, tak ada keraguan di benak saya untuk memilih GTA: CW sebagai game of the month-nya DS. Lebih dari itu, game ini memiliki potensi untuk bersaing masuk dalam pemilihan Game of the Year tahun ini!

Final Verdict

Gameplay: 9.8
Ada begitu banyak hal yang bisa kamu lakukan dalam game ini. It’s GTA! Dan walaupun ia hadir di DS, Rockstar masih berusaha memasukkan sebanyak mungkin gameplay di dalamnya. Apa yang mereka hilangkan mereka ganti dengan inovasi lain yang tidak kalah kerennya!

Graphic / Sound: 9.4
Walaupun bidang grafis / suara mungkin kelemahan terbesar dalam game ini, itu hanya kentara karena aspek lainnya begitu sempurna. Jangan salah, walau tak bisa bersaing secara teknis dengan GTA lain di konsol maupun PSP, GTA: CW boleh menepuk dada sebagai salah satu game dengan visualisasi paling keren di DS. Detail Liberty City mengagumkan!

Play Time: 10
Sekali lagi… it’s GTA! Ada begitu banyak hal yang bisa kamu lakukan dalam game ini terlepas dari misi-misi utamamu. Ada banyak misi tambahan yang bisa kamu ambil lantas bermain judi lotto, trading obat-obat bius, bermain polisi-polisian atau taksi-taksian, atau sekedar mengacaukan seluruh tatanan kota.

Overall: 9.8

Game Details
Developer: Rockstar Leeds
Publisher: Rockstar Games
Genre: Action

Comments (0)

Tags: , , ,

Bully: Scholarship Edition

Posted on 06 February 2009 by Si Tukang Review

Bully Cover

Bully Cover

(Review Based on PC Version)

System: PC, 360, Wii, PS2 (Non-Scholarship Edition)
Developer: Rockstar Vancouver / New England / Toronto
Publisher: Rockstar Games
Genre: Free-Roaming Adventure

Selamat datang di Bullworth Academy di mana hanya orang yang kuat bersainglah yang akan selamat; sebuah tempat di mana kamu harus buat keputusan: apakah kamu akan menjadi orang yang membully - atau orang yang dibully di sana?

Jimmy Hopkins adalah murid pindahan baru dalam Bullworth Academy. Memang catatan sekolah dari Jimmy ini tidak baik. Ia sering berpindah-pindah sekolah dan menciptakan masalah di manapun juga. Ini mungkin juga gara-gara ia dididik di dalam keluarga yang bermasalah. Coba dengar: alasan kenapa si bocah dimasukkan Bullworth Academy adalah karena sang ibu mau berhoney-moon ria dengan suami barunya. Bayangkan betapa kacaunya kehidupan rumah tangga mereka! Toh, Bullworth Academy bukan sekedar sekolah biasa. Sekolah ini penuh dengan guru ‘killer’, kepala sekolah yang korupsi, para murid berandalan, sampai ketua kelas yang siap menghukum siapapun yang melanggar peraturan. Apakah Jimmy bisa survive di lingkungan yang begitu keras ini?

Bully hadir dari developer kontroversial Rockstar. Perusahaan yang setiap game rilisannya rasanya selalu menghadirkan kontroversi sejak GTA ini kembali memicu polemik dengan game Bully. Bully bisa saya sebut sebagai “GTA versi sekolah”. Kehidupan sekolah benar-benar tergambar di sini. Sebagai James, kamu bebas melakukan apapun di lingkungan sekitar sekolah. Menghajar dan ngerjain murid lemah, membenamkan mereka yang menentangmu di toilet, kabur dari kelas, bahkan memukul guru dan menentang otoritas! Tentu saja pilihan tetap di tanganmu. Setiap kali ada orang menantangmu berkelahi, kamu boleh saja minta maaf dan menghindar cari ribut. Silahkan juga apabila kamu memilih mengikuti tiap kelas dengan rajin sekaligus menjilat para guru.

Selain kebebasan pilihan, lingkungan sekolah Bullsworth pun digarap oleh Rockstar benar-benar semirip mungkin dengan kehidupan nyata. Karena tinggal di lingkungan sekolah, kamu ditempatkan di asrama pria (walau dipisah dengan asrama wanita - kamu bisa kok menyelinap ke sana dan cari gara-gara). Pun ada waktu yang menunjukkan jam berapa kamu harus menghadiri kelas pagi maupun siangmu. Orang-orang yang berinteraksi denganmu pun memiliki kelompok geng masing-masing; mulai dari sekedar berandalan, nerd yang kerjaannya membaca buku belajar, sampai para olahragawan yang berotot tapi tidak berotak. Setiap geng memiliki ciri khas dari seragam yang mereka kenakan.

Sebagaimana halnya kebanyakan game free-roaming / sandbox Rockstar lainnya, kemajuan gamemu tergantung dari misi (baca: skenario utama) game. Setiap kali kamu hendak memajukan ceritamu, kamu bisa mengakses dan menjalankan skenario utama game. Misi-misi utama itu tergolong sederhana seperti iseng mengkatapel teman-temanmu yang tengah berolahraga, atau mencuri pakaian dari locker teman-temanmu. Tentu saja, selama kamu tidak menjalankan misi kamu bebas mengeksplorasi Bullsworth semaumu (percayalah bahwa walaupun Bullsworth tidak seluas kota-kota di GTA, tetapi kamu tetap akan menghabiskan banyak waktumu berkeliling dan berinteraksi dengan orang-orang di sana).

Akhirnya, Bully sekali lagi merupakan satu bukti kejeniusan dan kekreatifan dari Rockstar. Terbukti bahwa walaupun penjualannya di PS2 dianggap mengecewakan, permintaan para fans membuat Rockstar menggarap versi Scholarship Edition yang diedarkan di 360, Wii dan PC. Mainkan game ini dan bangkitkan nostalgiamu ketika tawuran saat masih berada di SMU dulu.

Final Verdict:

Gameplay: 9.0
Akan mengejutkanmu melihat Rockstar memberi begitu banyak kebebasan gameplay dalam lingkungan sekolah. Meskipun arena permainan tidak seluas GTA, Bully tidak kalah dalam variasi ‘kebebasan’ melakukan apapun di dalamnya. Seperti yang saya katakan sebelumnya; Bully adalah GTA di dalam sekolah!

Graphic / Sound: 9.0
Saya memainkan Scholarship Edition yang mendapatkan upgrade grafis yang cukup signifikan. Walau begitu, saya pernah mencoba versi PS2nya dan menilai bahwa kualitas grafisnya setara dengan GTA San Andreas. Suara juga diperhatikan oleh Rockstar. Mengingat setting dari game ini di Inggris, maka siapkan telinga anda mendengar aksen-aksen British English sepanjang game.

Play Time: 9.0
Begitu kaya dan luasnya Bully membuat saya menghabiskan hampir lima jam pertama untuk menjelajahi Bullworth Academy dan mencoba menjahili para guru dan murid. Dengan memperhitungkan begitu banyaknya misi sampingan selain misi utama game, Bully berpotensi kamu mainkan untuk waktu yang sangat - sangat lama.

Overall: 9.0

Fun Facts:
Di beberapa negara, game ini tidak dirilis dengan nama Bully, melainkan dengan nama latin Canis Canem Edit (arti: Dog Eat Dog). Saya pribadi lebih menyukai nama latinnya yang langsung menunjukkan realitas kehidupan masa sekolah yang keras di mana hanya yang kuatlah yang bisa bertahan hidup.

Comments (3)

Advertise Here
Advertise Here