Resident Evil + GTA + Spider-man
Apa yang terjadi sehari setelah saya memainkan game PROTOTYPE ini? Well, status seperti ini muncul dalam account Facebookku.
“Hal terbrutal yang gw lakukan di game PROTOTYPE: menyeret tubuh seseorang pejalan kaki selama berkilo-kilo sambil mendengarkan dia menjerit-jerit di speakerku… dan setelah bosan gw memotong tubuhnya jadi dua, melihat darah bermuncratan dari tubuhnya, lantas memakan sisa mayatnya. Man, I LOVE this game.”
Sebelum kalian langsung mencapku sebagai orang gila dan memanggil RSJ terdekat, coba baca dulu review berikut ini. Siapa tahu ikut ketularan gilanya kan? Hi hi hi.
Menjelaskan game PROTOTYPE secara singkatnya adalah sebuah game paduan dari Resident Evil, Grand Theft Auto, dan Spider-man. Dari Resident Evil, game ini mencomot jalan cerita di mana zombie (atau makhluk mutasi virus) menyerang kota New York. Dari Grand Theft Auto, game ini mencomot sistem sandbox untuk gameplaynya yang memperbolehkan kamu menjelajahi kota sembari menjalani misi cerita maupun misi sampingan yang disediakan untukmu. Terakhir dari Spider-man, kamu di sini berperan sebagai superhero (atau setidaknya seseorang berkekuatan super). Campurannya menjadikan PROTOTYPE sebagai game paling stylish yang kumainkan tahun ini.
Mendengar design seorang superhero, PROTOTYPE mungkin akan mengingatkanmu tentang game lain yaitu inFAMOUS, game superhero gameplay sandbox lain karya Sucker Punch Productions. Walaupun dirilis pada saat hampir bersamaan (inFAMOUS dua minggu lebih dulu dibanding PROTOYPE) dan memiliki ciri-ciri yang mirip, tentunya kedua game ini memiliki perbedaan sendiri. Buat kalian yang ingin main game macam inFAMOUS tetapi tidak punya game PS3, game ini menjadi alternatif lain yang bagus karena hadir multi-platform. Review ini dibuat berdasarkan versi PCnya.
New York: The Big Apple Every Zombie Wanna Eat
Dalam prolog cerita ini, sosok Alex Mercer yang kamu kendalikan mendadak berada di tengah kota New York yang membara. Kekacauan dan kehancuran jelas terlihat di mana-mana. Para zombie serta monster mengamuk sementara para tentara dengan tank, helikopter, sampai senjata mutakhir mereka berusaha mencegah serangan para monster. Terjebak di tengah mereka adalah penduduk kota yang tak berdosa; tewas akan serangan kedua belah pihak. Terjebak juga di tengah mereka adalah Alex Mercer.
Untung saja Alex Mercer bukan sekedar penduduk biasa. Dalam proses tutorial yang berlangsung, kamu akan belajar dengan cepat bahwa Alex memiliki kekuatan super. Ia bisa mengubah bentuk tangannya menjadi berbagai macam senjata mulai dari palu godam, cambuk, sampai pedang tajam (ingat Witchblade?). Selain itu ia bisa melompat jauh lebih tinggi dari manusia biasa (ingat lompatan Hulk?) dan berlari sangat cepat. Tambahan lagi, layaknya Venom kamu bisa menghisap manusia, zombie, atau segala jenis monster di dekatmu. Kamu adalah kuda hitam dalam perang ini dan disebut dengan kode nama ZEUS oleh para tentara. Tidak salah; kamu memang layaknya seorang dewa.
Setelah prolog usai, cerita sesungguhnya dalam PROTOTYPE dimulai dari 18 hari sebelum prolognya. Sebagai Alex Mercer yang hilang ingatan, kamu akan mulai mencari tahu apa yang telah dilakukan perusahaan GENTEK yang mengubah tubuhmu hingga kini menjadi layaknya manusia mutasi sampai mengisi kembali relung-relung ingatanmu yang hilang.
Kalau kamu dewa maka pastilah seluruh kota New York merupakan taman Edenmu. Salah satu keasyikan bermain PROTOYPE yang saya rasakan terjadi begitu saya melihat Alex dengan cepat berlari menaiki gedung. Setiap gedung pencakar langit dalam kota New York bebas kamu panjat. Setiap lorong kota New York bebas kamu jelajahi. Tidak ada batasan. Ini yang membuat game ini terasa begitu ‘bebas’. Seperti halnya GTA, untuk memulai misi khusus yang berhubungan dengan cerita kamu harus menuju ke titik tertentu. Selama kamu tidak menjalani misi apapun, kamu bebas berpetualang sekena hatimu.
Ketika memulai permainan (setelah prolog), kekuatan Alex masih terbatas. Kamu bisa berlari cepat dan melompat tinggi, tetapi beberapa wujud perubahanmu masih terkunci. Skill-skill tersebut bisa kamu beli dengan mendapatkan EP atau Evolution Point. Evolution Point ini bisa digunakan untuk mengupgrade atau membeli skill-skill yang baru. Selain mendapat wujud baru untuk Alex, kamu juga bisa mendapat kemampuan mengambil alih kendaraan tank atau helikopter milik musuh. Kamu juga bisa mendapatkan berbagai jenis gerakan serangan baru seperti melayang di angkasa atau dash di udara.
Kalau kamu pikir bahwa semua kekuatan yang kamu dapat membuatmu tidak terkalahkan, coba pikir lagi. Hari demi hari, infeksi yang mengenai kota New York akan makin meluas dan kota ini menjadi tempat yang makin berbahaya. Selain dianggap musuh oleh para tentara (yang takkan segan mengirimkan puluhan orang, tank, sampai helikopter untuk memburumu) akan ada banyak monster dan zombie yang menyerangmu. Zombie biasa mungkin lawan yang bisa kamu hadapi tetapi para Hunter memiliki kekuatan dan kecepatan yang tak kalah ganas darimu. Mendapatkan skill baru dan terampil menggunakannya menjadi kunci utamamu bertahan hidup dalam game ini.
Misi-misi utama dalam PROTOTYPE memang menarik dan bervariasi, tetapi sayangnya misi-misi sampingannya benar-benar terasa seperti dikesampingkan. Kurang menarik dan terasa dibuat cepat sekedar untuk sambil lalu. Untungnya game ini menyajikan versi tersendiri dari battle of influence mereka (mirip dengan gang war di GTA: San Andreas). Setiap harinya infeksi meluas di seluruh kota dan para militer akan berjuang menahan laju infeksi tersebut. Di dalam mapmu akan ada tanda lingkaran merah dan biru. Lingkaran merah menandakan bahwa militer tengah berperang melawan pusat infeksi di tempat itu. Membantu menghancurkan pusat infeksi akan memberimu tambahan EP yang besar (dan berguna mengupgrade skillmu). Lingkaran biru berisi markas militer tentara yang bisa kamu susupi (dengan kemampuan menyamarmu). Setelah masuk, Alex mencari tentara yang memiliki skill khusus. Dengan kekuatan ‘memakan’nya, Alex akan menyerap tentara itu dan mendapatkan atau mengupgrade skillnya. Ia akan lebih piawai menggunakan senjata atau mengendalikan helikopter dan tank dengan lebih handal.
Bicara soal serap menyerap kekuatan, ada sistem bernama Memory Node dalam game ini. Alex kehilangan ingatan dan satu-satunya cara mengingatnya kembali adalah dengan menyerap orang-orang khusus yang kamu temui dalam game ini. Bila kamu menyerap orang yang benar, kamu akan mendapatkan sebuah cutscene singkat dari memori orang itu yang lama kelamaan membentuk sebuah gambaran besar cerita. Cutscenenya sendiri bukan keharusan untuk didapat, tetapi mendapatkan semuanya akan membuatmu lebih mengerti dan menghargai cerita game ini.
Running Around The Burning City
Kualitas grafis dalam PROTOTYPE benar-benar keren. Menjelajahi semua kota New York bukan sekedar janji kosong dari developer Radical Entertainment. Semua tempat-tempat landmark di kota ini benar-benar dimunculkan sehingga bermain dalam kota ini terasa seperti kita pergi ke New York. Gerakan Alex juga fluid dan halus. Berbagai bentuk tubuh Alex memiliki animasi gerakan yang berbeda-beda dan mengeksekusi semua jurus-jurusnya secara sempurna adalah kebanggaan bukan hanya bagi tangan dan reflekmu tetapi juga matamu untuk melihat orang yang melakukan tari ballad pencipta kematian.
Mengingat kota New York luar biasa besar dan hidup, terpaksa ada pemotongan-pemotongan yang dilakukan (mungkin untuk menghemat tempat?). Beberapa gedung di kota ini tampak mirip satu sama lain. Untung hal ini ditebus dengan kondisi yang terus berubah. Pada awal petualangan Alex kota New York masih terlihat ‘normal’ tetapi seiring semakin meluasnya wabah infeksi kamu akan melihat bahwa kepulan-kepulan asap makin terlihat di mana-mana, orang-orang makin waspada akan serangan para monster. Di daerah infeksi kekacauan makin terlihat di mana para zombie menyerang dan menghabisi tiap manusia normal yang tersisa.
Grafis yang sudah di atas rata-rata ini juga didukung oleh sound effect yang mumpuni. Mulai dari teriakan para penduduk yang panik, deru helikopter dan tembakan-tembakan senjata menunjukkan New York tengah menghadapi bencana yang sangat serius.
Pada akhirnya saya cuma bisa kasihan sama kota New York. Ternyata jadi kota yang ngetop banyak tidak enaknya ya? Roland Emmerich hobi setengah mati menghancurkan kota ini dalam The Day After Tomorrow atau Godzilla, sekarang kota ini malahan kena wabah zombie yang mematikan. Kapan ya giliran Jakarta?
Final Verdict
Gameplay: 9.0
PROTOTYPE menawarkan kota New York untuk kamu jelajahi. Selain melihat kehancuran yang terjadi pada kota terkenal dunia itu, kamu juga harus menyelidiki misteri di balik hilangnya memorimu dan keterkaitan dirimu dengan wabah epidemik yang tiap harinya terus meluas.
Graphic / Sound: 8.5
Kebanyakan gedung yang bukan landmark terasa terlalu standar. Saya juga menyayangkan beberapa efek yang kurang realistis. Contohnya saya melemparkan seorang pejalan kaki ke tembok dan berharap kalau tubuhnya akan hancur saat benturan terjadi. Ternyata impianku tidak terwujud (mendengar seruan “dasar psikopat” dari para pembaca =P)
Play Time: 8.5
Game ini bisa diselesaikan dalam tempo kurang dari 10 jam bila mengikuti misi utamanya saja. Toh kamu akan menghabiskan kira-kira 20 jam karena PROTOTYPE terus menaikkan kesulitan sehingga memaksamu mengambil misi-misi sampingan guna mendapatkan EP yang bisa mengupgrade kemampuan Alex.
Overall: 8.8
Game Details
Developer: Radical Entertainment
Publisher: Activision
Genre: Action (Sandbox)










