Tag Archive | "Grand Theft America"

Tags: , , , , , , , ,

The Ultimates – The Complete Season Two

Posted on 15 September 2009 by Si Tukang Review

The Ultimates Volume Two Cover

The Ultimates Volume Two Cover

Setelah mini-seri pertama The Ultimates mendapatkan kesuksesan besar, Marvel tidak tinggal diam begitu saja. Mark Millar dan Bryan Hitch langsung dikontrak ulang untuk menggarap 13 edisi berikutnya. Antisipasi publik saat ini kian meningkat. Semua menanti dengan penasaran, apa lagi yang bakalan disuguhkan duet Millar dan Hitch kepada pembaca kali ini? Edisi pertamanya langsung menjadi rebutan dan terjual bak kacang goreng di mana-mana. Sayangnya, season kedua ini dikenal dengan satu problem besar: jadwal terbit yang tidak teratur. Salah satu penundaan yang saya ingat ketika itu membuat saya sangat frustasi adalah tertundanya edisi terbitan edisi ke 13 selama hampir setengah tahun! Pasalnya, Mark Millar saat itu juga menghelmi proyek crossover terbesar sepanjang sejarah Marvel; Civil War dan dipaksa untuk berkonsentrasi terhadap proyek itu terlebih dahulu. Toh, setelah kini membaca semua rentetan buku season kedua The Ultimates, saya tahu bahwa keputusan Marvel saat itu tepat. Ketimbang buru-buru merilis sebuah komik dengan kualitas yang timpang, lebih baik merilisnya dengan kualitas sempurna.

Pada akhir season pertamanya, The Ultimates sudah menjadi selebriti dunia. Superhero paling ngetop. Bagaimana tidak? Mereka menggagalkan serangan monster bernama The Hulk. Mereka juga menghentikan invasi dari para alien bernama Chitauri. Walaupun begitu, diam-diam para musuh sudah bekerja di balik layar untuk menjatuhkan The Ultimates. Korban paling pertama adalah Bruce Banner. Data dari SHIELD dibocorkan oleh pihak misterius ke pers. Pers yang mendesus bahwa The Hulk dan Bruce Banner adalah satu orang langsung memintanya dieksekusi mati. Demi menjaga nama baik pemerintah dan memutus hubungan dengan sang Hulk, Bruce terpaksa dihukum mati oleh sahabat-sahabatnya sendiri.

Itu tidak berakhir di sana. Masa lalu Thor terungkap. Dia ternyata bukan superhero ataupun anak dewa Odin seperti yang selalu ia ungkapkan. Ia hanya seorang pasien RSJ yang meloloskan diri sambil membawa palu berkekuatan listrik Mjolnir. Thor yang dituduh banyak pihak sinting tidak punya pilihan lain selain melawan para sahabatnya sendiri. Toh ketika The Ultimates mulai menyerang negara-negara asing, Thorlah yang paling vokal menyatakan keberatannya karena menganggap bahwa The Ultimates sudah menginvasi negara-negara tersebut. Sebelum Thor ditangkap pemerintah, ia terus memberikan peringatan. Katanya kenyataan dan realitas sudah diputarbalikkan oleh Loki. Sang saudara tiri Thor itu adalah dewa tukang tipu sejati. Apakah The Ultimates sudah terkena tipuannya? Atau jangan-jangan Thor memang sudah gila?

Hampir seperti season pertama, season kedua dalam The Ultimates kali ini juga terbagi dalam dua story arc, tetapi kali ini memiliki kaitan yang lebih berdekatan. Apabila sebelumnya perang melawan Hulk dan perang melawan Chitauri jelas terpisah, kali ini pertikaian di tubuh anggota The Ultimates sendiri seakan merupakan prolog menjelang rencana besar sang musuh. Hasilnya, 13 edisi season kali ini lebih dekat berkaitan satu sama lain. Mengingat Millar tidak perlu repot-repot lagi menjelaskan karakter A itu siapa dan B itu siapa, maka ia langsung mengembangkan karakter-karakter tersebut dengan asumsi kita sudah membaca season pertamanya. Setiap karakter tetap mendapatkan spotlight yang sama, dan dua karakter Scarlet Witch dan Quicksilver yang sebelumnya lebih berposisi sebagai cameo kini masuk ke dalam deretan tim utama The Ultimates.

Mark Millar kali ini juga banyak memasukkan tema-tema politik dan agama. Ingat bahwa di tahun 2005 saat komik ini dirilis, publik Amerika banyak mendapat kecaman karena pasukan Amerika terus menginvasi daerah Timur Tengah (terutama Irak dan Afghanistan). Lebih dari itu Bush bahkan sembarangan menuduh Korut dan negara-negara tertentu sebagai ‘axis of evil’, sesuatu yang digambarkan secara gamblang oleh Millar di komik ini. Untuk referensi agamanya, Thor adalah analogi yang jelas dari sosok Yesus. Sama-sama mengaku sebagai anak Tuhan, dan sama-sama tidak dipercaya di masanya.

Saya tidak bisa banyak komentar tentang Bryan Hitch selain… luar biasa. Walaupun pada awalnya artworknya sedikit kedodoran (mungkin karena mengejar deadline?), Bryan Hitch adalah jaminan mutu bila ia memiliki cukup waktu untuk bekerja. Sebagai bukti adalah sepuluh halaman artwork yang menyambung satu sama lain membentuk landscape raksasa di edisi 13. Kalau saya di Amerika, saya jamin saya sudah membeli tiga edisi komik tersebut. Satu untuk saya robek halamannya dan jadikan poster di kamar, satu untuk saya simpan sebagai koleksi, sementara satu lagi untuk saya pamerkan kepada teman-teman saya. It’s that good.

Season kedua dari The Ultimates merupakan sebuah bukti bahwa sekuel tidak berarti lebih buruk dari prekuelnya. Walau saya tidak bilang bahwa season keduanya kali ini lebih baik dari season pertamanya, duet Millar dan Hitch lagi-lagi menyuguhkan sebuah komik superhero dengan drama politik dan plot twist yang cerdas. Membacanya lagi mengingatkan kenapa saya membenci Jeph Loeb yang menghancurkan dunia sempurna ini lewat garapannya di season ketiga The Ultimates dan Ultimatum.

Score: 9.5

Graphic Novel Details
Writer: Mark Millar
Penciller: Bryan Hitch
Publisher: Marvel Comics
Volume: 01 – 13

Comments (0)

Advertise Here
Advertise Here