Tag Archive | "Goro"

Tags: , , , ,

Mortal Kombat (GB)

Posted on 23 August 2009 by Si Tukang Review

Mortal Kombat Cover

Mortal Kombat Cover

Walaupun franchise Mortal Kombat sekarang tidak lagi menjadi unggulan di kelasnya, pada awal 90an dulu ialah satu-satunya franchise yang bisa bersaing – dan bahkan untuk sementara waktu – unggul dari Street Fighter II. Berbeda hampir 180 derajat dari Street Fighter, Mortal Kombat memiliki gambar yang lebih realistis dengan gerakan yang dicapture dari orang sungguhan. Yang membuat banyak orang tertarik akan game ini ironisnya bukan gameplaynya (yang cukup dangkal bila dibandingkan game fighting lainnya) tetapi justru karena tingginya unsur kekerasan di dalamnya. Mortal Kombat mungkin paling identik dengan jurus Fatality yang dimiliki oleh setiap karakternya; jurus penghabisan yang dengan keji mencabut nyawa lawan (sekaligus mempermalukan musuhmu kalau sedang main di arcade).

Karena kesuksesan ini, Mortal Kombat diport ke berbagai konsol rumahan dan handheld yang ada di saat itu. Saya sudah pernah mencoba memainkan versi Genesis, SNES, bahkan Game Gear Mortal Kombat. Sejujurnya, saya terkejut bahwa versi Game Gear Mortal Kombat cukup bisa bersaing dengan versi konsolnya – mungkin ini karena Game Gear memiliki layar warna dan prosesor yang cukup kuat untuk memproses Mortal Kombat. Berangkat dari itu, saya kemudian mencoba versi Game Boynya untuk review Retro saya kali ini. Apakah Mortal Kombat masih memiliki charm yang sama di layar hitam putih?

Dalam versi ini kamu bisa memainkan enam karakter: Sonya, Liu Kang, Sub-Zero, Scorpion, Raiden, dan Kano. Itu berarti Game Boy menghilangkan salah satu karakter: Johnny Cage (which happens to be my favorite character). Mungkin demi menghemat memori? Untuk ukuran Game Boy, grafis Mortal Kombat tergolong lumayan. Salah satu penanda yang jelas adalah saya masih bisa membedakan yang mana Sub-Zero dan yang mana Scorpion. Pencapaian yang tidak buruk untuk mengingat design keduanya identik dan layar Game Boy yang monokrom. Stage fightingnya sendiri ada beberapa dan saya memuji keberanian Probe mendorong kapasitas grafis dari Game Boy – walau dilakukan pengorbanan pada departemen suara. Background musik dari game ini adalah salah satu dari musik terburuk yang pernah saya dengar. Saya hanya bisa membayangkan orang memainkannya di subway dengan musik mengerikan seperti ini… kasihan yang duduk di sebelahnya.

Tapi suara hanya masalah kecil dari apa yang membuat Mortal Kombat begitu terlupakan. Kontrol yang buruk. Buruk buruk sekali. Dan sekali lagi saya tegaskan: buruk. Begitu buruknya kontrol dalam game ini sampai saya tamat saya hanya bisa mengeluarkan satu jurus Liu Kang. Kontras sekali dengan versi arcade maupun konsolnya. Ingat bahwa ketika Mortal Kombat pertama kali diluncurkan ia memiliki move list yang simple untuk menarik para pemula game fighting bermain. Berbeda dengan Street Fighter II yang kebanyakan gerakannya memerlukan setengah lingkaran ke depan – satu lingkaran penuh ke belakang – dan segala tetekĀ  bengek lainnya, Mortal Kombat selalu mengedepankan kesederhanaan. Kebanyakan jurusmu dieksekusi dengan maju – maju – pukul, atau mundur – mundur – tendang. Tapi dengan move list sederhana seperti itupun saya hampir selalu gagal mengeksekusi jurus-jurus karakterku. Walhasil, saya memilih menggunakan jurus orang idiot dalam game fighting. Lompat dan pukul, mundur, lompat sambil menendang, mundur, dan seterusnya. Sama sekali tidak fun – tapi lebih baik ketimbang mencoba mengeluarkan jurus dan gagal sementara musuh menjadikan kita sansak hidup.

Kecepatan game ini juga lambat. Hampir semua reaksi dari karakterku terlambat dalam game ini. Menekan tombol A atau B dan melihat karakter kita melakukannya kadang tertunda sepersekian detik lamanya. Walau sepersekian detik terdengar tidak seberapa, untuk game fighting yang membutuhkan presisi, itu sudah merusak jam badan kita yang terbiasa dengan game fighting yang tidak ada penundaan reaksi. Satu-satunya hal yang membuat saya masih tertarik memainkannya sampai tamat adalah demi mendapatkan Goro (ada cheat untuk memainkannya). Ironis bahwa versi terburuk ini justru satu-satunya versi di mana kita berkesempatan memainkan sang jagoan berlengan empat.

Mortal Kombat mungkin bukan game yang sempurna – tetapi ia juga bukan game yang buruk. Oleh karena itu, memainkan versi Game Boy yang menjadikannya game fighting terburuk yang pernah kumainkan sangat menyakitkan. Cukup sudah dengan game ini! Saya harus main Mortal Kombat VS DC Universe lagi untuk membersihkan memoriku!

Final Verdict

Gameplay: 1.0
Nilai 1.0 itu adalah karena ini satu-satunya versi yang mengijinkan kita bermain sebagai Goro. Setidaknya itu masih fun dilakukan.

Graphic / Sound: 5.0
Grafisnya lumayan bagus dan detail untuk ukuran Game Boy tetapi musiknya membuat telingaku sakit.

Play Time: 2.5
Tamatkan game ini sekali (sekitar satu jam, mungkin kurang). Kemudian lakukan cheat bermain sebagai Goro dan bersenang-senang dengannya (mungkin sekitar satu dua jam lagi). Lantas buang game ini ke tong sampah dan main versi konsolnya saja.

Overall: 2.6

Game Details
Developer: Probe Entertainment Limited
Publisher: Acclaim
Genre: Fighting

Comments (0)

Advertise Here
Advertise Here