Tag Archive | "George"

Tags: , , , ,

Broken Sword: The Shadow of the Templars (Director’s Cut)

Posted on 26 April 2009 by Si Tukang Review

broken-sword-sot

(Review Based on DS Version)

Salah satu seri yang paling tersohor dalam genre point-and-click adventure adalah Broken Sword. Seri ini mengisahkan mengenai sepak terjang dari duet George dan Nico dalam menyingkap misteri-misteri seputar para Templar Knights. Kendati sudah muncul empat seri Broken Sword, banyak gamer merasa bahwa yang kualitasnya terbaik masihlah seri pertamanya: Circle of Blood. Terbukti game ini sampai dirilis empat kali; pertama untuk PC di tahun 1996, kemudian berganti nama menjadi The Shadow of the Templars (SoT) ketika dirilis di Playstation tahun yang sama dan diport ke GBA pada tahun 2002. Kini, versi Director’s Cutnya dirilis secara simultan untuk DS dan Wii. Apakah game berusia 13 tahun ini masih relevan untuk jaman sekarang?

Sebagai seorang turis Amerika yang berlibur di Paris, apa yang diharapkan George Stobbart hanyalah menikmati keindahan Menara Eiffel, mencicipi masakan Perancis yang tersohor, sampai bersantai melihat keindahan dan geliat romansa kota terindah di dunia tersebut. Apa daya, semua impiannya itu hancur berkeping-keping seiring dengan ledakan bom di sebuah kafe tempat ia tengah duduk-duduk. George yang tidak terima akan perlakuan terorisme tersebut (usil amat ya?) mendapat bantuan dari seorang jurnalis lokal bernama Nicole Collard untuk mengungkap misteri pengeboman itu, tanpa sadar bahwa mereka berdua melibatkan diri makin jauh ke dalam kelanjutan perang suci yang telah berlangsung ratusan tahun lamanya.

Saya suka dengan inti cerita Broken Sword. Sungguh. Segala sesuatu yang berkenaan dengan sejarah gereja, mulai dari The Da Vinci Code yang kontroversial hingga Kingdom of Heaven yang mengisahkan perang suci selalu berhasil memantik rasa ingin tahu saya. Rasa ingin tahu itu jugalah yang membawa saya memainkan SoT. Sayangnya, SoT bukanlah game yang tahan dengan uji coba waktu. Pada jaman sekarang di mana plot cerita dan teka-teki makin menyatu dengan realistis, SoT masih terlihat sangat kaku. Teka-teki yang harus kamu selesaikan hampir semuanya tidak berhubungan dengan jalan cerita. Parahnya, kebanyakan penyelesaiannya pun tidak logis sehingga bagi kalian yang tidak menggunakan guide pasti bersumpah-serapah. Contoh: ketika George memakai baju dokter untuk menyamar masuk ke dalam kamar pasien dan diijinkan oleh suster jaga – padahal semenit sebelumnya suster yang sama menolak George masuk karena baju biasanya. Itu hanya satu dari banyak teka-teki tidak logis yang sangat menganggu kenikmatan kita memainkan game ini. Bagaimana bisa dianggap serius bila semua karakter di dalamnya berIQ jongkok?

Kelemahan lain dari Broken Sword adalah karakter-karakter di dalamnya yang menyebalkan. Menyebalkan di sini berbeda dengan menyebalkan dalam Phoenix Wright yang berkesan kocak. Kebanyakan interaksi dengan karakter di game ini tidak sekedar menunjukkan kalau mereka dua-dimensi tetapi juga tidak berperasaan. Ada satu adegan di mana seorang karakter habis ditabrak di tengah jalan dan tak satupun orang yang seakan peduli dengan nasib karakter tersebut. Kejam? Sangat. Kekurangan emosi ini membuat para pemain jadi ikut tidak peduli – atau malahan jadi emosi dengan gamenya. Saya termasuk yang berdecak keheranan melihat Nico dan George terlibat hubungan asmara di penghujung game. Jelas heran, karena keduanya seakan tak peduli satu sama lain di sepanjang permainan, sehingga nuansa romantis di akhir game seakan dipaksakan muncul begitu saja.

Ah, tak adil rasanya apabila saya hanya sibuk mengkritik game ini tanpa memujinya. Ada dua bagian yang layak diacungi jempol dalam game ini. Nuansa kartunis dalam Broken Sword semula terasa aneh untuk cerita seserius ini – sebelum saya menyadari bahwa Charles Cecil mungkin hendak memposisikan karakter George sebagai Tintin masa modern, dan gaya grafis seperti ini paling pas menghidupkan nuansa fantasi realistis yang diusung game. Juga, untuk pertama kalinya pemain diijinkan bermain dari sudut pandang Nico di beberapa bagian permainan. Bagian ini akan memberi petunjuk gamer menyingkap masa lalu Nico yang misterius.

SoT boleh dipuji oleh banyak kalangan sebagai game yang mendefinisikan dan membantu genre point-and-click adventure meraih popularitas lebih luas, toh saya pribadi masih lebih enjoy memainkan seri Monkey Island.

Final Verdict

Gameplay: 5.0
Banyak sekali teka-teki yang tidak masuk akal. Kontrolnya juga terasa kaku dan lambat. Tambahan puzzle dan back story untuk Nico malah lebih solid dan menarik dari cerita utamanya sendiri, walau terlalu pendek.

Graphic / Sound: 6.5
Gaya gambar 2Dnya indah (oleh Dave Gibbons yang adalah artis serial komik Watchmen) dan berhasil memisahkan Broken Sword dari kebanyakan game yang sudah berevolusi ke 3D, juga sukses menghidupkan Eropa yang kaya dengan nilai artnya. Kelemahannya adalah semua percakapan dan FMV dalam game ini bisu untuk versi DSnya.

Play Time: 5.0
Seperti kebanyakan point-and-click adventure, hanya ada satu alasan untuk memainkan game yang bisa ditamatkan dalam waktu 10 jam dalam playthrough pertamanya ini (5 jam kalau menggunakan guide): ceritanya. Tapi apa ada ya orang yang mau menyiksa diri main game ini sampai dua kali? Saya sih tidak.

Overall: 5.3

Game Details
Publisher: Revolution Software
Developer: Revolution Software
Genre: Point and Click

Comments (0)

Advertise Here
Advertise Here