Tag Archive | "Elementary"

Tags: , , , , , ,

Sherlock Holmes (2009)

Posted on 01 January 2010 by Si Tukang Review

Sherlock Holmes Poster

Sherlock Holmes Poster

Detektif fiksi paling terkenal di dunia ini bukan Batman. Bukan juga Hercule Poirot atau Miss Marple. Jelas juga bukan Conan Edogawa atau Kindaichi Kosuke. Kalau bicara soal detektif, tidak ada yang lebih terkenal dibandingkan sang tokoh Sherlock Holmes. Ketika teaser trailer dari Sherlock Holmes pertama kali diluncurkan, muncul dua macam reaksi dari para moviegoers. Kalangan pertama terang-terangan mencaci-maki film yang disutradarai Guy Ritchie tersebut dan mengatakan kalau karakter Sherlock Holmes dan Watson jauh di luar bayangan mereka. Kalangan kedua menerima versi re-imagining ini dan berharap bahwa duet Robert Downey Jr. dan Jude Law bisa mengejutkan mereka – sebagaimana Downey Jr. pernah melewati ekspektasi pengamat lewat penampilannya sebagai Tony Starks di Iron Man.

Sherlock Holmes adalah manusia yang mengatasnamakan ilmiah di atas segalanya. Dia dan Watson sudah dikenal sering membantu Scotland Yard dalam menyelesaikan berbagai perkara pelik. Perkara terakhir diselesaikan keduanya dengan menghentikan ambisi sinting seorang Lord Blackwood. Lord Blackwood adalah psikopat gila yang juga menjalankan sihir ilmu hitam. Sudah membantai lima gadis, saat ia hendak mengorbankan seorang wanita muda, Holmes dan Watson berhasil menghentikannya. Hukuman mati pun dijatuhkan kepada Blackwood.

Selesai? Nanti dulu. Tidak semudah itu. Pada saat-saat terakhir sebelum Blackwood dieksekusi gantung, ia mengancam Holmes bahwa ia akan kembali lagi menebar maut, dan ia memiliki kuasa dari punggawa-punggawa kegelapan, sesuatu yang tak bisa dihentikan oleh Holmes. Walaupun sempat diremehkan pada awalnya, kenyataan berbicara lain. Blackwood yang sudah dideklarasikan mati oleh Watson bangkit kembali! Kuburan Blackwood kosong pada hari ketiganya, dan ia dilihat sang petugas kuburan kembali hidup! Tentu saja tidak masuk logika bila ada orang yang sudah mati bisa hidup kembali. Holmes harus memeras otaknya dan menggunakan seluruh kemampuannya untuk memecahkan misteri ini dan menyelamatkan Inggris.

Ijinkan saya mengutip sebuah dialog dari Avatar: “It’s hard to fill a cup that’s already full”. Bila kamu adalah penggemar berat literatur novel Sherlock Holmes, ada kemungkinan besar kamu bakalan kecewa dan menemukan kelemahan film ini dari berbagai sisi (baca: mencari-cari kesalahan). Kenapa Sherlock Holmes bukannya tenang tapi malah slengean melulu? Kenapa Sherlock Holmes bisa berantem hajar-hajaran pakai otot ketimbang otaknya? Kenapa Watson tidak gendut tetapi malah kurus dan tinggi? Dan mungkin ada segudang kenapa lagi yang terlintas di otak kalian. Kebetulan saya sendiri tidak pernah membaca satupun cerita Sherlock Holmes sebelumnya sehingga menikmati film ini sebagai hiburan lepas yang seutuhnya.

Yang jelas patut saya apresiasi adalah duet dari Robert Downey Jr. dan Jude Law dalam peran mereka sebagai Sherlock Holmes dan Watson. Keduanya tidak hanya hebat dalam memerankan karakter mereka masing-masing, tetapi juga memiliki chemistry luar biasa ketika tampil berdua. Dialog-dialog banter tajam antara mereka sering membuat saya tertawa terbahak-bahak. Walau keduanya suka ‘bertengkar’, sekilas lihat saja dan kamu akan tahu bahwa keduanya juga sahabat baik yang dengan segera akan mempertaruhkan nyawa bila yang satunya terancam bahaya. Lord Blackwood diperankan oleh Mark Strong menjadi musuh utama dalam film ini, walaupun entah kenapa kehadirannya seakan terbayang-bayangi oleh sosok misterius Moriarty (jelas sekali sekuelnya sudah dipersiapkan). Untungnya latar belakang Blackwood sebagai praktisi ilmu sihir ditambah akting dingin Strong yang bertentangan dengan sisi ilmiah Holmes menjadikan Blackwood sebagai lawan sepadan sang detektif (atau setidaknya cukup mengisi waktu sang detektif sebelum sajian utamanya). Satu tambahan lagi sebagai pemanis layar adalah Rachel McAdams yang menjadi Irene Adler, satu-satunya gadis yang bisa mencuri hati sang detektif (apabila diperhatikan, hubungannya dengan Holmes dan sifatnya mirip sekali dengan Fujiko Mine dari serial anime / manga Lupin III).

Karena saya tidak pernah membaca novel Sherlock Holmes sebelumnya, saya mencoba-coba mencari beberapa detail dan informasi lebih lanjut mengenainya di Wikipedia. Ketika membacanya, saya kemudian sadar bahwa sebenarnya Guy Ritchie tidak seenak perut saja mengganti karakter Holmes. Beberapa ciri khas Holmes seperti kamarnya yang berantakan, dirinya yang anti-sosial, kebiasaannya menghisap pipa rokok, perhatiannya pada hal-hal kecil, sampai kejeliannya menganalisa sesuatu tetap ada. Penggemar yang khawatir bahwa film ini bakalan terlalu banyak pakai otot ketimbang pakai otak juga boleh membuang jauh kekhawatiran tersebut. Ya memang ada banyak adegan aksi sepanjang film ini, tetapi semua berfungsi untuk memajukan plot – bukan untuk sekedar keren atau memberi efek wah saja. Pada akhirnya suguhan utama dalam film ini tetap usaha Holmes memecahkan misteri kebangkitan dan rencana busuk Blackwood. Saya juga mengacungkan jempol untuk setting abad 18 Inggris yang dihidupkan film ini baik dari latarnya maupun dari musik-musik yang digubah Hans Zimmer. Zimmer kelihatannya bisa jadi komposer favorit saya tahun ini. Sesudah mempesona telingaku di Call of Duty: Modern Warfare 2 dengan musik perang yang patriotik, ia kembali membiusku dengan aransemennya (yang banyak memakai alat musik bagpipe dan corak Skotlandia) untuk film ini.

Walau kentara sekali bahwa film ini hanya appetizer untuk film-film Sherlock Holmes yang akan datang, saya puas dengannya. Lebih dari itu, saya sungguh berharap akan ada aktor yang lebih kompeten memerankan Professor Moriarty sebagai lawan setanding Sherlock Holmes (sekaligus untuk menghapus kenangan buruk sosok Moriarty dalam League of Extraordinary Gentlemen). Membayangkan Sherlock Holmes dan Professor Moriarty adu cerdik membuat saya ngiler; Bisakah menjadi duel kepintaran ala Batman dan Joker dalam The Dark Knight? Kita nantikan saja sama-sama.

Score: 8.1

Movie Details
Director: Guy Ritchie
Cast: Robert Downey Jr., Jude Law, Rachel McAdams, Mark Strong
Running Time: 134 Minutes

Comments (17)

Advertise Here
Advertise Here