<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rumah Si Tukang Review &#187; Duplicity</title>
	<atom:link href="http://tukangreview.com/tag/duplicity/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tukangreview.com</link>
	<description>a review a day takes your curiosity away</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 01:50:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Duplicity</title>
		<link>http://tukangreview.com/2009/07/19/duplicity/</link>
		<comments>http://tukangreview.com/2009/07/19/duplicity/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2009 13:10:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Si Tukang Review</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motion Picture]]></category>
		<category><![CDATA[Movie]]></category>
		<category><![CDATA[Clive Owen]]></category>
		<category><![CDATA[Duplicity]]></category>
		<category><![CDATA[Heist]]></category>
		<category><![CDATA[Julia Roberts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangreview.com/?p=1592</guid>
		<description><![CDATA[Saya selalu suka film-film heist yang cerdas. Film macam Inside Man atau Heat misalnya membantu membuat otak saya tetap bergerak ketika menonton film. Merupakan satu kebanggaan tersendiri ketika saya bisa menebak plot twistnya, dan merupakan kejutan yang menyenangkan bila sebuah film mampu menjungkir-balikkan perkiraanku. Duplicity adalah salah satu film seperti itu, menyajikan intrik-intrik penipuan kelas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1594" class="wp-caption alignnone" style="width: 210px"><a href="http://tukangreview.com/wp-content/uploads/2009/07/duplicity-poster.jpg"><img class="size-full wp-image-1594" title="Duplicity Poster" src="http://tukangreview.com/wp-content/uploads/2009/07/duplicity-poster.jpg" alt="Duplicity Poster" width="200" height="296" /></a><p class="wp-caption-text">Duplicity Poster</p></div>
<p>Saya selalu suka film-film <em>heist</em> yang cerdas. Film macam <strong>Inside Man</strong> atau <strong>Heat</strong> misalnya membantu membuat otak saya tetap bergerak ketika menonton film. Merupakan satu kebanggaan tersendiri ketika saya bisa menebak plot twistnya, dan merupakan kejutan yang menyenangkan bila sebuah film mampu menjungkir-balikkan perkiraanku. <strong>Duplicity</strong> adalah salah satu film seperti itu, menyajikan intrik-intrik penipuan kelas tinggi dibalut dengan drama asmara antara dua orang penipu yang terlibat di dalamnya.</p>
<p>Claire dan Ray pertama kali bertemu lima tahun sebelum film ini dimulai. Setelah Ray flirting dengan Claire, mereka berakhir dengan bercinta di kamar tidur. Kasihan buat si Ray, Claire adalah agen CIA yang menggunakan perasaan Ray untuk membiusnya lantas mengambil semua hasil penyelidikan Ray diam-diam. Ray &#8211; anggota MI6 &#8211; geram dan berusaha mencari tahu akan siapa sebenarnya si Claire. Lima tahun kemudian mereka bertemu kembali di New York saat Ray memulai pekerjaan barunya.</p>
<p>Keduanya kali ini tidak lagi menjadi agen pemerintah tetapi bekerja dalam satu grup pencari informasi (counter-intelligence). Equikrom dan Burkett &amp; Randle adalah dua perusahaan kelas kakap yang selalu bersaing secara intens. Kedua pemiliknya, Howard dan Garsik saling benci dan saling berusaha mencari tahu kelemahan perusahaan lainnya. Ketika Howard selaku CEO Burkett &amp; Randle menggelar konferensi intern perusahaan dan mengatakan bahwa ia akan menggarap produk baru yang mengubah pasaran, Garsik yang adalah CEO Equikrom jelas mencak-mencak.</p>
<p>Claire bertugas sebagai agen Equikrom yang menyelinap diam-diam di Burkett &amp; Randle sementara Ray bertugas di balik layar memonitor aksi Claire. Tapi bagaimana mengenai perasaan mereka dari lima tahun yang lalu?</p>
<p>Jujur saja apa yang saya tulis di atas benar-benar hanya <span style="text-decoration: underline;">garis besar</span> dari cerita film ini (bila saya tulis lebih dari ini sudah merupakan spoiler). Saran saya: jangan sekali-kali berkedip selama kamu menonton film ini. Tony Gilroy dengan cerdas meramu sebuah cerita yang benar-benar rumit di dunia intelegensi. Siapa yang bisa kamu percaya? Siapa yang tidak bisa kamu percaya? Selain memberi berbagai lapisan dan plot twist dalam ceritanya, Tony juga dengan cerdik bisa menyisipkan sebuah pertanyaan: bisakah ada cinta (yang membutuhkan kepercayaan) di antara dua agen yang terlibat di dunia penuh tipu muslihat ini?</p>
<p>Tentunya tema seperti ini tidak bisa sukses kalau tidak digawangi oleh pemain yang kompeten. Untungnya saja Clive Owen dan Julia Roberts adalah dua pemain watak yang unggulan. Menyaksikan bagaimana mereka berdialog menunjukkan bahwa mereka saling suka satu sama lain &#8211; tetapi juga takut untuk mengambil langkah lebih jauh mengingat keduanya juga bahwa mereka bisa saja ditipu oleh pihak lainnya. Chemistry keduanya unik &#8211; tidak seperti yang biasa kita tonton di film-film komedi romantis lainnya sehingga membuat kita tidak pernah tahu apakah mereka akan jadi pasangan atau justru musuh bebuyutan di akhir film. Selain keduanya, Tom Wilkinson dan Paul Giamatti juga sukses membuat penonton antipati dengan keduanya yang saling berseteru (tapi opening film yang menunjukkan mereka adu jotos secara slow-motion benar-benar kocak!).</p>
<p>Duplicity bukan film buat semua orang. Kalau kamu mengira Duplicity seperti film-film heist dengan plot sederhana dengan aksi-aksi ajaib seperti <strong>Ocean’s Trilogy</strong> &#8211; kamu salah besar. Kalau kamu suka film-film action macam <strong>Transformers</strong> yang bertujuan meledakkan semua barang di layar &#8211; lupakan film ini. Tapi kalau kamu suka film berat yang memacu otakmu berpikir atau menyukai film yang plotnya tidak kacangan serta bisa membuatmu melongo bergumam “oooo&#8230;” panjang di akhir film, nah, by all means please do watch this movie. It’s <em>that</em> entertaining.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Score</span>: <strong>7.9</strong></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Movie Details</strong></span><br />
Director: Tony Gilroy<br />
Cast: Julia Roberts, Clive Owen, Tom Wilkinson, Paul Giamatti<br />
Running Time: 125 Minutes</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangreview.com/2009/07/19/duplicity/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
