Roland Emmerich identik dengan satu hal: kehancuran dunia. Kelihatannya tidak ada sutradara Hollywood yang lebih terobsesi menghancurkan sesuatu ketimbang dirinya. Sejak pertama kali dikenal dunia melalui Independence Day, Emmerich hampir selalu berhasil meyakinkan para studio film untuk menggelontor dana sebanyak-banyak demi proyeknya. Hampir semua film yang kemudian dihasilkan dari tangannya identik dengan hancur-hancuran. Setelah alien menghancurkan dunia, Emmerich kemudian membawa Godzilla si kadal raksasa untuk ‘memakan’ New York. Belum puas ia menghadapkan dunia pada ancaman masa es di The Day After Tomorrow. Saya sangka itu sudah menjadi puncak dari keedanan Emmerich. Ternyata saya salah.
Mendekati tahun 2012 yang akhir-akhir ini lagi ngetren disebut akhir dunia, Emmerich mengangkat film dengan judul yang sama. Bagaimana penggambaran kiamatnya Emmerich? John Cusack yang berperan sebagai lakon utama film ini berkomentar bahwa ini adalah film bencana terbesar karena semuanya ada di sini. Lengkap. Gempa, gunung meletus, tsunami, salju longsor, semuanya. Cusack bahkan berani berkata kalau film bencana lain yang mau dibuat setelah 2012 harus pikir-pikir lagi mau membuat bencana macam apa buat menyaingi film kiamatnya dunia ini. Sesumbar sih boleh saja, tapi pembuktiannya di layar lebar bagaimana?
Pada tahun 2009, seorang ilmuwan India menemukan keanehan pada reaksi matahari, ia segera melaporkan penemuannya itu kepada sesama rekan ilmuwan . Setelah melalui penjelasan ilmiah, ditemukan bahwa pada tahun 2012 dunia akan mengalami serangkaian bencana alam yang berujung pada kiamatnya dunia. Begitu menyadari hal ini, semua pemimpin dari negara-negara maju di dunia bersatu dan berpacu dengan waktu untuk mencari jalan solusi kiamat ini. Hanya saja untuk menjaga supaya masyarakat tidak panik, semua pemerintahan bersekongkol untuk tidak menyebarkan berita ini kepada kalangan luas. Dan akhirnya tahun 2012 pun tiba. Apa yang akan terjadi pada dunia? Bisa selamatkah manusia dari bencana ini?
Film ini bisa dibilang dibagi dalam dua perspektif. Perspektif pertama adalah reaksi pemerintah untuk menyelamatkan dunia di bawah pimpinan Adrian Helmsley (rekan ilmuwan yang diberi tahu oleh sang ilmuwan India bahwa dunia akan berakhir). Perspektif kedua adalah perjuangan keluarga Curtis untuk menyelamatkan diri di tengah kehancuran total dunia di sekeliling mereka. Kedua skenario ini berpapasan sekali di awal film dan bertemu lagi pada klimaks penghujung film. Setelah begitu banyak film bencana yang fokus hanya pada bencana dan bukan pada karakter di dalamnya, saya lega bahwa film ini memiliki banyak sekali karakter yang memorable di dalamnya. Jalinan ceritanya juga cukup kuat, walaupun 2012 secara konstan menyorot banyak karakter yang berbeda-beda. Di tengah begitu banyak orang kalang kabut di tengah bencana, karakter terbaik film ini jatuh pada Chiwetel Ejiofor yang memerankan sosok Adrian Helmsley - satu-satunya tokoh yang berhasil memadukan otak dan hati dalam menghadapi kiamatnya dunia.
Toh, mari kita akui saja bahwa kita tidak masuk ke dalam ruang bioskop 2012 dan berharap pada jalan ceritanya bukan? Dalam hal ini, bualan Cusack memang benar. Sekitar 30 - 40 menit pertama film ini digunakan oleh Emmerich untuk memperkenalkan karakter-karakter dalam film ini. Setelahnya penonton disuguhi bencana demi bencana demi bencana demi bencana. Tapi tak satupun dari adegan bencana itu yang membosankan karena Emmerich selalu berhasil memberinya angle yang berbeda. Ketika melihat California digoncang gempa terbesar sepanjang sejarah manusia, saya tanpa sadar mencengkeram pegangan kursi saya kencang-kencang. Terakhir saya melakukan hal itu adalah pada adegan saat Spider-man menahan jatuhnya kereta di Spider-man 2 empat tahun lampau. Melihat taburan efek visual di film ini, saya berani garansi kalau 2012 adalah film dengan spesial efek terbaik tahun ini (mungkin hanya akan disaingi oleh Avatar-nya James Cameron, karena jelas Transformers: Revenge of the Fallen lewat).
Saya akan tutup review ini dengan sebuah saran. Jangan lewatkan film ini di layar lebar. Kamu boleh saja menontonnya untuk kali kedua di rumah via DVD atau Bluray, tetapi tetap takkan memberi pengalaman yang sama kala menontonnya di layar lebar. Film seperti inilah yang memberi alasan buatku pergi menonton bioskop lagi. Saya membawa mobil dari Solo ke Jogja pulang pergi tiga jam. Mengantri selama hampir satu jam. Menunggu sampai empat jam. Semua demi nonton 2012. Dan wow… ga ada penyesalan sama sekali untuk film dengan spesial efek terbaik tahun ini.
Score: 8.5
Movie Details
Director: Roland Emmerich
Cast: John Cusack, Amanda Peet, Lian James, Morgan Lily
Running Time: 158 Minutes










