Tag Archive | "Darkbring"

Tags: , , ,

Rave

Posted on 19 May 2009 by Si Tukang Review

Rave Cover

Rave Cover

Karya manga yang dikenal di Jepang sebagai Groove Adventure Rave dan di Amerika sebagai Rave Master adalah salah satu manga shounen yang paling berkesan bagiku. Apa pasal? Ketika saya dulu tinggal di Jakarta dan masih menjadi seorang otaku, serial anime pertama yang kubeli dari pertama hingga tamat adalah Rave. Endingnya yang gantung membuat saya menjadi penasaran selama bertahun-tahun, sebelum manganya kemudian diterbitkan oleh Elex beberapa tahun kemudian. Semenjak saat itu, saya pun terus setia mengikuti (sekaligus berusaha meracuni) teman-temanku dengan serial Rave. Sebenarnya apa sih cerita Rave ini?

Ketika seekor binatang engga jelas bernama Plue ditemukan Haru Glory di Garage Island, Haru tak menyangka bahwa ia akan menjadi seorang Rave Master. Keberadaan batu suci Rave bisa ditelusuri dari sejarah perang besar 50 tahun lalu. Konon, ada sebuah batu representasi kegelapan bernama Darkbring yang mengancam kedamaian. Untuk menangkal dan melawan Darkbring, diciptakanlah batu suci bernama Rave oleh seorang gadis bernama Resha Valentine. Shiba, seorang prajurit biasa terpilih menjadi Rave Master yang pertama.

Walau rekan Shiba satu demi satu gugur, Shiba bisa bertahan untuk akhirnya berhadapan dengan ‘ibu’ dari semua Darkbring: Sinclair. Karena Shiba kelelahan, serangannya gagal menghabisi Sinclair secara sepenuhnya – dan yang terjadi justru sebuah ledakan besar yang menghancurkan sepersepuluh bagian dunia. Perlahan generasi berganti, dan dunia mulai lupa akan insiden tersebut. Yang tak disangka oleh Haru adalah Plue sebagai guardian Rave memilihnya menjadi Rave Master kedua. Haru yang menerima nasibnya pun harus mulai bergerak mengumpulkan semua batu suci Rave, dan menghentikan Darkbring. Dalam perjalanan, Haru akan bertemu dengan sahabat-sahabat seperjuangan dan musuh-musuh yang menggunakan Darkbring dan hendak menghentikannya.

Sebagai mangaka debutan, saya harus akui kalau karya Mashima ini terlihat belum terpoles, terutama pada edisi-edisi awal. Apabila kalian membandingkan artwork di nomer-nomer awal Rave dan artwork di Fairy Tail (manga garapannya sekarang), niscaya kalian akan sadar bagaimana Mashima telah berkembang selama sepuluh tahun terakhir. Lantas apa yang membuat Rave bisa bertahan begitu lama (35 volume!)? Mungkin itu dikarenakan konsep cerita Mashima. Percaya atau tidak, cerita fantasi dalam benak Mashima yang dituturkan melalui Rave bisa disetarakan dengan kerumitan One Piece dan Naruto. Hal ini terlihat semakin jelas di volume-volume akhir di mana Mashima perlahan-lahan membuka misteri-misteri yang menyelubungi Rave.

Selain cerita dan konsep, Mashima juga jagonya melahirkan karakter-karakter ajaib. Tidak semua eksperimen Mashima berhasil tentu saja; bahkan Plue yang dijadikan maskot Rave saja termasuk eksperimen gagal Mashima di mataku. Tapi untuk setiap satu Plue yang gagal, Mashima juga sukses melahirkan karakter orisinil macam Lazenby si superhero tolol atau Ruby si penguin dodol (jangan lupakan juga trio penjahat pantat besar!). Sayangnya untuk Rave, Mashima terlalu memecah fokus pada karakter-karakter sampingan sehingga lupa terhadap karakter utamanya sendiri. Lihat saja Elie, Musica, Let, Sieghart bahkan Ruby yang masing-masing memiliki cerita latar belakang mereka sendiri. Lantas bandingkan dengan Haru yang setelah story arc pertama (melawan Demon Card) praktis tersisih. Haru hingga kini masih masuk dalam daftar karakter utama yang benar-benar underdeveloped (kurang tergarap) buatku.

Beberapa konsep Rave yang seperti saya katakan tadi: menarik, juga gagal dimaksimalkan oleh Mashima di sini. Misalnya Rave itu sendiri. Apa sih fungsinya dia? Jujur saja, tidak ada pengaruh signifikan Rave dalam pertarungan kan? Kalah jauh bila dibandingkan dengan Darkbring milik para musuh yang fungsinya jelas. Konsep lain yang juga gagal adalah The Ten Commandments milik Haru. Pedang sepuluh jenis ini berapa yang dipakai Haru dalam pertarungan? Tidak banyak. Paling-paling Explosion. Jenis-jenis lain hanya sesekali muncul (biasanya dalam kemunculan perdananya) dan tidak lagi terpakai setelahnya; seakan-akan Mashima kurang kreatif menggunakan bentuk-bentuk pedang itu dalam merancang koreografi pertarungan Haru melawan musuh-musuh yang lain.

Sekali lagi, lepas dari kelemahan dan kelebihan yang ada, Rave tetap salah satu shonen manga paling mengesankan yang pernah kubaca. Bila kalian bosan dengan trio One Piece, Naruto, dan Bleach yang masih belum jelas ujungnya, coba saja nikmati Rave yang sudah tamat. Manga pertama Mashima mungkin bukan karya terbaiknya, tetapi dari sinilah Mashima berkembang menjadi salah satu mangaka terbaik dunia Shounen sekarang.

Score: 7.2

Manga Details
Writer: Hiro Mashima
Penciller: Hiro Mashima
Publisher: Kodansha Company
Volume: 01 – 35

Comments (2)

Advertise Here
Advertise Here