Tag Archive | "Crisis"

Tags: , , , , , , , ,

Justice League: Crisis On Two Earths

Posted on 05 March 2010 by Si Tukang Review

Justice League: Crisis On Two Earths DVD Cover

Justice League: Crisis On Two Earths DVD Cover

Sebuah film animasi direct-to-DVD yang baru lagi dari DC! Kelihatannya film animasi sekarang telah menjadi media yang tepat untuk mentranslasikan serial-serial komik DC dan Marvel. Justice League: Crisis on Two Earths merupakan titel yang spesial karena untuk pertama kalinya DC mengangkat kata ‘Crisis’ yang sinonim dengan judul-judul besar ke layar lebar.  Seperti halnya Green Lantern: First Flight yang dirilis beberapa waktu lalu, Crisis on Two Earths menanamkan benih krisis lebih besar yang nantinya akan mengancam seluruh multiverse DC.

Kalau kalian belum terlalu familiar dengan konsep multiverse DC, saya sarankan untuk membaca review saya mengenai graphic novel Crisis on Infinite Earths, Infinite Crisis, dan 52. Kelamaan apabila saya harus menjelaskan lagi mengenai asal muasal dan arti multiverse. Intinya universe yang pembaca komik kenal selama ini tidak hanya satu. Di jagad raya yang kita kenal sekarang ini Superman, Batman, Wonder Woman, dan para jagoan lain membentuk Justice League dan merupakan pelindung bumi. Akan tetapi, belum tentu kenyataan begitu sama di setiap jagad raya lainnya.

Pada awal film ini, diperlihatkan Lex Luthor dan The Joker tengah bekerja sama untuk membobol sebuah brankas rahasia. Lagi-lagi rencana iblis? Tunggu dulu. Ada yang aneh. Di sini Joker mendadak saja mengorbankan diri supaya Lex bisa lolos dari kejaran musuh mereka. Lebih anehnya lagi, para superhero yang muncul dengan kejinya membunuh The Joker yang sudah tidak berdaya melawan. Ini karena dunia yang kita lihat bukanlah dunia kita biasa melainkan sebuah dunia lain bernama Earth-Two. Di sini peran masing-masing karakter terbalik. Lex Luthor dan The Jester (versi The Joker dunia ini) adalah pemimpin Justice League sementara Ultraman (Superman), Owlman (Batman), Superwoman (Wonder Woman), dan yang lainnya justru membentuk liga kejahatan yang bernama Crime Syndicate of America (CSA).

Lex yang terdesak menggunakan barang yang tadinya dicuri dari brankas untuk pindah dimensi ke dunia para superhero DC. Walaupun semula sempat terjadi salah sangka (maklum, Lex Luthor kan penjahat besar di dunia ini), Superman dan anggota Justice League lain bersedia untuk membantu Lex. Permasalahan ternyata jauh lebih pelik daripada yang dibayangkan semula. Di dunia Earth-Two, bahkan para penduduk bumi sudah ketakutan dan tidak berani melawan para CSA. Satu-satunya yang menghentikan CSA mengambil alih pemerintahan adalah senjata nuklir yang siap diledakkan oleh sang presiden apabila CSA melakukan kudeta. Tambahan lagi, Owlman (kembaran Batman) ternyata memiliki adegan terselubung…

Secara keseluruhan, saya lebih puas dengan Crisis on Two Earths dibandingkan percobaan DC sebelumnya (Superman/Batman: Public Enemies). Pertarungan demi pertarungan yang disajikan kali ini juga lebih kreatif mengingat ada lebih banyak karakter yang tergabung di sini. Walau penuh dengan baku hantam di sana-sini, Crisis on Two Earths tidak melupakan cerita. Satu hal terpenting yang akhirnya berhasil diangkat film ini adalah menahbiskan konsep multiverse di bumi. Konsep dunia paralel ini dijelaskan kepada penonton oleh Owlman (dalam adegan di mana ia menjelaskan pada Superwoman) dengan sangat jelas sehingga semua orang pasti bisa mengertinya. Ini tentu membuka jalan crossover-crossover yang lebih megah lagi di masa mendatang. Crisis on Infinite Earths anyone?

Crisis on Two Earths ini juga tentunya tidak sempurna. Beberapa karakter seperti Green Lantern atau Wonder Woman seakan hadir sebagai tempelan saja di film ini sementara Martian Manhunter dan Batman lebih dikedepankan. Mungkinkah ini karena Green Lantern dan Wonder Woman sudah pernah mendapatkan feature filmnya sendiri? Omong-omong soal sosok Green Lantern, saya menerima dengan baik perubahan karakter dari John Stewart ke Hal Jordan. Maaf bung Stewart, but Hal Jordan really is the greatest GL ever.

Meski demikian, perubahan para pengisi suara film ini tidak saya terima dengan baik. Untuk pertama kalinya pengisi suara film ini adalah nama-nama yang sama sekali tidak familiar di telinga saya. Siapa itu Mark Harmon? Vanessa Marshall? James Woods? Ke mana Kevin Conroy? Keri Russell? Tim Daly? Saya sangat kecewa para karakter yang biasa mengisi suara para anggota Justice League ini absen secara misterius. Walaupun para pengisi suara film ini tidak buruk-buruk amat, mereka masih kalah kelas dengan para pengisi suara terdahulu yang sudah memiliki pengalaman dan intimasi dengan karakter-karakter superhero DC. Satu-satunya yang memiliki kualitas di atas rata-rata hanyalah James Woods yang mengisi suara Owlman.

So my verdict is… apabila kamu penggemar komik-komik DC, apa lagi yang kalian tunggu? Segera buru film ini karena dijamin takkan mengecewakanmu!

Note: Saya menonton versi bajakannya, untuk versi aslinya ada bonus animasi pendek mengenai The Spectre, salah satu sosok terkuat di karakter DC yang adalah roh pembalas dendam. Oh ya, Sam Liu yang menyutradarai film ini juga menyutradarai film Planet Hulk.

Score: 7.5

Movie Details
Director: Lauren Montgomery, Sam Liu
Cast: Mark Harmon, James Woods, Chris Noth, William Baldwin, Gina Torres
Running Time: 75 Minutes

Comments (0)

Tags: , , , , ,

Infinite Crisis

Posted on 10 May 2009 by Si Tukang Review

Infinite Crisis Cover

Infinite Crisis Cover

Catatan: Mengingat Infinite Crisis merupakan sekuel langsung dari Crisis on Infinite Earths, maka dalam review ini saya terpaksa menspoilerkan ending dari Crisis on Infinite Earths. Consider yourself warned.

Ada-ada saja DC.

Setelah hampir 20 tahun kisah Crisis on Infinite Earths tidak diutak-atik ternyata DC gatal juga untuk menjadikannya kembali sebagai sapi perah uang mereka. Mulailah para eksekutif DC merancang cara untuk membuka kembali kisah yang sudah lama tertutup itu. Semuanya diawali dengan kematian Donna Troy (Wonder Girl) di tangan Cyborg Superman. Kematian ini kemudian memicu even-even lain yang pertamanya nampak seakan tak berkaitan, tetapi menyatu perlahan-lahan. Lantas di tahun 2004 Identity Crisis terjadi, membuka misteri, sekaligus menunjukkan perpecahan dalam tubuh Justice League. Satu even lain yang patut dicatat adalah hadir kembalinya Hal Jordan – sang Green Lantern paling terkenal di sejarah – dalam dunia DC. Setelah semua pion mereka siap di tempat, DC pun langsung tancap gas.

Sebelum Infinite Crisis terjadi, DC semula menyiapkan momentum mereka dengan menggelar empat mini-seri yang masing-masing berjumlah enam volume. Keempat mini-seri itu adalah: The OMAC Project, Rann-Thanagar War, Day of Vengeance, dan Villains United. Tidak hanya keempat mini-seri itu, karena DC menjanjikan event besar-besaran maka tie-in dari Infinite Crisis pun segudang. Hampir semua komik yang terbit di saat itu mulai dari Superman, Batman, Wonder Woman, Flash, Green Lantern, sampai Teen Titans dan lainnya terkait dengan kisah dalam Infinite Crisis. Ini jugalah yang dikritik para pembaca. Mereka merasa kalau DC seakan-akan memaksa mereka untuk membeli semua komik tie-in untuk benar-benar paham mengenai apa yang terjadi dalam Infinite Crisis. Dalm hal itu, saya akui mereka benar. Saya membaca House of M (even Marvel di 2005) dan Infinite Crisis di saat yang bersamaan ketika saya baru pertama kali mengikuti komik US. Hasilnya: saya tidak kesulitan mengikuti kisah dalam House of M, tetapi Infinite Crisis dengan segudang karakter di dalamnya sudah membuat saya hilang arah baru masuk di buku keduanya! Baru setelah saya membacanya ulang beberapa bulan kemudian (dan level pengetahuan komik DC saya sudah naik) saya baru bisa menghargai kerumitan karya Geoff Johns tersebut.

Di akhir Crisis on Infinite Earths, Anti-Monitor berhasil dikalahkan dengan kekuatan gabungan dan pengorbanan para superhero. Sayangnya ketika universe tunggal terbentuk, tidak ada lagi di antara para superhero dulu ingat mengenai apa yang terjadi – kecuali beberapa orang saja. Mereka juga tidak ingat bahwa di akhir pertempuran itu ada empat orang survivor yang tidak ikut ke universe tunggal bersama mereka – tetapi ke sebuah dimensi khusus lainnya. Keempat survivor itu adalah: Superman Earth-Two, Lois Lane Earth-Two, Superboy Earth-Prime, dan Lex Luthor Earth-Three. Mereka merasa bahwa dunia mereka sudah hilang dihancurkan oleh Anti-Monitor dan tidak ingin lagi berbaur dengan dunia yang baru. Mengawasinya dari dimensi khusus yang begitu aman dan tenteram, keempatnya menjadi geram melihat pergerakan era dunia baru itu.

Pertentangan idealisme terjadi antara Batman dan Superman, para superhero saling tidak mempercayai satu sama lainnya, para villain bertindak semena-mena dan brutal… keempatnya – terutama Superman Earth-Two pun bertanya dalam hati: “apakah begini jadinya hasil dari pengorbanan kita?“. Dibantu oleh Superboy Earth-Prime dan Lex Luthor Earth-Three, mereka pun membuka jalan kembali ke dunia DC kini. Tapi apakah mereka sanggup membenarkan dunia DC yang sudah berantakan ini?

Seperti yang sudah saya tulis di atas, jangan coba-coba mengikuti Infinite Crisis kalau kamu baru pertama kali membaca komik US. Kenalkan dirimu terlebih dahulu dengan para superhero yang terlibat di dalamnya, dengan sejarah DC sebelumnya, dan dengan Crisis-Crisis yang terjadi sebelumnya. Di luar itu, kalau kamu sudah diperlengkapi dengan pengetahuan yang benar, Infinite Crisis adalah sebuah perjalanan yang menarik yang sekali lagi mengubah dunia DC di tahun-tahun mendatang.

Di akhir Infinite Crisis, banyak komik DC yang settingnya langsung melompat ke setahun mendatang; ditandai dengan label ‘One Year Later‘ (OYL). Apa-apa saja yang terjadi pada dunia DC selama jeda satu tahun itu diliput dalam sebuah proyek komik mingguan proyek coba-coba DC yang dinamai 52 (karena berjalan selama 52 minggu dan per edisi meliput satu minggu). 52 juga laris manis di pasaran dan tanpa disangka menjadi bagian penting dari sejarah DC… but that’s a review for another time.

Score: 8.1

Graphic Novel Details
Writer: Geoff Johns
Penciller: Phil Jimenez, Jerry Ordway, George Perez, Ivan Reis
Publisher: DC Comics
Volume: 01 – 07

Comments (0)

Tags: , , ,

Crisis On Infinite Earths

Posted on 09 May 2009 by Si Tukang Review

Crisis on Infinite Earths Cover

Crisis on Infinite Earths Cover

Sebelum 1986, DC memiliki satu masalah besar. Cerita kontinuitas DC kian lama kian njelimet. Ini tidak lepas dari sejarah panjang komik DC. Sudah ada semenjak tahun 1930an, karakter macam Superman atau Batman memiliki sejarah yang sangat panjang dari tangan komikus yang berbeda-beda. Selain itu, komik DC memiliki banyak universe (dunia), tiap dunia memiliki jagoan mereka sendiri – Superman mereka sendiri, Batman mereka sendiri. Konsep ini kemudian populer dengan sebutan ‘multiverse‘. Karuan saja para pembaca baru menjadi malas mengikuti komik DC, dan memilih mengikuti Marvel yang ceritanya lebih terstruktur dan sederhana.

Lantas bagaimana pemecahan masalah ini bagi DC? Jawabannya: duet Marv Wolfman dan George Perez. DC menggarap sebuah crossover besar-besaran dan menjamin para pembacanya bahwa tidak akan ada yang sama lagi setelah even bernama ‘Crisis on Infinite Earths‘ terjadi. Tujuan DC hanya satu: ‘multiverse’ harus hilang; di DC hanya boleh ada satu dunia; dan Crisis on Infinite Earths adalah jembatan yang harus diseberangi untuk sampai ke dunia tersebut.

Alkisah di multiverse terdapat satu sosok omnipoten (maha-kuasa) bernama Monitor. Secara konstan, Monitor ini menyediakan musuh untuk dilawan oleh para superhero. Walau terlihat jahat pada awalnya, tujuan Monitor ini sesungguhnya adalah mempersiapkan para superhero di segenap jagad raya akan adanya krisis di hadapan mereka. Bila ada cahaya – pasti ada kegelapan. Bila ada sosok Monitor yang menjaga multiverse, ada sosok Anti-Monitor yang bertujuan untuk menghancurkan segalanya. Ketika panggung Crisis dibuka, Monitor pun memanggil dan menyatukan para superhero untuk menghadapi Anti-Monitor. Tetapi cukupkah kekuatan mereka untuk menghentikan sang Anti-Monitor?

Terlepas dari apakah kalian menyukai cerita ini atau tidak, Crisis on Infinite Earths terbukti sukses secara kualitas dan finansial. Banyak kritikus di masa itu memuji saga ini sebagai langkah cerdik DC untuk merebut kembali perhatian pembaca. Iapun laris manis di pasaran karena para pembaca jadi penasaran mengenai apa yang bakalan terjadi di dunia DC? Ingat – di saat itu ketika publisher menjanjikan sesuatu berubah, ia sungguh berubah; bukan seperti sekarang ketika seorang superhero mati untuk maksimal jangka waktu empat sampai lima tahun sebelum nantinya dihidupkan kembali.

Begitu pentingnya tonggak sejarah ini bagi DC, semua komik DC direboot ulang mulai saat ini. Maka dari itu, komik DC yang kalian kenal sekarang ini disebut juga komik post-crisis; berbeda dengan komik tahun 30 – 70an yang disebut pre-crisis. Dunia DC menjadi dunia yang lebih gelap (tidak ada lagi Superman dan Batman tertawa riang bersama sambil menangkapi penjahat, yang ada malah bentrokan dua idealisme yang berbeda antara seorang dewa dan manusia). Saya percaya bahwa tidak hanya untuk DC sajalah kisah ini penting, ia juga penting bagi tonggak sejarah komik secara keseluruhan. Bila kalian ingin mengenali dunia DC lebih baik, pastikan untuk membacanya!

Score: 7.2

Graphic Novel Details
Writer: Marv Wolfman
Penciller: George Perez
Publisher: DC Comics
Volume: 01 – 12

Comments (1)

Advertise Here
Advertise Here