Ketika Metal Gear Solid (MGS) dirilis di Playstation, karya Hideo Kojima ini langsung melejit menjadi salah satu franchise game terbesar sepanjang masa. Walaupun ceritanya merupakan bagian ketiga (diawali dengan dua game Metal Gear di konsol MSX2) hampir semua orang mulai mengenal nama Metal Gear setelah seri ketiganya. Apa yang membuat MGS di Playstation begitu terkenal? Ada yang bilang genre stealthnya adalah sesuatu yang unik di jaman itu. Ada yang bilang cutscenenya membuat ini lebih terasa seperti film ketimbang game. Ada yang bilang jalan ceritanya keren, penuh plot twist dan tidak kalah bersaing dengan James Bond atau film spionase lainnya. Dan ada segudang alasan lainnya. Bahkan Hideo Kojima sendiri mengakui bahwa ia sengaja tidak melanjutkan franchise Metal Gear di generasi 16-bit karena merasa bahwa visinya tidak bisa direpresentasikan secara maksimal dengan teknologi SNES dan Genesis.
Ketika kemudian muncul pemberitaan bahwa ada sebuah game Metal Gear direncanakan untuk handheld GBC, penggemar franchise ini terbagi menjadi dua. Sebagian mendukung keberanian dari Konami merilisnya di handheld yang jauh lebih inferior ketimbang konsol, sebagian lagi menilai bahwa Konami hanya ingin mengeruk untung sembari mempertahankan minat pasar, apalagi karena Metal Gear Solid 2: Sons of Liberty masih mengalami penundaan rilis di PS2. Toh, semua orang penasaran dengan game ini. Bagaimana hasilnya game yang judul aslinya sebenarnya Metal Gear: Ghost Babel ini?
Sebelum kalian kebingungan (karena kronologi Metal Gear sendiri cukup rumit) saya ingin menjelaskan bahwa Ghost Babel (saya akan menyebut game ini sebagai Ghost Babel supaya tidak terjadi kesalahpahaman dengan MGS di Playstation) bersetting di dunia alternatif. Seperti MGS merupakan sekuel dari dua game pertama Metal Gear di MSX2, Ghost Babel adalah masa depan alternatifnya. Oleh karena itu walau beberapa karakter dari MGS seperti Kolonel Roy Campbell dan Mei Ling muncul, mereka bukanlah orang yang sama yang kamu kenal di MGS Playstation.
Tujuh tahun sudah berlalu semenjak even di Metal Gear dan Solid Snake masih mengasingkan dirinya di Alaska. Toh dunia luar tidak membiarkannya pensiun begitu saja. Sahabat lama Snake, kolonel Campbell datang dan meminta Snake kembali turun ke medan perang karena krisis internasional telah terjadi. Setelah keberhasilan Snake menghancurkan Metal Gear dan Outer Heaven, ternyata sebuah prototipe Metal Gear baru bernama GANDER kini dikuasai oleh komplotan ekstremis bernama “Gindra Liberation Front” / GLF / Front Pembebas Gindra. Dengan peluncur nuklir berjalan di tangan mereka, komplotan ini kemudian menekan pasukan perdamaian menarik diri dari tanah Gindra.
Dalam infiltrasinya kali ini, Snake tidak sendiri karena sebuah kelompok militer bernama Delta Force sudah terlebih dahulu dikirim ke sana. Toh, begitu Snake sampai ia diberitahu oleh seorang gadis bernama Chris Jenner bahwa Delta Force dibokong dan semua anggotanya sudah dihabisi – tinggal Chris yang tersisa. Kini, keduanya harus bekerja sama untuk menghentikan GLF dan dalam prosesnya mengungkap rahasia politik kelam antara Gindra dan Amerika.
Seperti kebanyakan game Metal Gear lainnya, jangan harap kalau cerita dalam Ghost Babel sederhana yang saya tulis di atas. Ia penuh dengan intrik politik kelas tinggi dan plot twist yang – hampir pasti – tidak pernah kamu sangka. Jalan cerita ambisius ini menunjukkan kalau Konami tidak main-main menggarapnya. Dengan media jauh lebih minimalis (mana mungkin GBC memiliki cutscene ala Playstation?) dialog menjadi unsur utama untuk menghidupkan cerita dan Ghost Babel menyuguhkan dialog-dialog kelas tinggi kepada kita. Tidak ada lagi kesalahan translasi seperti yang terjadi ketika Metal Gear pertama diport ke NES dulu.
Gameplay game ini juga menunjukkan kesungguhan Konami dalam menangani franchise terbesarnya ini. Game ini terbagi menjadi 13 level yang meletakkan Snake di posisi-posisi tertentu di Gindra. Hal ini bisa dimengerti karena keterbatasan cartridge GBC tidak memungkinkan semua arena bebas dijelajahi oleh Snake begitu saja. Walau begitu semua unsur stealth dari kotak bersembunyi, masker gas, berbagai senjata tetap ada di sini. AI musuh juga cukup cerdas untuk mencari Snake bila mereka merasa curiga. Pertempuran dengan para bosnya memorable dan tidak kalah dengan versi Playstationnya. Bahkan kalau kamu masih menginginkan lebih dari sekedar game utamanya sendiri, Ghost Babel menawarkan misi VR Training (Virtual Reality) dan bermain VS Battle bersama temanmu yang punya game ini juga.
Grafis dan suara game ini adalah yang terbaik untuk GBC. Konami memaksimalkan cartridge GBC yang terbatas dengan variasi warna yang menghidupkan karakter-karakter dalam game ini. Menilik bagaimana ada lebih dari 10 karakter (semua dengan artwork yang berbeda), stage-stage yang begitu luas, sampai detailnya sprite karakter dalam permainan, saya tidak berlebihan bila mengatakan grafis Ghost Babel mungkin yang tersolid untuk GBC. Musiknya juga ditangani langsung oleh Norihiko Hibino dan Kazuki Muraoka. Kesuksesan Norihiko Hibino menangani game ini kemudian membuatnya diangkat sebagai bagian dari grup komposer tetap di serial-serial Metal Gear berikutnya yang dikepalai oleh Harry Gregson-Williams.
Metal Gear Solid atau Ghost Babel untuk GBC adalah contoh sempurna bagaimana membuat sebuah game untuk handheld. Sampai saat ini pun ia masih masuk dalam sepuluh besar dari game handheld favoritku. Walau tidak ditangani oleh Kojima sendiri, Ghost Babel memiliki semua elemen yang membuat franchise ini begitu terkenal pada awalnya. Tunggu apa lagi? Mainkan game ini!
Final Verdict
Gameplay: 10
Konami memberi bukti bukan janji kosong belaka. Mereka mengatakan bahwa mereka akan membawa sensasi Metal Gear di dunia portable dan hasilnya memang Metal Gear yang bisa dibawa di saku kita.
Graphic / Sound: 9.0
Walaupun GBC tidak bisa menghasilkan cutscene untuk bercerita seperti di konsol, itu bukan berarti grafis dan suara Ghost Babel buruk. Sebaliknya saya percaya bahwa kualitas audio visualnya masih yang terbaik yang pernah dirilis di GBC selama ini.
Play Time: 9.5
Cerita utamanya sendiri memakan waktu kurang lebih lima sampai enam jam untuk dimainkan. Tapi ada kemungkinan kamu akan memainkannya lagi begitu menamatkannya sekedar untuk mengikuti intrik ceritanya. Setelah bosan dengan jalan cerita utamanya pun ada ratusan misi VR yang bisa kamu jalani, atau kamu bisa berduel dengan temanmu bila ia juga memiliki GBC dan game yang sama.
Overall: 9.7
Game Details
Developer: Konami
Publisher: Konami
Genre: Stealth Action
Note: Review ini sekaligus menutup satu bulan penuh Retro Month yang membahas lima game dari NES, SNES, Genesis, dan Game Boy. Semoga dengan review-review ini bisa membawa kalian kembali pada masa-masa klasik, mulai dari kebetean karena memainkan game yang buruk (dan merasa tertipu membelinya karena di jaman itu tidak ada internet), sampai kecanduan memainkan game keren berjam-jam baik sendirian maupun bersama teman sampai ortu ngamuk dan menyita gamemu hanya boleh dimainkan di saat kamu liburan sekolah. Oops, kok jadi curhat pribadi?








