Tag Archive | "Chihiro"

Tags: , , , , , , , , , ,

Spirited Away

Posted on 15 October 2009 by Si Tukang Review

Spirited Away Poster

Spirited Away Poster

Semua film Hayao Miyazaki mendapatkan pujian pengamat, tetapi ada dua titel yang bisa dibilang mencolok di antaranya. Yang pertama adalah Princess Mononoke, yang digadang-gadang oleh Roger Ebert sebagai Star Wars-nya dunia animasi, dan Spirited Away yang adalah film animasi kedua yang memenangkan penghargaan Best Animated Feature di ajang Academy Award tahun 2002. Spirited Away tidak hanya sukses di mancanegara tetapi juga di Jepang. Sampai sekarang, Spirited Away tercatat sebagai film terlaris sepanjang masa di Jepang! Dengan begitu banyak gaung positif mengenai film ini, saya jadi khawatir ketika pertama kali menontonnya. Apakah jangan-jangan ekspekstasi saya yang terlalu berlebihan justru menjadi bumerang?

Gadis berusia 10 tahun bernama Chihiro ngambek ketika orang tuanya membawanya pindah ke kota lain. Pindah kota tidak pernah merupakan hal yang mudah, apalagi buat anak semuda Chihiro. Ia harus keluar dari zona amannya, dari lingkungan dan teman-teman lamanya untuk pergi ke lingkungan baru. Di tengah perjalanan, perjalanan Chihiro dan orang tuanya mengalami hambatan ketika sang ortu tersasar ke sebuah lorong yang panjang. Tanpa mengindahkan peringatan Chihiro yang tidak setuju melalui lorong tersebut, kedua orang tuanya tetap saja melaluinya.

Chihiro dan kedua orang tuanya kemudian tiba di sebuah tempat yang sangat aneh. Tempat yang penuh dengan restoran itu seakan-akan tak dihuni oleh orang. Kedua orang tua Chihiro langsung memakan makanan yang tersedia sementara anak mereka berkeliling melihat-lihat kota kosong itu. Saat langit mulai menjadi gelap, keanehan terjadi. Chihiro bertemu dengan sosok anak laki misterius yang mengatakan bahwa Chihiro tak seharusnya ada di sini. Lebih gawatnya lagi ketika Chihiro kembali ke restoran tempat orang tuanya makan, tempat tersebut sudah penuh dengan bayangan-bayangan hitam. Yang paling mengerikan adalah orang tua Chihiro kini telah berubah menjadi babi yang terus mencoba makanan yang tersedia dengan rakusnya! Apa yang sebenarnya terjadi? Tak butuh waktu lama bagi Chihiro untuk menyadari bahwa dirinya tanpa sengaja telah masuk ke dalam alam gaib. Pertanyaannya adalah: bisakah Chihiro yang cengeng menyelamatkan dirinya dan kedua orang tuanya?

Hampir tidak ada film yang membuat saya menontonnya langsung dua kali berturut-turut, tetapi itulah yang Spirited Away paksa aku lakukan. Ketika ending credit bergulir, yang kulakukan adalah langsung memainkan film tersebut dan menontonnya lagi. Saya kini bisa mengerti kenapa Spirited Away adalah salah satu karya paling ambisius dari Hayao Miyazaki. Walau temanya secara sederhana adalah mengenai bagaimana seorang gadis muda tumbuh dewasa dan menghadapi ketakutannya pada lingkungan masyarakat, Hayao Miyazaki mampu menginfusikan begitu banyak tema-tema lain dalam film ini sekaligus membalutnya dalam berbagai pengaruh budaya. Jalanan di mana Chihiro dan orang tuanya makan sekaligus onsen (pemandian air panas) di mana ia bekerja di tengah para siluman adalah cerminan budaya dan tradisi Jepang kuno. Ada juga saat di mana Chihiro naik kereta modern yang merupakan representasi dari budaya Jepang modern. Sampai ada kamar tidur bayi yang penuh dengan kemewahan yang adalah representasi dari budaya barat yang melebur masuk dalam Jepang.

Tidak hanya simbol dan pesan tersirat maupun tersurat yang membuat Spirited Away begitu mempesona dari menit awal hingga akhir tetapi juga karakter-karakter yang hidup di dalamnya. Karakter utama film ini: Chihiro (atau Sen) adalah salah satu sosok lakon terbaik dalam film animasi. Ia tidak digambarkan layaknya kebanyakan heroine Disney atau bahkan Studio Ghibli sekalipun yang cantik atau mandiri. Sebaliknya, Chihiro tergambar sebagai gadis yang biasa-biasa saja, tidak imut, dan suka pesimistis akan kehidupannya sendiri. Toh, itu membuat dirinya lebih mudah direfleksikan oleh gadis-gadis yang berusia sebaya dengannya. Perjalanan Chihiro untuk mendewasakan dirinya di tengah dunia para siluman (yang semuanya beraneka ragam dan kaya warna) jugalah yang membuat jalan cerita Spirited Away tak pernah membosankan; lepas dari satu adegan saya langsung menantikan apa kiranya yang akan ditemui Chihiro berikutnya?

Semakin banyak saya menonton film Studio Ghibli, semakin kacau balaulah peringkat sepuluh besar film animasi favorit saya karena disisipi kian banyak film-film dari studio ini. Dan hal ini sebenarnya tidak mengherankan. Jangankan saya – John Lasseter – kepala Studio Pixar yang adalah orang di balik film-film macam Toy Story saja terang-terangan menyatakan bahwa dirinya adalah fans berat Hayao Miyazaki dan selalu menonton karya-karya sang maestro Jepang tiap kali ia menemui kebuntuan dalam menggarap film animasi terbaru Pixar!

Note: Tahukah kalian bahwa karena begitu ngefansnya John Lasseter pada Spirited Away, ia mati-matian melobi para petinggi Disney untuk merilisnya pada bioskop Amerika? Usaha tak kenal lelah Lasseter ini berhasil setelah Spirited Away sukses dirilis di Amerika dan mendapatkan penghargaan tertinggi di ajang Academy Awards. Dasarnya pembuat film, rasa terima kasih Miyazaki dan seluruh Studio Ghibli disalurkan melalui sebuah film dokumenter khusus yang mereka garap buat John Lasseter. Judulnya? Arigato, Lasseter-san!

Score: 9.9

Movie Details
Director: Hayao Miyazaki
Cast: Rumi Hiiragi, Miyu Irino, Mari Natsuki
Running Time: 125 Minutes

Comments (11)

Advertise Here
Advertise Here